Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 57


__ADS_3

Daniel dan Andy Li terlihat berdiskusi berdua


sedangkan kedua saudara perempuannya tidak terlihat ada dimeja makan.


“mana kakak pertama dan kakak kedua ma??” tanya


Sarah yang masih terlihat bingung dengan semua hal terjadi pagi ini.


“ooh… mereka pergi lebih dahulu. Ada rapat dengan


Andrew pagi ini.”


“kalau begitu sebaiknya aku segera pergi kekantor


karena mereka pasti memerlukan aku disana.” Sarah ingin menggunakan peluang ini


untuk melarikan diri dari keadaan yang rumit dari malam hingga pagi ini.


“tidak perlu, papa sudah memberikan kamu cuti


beberapa hari ini. Kamu harus istrirahat lebih banyak, agar lebih fokus dalam


bekerja.” Andy Li bicara sambil melihat kearah Sarah yang mendatangi mereka


berdua.


“proyek kali ini nilainya sangat besar pa, tidak


mungkin aku bermalas – malasan dirumah saja.” keluh Sarah


“nanti kita akan keperusahaan setelah selasai


mendatangi catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan kita.”


Mendengar kata menikah Sarah merinding, ternyata


mereka serius dengan ucapannya. Bagaimana mungkin ia bisa lupa perkataan kedua


orang tuanya tadi malam.


“kemarilah… “ kata Andy Li.


Sarah dengan ragu berjalan mendekati meja makan


dan duduk disamping papanya. Dihadapannya ada Daniel Long yang sudah duduk


dimeja makan dan ikut memperhatikan Sarah yang sedang berjalan kearahnya.


“kamu tidak apa – apa??” tanya Daniel sambil


mengerutkan keningnya. Ia melihat wajah Sarah yang kaku tidak seperti biasa.


“hadiah pernikahannya terlalu mahal. Aku merasa


tidak pantas menerimanya.” Sarah yang terlalu berterus terang membuat wajah


kedua orang tuanya melihat kearah Daniel dengan cemas.


“kamu adalah duniaku, tentu saja semua hal


terindah harus aku berikan kepada duniaku satu - satunya. Semua hal berharga


wajar kamu terima sayang.” kata romantis itu keluar dengan lancar dari mulut


Daniel membuat kagum kedua orang tua Sarah. Mereka awalnya takut Daniel


tersinggung karena perkataan Sarah untungnya ia bisa menjawab dengan sangat


baik.


Wajah Sarah memerah mendengar pujian dari Daniel.


“kamu jangan terlalu memujiku, aku tidak sebaik


yang kamu kira.” Sarah menunduk dan mulai makan tanpa aba – aba sebelumnya.


Andy Li melihat Sarah Li sudah mulai makan merasa


canggung… “ah… mari makan… ayo makan…. “


Andy Li menatap istrinya, kejadian tadi malam

__ADS_1


tidak mungkin berlalu begitu saja dari pikiran mereka berdua. Sebagai orang tua


mereka paham Sarah belum seratus persen setuju dengan ide pernikahannya. Mereka


juga paham, Sarah tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. Sebagai orang


tua ada rasa senang, tapi rasa khawatir juga mewarnai hati mereka. Bagaimana


jika tiba – tiba Sarah berubah pikiran lagi. Mereka tidak akan berani menghadapi


keluarga Long lagi selama – lamanya.


“jam berapa kita akan pergi ke catatan sipil??”


tanya Sarah memberanikan diri membuka pembicaraan kepada Daniel.


Daniel melihat jam tangannya dan kemudian berkata


“jam 10 pagi sudah sampai lokasi. Lebih cepat bukankah lebih bagus?”


Sarah mengangguk pelan dan melanjutkan


sarapannya. Daniel mengenakan setelan jas berwarna hitam dengan dasi bermotif


garis – garis warna hitam dan hijau tua. Sarah memperhatikan dasi yang dipakai


Daniel dengan vest outfit hijau yang dikenakannya. Warna yang sama, bagaimana


mungkin mereka bisa memilih pakaian dengan warna yang sama? Mungkin ini yang


namanya kebetulan,, pikir Sarah berusaha menghibur dirinya.


Sarah selesai lebih cepat makan, lebih tepatnya


ia tidak ada selera untuk makan pagi ini. Sarah melihat jam didinding sudah


hampir jam 9 pagi. Kemudian ia melihat kearah Daniel dan papanya yang masih


membahas mengenai kerja sama pertambangan yang akan mereka kerjakan.


Suasana makan kekeluargaan serasa makan dengan


tanpa menyela.


