
Hanya tinggal beberapa langkah saja cahaya itu bisa digapai oleh Sarah Li, Sarah Li merasa ada yang
mencengkram kuat dirinya dari arah belakang.
Sarah Li terpental kearah belakang. Tubuhnya menabrak batang pohon dan tersangkut didahan. Sarah merasa
dari mulutnya keluar cairan hangat. Dengan nafas yang mulai lemah. Sarah mencoba bangkit. Tubuhnya terduduk didahan pohon yang besar. Sambil mencengkram kuat batang pohon, Sarah mencoba berdiri dengan sisa kekuatan yang ada.
“dimana kamu….” suara berat yang menyiksa pikirannya.
“percuma kalau kamu bersembunyi…” katanya lagi sambil tertawa terbahak – bahak seolah dia adalah orang yang paling kuat berada dihutan ini.
“tidak ada satu orang pun yang bisa melarikan diri dari rumahku. “
Sarah mengusap darah dibibirnya. Dengan susah payah Sarah Li berdiri, kakinya masih bergetar dan terasa sakit. Sepertinya kaki Sarah terbentur dahan pohon ketika ditarik oleh orang tadi.
“kamu masih mendengarkan ku?” tanya seseorang yang diyakini Sarah sebagai Daniel Long yang asli,
“aku tidak bisa lagi… energi yang kumiliki sudah habis.” jawab Sarah dari dalam hatinya
“kamu adalah istriku. Energiku ada padamu, kamu hanya perlu yakin pada diri sendiri kalau kamu bisa melewati
segalanya. Percaya diri adalah kuncinya.”
“apa kamu kira aku kurang percaya diri?? Aku sudah lelah seperti ini. Kamu bilang aku tidak percaya pada diriku
sendiri??” Sarah mulai kesal. Nafasnya yang tadi perlahan kini mulai memburu lagi. Energinya kembali lagi, walau tidak seratus persen setidaknya ia sudah bisa merasakan kalau ia lebih bertanaga.
Sarah merasa ada cahaya merah tepat disebelah kirinya.
“kamu disini sayang….” suara berat dan memanipulasi diri Sarah. Sarah tidak bisa menutupi ketakutannya. Mata besar berwarna merah, gigi bertaring dengan wajah harimau bercampur dengan ular. Lidahnya terjurul keluar masuk mirip seperti ular. Kombinasi wajah yang sulit ditebak oleh Sarah, sebenarnya orang ini klan manusia apa. Hanya satu kata yang bisa diucapkan ketika melihat wajah aslinya “mengerikan”.
__ADS_1
Sarah memberanikan diri melihat wajah orang itu, kakinya tidak kuat menopang berat badannya ketika melihat
orang tersebut. Sarah berpegangan pada batang pohon yang ada dibelakangnya.
Bagaimana pun ia tidak mau kelihatan sedang tertekan karena orang ini.
“kamu mau apa??” tanya Sarah
“tentu saja mau kamu. Kamu istriku. Tentu saja harus bersama suamimu.” orang itu tertawa dengan sangat
kuat membuat Sarah menutup kedua telinganya.
“suara kamu sangat buruk. Jadi berhenti tertawa.” kata Sarah dengan kesal.
“sebagai suami istri tentu saja kita harus tetap bersama selama – lamanya. Kita akan memiliki anak yang manis
dan tampan.”
“berkhayal saja sesuka mu.” Sarah Li menaikkan ujung bibirnya sambil tersenyum menyindir menatap makhluk aneh itu.
“kamu dimana??” tanya Sarah dalam hati kepada orang yang diyakininya sebagai Daniel Long.
Tidak ada jawaban sama sekali..
“kamu masih disana???” tanya Sarah lagi
Lagi – lagi tidak ada jawaban. Sarah putus asa menghadapi keadaan yang terjadi.
“kamu bisa mendengarkan ku???” Sarah mencoba sekali lagi keberuntungannya.
Hasilnya sama saja… tidak ada jawaban. Hanya ada kegelapan, keheningan, dan ketakutan dalam tempat ini. Sarah sudah sampai pada titik putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa.
