
David Long sampai dirumah Andy Li yang terlihat sedang duduk bersama Mayleen dan seorang wanita tua yang dikenali David sebagai sesepuh dari klan ular.
“anda disini juga tuan David Long??” wanita tua itu terlihat terkejut melihat kehadiran David yang tiba – tiba dari lantai atas.
Tatapan matanya terlihat berbeda, Andy Li dan Mayleen terlihat seperti orang lain yang kehilangan kesadaran dan tidak memiliki nyawa pada dirinya. David merasa ada yang aneh dengan semuanya dan memutuskan untuk bersikap seperti biasa saja dan duduk disofa ruang tamu. David memilih berada disisi keduanya, sehingga ia bisa melihat sahabatnya dan juga tetua dari keluarga sahabatnya.
“anda sudah lama datang nyonya…..” David tidak mengetahui nama orang tua yang saat ini ada dihadapannya.
“belum lama…. aku baru saja sampai. “
Tepat didepan David altar kematian Sarah Li dan Daniel Long masih menyala lilin dan bunga mawar berwarna
merah muda. Foto mereka berdua ketika menikah dipajang dalam altar tersebut. Mata David berkaca – kaca, bahkan dirumahnya sendiri tidak ada melakukan hal seperti itu.
David yang menatap foto menantu dan anaknya tanpa berkedip membuat sang nenek ikut melihat kearah foto itu.
“aku turut berduka cita atas meninggalnya putra anda dan menantu anda.” kata sang nenek
“bukankah dia adalah cicit atau cucu anda?? Saya rasa anda juga turut bersedih karena kejadian itu” David
mengalihkan pandangannya kearah nenek tua tersebut.
Suara mobil berhenti didepan rumah Andy Li. Tapi kedua suami istri itu masih kaku dengan posisi duduk tegak
dan kedua tangannya saling bertautan satu sama lain. Serena, Chandra, Sisca dan Jackie datang bersamaan.
Mereka masuk karena pintu rumah masih terbuka lebar.
“mama…. papa… kami pulang…” suara Serena seperti biasa selalu lebih kuat daripada yang lain…
“Kenapa kalian masih membuka pintu padahal sudah larut malam begini?? Kemana para penjaga rumah ?? Kenapa tidak ada satu orang pun yang berjaga diluar??” Serena bicara sambil masih kedalam rumah dan matanya melihat kearah pintu dan melihat kondisi rumah yang terlihat sepi. Serena merasa ada yang salah dengan kedua orang tuanya yang hanya duduk terdiam dengan tatapan mata kosong.
Ia diam sejenak, kemudian mendatangi altar kematian adiknya… “adik kakak datang… semoga kamu disana baik – baik saja. Aku merindukan kalian berdua.” Serena mengusap foto adiknya dan Sisca sudah masuk kedalam rumah dan melihat kondisi tidak biasa dalam rumahnya.
__ADS_1
“sesepuh anda disini… senang bertemu dengan anda.” sapa Sisca dan diikuti dengan suaminya dan juga adik
iparnya.
Serena berjalan mengendap – ngendap kearah kedua orang tuanya … “HEEEIII” Serena menepuk pundak kedua orang tuanya sambil berteriak dengan sangat kuat, membuat semua orang diruangan terkejut karena suara Serena sangat kuat.
“kenapa kamu berteriak malam – malam…. tidak ada anggota keluarga Li yang seperti kamu kecuali …. “ Mayleen menghentikan bicaranya dan menatap foto Sarah dan kemudian ia terkejut melihat kedua putri dan menantunya serta David Long sudah ada dirumahnya.
“apa yang terjadi….” Mata Mayleen tertuju kepada sosok sesepuh dihadapannya.
“kapan anda datang???” kata Mayleen dengan nada bingung.
“PA….” Serena berteriak ditelinga Andy Li dan lagi – lagi membuat semua orang terkejut dengan tingakah Serena yang tiba – tiba itu.
“apa yang kamu lakukan?? kamu mau buat telinga papa rusak karena teriakanmu??” Andy Li mengusap telinganya dan sama dengan reaksi Mayleen ia pun terkejut rumahnya sudah ada David, kedua putrinya dan kedua menantunya. Matanya tertuju kepada sesepuh klan ular sang nenek Li.
