Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 68


__ADS_3

Sarah masih berdiam diri, ia duduk bersandar


didipan tempat tidur dan memegang tab Daniel. Daniel mengikuti posisi duduk


Sarah dan menyandarkan kepala Sarah dipundaknya.


“aku pinjam sebentar. “


“silahkan, semua milik ku adalah milikmu. Kamu


mau sarapan apa sayang??”


“aku mau nasi goreng, kemudian segelas susu dan


buah mangga.” Sarah memberikan jawaban seolah – olah ia membaca buku menu


kepada pelayan restoran.


Daniel tersenyum dan kemudian menekan angka 0 di


pada telepon hotel dan memesan sarapan sesuai dengan keinginan istrinya.


Sarah membaca semua email yang masuk kepada


Daniel yang ada CC email dirinya.


“bukankah Jackie memiliki perusahaan keluarga


sendiri??”


“ya,,, tapi seperti yang kamu ketahui hubungan


dirinya dengan adik kandungnya tidak sebaik yang dbayangkan. Jadi ia memilih


keluar dari perusahaan dan bekerja diperusahaanku.”


“benarkah?? Kenapa kakak pertama tidak


menceritakannya kepadaku??”


“sebenarnya bukan tidak mau menceritakan kepada


kamu sayang, hanya saja ini adalah aib keluarganya. Ia akan malu jika


menceritakan kepada istrinya, mengingat keluarga Li adalah keluarga terpadang


dan memiliki kerajaan bisnis yang besar.


“kamu terlalu melebih – lebihkan. “ Sarah


mengerutkan keningnya melihat Daniel.


Daniel mencium kening Sarah, dan dengan cepat


Sarah menaikkan tab kekeningnya


“aku belum mandi jangan cium aku.”


“tidak peduli.” jawab Daniel santai sambil


menurunkan tab dari wajah Sarah dan kemudian mencium pipi Sarah.


“sejak kapan Jackie bekerja dengan perusahaan


Long??”


“baru saja setelah mereka menikah. Tepatnya


ketika kita berlibur dipulau, kakak pertama seperti mengetahui hal itu karena


ia juga mendengar kami berdua bicara saat itu.”


“mungkin bukan tidak mau bercerita hanya ingin


menunggu waktu yang tepat untuk berbicara dengan kalian. Bukan kah setelah


pulang berlibur kamu masih harus istirahat total dirumah?? belum lagi setelah


masuk kerja terlalu banyak pekerjaan yang tertunda. Pasti kalian bertiga kurang


memiliki waktu untuk bercerita banyak bukan??”


Sarah mengangguk dan kemudian melingkarkan satu


tangannya dilengan Daniel sambil memegang tab.


“sungguh sangat menyedihkan mereka hanya 2


bersaudara tapi terlihat tidak akur benar – benar sangat disayangkan.”


“tidak semua keluarga seperti kalian bertiga


sayang, ada orang yang sebenarnya tidak memiliki niat jahat seperti itu. Hanya


saja karena pengaruh dari orang luar yang kuat membuat orang yang tidak


memiliki pendirian kuat seperti mereka akan mudah terpengaruh.”


Sarah mengangguk sambil terus membaca email dari


perusahaan.


“aku sangat bersyukur memiliki istri yang

__ADS_1


berwatak keras seperti kamu. Karena pasti tidak akan mudah terpengaruh dengan


ucapan orang diluar sana.”


“jangan terlalu yakin, aku masih terperangkap


dengan ucapan seseorang yang mengatakan kalau kamu adalah pembunuh berdarah


dingin. Bukan kah katanya diruangan bawah tanah rumah kakak Daniel adalah tempat


penyiksaan bagi orang yang berani melawan tuan muda Long?? Sarah bicara dengan


santai, kemudian kalimatnya terhenti bagaimana mungkin ia berani berbicara


seperti itu. Bagaimana kalau ia benar – benar seorang berdarah dingin.


Sarah menggeser tubuhnya kesamping, ia mendadak


takut dengan Daniel.


“Jangan pernah berpikir untuk menjauh dariku.


Nanti setelah acara dengan karyawan kita berakhir akan aku bawa kamu kerumah


keluarga Long dan kerumah pribadi ku. Jika perlu kita datangi semua rumah yang


aku miliki silahkan kamu periksa sendiri benar atau tidaknya.”


Jantung Sarah berdetak lebih cepat tapi ketika


kembali bersandar ditubuh pria ini rasa takut itu hilang secara tiba – tiba.


“jelaskan kepadaku mengenai  kantor yang


terbakar itu.” Sarah berusaha mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak kaku


diantara keduanya.


“informasi yang didapat sementara adalah karena


korsleting listrik. Tapi polisi masih mendalami kasus ini.”


“menurut kamu??”


“aku merasa ada unsur kesengajaan didalamnya,


orangku sudah melakukan investigasi dan sudah menemukan beberapa bukti hanya


tinggal menyerahkannya kepada pihak berwajib.”


“kamu punya tim khusus??”


“tentu saja punya. Aku punya team yang akan


melakukan investigasi apabila ada keganjilan yang terjadi dalam perusahaan.


hanya pikiran dialam bawah sadar kita saja. Jika tidak disertai dengan barang


bukti, kita tidak bisa menempuh jalur hukum dengan mereka.”


