
Sinar matahari menyilaukan mata Sarah dan Daniel.
Secara bersamaan mereka melindungi mata mereka dengan satu tangannya. Sadar ada
yang tidak wajar. Sarah dan Daniel langsung mengalihkan pandangannya kearah hal
yang tidak wajar itu. Mata mereka saling bertemu, tubuh saling berpelukan.
Jarak terlalu dekat membuat mereka bisa merasakan detak jantung masing –
masing.
“ehem....” seorang pria terdengar berdeham.
Perhatian Sarah dan Daniel langsung tertuju di
depan mereka. Berdiri keempat orang tua dengan gaya yang sama. Tangan terlipat
didada, melihat mereka berdua dengan tatapan bersalah.
“mama...papa...” kata Sarah dan Daniel secara
bersamaan.
“duduk..” perintah Andy Li
Dengan cepat Sarah dan Daniel duduk di tepi
tempat tidur. Wajah mereka berdua sama – sama tertunduk.
“jelaskan kepada kami kenapa kalian tidur
bersama?’ tanya Mayleen
Sarah berusaha mengingatnya, tadi ia ada
dikamarnya untuk mandi kemudian kekamar Daniel untuk mengantar minuman. Setelah
itu dia lupa, tapi dari dekorasi dan warna seprai yang digunakan pasti ia sudah
kembali ke kamarnya. Pasti lagi – lagi Daniel melalukan teleportasi kekamarnya.
Sarah menatap Daniel, kenapa pria ini tidak
mengakui kesalahannya... batin Sarah
“jawablah...” bisik Sarah
“apa yang harus aku jawab...” tanya Daniel balik
“kamu sudah berani masuk ke kamarku, masih berani
mengelak.” amarah Sarah bangkit
“ini kamarku.” jawab Daniel sambil membesarkan
matanya.
“ini kamarku....” kata Sarah penuh penekanan
setiap huruf dari setiap kalimat yang diucapkannya.
Daniel memijat dahinya, bangun secara tiba – tiba
dan menerima sidang dari para orang tua membuat kepalanya pusing.
“sudah selesai...” Huanran menatap seolah ingin
menelan mereka hidup – hidup.
“maaf tante, ini salah dia...” kata Sarah sambil
menatap Daniel.
Daniel menunjuk dirinya sendiri sambil
mengerutkan keningnya. Bagaimana bisa menjadi kesalahan dirinya. Dia tidur
dikamarnya sendiri, mengapa Sarah ada dikamar nya?? ia juga tidak
mengetahuinya.
“Diam.” bentak Andy Li
“kalian belum menikah sudah berani tidur bersama.
Tidak ada dalam keluarga Li, tidur dengan pria mana pun sebelum menikah. Kamu
putri ketiga, tapi orang yang pertama membuat malu keluarga.” mata Andy
berkilat – kilat kemerahan.
Sarah Li hanya tertunduk, ia tidak berani melawan
__ADS_1
papanya yang sedang marah.
“kamu juga, putra tunggal keluarga Long. Apa
penjelasanmu kali ini..” kata David dengan suara lantang.
“semua adalah salahku...aku akan bertanggung
jawab.” Daniel menaikkan wajahnya melihat semua mata yang menghakimi mereka
berdua.
“sejauh apa yang terjadi??” tanya Mayleen.
“tidak ada terjadi apapun pada kami
ma....percayalah padaku.”
“Daniel tidak mengenakan pakaian, dan kamu
memakai pakaian mini seperti dikamar seorang pria. Apa kamu pikir kami akan
percaya?’ kata Mayleen sambil membesarkan matanya.
“dia yang ke kamarku, bukan aku yang kekamarnya.”
sanggah Sarah.
“kamu yakin...lihat la baik – baik”
“pria mesum..” kata Sarah dengan mata membesar.
Daniel bereaksi tidak percaya dengan apa yang
didengarnya. “kamu....” Daniel menunjuk Sarah kemudian mengepalkan dengan erat
jari tangannya.
“kamu kira aku takut?” tantang Sarah sambil
menatap wajah Daniel yang ujung bibirnya masih terlihat luka. Tubuhnya juga
terlihat banyak luka lebam.
Sarah mengalihkan pandangannya lagi kedepan, ia
diam sejenak. Kemudian melihat disisi kanan meja tempat tidur ada termos panas
tangannya dimasing – masing pipinya. ‘kenapa berani sekali menuduh Daniel Long
dengan hal yang tidak – tidak.
