Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 30


__ADS_3

Sinar matahari menyilaukan mata Sarah dan Daniel.


Secara bersamaan mereka melindungi mata mereka dengan satu tangannya. Sadar ada


yang tidak wajar. Sarah dan Daniel langsung mengalihkan pandangannya kearah hal


yang tidak wajar itu. Mata mereka saling bertemu, tubuh saling berpelukan.


Jarak terlalu dekat membuat mereka bisa merasakan detak jantung masing –


masing.


“ehem....” seorang pria terdengar berdeham.


Perhatian Sarah dan Daniel langsung tertuju di


depan mereka. Berdiri keempat orang tua dengan gaya yang sama. Tangan terlipat


didada, melihat mereka berdua dengan tatapan bersalah.


“mama...papa...” kata Sarah dan Daniel secara


bersamaan.


“duduk..” perintah Andy Li


Dengan cepat Sarah dan Daniel  duduk di tepi


tempat tidur. Wajah mereka berdua sama – sama tertunduk.


“jelaskan kepada kami kenapa kalian tidur


bersama?’ tanya Mayleen


Sarah berusaha mengingatnya, tadi ia ada


dikamarnya untuk mandi kemudian kekamar Daniel untuk mengantar minuman. Setelah


itu dia lupa, tapi dari dekorasi dan warna seprai yang digunakan pasti ia sudah


kembali ke kamarnya. Pasti lagi – lagi Daniel melalukan teleportasi kekamarnya.


Sarah menatap Daniel, kenapa pria ini tidak


mengakui kesalahannya... batin Sarah


“jawablah...” bisik Sarah


“apa yang harus aku jawab...” tanya Daniel balik


“kamu sudah berani masuk ke kamarku, masih berani


mengelak.” amarah Sarah bangkit


“ini kamarku.” jawab Daniel sambil membesarkan


matanya.


“ini kamarku....” kata Sarah penuh penekanan


setiap huruf dari setiap kalimat yang diucapkannya.


Daniel memijat dahinya, bangun secara tiba – tiba


dan menerima sidang dari para orang tua membuat kepalanya pusing.


“sudah selesai...” Huanran menatap seolah ingin


menelan mereka hidup – hidup.


“maaf tante, ini salah dia...” kata Sarah sambil


menatap Daniel.


Daniel menunjuk dirinya sendiri sambil


mengerutkan keningnya. Bagaimana bisa menjadi kesalahan dirinya. Dia tidur


dikamarnya sendiri, mengapa Sarah ada dikamar nya?? ia juga tidak


mengetahuinya.


“Diam.” bentak Andy Li


“kalian belum menikah sudah berani tidur bersama.


Tidak ada dalam keluarga Li, tidur dengan pria mana pun sebelum menikah. Kamu


putri ketiga, tapi orang yang pertama membuat malu keluarga.” mata Andy


berkilat – kilat kemerahan.


Sarah Li hanya tertunduk, ia tidak berani melawan

__ADS_1


papanya yang sedang marah.


“kamu juga, putra tunggal keluarga Long. Apa


penjelasanmu kali ini..” kata David dengan suara lantang.


“semua adalah salahku...aku akan bertanggung


jawab.” Daniel menaikkan wajahnya melihat semua mata yang menghakimi mereka


berdua.


“sejauh apa yang terjadi??” tanya Mayleen.


“tidak ada terjadi apapun pada kami


ma....percayalah padaku.”


“Daniel tidak mengenakan pakaian, dan kamu


memakai pakaian mini seperti dikamar seorang pria. Apa kamu pikir kami akan


percaya?’ kata Mayleen sambil membesarkan matanya.


“dia yang ke kamarku, bukan aku yang kekamarnya.”


sanggah Sarah.


“kamu yakin...lihat la baik – baik”


“pria mesum..” kata Sarah dengan mata membesar.


Daniel bereaksi tidak percaya dengan apa yang


didengarnya. “kamu....” Daniel menunjuk Sarah kemudian mengepalkan dengan erat


jari tangannya.


“kamu kira aku takut?” tantang Sarah sambil


menatap wajah Daniel yang ujung bibirnya masih terlihat luka. Tubuhnya juga


terlihat banyak luka lebam.


Sarah mengalihkan pandangannya lagi kedepan, ia


diam sejenak. Kemudian melihat disisi kanan meja tempat tidur ada termos panas


tangannya dimasing – masing pipinya. ‘kenapa berani sekali menuduh Daniel Long


dengan hal yang tidak – tidak.


