Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 112


__ADS_3

“kakak aku butuh bantuan kalian berdua.” Sarah menatap kedua saudarannya dengan penuh keyakinan.


“kamu mau kemana nak??” tanya Huanran


“memberi pelajaran orang yang sudah berani bermain – main denganku.” Sarah memukul kepalan tangan kanannya ditelapak tangan kirinya.


“kamu baru sadar, sebaiknya kamu beristirahat dulu..” buju Mayleen memegang lengan Sarah agar ia mau


beristirahat.


Sarah memiringkan lehernya kearah kanan dan kiri hingga terdengar suara dari tulangnya. Sarah menatap mamanya dengan penuh keyakinan sambil memegang pundak mamanya.


“selama beberapa waktu ini, Daniel sudah melindungi ku dengan sangat baik. Kali ini waktu Sarah yang akan


melindungi dirinya. Aku akan pastikan membawa dirinya kembali dengan selamat. Percayalah kepadaku.” Sarah menatap mamanya tanpa berkedip.


“mama tenang saja, kami akan menjaga adik kecil.” Serena berbicara mendekat kearah mereka berdua.


“tidak akan ada yang bisa mengalahkan kami bertiga jika sudah bersatu.” Sisca datang dari arah belakang.


Sarah mengangguk “tolong percaya kepada kami.”


Mayleen menangis “aku hanya punya3 anak, jika terjadi sesuatu dengan kalian bertiga…  bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku.” Maylen menangis sambil memukul – mukul dadanya.


“doa seorang ibu kepada anaknya adalah kebaikan bagi anaknya dan ada bantuan Tuhan didalamnya.” Andy Li


menguatkan istrinya.


“percayalah kepada mereka… Mereka kita didik sebagai seorang pemberani dan wanita tangguh yang tidak akan mudah dikalahkan.” lanjut Andy Li.


“kamu mudah bicara, karena mereka aku yang melahirkannya. Dengan sabar aku mengerami mereka. Dari sekian banyak anak kita hanya mereka bertiga yang bertahan. Bagaimana…..”


“kamu baru menjawabnya… dari sekian banyak anak kita, hanya mereka yang bisa bertahan. Artinya hanya mereka yang sanggup bertahan dalam kondisi sulitnya hidup ini.” Andy Li merangkul istrinya.


“aku juga tidak akan tinggal diam. Aku akan membantu mereka dari jauh. Tenanglah istriku”


Mayleen menangis memeluk Sarah Li. Ia tidak ingin hal buruk menimpa ketiga anaknya. 3 minggu melihat Sarah


terbaring seperti mayat hidup membuat hatinya hancur. Tiba – tiba mulutnya mengeluarkan

__ADS_1


darah, tiba – tiba ada luka sayatan dikulit putih Sarah sama halnya melukai


hatinya. Bagaimana mungkin ia bisa tenang.


Ia juga tidak mau melihat menantunya yang saat ini belum sadar berakhir sama seperti Sarah. Ia merasa


terjepit dalam dua tebing batu yang tinggi dan berat. Bagaimana pun Daniel Long sudah bekerja keras selama 3 minggu ini untuk menyelamatkan putri ketiganya. Bagaimana mungkin ia lepas tangan begitu putri ketiganya sadar dan ia dalam bahaya…


Mayleen menatap wajah Daniel yang seperti orang tidur. Hatinya pun hancur melihatnya. Mayleen melihat Huanran danDavid Long yang saling merangkul satu sama lain. Wajah sedih melihat anaknya seperti ini juga tidak ingin dialami mereka.


Dengan berat Mayleen menganggukkan kepalanya “pergilah dan berhati – hati. Berjanji lah kalian semua


akan kembali dengan keadaan selamat seperti sekarang ini. Aku tidak mau ada dari kalian yang terluka. “


Sarah tersenyum puas. Akhirnya mamanya memberikan ijin kepada mereka bertiga.


“aku perlu bicara dengan kalian berdua.” Kata Sarah memberi kode kepada Andy Li dan David Long untuk keluar kamar, kemudian melihat kedua saudaranya untuk bergabung bersama mereka.


“aku sudah bisa memastikan orang yang melakukan semua ini adalah orang yang dekat dengan kita. Aku butuh bantuan kalian berdua untuk mengatasi semuanya. “ mereka mengangguk bersama.


