Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 72


__ADS_3

Sarah memesan banyak makanan dan


begitu pelayan membawakan makanan, dia pun sibuk dengan menu makanan yang ada


dihadapannya.


“kamu tidak makan siang adik


kedua??” tanya Sisca Li yang melihat Sarah makan dengan lahap seperti orang


yang tidak makan selama beberapa hari lamanya.


Sarah mengangguk “sepertinya


begitu.”  jawab Sarah sambil melihat Daniel


yang duduk bersandar menatap dirinya yang sedang makan.


“Daniel, sepertinya kamu kerja


keras tadi malam.” kata Jackie sambil menepuk punggung Daniel yang duduk


disebelahnya.


Sarah melihat kearah Jackie


kemudian berkata dengan serius “semalam kami memang kerja keras sekali. Rasanya


tubuhku remuk karenanya.”


4 orang yang mendengar perkataan


Sarah tertawa dengan lepas. Wajah Daniel memerah sedangkan Sarah terlihat


bingung. Apa yang salah dari jawabannya???


“luar biasa, aku benar – benar


tidak menyangka kamu bisa melakukan hal itu.” sindir Jackie.


Daniel hanya diam dan menunduk


malu.


“apa ada yang salah??” tanya


Sarah


“tidak ada yang salah adik kecil”


jawab Serena yang mengusap air mata disudut matanya.


“melakukan semuanya sambil


berdiri selama beberapa jam ternyata sangat melelahkan.” Kata Sarah sambil


mengehela nafas.


Lagi – lagi perkataan Sarah


membuat kedua saudara perempuan dan kedua saudara iparnya tertawa lepas


kembali.


“kamu, benar – benar tidak


memberi adik kecil kita beristirahat. Ini yang pertama, bagaimana mungkin kamu


melakukannya dengan posisi berdiri..” Jackie lagi – lagi berkomentar membuat


panas telinga Daniel.


Sarah mengangguk seolah


menyetujui perkataan Jackie. “benar…. padahal lebih bagus jika sambil duduk.”


Sarah berkata tanpa melihat Jackie dan hanya fokus dengan makanan yang ada


dihadapannya.


“aku rasa kalian sudah salah


sangka.” Daniel akhirnya buka suara.


Sarah terdiam dan melihat kearah


Daniel, begitu juga dengan orang disekitar mereka. Apanya yang salah sangka,


batin Sarah berkata. Bukankah mereka hanya membahas acara tadi malam, tapi


memang ada yang aneh dengan reaksi kedua saudara perempuan dan saudara


iparnya.Tapi memang ada yang salah dengan reaksi mereka semua setelah mendengar


perkataan Sarah.

__ADS_1


“adik kecil, kalian sudah melakukan


malam pertama??” Serena Li terkenal sebagai orang yang  selalu bicara langsung kemasalah tanpa peduli


situasi disekitarnya.


“memang apa yang dilakukan


dimalam pertama??” tanya Sarah balik.


“sudah… sudah…. jangan ganggu


adik kedua lagi, dari cara bicaranya sudah bisa diambil kesimpulan tidak ada


terjadi apapun diantara mereka berdua tadi malam.”


Sisca Li mengambil gelas yang


berisi air mineral dan meminumnya sambil melihat kearah Daniel dengan tajam.


“apa kalian berpikir kami…… “


Sarah mengerutkan keningnya sambil memutar bola matanya dan melihat kearah


sekitarnya. Kemudian dia dengan cepat mengelengkan kepalanya.


Sisca Li masih menatap Daniel


Long dengan penuh tanda tanya, energi dari keluarga Long siang ini dihotel


sangat kuat dirasakan oleh para klan seperti mereka. Tidak mungkin mereka bisa


mengeluarkan energi sebesar ini sekaligus mengeluarkan perisai pertahanan yang


kuat jika tidak terjadi sesuatu. Tapi Sarah Li terlihat baik – baik saja


seperti tidak ada kejadian sama sekali.


Sarah Li bukan orang yang bisa


menyembunyikan suatu masalah dari kedua saudaranya, ia akan mudah terlihat


mencolok ketika sedang berbohong atau sedang menutupi suatu masalah.


Sisca melipak kedua tangannya dan


bersandar dikursi sambil memejamkan matanya


“kakak pertama tidak perlu


pikirannya. Dalam waktu singkat Sisca Li membuka matanya dan menatap Daniel.


Ternyata adik iparnya sedang melakukan telepati kepada dirinya.


Dengan cepat Sisca Li mengalihkan


pandangannya kearah gelas dihadapannya


“apa yang terjadi??” tanya Sisca


tanpa basa basi lagi.