Sarah tersenyum sambil memerkan gigi nya yang


tersusun rapi kepada Daniel.


“maaf...”


Daniel menarik nafas lega, nama baiknya tidak


tercemar karena hal ini.


“lantas, kamu sebagai putra tunggal Long apa


merasa lega setelah meniduri putri ketiga keluarga Li?”


Kata ‘meniduri’ yang diucapkan David Long membuat


darah Sarah berdesir hebat. Mereka tidak melakukan apapun,kenapa menggunakan


kata itu.


“om kami,,,,,,” Sarah belum selesai bicara, empat


pasang mata sudah menghukumnya untuk tidak bicara. Sarah tidak berani


melanjutkan perkataannya lagi.


“papa... kami tidak melakukan hal yang aneh –


aneh. Mugkin Sarah hanya merasa lelah karena menunggu kita semalaman tanpa


beristrahat dengan cukup. Jadi ia tertidur dikamarku.” jelas Daniel


“lantas kenapa kamu bertelanjang dada?”


tanya Andy Li langsung inti masalah.


Dengan cepat Daniel mengenakan lagi kaos dalam


putih yang ada disisi kiri tempat tidur.


“sepertinya aku lupa menyalakan pendingin

__ADS_1


ruangan. Jadi merasa panas dan.... membuka baju.” kata membuka baju terdengar


sangat pelan diucapkan dengan penuh merasa bersalah. Pandangan Daniel kembali


tertunduk. Jelas ada kesalahannya disini. Membuka pakaian saat ada wanita


dikamarnya? Sudah jelas akan memberikan pikiran buruk bagi orang yang


melihatnya.


“percayalah dengan kami berdua, kami tidak


melakukan hal yang tidak pantas dan membuat malu baik itu keluarga Long maupun


keluarga Li.” Sarah berusaha meyakinkan para orang tua.


“apa jaminannya?” tanya Huanran melihat putranya


“aku akan bertanggung jawab.” Daniel menjawab


dengan lugas


“dengan apa??” Huanran menanyakan balik kepada


putranya.


“tentu saja menikahinya.”


“kamu bagaimana Sarah Li?” tanya Mayleen.


“tentu saja aku akan menerima lamarannya.” jawab


Sarah dengan suara pelan.


“mama tidak mendengar apa yang kamu katakan.


Katakan dengan jelas.”


“kalau dia melamarku, tentu saja aku akan


menerimanya.” Jawab Sarah sambil menatap mamanya denga penuh keyakinan.


“kamu sudah mengatakannya ya... Apa yang sudah


kamu katakan tidak boleh ditarik lagi.” ancam Mayleen.


“Daniel, kamu bagaimana.” tanya Huanran


“dilihat dari sudut mana pun, jelas kami sudah


melakukan hal yang tidak baik dan sangat memalukan. Tidak pantas seorang pria


dan wanita berada diruangan yang sama kalau belum menikah. Apa lagi kalau


sampai tidur bersama. Aku akan menerima keputusan apa pun yang mama, papa, om


dan tante putuskan kepada kami.” Daniel hanya bisa pasrah.


Memang tidak terjadi apapun dengan mereka berdua,


membuat para orang tua marah... hanya akan membuat keadaan semakin buruk.


“Sarah LI, kembali kekamarmu..” perintah Andy Li.


“baik pa...” jawab Sarah dan langsung bediri.


“om dan tante, aku permisi dulu.”Sarah


membungkukkan tubuhnya untuk memberi salam sebelum kembali kekamarnya.


“ya...” jawab dengan nada kesal sangat terdengar


dari suara David dan Huanran.


“maaf,, sudah membuat kalian semua kecewa. Aku


pasti akan menebus semuanya.” selesai berkata itu Sarah Li berlalu dari kamar


Daniel.


Diluar kamar ada kedua saudara perempuannya dan


Jackie yang berdiri didepan pintu kamar yang terbuka lebar. Sarah menutup


matanya dengan siku tangannya. Ia sangat malu bisa terlibat masalah sepertinya.


Sarah memang sering membuat masalah,tapi tidak pernah berhubungan dengan pria.


Masalah yang dibuat Sarah hanya sebatas melawan perkataan mamanya dan


berkelahi. Baik itu berkelahi dengan penjahat yang ditemui dijalan, atau pun


para hidung belang yang mencoba merayunya.

__ADS_1


__ADS_2