Sarah mengangguk “bukti apa yang sudah kakak


Daniel temukan??”


“tidak lama lagi akan diungkapkan sekarang kita


masih butuh sedikit waktu lagi.”


Pintu kamar mereka diketuk oleh pelayan hotel


yang datang membawakan Sarapan untuk Daniel dan Sarah. Daniel keluar kamar


tidur dan membuka pintu ruangan. Daniel membawa semua pesanan sarapan Sarah


kemeja disebelah tempat tidur.


Sarah duduk bersila didepan Daniel yang sudah


duduk dipinggir tempat tidur. Mata Sarah masih tertuju pada tab ditangannya.


Tanpa memberitukan kepada Daniel, Sarah membuka mulutnya meminta Daniel untuk


menyuapinya.


Daniel sepertinya sudah hapal benar bagaimana


Sarah, ia juga bersiap menyuapi istri yang terlihat sibuk membaca email.


“total ada 4 perusahaan hilir apakah Jackie


saggup menangani semuanya??” kata Sarah dengan mulut penuh makanan.


“tentu saja bisa, dia tidak bekerja sendiri.”


jawab Daniel


“owh, ada namaku disini juga. Andrew akan fokus


pada pengeboran minyak.” Sarang mengangguk setelah membaca isi proposal.


“kelak kamu akan lebih sering bekerja sama dengan


Andrew dan Jackie. Aku sesekali akan datang memantau semuanya, memeriksa

__ADS_1


laporan hasil kerja, penjualan dan juga bagaimana kondisi pekerjaan


dilapangan.”


“artinya tanggung jawabnya,,,,,”


“tanggung jawab ada dikamu dan kamu harus


melaporkan kepadaku.”


“aku tidak mau, kamu cari saja orang lain. Aku


tidak mau berurusan denganmu.” Sarah mengerucutkan bibirnya sambil menatap


Daniel dengan tatapan tidak senang.


“kenapa...”


“kamu terlalu kejam untuk menjadi atasanku tuan


muda Long. Aku akan segera membicarakan hal ini kepada papa dan om David.”


“kapan aku bersikap kejam kepadamu sayang??”


“kamu sudah lupa?? ketika kita membahas proyek


kerja sama dalam hal fashion kamu membuatku seperti orang yang tidak bisa


bekerja. Aku tidak mau.” Sarah menggelengkan kepalanyanya dengan cepat.


Daniel tersenyum tipis “sayang, pada saat itu


memang ide yang kamu berikan sangat bagus. Tapi sayangnya ketika kamu


menjelaskan dibeberapa bagian kamu seperti orang yang kehilangan konsentrasi.


Sebetar – sebentar melamun, seolah kamu tidak tertarik bekerja sama dengan perusahaan


kami.”


Akhirnya Daniel mengungkapkan kekecewaanya kepada


istrinya sendiri.


“bagaimana aku tidak melamun. Berkali – kali


wajah tampan kamu membuat ku kehilangan konsentrasi dalam bekerja. Jangan


menyalahkan orang lain, aku begini karena kesalahan kamu. “


Mata Daniel berkilat mendengar perkataan Sarah


yang menyenangkan hatinya.


“benarkah seperti itu??” Daniel memastikan lagi


Sarah mengangguk sambil terus mengunyah makanan


yang disuapkan Daniel kedaalam mulutnya.


“sejak bertemu dengan mu ada hal aneh yang aku


rasakan.  Wajahmu sepertinya sangat familiar dalam hidupku. Terkadang tiba


– tiba aku merasa merindukan mu padahal kamu ada didepan mataku. Terkadang


rasanya ketika melihat mu berjalan kearahku atau ketika aku melihatmu sedang


berbicara dengan orang lain aku merasa sedih. Tiba – tiba dalam hatiku merasa


sangat sedih tanpa ada alasannya.”


Daniel menatap dengan tatapan yang sulit


dijelaskan dengan kata – kata.


Daniel mendekat dan mencium pipi Sarah sambil


berbisik ditelinganya “aku mencintaimu.”


Darah Sarah berdesir mendengar ucapan Daniel,


walau sudah pernah mendengarkan ucapan yang sama tapi kali ini melihat langsung


Daniel ada perasaan yang berbeda dihati Sarah.


“apakah kita pernah bertemu sebelumnya??”


Airmata Sarah lagi – lagi menetes dari kelopak matanya


tanpa arahan sebelumnya. Daniel mengusap airmata dipipi Sarah dengan ibu


jarinya.


“tentu saja sayang, dari kecil kita sudah bersama


bukan??”


Perkataan Daniel memang benar, tapi apakah ada


kelajutan hubugan mereka?? Sarah masih mempertanyakan dalam hatinya. Ini adalah


pertama kalinya ia mengenal pria dan merasa sangat nyaman berada disampingnya.

__ADS_1


Ia bahkan bisa bermanja bersama pria ini tanpa rasa sungkan sama sekali. Apakah


ia sudah jatuh cinta pada pria yang ada dihadapannya??


__ADS_2