Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 53


__ADS_3

Didepan pintu kamar Sarah berdiri Mayleen dan


Andy Li memegang sebuah dokumen. Sarah merasa serba salah karena didalam


kamarnya ada Daniel yang sudah tertidur.


"maa... paa... " Wajah Sarah ketakutan


terlihat jelas dari guratan mata dan bibirnya. Daniel Long ada dikamar ini,


jika ketahuan oleh mereka pasti akan terjadi masalah sama seperti dipulau waktu


itu. Batin Lisa mulai gelsah


Andy Li masuk kedalam kamar Sarah sambil berkata


"kami sudah tahu Daniel tidur dikamar ini, tadi dia sudah mengatakan


kepada kami kalau ia tidak bisa tidur dikamar sebelah. Jadi pindah kekamar


kamu." kata Andy Li seolah paham dengan apa yang sedag dipikirkan


putrinya.


Andy Li duduk dikursi meja belajar Sarah dan


meletakkan dokumen yang dibawanya dimeja belajar Sarah.


"putri ku, sebenarnya hari ini keluarga Long


datang untuk melamar kamu. Karena kesibukan kalian berdua, sebenarnya dokumen


pernikahan kalian sudah disiapkan dan hanya menunggu tanda tangan dari kalian


berdua. Untuk janji pernikahan akan dilakukan besok pagi."


"kenapa cepat sekali pa?" Jantung Sarah


berdetak kencang mendengar pernikahan akan dilakukan esok hari.


"Daniel sangat sibuk sayang, beberapa hari


lagi ia harus kembali ke Jerman untuk urusan bisnisnya. Papa harap kamu bisa


memahami kondisi dari calon suami kamu."


"lihat lah dia, kelelahan sampai seperti


ini." kata Mayleen sambil memperbaiki selimut yang  menutupi tubuh


Daniel.


"anak ini sudah bekerja sangat keras. Dia


pasti sangat lelah" sambung Mayleen sambil mengusap kepala Daniel perlahan


seolah Daniel memang putra yang dilahirkannya.


"kelak, kamu harus bersikap baik


kepadanya." Mayleen mengalihkan pandangannya kepada Sarah sedangkan


tangannya masih mengusap kepala Daniel dengan lembut.


Sarah mengangguk perlahan. Lidahnya tidak bisa


berkata apapun sekarang selain berdiam diri melihat keadaan sekitar.


"untuk mempercepat proses kamu tanda tangani


dahulu dokumen pernikahan ini. Kalau mau kamu baca silahkan. Didalamnya juga


ada harta yang diberikan kepada kamu. Ada beberapa rumah, tanah, kendaraan, ada


juga aset lain. Sangat banyak yang diberikannya kepadamu nak. Papa harap kamu


bisa menjaga hubungan rumah tangga kalian kelak dengan sangat baik." Andy


Li bangkit dan menepuk pundak putrinya.


Sarah merasa begitu papanya menepuk pundaknya ada


beban yang dititipkan kepadanya jauh lebih berat dan besar dari pada


menjalankan bisnis keluarga Li.


"kalian mempercayaiku?" tanya Sarah


kepada kedua orang tuanya.


"sangat." jawab Mayleen penuh keyakinan


. Matanya menatap lurus Sarah seolah tidak ada keraguan dalam perkataannya.


"bagaimana jika aku mengecewakan

__ADS_1


kalian??" Sarah menundukkan kepalanya, ia tidak berani menatap mamanya


yang memberikan ketakutan dalam hatinya. Apakah ini pernikahan murni atau


karena hubungan bisnis atau bisa jadi hanya karena ada hubungan kerabat?? Entah


la tidak bisa dipastikan oleh hati kecil Sarah.


Mayleen berdiri dan tersenyum sambil berjalan


kearah Sarah Li yang terlihat murung.


"dari kecil sampai sekarang kamu tidak


pernah mengecewakan kami putriku. Memang, pernah ada perselisihan antara kita


dahulu. Tapi mama melihat sekarang kamu sangat baik dan jauh lebih baik dari


pada sebelumnya. Mama yakin putri kecil kami sudah menjadi seorang putri


kebanggaan kami yang dewasa dan bijak dalam bersikap." Mayleen berdiri tepat


didepan Sarah yang masih tertunduk sambil memegang tangan putrinya.