“begitu sampai dihotel Sarah


langsung pergi kehutan, dan ketika aku menyusulnya dia aku temukan tidak


sadarkan diri dipinggir sungai belakang hotel.” Daniel melakukan telepati


sambil menatap Sarah yang sedang melahap makanan penutupnya.


“ya ampun….. dia akan selalu


seperti itu jika berada didalam hutan dan bertemu dengan aliran air sungai.”


Sisca menghela nafas panjang sambil melakukan telepati. Jackie memperhatikan


istrinya dan Daniel yang sepertinya sedang menggunakan energi mereka masing –


masing.


“aku sudah panggil dokter dan


memeriksa kondisi dihotel semua dalam keadaan baik. Papaku sudah memasang


pelindung dihotel ini. Jadi selain tenaga kita tidak akan ada orang lain yang


bisa menggunakan energi mereka didalam bangunan hotel milikku.”


“baguslah jika begitu, kakak


harap kamu bisa menjaga adik kedua kami dengan baik. Banyak hal yang sudah


dialaminya. Jika orang itu bukan Sarah, aku tidak menjamin dia bisa melewati


semuanya dengan begitu baik seperti dirinya.”

__ADS_1


Daniel mengangguk kemudian


melanjutkan telepatinya “aku mencintainya dan sudah pasti akan menjaganya


dengan kemampuan terbaikku. Aku sudahi dulu, ada telepon masuk. Permisi kakak


pertama”


Sisca Li mengangguk dan tidak


lama Daniel berdiri setelah permisi kepada semuanya kalau dia harus menjawab


panggilan telepon. Daniel berjalan kearah Lobby hotel dan duduk di sofa yang


ada diruangan itu.


“suami kamu sepertinya sangat


sibuk.”  kata Sisca Li


“sangat sibuk, bahkan semalam


setelah selesai acara ia masih harus bekerja sampai larut malam. Setelah aku


marah kepadanya. Ia langsung menutup semua laptop miliknya dan pergi tidur.”


“wah,,, benar – benar hebat. Baru


satu hari menikah kamu sudah memarahi suami mu adik kecil. Kakak benar – benar


salut kepadamu.” kata Serena sambil mengacungkan ibu jarinya kearah Sarah.


“Daniel memang seseorang yang


pekerja keras, ia bahkan bisa tidur hanya satu jam.” Jackie bicara dengan mata


yang menerawang jauh.


Ia masih ingat ketika bersama


dengan Daniel Long selama beberapa tahun diluar negeri, waktu tidur mereka


hanya satu jam. Apabila ada kesempatan tidur sampai 3 jam lebih, hal itu adalah


mewah yang bisa didapatkan olehnya. Tidak ada hari libur bagi seorang Daniel


Long. Bekerja seperti darah yang mengalir ditubuhnya.


“sekuat apa pun dia, jika tidak


menjaga kesehatan dengan baik akan berakibat buruk dengan tubuhnya.” Sisca Li


melihat kearah Sarah yang terlihat sudah selesai makan.


Sarah mengangguk dan kemudian


melihat kearah lobby hotel. James sudah ikut bergabung bersama Daniel dilobby


hotel. Perkataan kakak iparnya dan Sisca Li masuk kedalam hati Sarah.


“aku sudah kenyang, dan sekarang


sepertinya perlu berjalan sedikit agar pencernaan lancar.” kata Sarah sambil


bangkit dari tempat duduknya.


“sudah malam, jangan berjalan –


jalan lagi. Kembalilah ke dalam kamar.” Sisca bicara dengan suara yang kuat


begitu melihat Sarah berdiri dan akan berjalan meninggalkan mereka semua.


Sarah menatap Sisca yang


bertingkah tidak seperti biasanya.  “aku


hanya akan menemui Daniel, tidak akan kemana – mana.” jawab Sarah terbata –


bata.


Sisca memijat keningnya sambil


mengangguk dan berkata “baiklah, maaf…. mungkin kakak merasa lelah atau takut


kamu tersesat karena kita belum pernah kedaerah ini sebelumnya.”


“kakak tenang saja, Daniel Long


akan menjaga ku.. Kalau dia jahat padaku akan aku suruh kalian berdua untuk


memukul kepalanya.” Sarah tersenyum menguatkan kakak pertamanya yang terlihat


mengkhawatirkan dirinya.


Sisca Li tersenyum lega “serahkan

__ADS_1


padaku…” jawabnya sambil mengepalkan tangan kearah Sarah.


__ADS_2