
Sarah memesan banyak makanan dan
begitu pelayan membawakan makanan, dia pun sibuk dengan menu makanan yang ada
dihadapannya.
“kamu tidak makan siang adik
kedua??” tanya Sisca Li yang melihat Sarah makan dengan lahap seperti orang
yang tidak makan selama beberapa hari lamanya.
Sarah mengangguk “sepertinya
begitu.” jawab Sarah sambil melihat Daniel
yang duduk bersandar menatap dirinya yang sedang makan.
“Daniel, sepertinya kamu kerja
keras tadi malam.” kata Jackie sambil menepuk punggung Daniel yang duduk
disebelahnya.
Sarah melihat kearah Jackie
kemudian berkata dengan serius “semalam kami memang kerja keras sekali. Rasanya
tubuhku remuk karenanya.”
4 orang yang mendengar perkataan
Sarah tertawa dengan lepas. Wajah Daniel memerah sedangkan Sarah terlihat
bingung. Apa yang salah dari jawabannya???
“luar biasa, aku benar – benar
tidak menyangka kamu bisa melakukan hal itu.” sindir Jackie.
Daniel hanya diam dan menunduk
malu.
“apa ada yang salah??” tanya
Sarah
“tidak ada yang salah adik kecil”
jawab Serena yang mengusap air mata disudut matanya.
“melakukan semuanya sambil
berdiri selama beberapa jam ternyata sangat melelahkan.” Kata Sarah sambil
mengehela nafas.
Lagi – lagi perkataan Sarah
membuat kedua saudara perempuan dan kedua saudara iparnya tertawa lepas
kembali.
“kamu, benar – benar tidak
memberi adik kecil kita beristirahat. Ini yang pertama, bagaimana mungkin kamu
melakukannya dengan posisi berdiri..” Jackie lagi – lagi berkomentar membuat
panas telinga Daniel.
Sarah mengangguk seolah
menyetujui perkataan Jackie. “benar…. padahal lebih bagus jika sambil duduk.”
Sarah berkata tanpa melihat Jackie dan hanya fokus dengan makanan yang ada
dihadapannya.
“aku rasa kalian sudah salah
sangka.” Daniel akhirnya buka suara.
Sarah terdiam dan melihat kearah
Daniel, begitu juga dengan orang disekitar mereka. Apanya yang salah sangka,
batin Sarah berkata. Bukankah mereka hanya membahas acara tadi malam, tapi
memang ada yang aneh dengan reaksi kedua saudara perempuan dan saudara
iparnya.Tapi memang ada yang salah dengan reaksi mereka semua setelah mendengar
perkataan Sarah.
__ADS_1
“adik kecil, kalian sudah melakukan
malam pertama??” Serena Li terkenal sebagai orang yang selalu bicara langsung kemasalah tanpa peduli
situasi disekitarnya.
“memang apa yang dilakukan
dimalam pertama??” tanya Sarah balik.
“sudah… sudah…. jangan ganggu
adik kedua lagi, dari cara bicaranya sudah bisa diambil kesimpulan tidak ada
terjadi apapun diantara mereka berdua tadi malam.”
Sisca Li mengambil gelas yang
berisi air mineral dan meminumnya sambil melihat kearah Daniel dengan tajam.
“apa kalian berpikir kami…… “
Sarah mengerutkan keningnya sambil memutar bola matanya dan melihat kearah
sekitarnya. Kemudian dia dengan cepat mengelengkan kepalanya.
Sisca Li masih menatap Daniel
Long dengan penuh tanda tanya, energi dari keluarga Long siang ini dihotel
sangat kuat dirasakan oleh para klan seperti mereka. Tidak mungkin mereka bisa
mengeluarkan energi sebesar ini sekaligus mengeluarkan perisai pertahanan yang
kuat jika tidak terjadi sesuatu. Tapi Sarah Li terlihat baik – baik saja
seperti tidak ada kejadian sama sekali.
Sarah Li bukan orang yang bisa
menyembunyikan suatu masalah dari kedua saudaranya, ia akan mudah terlihat
mencolok ketika sedang berbohong atau sedang menutupi suatu masalah.
Sisca melipak kedua tangannya dan
bersandar dikursi sambil memejamkan matanya
“kakak pertama tidak perlu
pikirannya. Dalam waktu singkat Sisca Li membuka matanya dan menatap Daniel.
Ternyata adik iparnya sedang melakukan telepati kepada dirinya.
Dengan cepat Sisca Li mengalihkan
pandangannya kearah gelas dihadapannya
“apa yang terjadi??” tanya Sisca
tanpa basa basi lagi.