“papa, kamu datang lah lebih dahulu kekantor. Apakah hari ini ada rapat internal??” tanya Sarah kepada Andy


“papa membatalkan jadwal hari ini. Tapi anak ku ini adalah akhir pekan. Tidak mungkin memanggil mereka untuk


rapat pada saat sekarang ini.” jawab Andy Li.


“tidak dia pasti datang. Tidak tidak akan membuat celah yang membuat dirinya ketahuan dikeluarga Li dan Long.


Hubungi semua departemen terkait dan katakan paling lama hadir 30 menit lagi.” kata Sarah kepada Andy Li.


“baik..” Andy Li menyingkir dari mereka dan mengeluarkan ponsel dari saku jacketnya dan mulai menghubungi satu persatu para manager dan penanggung jawab semua perusahaannya agar segera rapat 30 menit kedepan diperusahaan Li.


Sarah melihat papanua sudah mulai sibuk, Sarah melihat kearah David Long.


“papa… ketika kami sudah menemukan orangnya, bantu kami menghentikan waktu biar ini menjadi urusan kita


saja.”


David Long mengangguk “baiklah  putriku…”

__ADS_1


“kita pergi sekarang…” kata Sarah  penuh percaya diri.


Sarah membuka pintu dan melihat Huaran dan Mayleen dengan wajah tegang menatap mereka “kalian tidak perlu khawatir. Kami akan segera kembali. Mohon bantuannya untu menjaga fisik Daniel.” kata Sarah dengan senyum penuh percaya diri dan kemudian menutup pintu. Begitu pintu tertutup wajah senyum Sarah berubah menjadi serius.


“kakak pertama, kakak kedua dan papa pergi bersama. Kami akan mengikuti kalian dari belakang.” kata Sarah Li.


“papa…. bantu aku…”


Sarah Li belum selesai berbicara, David Long menjawab Sarah “papa sudah menutup energi milikmu. Selama kamu masih menggunakan perhiasan dari keluarga Long maka semua akan aman putriku.” Jawab


David Long dengan santai seolah sudah mengetahui semua hal yang ada dipikiran Sarah.


“kami percaya kepadamu… lakukan semuany sesuai rencana.” kata David Long sambil memegang pundak kanan Sarah.


“aku akan membawanya kembali,,  aku berjanji.”


Mereka pergi dengan mobil terpisah.


Sisca dan Serena pergi bersama. Andy Li pergi sendiri bersama supir pribadinya. Sedangkan Sarah pergi bersama David Long. David duduk dibangku pengemudi dan Sarah disebelahnya.


Wajah Sarah sangat tegang. Mereka tetap berbicara dan mengatur strategi ketika sedang dalam perjalanan. Mobil mereka sudah berhenti didepan perusahaan Li. Jarak rumah dan kantor jika dalam kondisi tidak dijam sibuk bisa ditempuh dalam waktu 15 menit.


Sisca, Serena dan Andy Li jalan bersama keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam kantor. Petugas keamanan tampak terkejut dengan kehadiran petinggi keluarga Li yang datang pada hari libur.


“hari ini ada rapat, semua manager dan kepala kantor cabang akan rapat 15 menit kedepan. Siapkan


pengamanan.” kata Andy Li kepada kepala keamanan kantor yang masuk pada hari itu.


“siap pak” jawabnya dengan suara tegas sambil memberi hormat.


Petugas keamanan dengan segera menghidupkan lift dan menyiapkan ruangan rapat sesuai perintah Andy Li.  Sarah dan David Long masih parkir diseberang jalan perusahaannya, mengamati jam tangan dan memperhatikan siapa saja yang hadir pada saat sekarang ini.


Jantung Sarah berdetak dengan cepat, ia sangat khawatir dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.


Bagaimana pun ia harus berhasil melewati semua ini. Ada ketua petinggi keluargaLi dan keluarga Long. Tidak ada yang perlu dikhawatirkannya.


“kakak Daniel, tenanglah… aku pasti akan menyelamatkan dirimu.” gumam Sarah dengan suara pelan dan tegas.


David Long melirik kearah menantunya. Wajahnya yang penuh semangat membuat dirinya ikut semangat menjalani semuanya. David Long menggengam kuat tangan menantunya yang ternyata  sangat dingin. Menantunya ini terlihat kuat dan berani ternyata mencemaskan banyak hal juga.

__ADS_1


Sarah melihat tangannya digenggam oleh David Long, rasa hangat hampir sama dengan Daniel Long. Sarah tersenyum menatap David Long untuk mengurangi kekhawatirannya.


__ADS_2