“nenek Li, kapan anda datang ??”
Serena langsung duduk diantar kedua orang tuanya sambil menepuk kaki kedua orang tuanya dengan kuat.
“aduh,,, sakit….” Serena mengerucutkan bibirnya sambil menatap kesal mamanya.
Serena menyandarkan kepalanya dipundak papanya.
“mama menyiksaku….” Serena mengadukan mamanya seperti anak kecil yang sedang berkelahi dengan temannya.
“jangan begitu ada sesepuh kita dirumah ini, kita harus bersikap sopan kepadanya.”
Jackie dan Sisca Li duduk disisi pegangan sofa David Long dan Chandra berdiri dibelakang David. David bersandar sambil menyilangkan kedua kakinya dan mengamati mereka secara bergantian. Mulutnya diam, tapi pikirannya terus berkordinasi dengan orang – orang disekitarnya.
“sepertinya sudah larut, kalau begitu nenek permisi dulu…” Nenek Li berdiri dengan menggunakan tongkatnya dan berjalan kearah pintu.
Sisca menahannya “sudah malam, sebaiknya nenek menginap saja dirumah ini… Nenek pergi dengan siapa?? kenapa kami tidak melihat ada mobil didepan?”
__ADS_1
Sang nenek melihat kearah luar… “oh,, tadi aku naik taksi kemari.. “
Sisca melihat jam tangannya “sudah tidak ada lagi taksi kalau jam segini. aku akan meminta pelayan menyiapkan kamar untuk nenek.”
“tidak perlu…. “ sang nenek sudah terlihat gelisah sekarang. Entah apa yang ditakutkannya sekarang.
Sisca berjalan kearah kamar pelayannya dilantai 1. Rumah ini memiliki 3 orang pelayan dan 5 orang pengawal
kenapa tidak ada satu orang pun yang terlihat berjaga dan melayani tamu yang datang. Kemana mereka semua…. Jantung Sisca berdetak dengan sangat cepat ketika mencium bau tidak sedap dari arah kamar pelayannya.
Dan begitu Sisca membukanya…. Ia melihat pemandangan yang luar biasa, hal yang sama dilihatnya ketika ia sedang bersama Sarah mengunjungi Nana.. Mereka satu sama lain saling memakan dan pandagan mata mereka benar – benar kosong. Sisca menjerit dengan sekuat tenaga. Dan semua mata didalam kamar itu menatap Sarah seolah ia adalah makanan lezat. David Long segera berlari kearah Sisca Li dan dengan jentikan jarinya pusaran angin dan menghilang dari hadapan Sisca Li yang masih membatu diposisinya. Badannya bergetar menahan rasa takut yang teramat sangat.
Jackie menarik Sisca Li kepelukannya dan mengusap kepalanya
“sudahlah…. tidak apa – apa. Aku ada disini…. “
Suara ledakan yang sangat kuat terdengar dari dalam kamar bersamaan dengan David menggengam tangan kanannya dengan sangat kuat.
“sepertinya kalian harus melakukan renovasi rumah…. atau pindah saja kerumah baru yang disiapkan oleh
perusahaan kita.” Kata David Long yang begitu menolehkan badan, tidak menemukan sosok nenek Li diantara mereka
“kemana nenek Li??” tanya David sambil berjalan dengan cepat kearah ruang tamu. Ruang tamu kosong, tidak ada orang sama sekali.
Semua orang melihat kearah belakang dan mencari keberadaan nenek Li dan tidak ditemukan keberadaannya.
Daniel Long dan Sarah Li yang menunggu dirumah David Long sangat cemas karena mereka sangat lama kembali dari rumah Andy Li.
Sarah Li melihat ponselnya dan melihat berita kebakaran dirumahnya. Ponselnya jatuh kelantai karena tangannya bergetar setelah membaca berita itu. Ia ingin kesana, tapi tidak bisa dilakukannya sekarang. Agar identitas barunya tidak terbongkar.
“ada apa??” tanya Daniel sambil mengambil ponsel Sarah
Daniel duduk bersimpuh didepan Sarah dan melihat ponselnya, ada berita terbaru mengenai terbakarnya rumah
__ADS_1
keluarga Li.