Sarah tersenyum sambil memerkan gigi nya yang
tersusun rapi kepada Daniel.
“maaf...”
Daniel menarik nafas lega, nama baiknya tidak
tercemar karena hal ini.
“lantas, kamu sebagai putra tunggal Long apa
merasa lega setelah meniduri putri ketiga keluarga Li?”
Kata ‘meniduri’ yang diucapkan David Long membuat
darah Sarah berdesir hebat. Mereka tidak melakukan apapun,kenapa menggunakan
kata itu.
“om kami,,,,,,” Sarah belum selesai bicara, empat
pasang mata sudah menghukumnya untuk tidak bicara. Sarah tidak berani
melanjutkan perkataannya lagi.
“papa... kami tidak melakukan hal yang aneh –
aneh. Mugkin Sarah hanya merasa lelah karena menunggu kita semalaman tanpa
beristrahat dengan cukup. Jadi ia tertidur dikamarku.” jelas Daniel
“lantas kenapa kamu bertelanjang dada?”
tanya Andy Li langsung inti masalah.
Dengan cepat Daniel mengenakan lagi kaos dalam
putih yang ada disisi kiri tempat tidur.
“sepertinya aku lupa menyalakan pendingin
__ADS_1
ruangan. Jadi merasa panas dan.... membuka baju.” kata membuka baju terdengar
sangat pelan diucapkan dengan penuh merasa bersalah. Pandangan Daniel kembali
tertunduk. Jelas ada kesalahannya disini. Membuka pakaian saat ada wanita
dikamarnya? Sudah jelas akan memberikan pikiran buruk bagi orang yang
melihatnya.
“percayalah dengan kami berdua, kami tidak
melakukan hal yang tidak pantas dan membuat malu baik itu keluarga Long maupun
keluarga Li.” Sarah berusaha meyakinkan para orang tua.
“apa jaminannya?” tanya Huanran melihat putranya
“aku akan bertanggung jawab.” Daniel menjawab
dengan lugas
“dengan apa??” Huanran menanyakan balik kepada
putranya.
“tentu saja menikahinya.”
“kamu bagaimana Sarah Li?” tanya Mayleen.
“tentu saja aku akan menerima lamarannya.” jawab
Sarah dengan suara pelan.
“mama tidak mendengar apa yang kamu katakan.
Katakan dengan jelas.”
“kalau dia melamarku, tentu saja aku akan
menerimanya.” Jawab Sarah sambil menatap mamanya denga penuh keyakinan.
“kamu sudah mengatakannya ya... Apa yang sudah
kamu katakan tidak boleh ditarik lagi.” ancam Mayleen.
“Daniel, kamu bagaimana.” tanya Huanran
“dilihat dari sudut mana pun, jelas kami sudah
melakukan hal yang tidak baik dan sangat memalukan. Tidak pantas seorang pria
dan wanita berada diruangan yang sama kalau belum menikah. Apa lagi kalau
sampai tidur bersama. Aku akan menerima keputusan apa pun yang mama, papa, om
dan tante putuskan kepada kami.” Daniel hanya bisa pasrah.
Memang tidak terjadi apapun dengan mereka berdua,
membuat para orang tua marah... hanya akan membuat keadaan semakin buruk.
“Sarah LI, kembali kekamarmu..” perintah Andy Li.
“baik pa...” jawab Sarah dan langsung bediri.
“om dan tante, aku permisi dulu.”Sarah
membungkukkan tubuhnya untuk memberi salam sebelum kembali kekamarnya.
“ya...” jawab dengan nada kesal sangat terdengar
dari suara David dan Huanran.
“maaf,, sudah membuat kalian semua kecewa. Aku
pasti akan menebus semuanya.” selesai berkata itu Sarah Li berlalu dari kamar
Daniel.
Diluar kamar ada kedua saudara perempuannya dan
Jackie yang berdiri didepan pintu kamar yang terbuka lebar. Sarah menutup
matanya dengan siku tangannya. Ia sangat malu bisa terlibat masalah sepertinya.
Sarah memang sering membuat masalah,tapi tidak pernah berhubungan dengan pria.
Masalah yang dibuat Sarah hanya sebatas melawan perkataan mamanya dan
berkelahi. Baik itu berkelahi dengan penjahat yang ditemui dijalan, atau pun
para hidung belang yang mencoba merayunya.
__ADS_1