
Sarah Li sudah tidak ingat sudah berapa lama dia berada diruangan cahaya ini. Sendirian tanpa rasa kantuk dan lelah. Sendiri ternyata sangat menyedihkan daripada yang dibayangkannya. Ia yang menyangka kehidupan setelah kematian akan menyenangkan seperti yang pernah dibacanya dalam novel atau film, ternyata hanya khayalan semata. Ia menunggu dengan ketidak pastian. Apakan sekarang ini ia sudah meninggal dunia???
Tidak ada jawaban yang pasti, tapi kalau dari perkataan para leluhur yang mendatanginya waktu itu, ia belum meninggal dunia. Hanya menitipkan raganya pada langit. Jika ini adalah langit, lantas dimana akhirat itu?? Surga disebelah mana?? Sarah melihat kearah kiri dan kanan yang tidak ada terlihat jalan sama sekali. Ia berdiri dan mencoba berjalan menelusuri ruang cahaya ini. Ia merasa sudah berjalan sejauh yang ia sanggup tapi tidak menemui titik akhirnya.
Kata pasrah sudah ada dikepala Sarah Li. Tidak bisa keluar dan tidak bisa melakukan apapun. Hanya pasrah kepada alam yang akan membimbing jalannya. Saat air matanya mengalir dipipi dihadapannya tiba - tiba muncul layar yang menunjukkan kehidupan didunia saat ini. Ia melihat keluarganya menangis dan menyebut namanya. Ia sangat sedih ketika melihat mereka bersedih karena dirinya.
David Long hanya terlihat berdiam diri, ia tidak bicara sama sekali. Ia menatap ponsel sambil menyilangkan kakinya. Kemudian ia melihat perlahan - lahan ia pergi meninggalkan kerumunan keluarganya yang sedang menangisi dirinya.
Sarah menangis meratapi nasibnya dan disaat yang bersamaan para leluhur datang menemui dirinya.
"nenek.... hatiku sangat sakit melihat mereka..." Sarah menangis sambil menunjuk layar kehidupan yang ada dihadapannya.
Nenek Li menunduk dan mengusap kepala Sarah Li dengan lembut. "akhirnya kamu menangis. Ini pertanda bagus, Artinya pengaruh dari Nuan Nuan sudah mulai memudar dalam dirimu.
Sarah Li tidak paham dengan penjelasan nenek Li. Tapi yang dirasakannya saat ini adalah kehampaan dan kesedihan. Ia merasa tidak sanggup menjalani semua hal ini sekarang begitu melihat apa yang ada dihadapannya.
"Setelah ini kami akan memberikanmu kehidupan yang baru. Karena kami sudah memastikan kalau semua penduduk suku terlarang sudah tidak akan bisa terlahir kembali. Selama - lamanya," sambung nenek Li
"bisakah aku bersama mereka lagi??" tanya Sarah sambil menangis tersedu - sedu.
"tentu saja bisa cucuku... Hanya saja perjalannya tidak akan semudah yang kamu bayangkan. Kamu harus menghabiskan waktu yang panjang untuk bisa merubah semuanya. Kami akan mengatur semuanya sampai kamu kembali menjadi manusia kembali."
"bagaimana caranya....." tanya Sarah sambil menghapus air matanya.
"nanti setiap setahun sekali kamu akan kami beri kesempatan untuk bertemu dengan keluargamu, baik itu melalui mimpi atau cara lain yang akan kami beri tahukan kepadamu nantinya. Kedepannya setiap setahun sekali setelah bertemu dengan keluargamu, kamu akan kembali kedalam ruangan ini untuk melatih kekuatanmu. Diruangan ini, satu hari yang kamu habiskan sama dengan 50 tahun dalam usia manusia. Tapi kami akan menghentikan waktu untukmu. Agar kamu bisa lebih berubah menjadi klan manusia lagi." Nenek buyut Daniel menjelaskan kepada Sarah sambil mengusap kepalanya.
"kamu sudah sembuh sayang.... kamu sudah menjadi dirimu yang sebenarnya. Energi Nuan Nuan sudah tidak ada lagi didirimu. Coba kamu lihat, apakah masih ada benang merah didirimu??"
Sarah melihat tangannya dan seluruh tubuhnya, tidak ada benang merah sama sekali. Sarah menggelengkan kepalanya dan berkata "sudah tidak ada..." katanya dengan penuh keyakinan. Ada rasa lega ketika ia mengucapkannya. Akhirnya kutukan itu berakhir, Ia bisa melanjutkan hidupnya lagi.
__ADS_1
"selamat anakku.... bersabarlah sedikit lagi. Kamu akan kembali menjadi dirimu yang dahulu lagi. Hiduplah dengan bahagia.... Kami akan mengirimkan dirimu kebumi dengan wujud baru mu. Kamu harus bisa bertahan dengan kondisi alam yang kejam, karena itu adalah ujian pertama kamu. Dengan tubuh kecil dan lemah. Kamu harus bisa bertahan menjadi seseorang yang kuat seperti naga yang bertubuh besar dan mengeluarkan api dimulutnya." sambung nenek buyut Long.
"sudah... kalian terlalu lama berbicara, aku sudah lelah. Aku harus mengantarkannya sekarang
" kata kakek buyut Daniel.
