
Sarah masih berdiam diri, ia duduk bersandar
didipan tempat tidur dan memegang tab Daniel. Daniel mengikuti posisi duduk
Sarah dan menyandarkan kepala Sarah dipundaknya.
“aku pinjam sebentar. “
“silahkan, semua milik ku adalah milikmu. Kamu
mau sarapan apa sayang??”
“aku mau nasi goreng, kemudian segelas susu dan
buah mangga.” Sarah memberikan jawaban seolah – olah ia membaca buku menu
kepada pelayan restoran.
Daniel tersenyum dan kemudian menekan angka 0 di
pada telepon hotel dan memesan sarapan sesuai dengan keinginan istrinya.
Sarah membaca semua email yang masuk kepada
Daniel yang ada CC email dirinya.
“bukankah Jackie memiliki perusahaan keluarga
sendiri??”
“ya,,, tapi seperti yang kamu ketahui hubungan
dirinya dengan adik kandungnya tidak sebaik yang dbayangkan. Jadi ia memilih
keluar dari perusahaan dan bekerja diperusahaanku.”
“benarkah?? Kenapa kakak pertama tidak
menceritakannya kepadaku??”
“sebenarnya bukan tidak mau menceritakan kepada
kamu sayang, hanya saja ini adalah aib keluarganya. Ia akan malu jika
menceritakan kepada istrinya, mengingat keluarga Li adalah keluarga terpadang
dan memiliki kerajaan bisnis yang besar.
“kamu terlalu melebih – lebihkan. “ Sarah
mengerutkan keningnya melihat Daniel.
Daniel mencium kening Sarah, dan dengan cepat
Sarah menaikkan tab kekeningnya
“aku belum mandi jangan cium aku.”
“tidak peduli.” jawab Daniel santai sambil
menurunkan tab dari wajah Sarah dan kemudian mencium pipi Sarah.
“sejak kapan Jackie bekerja dengan perusahaan
Long??”
“baru saja setelah mereka menikah. Tepatnya
ketika kita berlibur dipulau, kakak pertama seperti mengetahui hal itu karena
ia juga mendengar kami berdua bicara saat itu.”
“mungkin bukan tidak mau bercerita hanya ingin
menunggu waktu yang tepat untuk berbicara dengan kalian. Bukan kah setelah
pulang berlibur kamu masih harus istirahat total dirumah?? belum lagi setelah
masuk kerja terlalu banyak pekerjaan yang tertunda. Pasti kalian bertiga kurang
memiliki waktu untuk bercerita banyak bukan??”
Sarah mengangguk dan kemudian melingkarkan satu
tangannya dilengan Daniel sambil memegang tab.
“sungguh sangat menyedihkan mereka hanya 2
bersaudara tapi terlihat tidak akur benar – benar sangat disayangkan.”
“tidak semua keluarga seperti kalian bertiga
sayang, ada orang yang sebenarnya tidak memiliki niat jahat seperti itu. Hanya
saja karena pengaruh dari orang luar yang kuat membuat orang yang tidak
memiliki pendirian kuat seperti mereka akan mudah terpengaruh.”
Sarah mengangguk sambil terus membaca email dari
perusahaan.
“aku sangat bersyukur memiliki istri yang
__ADS_1
berwatak keras seperti kamu. Karena pasti tidak akan mudah terpengaruh dengan
ucapan orang diluar sana.”
“jangan terlalu yakin, aku masih terperangkap
dengan ucapan seseorang yang mengatakan kalau kamu adalah pembunuh berdarah
dingin. Bukan kah katanya diruangan bawah tanah rumah kakak Daniel adalah tempat
penyiksaan bagi orang yang berani melawan tuan muda Long?? Sarah bicara dengan
santai, kemudian kalimatnya terhenti bagaimana mungkin ia berani berbicara
seperti itu. Bagaimana kalau ia benar – benar seorang berdarah dingin.
Sarah menggeser tubuhnya kesamping, ia mendadak
takut dengan Daniel.
“Jangan pernah berpikir untuk menjauh dariku.
Nanti setelah acara dengan karyawan kita berakhir akan aku bawa kamu kerumah
keluarga Long dan kerumah pribadi ku. Jika perlu kita datangi semua rumah yang
aku miliki silahkan kamu periksa sendiri benar atau tidaknya.”
Jantung Sarah berdetak lebih cepat tapi ketika
kembali bersandar ditubuh pria ini rasa takut itu hilang secara tiba – tiba.
“jelaskan kepadaku mengenai kantor yang
terbakar itu.” Sarah berusaha mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak kaku
diantara keduanya.
“informasi yang didapat sementara adalah karena
korsleting listrik. Tapi polisi masih mendalami kasus ini.”
“menurut kamu??”
“aku merasa ada unsur kesengajaan didalamnya,
orangku sudah melakukan investigasi dan sudah menemukan beberapa bukti hanya
tinggal menyerahkannya kepada pihak berwajib.”
“kamu punya tim khusus??”
“tentu saja punya. Aku punya team yang akan
melakukan investigasi apabila ada keganjilan yang terjadi dalam perusahaan.
hanya pikiran dialam bawah sadar kita saja. Jika tidak disertai dengan barang
bukti, kita tidak bisa menempuh jalur hukum dengan mereka.”