“begitu sampai dihotel Sarah
langsung pergi kehutan, dan ketika aku menyusulnya dia aku temukan tidak
sadarkan diri dipinggir sungai belakang hotel.” Daniel melakukan telepati
sambil menatap Sarah yang sedang melahap makanan penutupnya.
“ya ampun….. dia akan selalu
seperti itu jika berada didalam hutan dan bertemu dengan aliran air sungai.”
Sisca menghela nafas panjang sambil melakukan telepati. Jackie memperhatikan
istrinya dan Daniel yang sepertinya sedang menggunakan energi mereka masing –
masing.
“aku sudah panggil dokter dan
memeriksa kondisi dihotel semua dalam keadaan baik. Papaku sudah memasang
pelindung dihotel ini. Jadi selain tenaga kita tidak akan ada orang lain yang
bisa menggunakan energi mereka didalam bangunan hotel milikku.”
“baguslah jika begitu, kakak
harap kamu bisa menjaga adik kedua kami dengan baik. Banyak hal yang sudah
dialaminya. Jika orang itu bukan Sarah, aku tidak menjamin dia bisa melewati
semuanya dengan begitu baik seperti dirinya.”
__ADS_1
Daniel mengangguk kemudian
melanjutkan telepatinya “aku mencintainya dan sudah pasti akan menjaganya
dengan kemampuan terbaikku. Aku sudahi dulu, ada telepon masuk. Permisi kakak
pertama”
Sisca Li mengangguk dan tidak
lama Daniel berdiri setelah permisi kepada semuanya kalau dia harus menjawab
panggilan telepon. Daniel berjalan kearah Lobby hotel dan duduk di sofa yang
ada diruangan itu.
“suami kamu sepertinya sangat
sibuk.” kata Sisca Li
“sangat sibuk, bahkan semalam
setelah selesai acara ia masih harus bekerja sampai larut malam. Setelah aku
marah kepadanya. Ia langsung menutup semua laptop miliknya dan pergi tidur.”
“wah,,, benar – benar hebat. Baru
satu hari menikah kamu sudah memarahi suami mu adik kecil. Kakak benar – benar
salut kepadamu.” kata Serena sambil mengacungkan ibu jarinya kearah Sarah.
“Daniel memang seseorang yang
pekerja keras, ia bahkan bisa tidur hanya satu jam.” Jackie bicara dengan mata
yang menerawang jauh.
Ia masih ingat ketika bersama
dengan Daniel Long selama beberapa tahun diluar negeri, waktu tidur mereka
hanya satu jam. Apabila ada kesempatan tidur sampai 3 jam lebih, hal itu adalah
mewah yang bisa didapatkan olehnya. Tidak ada hari libur bagi seorang Daniel
Long. Bekerja seperti darah yang mengalir ditubuhnya.
“sekuat apa pun dia, jika tidak
menjaga kesehatan dengan baik akan berakibat buruk dengan tubuhnya.” Sisca Li
melihat kearah Sarah yang terlihat sudah selesai makan.
Sarah mengangguk dan kemudian
melihat kearah lobby hotel. James sudah ikut bergabung bersama Daniel dilobby
hotel. Perkataan kakak iparnya dan Sisca Li masuk kedalam hati Sarah.
“aku sudah kenyang, dan sekarang
sepertinya perlu berjalan sedikit agar pencernaan lancar.” kata Sarah sambil
bangkit dari tempat duduknya.
“sudah malam, jangan berjalan –
jalan lagi. Kembalilah ke dalam kamar.” Sisca bicara dengan suara yang kuat
begitu melihat Sarah berdiri dan akan berjalan meninggalkan mereka semua.
Sarah menatap Sisca yang
bertingkah tidak seperti biasanya. “aku
hanya akan menemui Daniel, tidak akan kemana – mana.” jawab Sarah terbata –
bata.
Sisca memijat keningnya sambil
mengangguk dan berkata “baiklah, maaf…. mungkin kakak merasa lelah atau takut
kamu tersesat karena kita belum pernah kedaerah ini sebelumnya.”
“kakak tenang saja, Daniel Long
akan menjaga ku.. Kalau dia jahat padaku akan aku suruh kalian berdua untuk
memukul kepalanya.” Sarah tersenyum menguatkan kakak pertamanya yang terlihat
mengkhawatirkan dirinya.
Sisca Li tersenyum lega “serahkan
__ADS_1
padaku…” jawabnya sambil mengepalkan tangan kearah Sarah.