Sarah berdiri dan mengikuti kakek buyut Daniel setelah melihat ekspresi neneknya agar ia mengikuti pria tua itu.
Sarah menelusuri ruangan gelap dan di penuhi cahaya bintang disekelilingnya. Ia merasa kagum dengan keindahan yang dilihatnya sekarang ini.
Begitu sampai diujung lorong itu. Sarah melihat hutan yang lebat. Ia mengenali tempat ini adalah hutan yang familiar baginya.
"lihat la dia.... begitu menyedihkan..." kata kakek buyut Daniel.
Sarah mengikuti arah pandangan kakek buyut Daniel dan melihat ada seseorang berpenampilan kumuh dan tidak terawat duduk dibawah pohon sambil melamun. Wajahnya penuh kesedihan seolah tidak ada yang bisa menyelamatkan dan membantu dirinya saat ini.
Sarah melihat sorot matanya yang sangat dikenalnya selama ini.
Tanya Sarah dengan tidak yakin sambil melihat kakek buyut Daniel.
Sang kakek hanya mengangguk dengan wajah sedih. Seorang yang terlhat arogan, berubah menjadi seseorang yang berwajah sedih.
"bukankah... bukan kah...." Sarah tidak habis pikir dengan apa yang dilihatnya saat ini. Pikirannya ikut kacau dan tidak yakin dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"satu hari dalam ruang cahaya adalah sama dengan satu tahun dibumi. Artinya kamu sudah melewatkan waktu satu tahun setelah peristiwa itu." jelas kakek buyut Daniel.
Sarah terdiam dan melihat keluarga Long itu bergantian. Sulit dipercaya, bagaimana mungkin Daniel bisa seperti ini. Hati Sarah sedih dan sakit melihatnya.
"kamu bantulah dia agar bisa menjalani hidupnya kembali seperti semula. Aku akan memberikan petunjuk kepada dirinya kalau kamu akan kembali lagi dalam hidupnya sehingga dia bisa kembali bersemangat dalam menjalani hidup." Cara bicara kakek buyut Daniel yang tadi terlihat aroga dan keras kali ini berubah menjadi lebih lembut dan lebih sopan.
__ADS_1
Sarah hanya mengangguk sambil memperhatikan keduanya.
'wajah kesepian dan penuh dengan kesedihan, Mungkin mereka bertiga memiliki ekpresi wajah yang sama. Jika bisa, Sarah sudah berlari kearah Daniel dan memeluk dirinya. sambil mengatakan, jangan bersedih... tunggulah aku kembali...'
"sekarang waktunya..."
Perlahan - lahan, Sarah merasa tubuhnya semakin mengecil dan tubuh kakek buyut Daniel semakin membesar. Sarah harus menengadahkan kepalanya untuk melihat kearah leluhur Daniel itu.
"jika ada sesuatu yang terjadi panggil saja nenek Li... ia akan segera datang membantu dirimu."
Sarah melihat tubuhnya berwarna hijau terang, dengan sisik diseluruh tubuhnya. Ya.... ia kembali dalam wujud awalnya yaitu seekor ular.
"kamu bisa memanfaat kan energi Daniel untuk menambah kekuatanmu. Karena cucuku itu memliki energi yang luar biasa besar. Kehilangan seperempat energinya tidak akan berpengaruh padanya."
Sarah mengangguk dan berbalik badan, ia mulai merayap ditanah dan mendekati Daniel. Sarah menegakkan kepalanya dan menatap Daniel dengan kesal.
"pria bodoh, bagaimana bisa kamu seperti ini ketika aku sedang berjuang untuk bertahan hidup?? Katanya kamu mencintaiku.... tapi kamu hidup seperti ini.. Ini sama dengan menghancurkan dirimy sendiri. Hati ku sangat sakit."
Sarah berbicara sambil menjulurkan lidahnya berkali - kali. Pria dihadapannya hanya terdiam menatap dirinya tanpa ekspresi sama sekali. Sarah mematuk kakinya Daniel yang penuh dengan tanah.
"BEDIRI...." kata Sarah dengan kesal sambil mematuk kaki Daniel lagi.
Daniel melihat ular kecil itu dan langsung berdiri, Sarah mengikutinya dari belakang. Jika ia berhenti berjalan, Sarah akan mematuk kakinya lagi sambil menganggat tinggi kepalanya.
Daniel berjalan kearah mobil miliknya yang terpakir setiap hari mengantarkan makanan dan anggotanya bergantian membujuk dirinya agar kembali pulang kerumah. Tapi tidak pernah ada niat Daniel mendengarkan siapa pun termasuk perkataan kedua orang tuanya.
Sarah mengenali anggota Daniel yang sudah bersiap membukakan pintu untuk dirinya dan Daniel masuk kedalam mobil. Begitu pintu tertutup Sarah berbalik arah dan ia terkejut karena tiba - tiba tubuhnya ditangkap oleh Daniel dan dibawa kedalam mobil.
"apa yang kamu lakukan......" teriak Sarah dengan kesal kepada Daniel
__ADS_1
"turunkan aku...." Sarah berusaha keras melepaskan diri dari Daniel. Pria itu hanya tersenyum tipis sambil masuk kedalam mobil dan memegang Sarah dengan sangat erat