Sarah mengangguk “bukti apa yang sudah kakak
Daniel temukan??”
“tidak lama lagi akan diungkapkan sekarang kita
masih butuh sedikit waktu lagi.”
Pintu kamar mereka diketuk oleh pelayan hotel
yang datang membawakan Sarapan untuk Daniel dan Sarah. Daniel keluar kamar
tidur dan membuka pintu ruangan. Daniel membawa semua pesanan sarapan Sarah
kemeja disebelah tempat tidur.
Sarah duduk bersila didepan Daniel yang sudah
duduk dipinggir tempat tidur. Mata Sarah masih tertuju pada tab ditangannya.
Tanpa memberitukan kepada Daniel, Sarah membuka mulutnya meminta Daniel untuk
menyuapinya.
Daniel sepertinya sudah hapal benar bagaimana
Sarah, ia juga bersiap menyuapi istri yang terlihat sibuk membaca email.
“total ada 4 perusahaan hilir apakah Jackie
saggup menangani semuanya??” kata Sarah dengan mulut penuh makanan.
“tentu saja bisa, dia tidak bekerja sendiri.”
jawab Daniel
“owh, ada namaku disini juga. Andrew akan fokus
pada pengeboran minyak.” Sarang mengangguk setelah membaca isi proposal.
“kelak kamu akan lebih sering bekerja sama dengan
Andrew dan Jackie. Aku sesekali akan datang memantau semuanya, memeriksa
__ADS_1
laporan hasil kerja, penjualan dan juga bagaimana kondisi pekerjaan
dilapangan.”
“artinya tanggung jawabnya,,,,,”
“tanggung jawab ada dikamu dan kamu harus
melaporkan kepadaku.”
“aku tidak mau, kamu cari saja orang lain. Aku
tidak mau berurusan denganmu.” Sarah mengerucutkan bibirnya sambil menatap
Daniel dengan tatapan tidak senang.
“kenapa...”
“kamu terlalu kejam untuk menjadi atasanku tuan
muda Long. Aku akan segera membicarakan hal ini kepada papa dan om David.”
“kapan aku bersikap kejam kepadamu sayang??”
“kamu sudah lupa?? ketika kita membahas proyek
kerja sama dalam hal fashion kamu membuatku seperti orang yang tidak bisa
bekerja. Aku tidak mau.” Sarah menggelengkan kepalanyanya dengan cepat.
Daniel tersenyum tipis “sayang, pada saat itu
memang ide yang kamu berikan sangat bagus. Tapi sayangnya ketika kamu
menjelaskan dibeberapa bagian kamu seperti orang yang kehilangan konsentrasi.
Sebetar – sebentar melamun, seolah kamu tidak tertarik bekerja sama dengan perusahaan
kami.”
Akhirnya Daniel mengungkapkan kekecewaanya kepada
istrinya sendiri.
“bagaimana aku tidak melamun. Berkali – kali
wajah tampan kamu membuat ku kehilangan konsentrasi dalam bekerja. Jangan
menyalahkan orang lain, aku begini karena kesalahan kamu. “
Mata Daniel berkilat mendengar perkataan Sarah
yang menyenangkan hatinya.
“benarkah seperti itu??” Daniel memastikan lagi
Sarah mengangguk sambil terus mengunyah makanan
yang disuapkan Daniel kedaalam mulutnya.
“sejak bertemu dengan mu ada hal aneh yang aku
rasakan. Wajahmu sepertinya sangat familiar dalam hidupku. Terkadang tiba
– tiba aku merasa merindukan mu padahal kamu ada didepan mataku. Terkadang
rasanya ketika melihat mu berjalan kearahku atau ketika aku melihatmu sedang
berbicara dengan orang lain aku merasa sedih. Tiba – tiba dalam hatiku merasa
sangat sedih tanpa ada alasannya.”
Daniel menatap dengan tatapan yang sulit
dijelaskan dengan kata – kata.
Daniel mendekat dan mencium pipi Sarah sambil
berbisik ditelinganya “aku mencintaimu.”
Darah Sarah berdesir mendengar ucapan Daniel,
walau sudah pernah mendengarkan ucapan yang sama tapi kali ini melihat langsung
Daniel ada perasaan yang berbeda dihati Sarah.
“apakah kita pernah bertemu sebelumnya??”
Airmata Sarah lagi – lagi menetes dari kelopak matanya
tanpa arahan sebelumnya. Daniel mengusap airmata dipipi Sarah dengan ibu
jarinya.
“tentu saja sayang, dari kecil kita sudah bersama
bukan??”
Perkataan Daniel memang benar, tapi apakah ada
kelajutan hubugan mereka?? Sarah masih mempertanyakan dalam hatinya. Ini adalah
pertama kalinya ia mengenal pria dan merasa sangat nyaman berada disampingnya.
__ADS_1
Ia bahkan bisa bermanja bersama pria ini tanpa rasa sungkan sama sekali. Apakah
ia sudah jatuh cinta pada pria yang ada dihadapannya??