__ADS_1
Sarah melihat kearah sekitarnya, cahaya kuning keemasan mulai meredup. Jaraknya dengan cahaya itu memang tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 500 meter saja. Sarah melihat kearah bawah. Jaraknya berdiri sampai ketanah kira- kira 5 meter. Kemudian Sarah melihat cincin, gelang, kalung dan anting yang dipakainya saat ini. Semuanya masih memancarkan cahaya hijau tosca walau tidak seterang yang sebelumnya.
Tapi dalam hati kecilnya ada sedikit harapan kalau dia akan bisa keluar dari semua ini. Sarah mulai memtuar
otaknya, untuk mencari strategi lepas dari mereka semua. Seorang direktur pelaksana tidak mungkin bisa kalah dalam strategi pelaksanaan usaha perusahaan. Demikian pula sekarang, ia tidak boleh kalah hanya karena makhluk seperti ini.
Makhluk bermata merah itu semakin mendekat kearah Sarah. Ujung kaki Sarah sudah menyentuh batang pohon begitu juga dengan punggungnya.
“apa kamu takut sayang….” tanya makhluk itu dengan suara mirip seperti nenek sihir. Sarah tidak berani berpikir seperti suara hantu karena dia tidak percaya dengan makhluk tersebut benar – benar ada didunia.
Sarah meludahi wajah itu dan berkata “mimpi saja kamu.”
Sarah yang hanya melihat wajah mengambang tanpa anggota tubuh lain, mencekik lehernya dengan sekuat tenaga. Membuat dirinya nyaris kehilangan nafas.
‘putus asa’ dua kata ini mulai menguasai hati dan pikiran Sarah Li. Ia mulai memikirkan hal yang tidak –
tidak. Bagaimana jika ia tidak bisa keluar dari tempat ini. Bagaimana jika inilah akhir dari kehidupan dirinya. Kenapa sungguh menyedihkan mengalami kematian tanpa didampingi orang – orang yang disayanginya.
Sudut mata Sarah mengalirkan air mata. Kasihan pada diri sendiri, mengalami hal buruk seperti ini dan tidak bisa keluar dari semua. Merasakan keputus asaan dari semua yang terjadi. Menyesal karena belum bisa melakukan hal terbaik dalam hidupnya. Menyesal karena seharusnya ia lebih mendengar orang – orang disekitarnya. Kenapa hal ini bisa terjadi pasti ada kesalahan dilakukannya.
Pikiran Sarah kacau balau, hati sudah tidak bisa bicara apapun lagi. Pandangan matanya semakin kabur. Perlahan Sarah mengingat kejadian yang sepetinya pernah ia alami bersama Daniel. Mimpi yang pernah dialaminya, ia dikejar orang berjubah hitam. Daniel membuat dirinya bisa melarikan diri, tapi belum jauh berlari ia menoleh kearah belakang.
Sarah melihat Daniel dikelilingi makhluk berjubah hitam. Masing – masing mereka mengeluarkan pedang berwarna merah yang entah dari mana datangnya. Mereka menghunuskan pedang kearah Daniel bertubi – tubi. Langkah Sarah terhenti sejenak dan kemudian dia berteriak “TIDAAAK…. Jangan sakiti dia….” dengan sisa tenaganya, ia berteriak agar mereka tidak menyakiti Daniel.
“pergi… terus berlari…” itu yang terdengar Sarah dari telepatinya terakhir bersama dengan Daniel. Suara Daniel
berteriak kepadanya. Salah satu dari mereka menatap kearah Sarah. Seseorang bermata merah dan tajam sama seperti orang yang sekarang ada dihadapan Sarah Li. Orang yang saat ini sedang mencekik dirinya dan berbicara tentang banyak hal yang tidak lagi bisa didengar Sarah.
Setelah itu Sarah tidak mengingat apapun. Semuanya hilang dari ingatan Sarah. Kapan ia mengalami semua itu, kenapa ia tidak mengingatnya. Sejak kapan Daniel dan dirinya bertemu… apakah ini halusinasi karena sekarang ia sedang dalam posisi tertekan??
Sarah yang mulai kehilangan kesadaran, pandangannya semakin kabur, rasa kantuk tidak lagi bisa ditahannya.
__ADS_1
‘inilah saatnya…..’ batin Sarah yang putus asa sudah sampai pada titik terendah dalam hidupnya. Berhenti
mempercayai kalau dirinya akan hidup beratus tahun lagi.