“sudah … sudah… kalian berdua ini serasa


dikantor. Sudah hampir jam 9 pagi, waktunya Daniel dan Sarah pergi. “ Mayleen


akhirnya memotong pembicaraan mereka berdua setelah melihat Sarah menatap


mereka dengan tatapan tidak senang.


“maaf ma…. Daniel lupa. Kedepannya akan


diperbaiki tidak akan seperti ini lagi.”


“tidak… bukan salah kamu. Papa kamu memang


seperti itu. Sudah hampir jam 9 sebaiknya kalian cepat pergi.” Mayleen bicara


sambil berdiri. Sarah Li ikut berdiri disamping mamanya dan mereka berjalan


kearah pintu keluar.


Ditaman depan rumah, Alex dan James terlihat


bersama dan sedang berbicara. Sedan berwarna coklat tua sudah terparkir tidak


jauh dari pintu utama rumah. Batin Sarah mengatakan sepertinya mereka akan


menggunakan mobil ini untuk pergi.


Sarah masih berdiam diri, ia tidak tahu mobil


mana yang akan digunakan. Daniel memegang punggung Sarah, mengarahkannya kepada


mobil sedan coklat miliknya. Daniel membuka pintu penumpang untuk Sarah. Sarah


berpamitan dengan kedua orang tuanya dengan penuh haru. Bagaimana pun ini


adalah terakhir kali ia berpamitan dengan status sebagai status anak gadis.

__ADS_1


“doakan putrimu ini semoga semuanya bisa berjalan


dengan lancar.” bisik Sarah kepada kedua orang tuanya sambil merangkul mereka


berdua secara bersamaan. Andy Li dan Mayleen mengusap kepala Sarah dengan


lembut dan mencium pipinya.


“kami akan selalu mendoakan kebahagian untuk


kalian berdua. Semoga kalian sehat selalu, dikaruniai banyak anak, rezeki melimpah


dan selalu bahagia.” Andy Li bicara sambil melebarkan satu tangannya lagi untuk


merangkul Daniel. Mereka saling berpelukan, dalam hati Sarah sangat sedih.


Seolah – olah ia merasa ini adalah terakhir kali ia akan bersama dengan kedua


orang tuanya.


“jagalah putri kami baik – baik. “ Andy Li bicara


sambil menyerahkan telapak tangan Sarah ketangan Daniel.


Air mata Sarah dan Mayleen tidak bisa dibendung


lagi. Sarah menangis kemudian memeluk lagi kedua orang tuanya dan dengan cepat


masuk kedalam mobil. Ia tidak mau tenggelam dalam kesedihan, seolah ini sedang


mengalami kemalangan. Sarah melihat kedua orang tuanya dari dalam jendela


mobil. Dengan cepat Sarah mengusap air mata di pipinya dan tersenyum kearah


mereka setelah ia menurunkan jendela kaca mobil.


Senyum yang terpaksa itu yang tergambar di wajah


Sarah. Daniel berpamitan dengan kedua orang tua Sarah dan masuk kedalam mobil.


Daniel melambaikan tangan kepada kedua orang tua Sarah bersamaan dengan


jalannya mobil dari hadapan mereka.  Satu tangan Daniel yang lain


memberikan Sarah Li tisu untuk menghapus air matanya.


Sepanjang perjalanan Sarah tidak berhenti


menangis, ia mendadak lupa bagaimana cara berhenti menangis. Rasa sesak didalam


dadanya tidak bisa dilampiaskan dirinya dengan mudah. Sementara Daniel hanya


bisa terdiam dan memandang Sarah. Daniel memberanikan diri untuk memeluk Sarah,


ia awalnya ragu untuk melakukan hal itu. Karena takut Sarah akan menolak


dirinya, tapi ternyata Daniel Salah. Begitu Daniel membuka tangannya Sarah


dengan cepat masuk kedalam pelukannya dan melampiaskan semua rasa sedih didada


pria yang akan dinikahinya itu.


Daniel mengusap perlahan pundak Sarah dan mencium


keningnya.


“aku berjanji akan selalu membahagiakan mu. Jika


mau mau, kita akan tetap tinggal bersama kedua orang tuamu. Kita menikah untuk


bersama, tidak ada maksud hatiku untuk membuatmu terpisah dari kedua orang


tuamu. “


Sarah perlahan mengusap air matanya “apa kamu


bisa menepati perkataanmu?” Tanya Sarah dengan suara sendu


“tentu saja, kau adalah duniaku, semua akan aku


lakukan demi kebahagian dirimu.

__ADS_1


__ADS_2