Hati Sarah sebenarnya bingung dengan semua ini,


peristiwa yang terjadi begitu cepat dan maksanya untuk menerima walau dalam


hatinya berat.


"menikah bukan berarti berpisah dengan kedua


orang tua. Kamu boleh tinggal disini, semalam  mama menghubungi Daniel


sebelum dia pulang dari Jerman. Dia mengatakan masalah tinggal dimana setelah


menikah semuanya tergantung kamu. Jika kamu mau tetap tinggal dirumah ini


boleh, tinggal bersama om dan tante Long silahkan. Atau kalian mau tinggal


dirumah kalian sendiri?? Semua keputusan ditangan kamu. Dia itu bukan anak


egois, wajahnya memang terkesan keras dan dingin. Hatinya sangat lembut.


Percayalah pada mama." Mayleen bicara sambil mengangkat wajah Sarah dan menatap


Daniel secara bergantian.


"Kami tidak memaksa, apabila kamu tidak mau


mendukung kamu." Andy Li mengambil lagi dokumen dari meja belajar Sarah.


Dari wajah Sarah Li terlihat jelas kalau apa yang


disampaikan mereka berdua seperti beban berat dipundaknya. Ada raut wajah


menolak semua ini. Sebagai orang tua yang bijak, tentu saja ia harus tetap


mendukung keputusan putrinya walau hati mereka tidak bisa menerima semuanya


dengan lapang dada.


"sudah lah, kamu istirahat saja. Besok mama


dan papa akan bicara kepada keluarga Long untuk pembatalan pernikahan


kalian." Wajah sedih terlihat diwajah kedua orang tua Sarah berjalan


kearah pintu. Andy Li menghela nafas panjang. Sebagai orang tua yang ingin


anaknya mendapatkan kebahagiaan, penolakan dari wajah putrinya sangat


menghancurkan perasaan mereka sebagai orag tua.


Tapi bagaimana pun Hati Sarah jauh lebih hancur


lagi karena melihat raut wajah kecewa dari kedua orang tuanya.


Sarah melihat punggung kedua orang tuanya yang


berjalan lesu, Sarah melihat kearah Daniel yang tidur. Melihat cara kedua


orangtuanya berjalan membuat hati Sarah sakit.


"aku bukan tidak mau menikah


dengannya." kata Sarah.


Langkah Mayleen dan Andy Li terhenti mendengar perkataan


putrinya. Senyum diwajah mereka tidak bisa disembunyikan, dengan wajah senang


mereka berbalik badan melihat kearah Sarah.


"aku hanya takut, hari ini dia begitu ingin

__ADS_1


membuatku menjadi seorang ibu rumah tangga. Aku tidak mau menikah dan membuatku


harus selalu dirumah. Aku mau kehidupanku yang sama seperti sekarang. Walau


tidak bisa sama dengan kehidupanku sekarang, setidaknya jangan memaksaku untuk


merubah diriku menjadi orang lain." Sarah bicara dengan mata berkaca -


kaca.


Andy Li dan Mayleen mendekati Sarah.


"Daniel pasti tidak ada maksud untuk meminta


kamu menjadi seorang wanita rumahan. Ia terliaht tegas dihadapan setiap orang,


tapi tahukah kamu.. ia adalah orang yang sangat kaku kepada orang yang


dicintainya, Kamu tidak perlu khawatir, kami adalah orang pertama yang akan


marah kepadanya kalau dia berani memaksa mu melakukan hal yang tidak kamu sukai


sayang."


Sarah Li menarik nafas panjang.


"aku rasa aku tidak bisa.... " Sarah


menundukkan kepalanya.


Wajah penuh harap dari Andy Li dan Mayleen berubah


menjadi kekecewaan lagi. Mungkin mereka saja yang terlalu bersemangat dengan


pernikahan ini.


"jika itu adalah keputusan kamu, maka kami


tidak bisa melakukan apapun. Besok papa akan bicara dengan om David untuk


membahas pembatalan pernikahan kalian." Andy Li mepuk pundak Sarah


sebanyak 3 kali kemudia berjalan kearah meja belajar Sarah dan mengambil


dokumen pernikahan Sarah dan Daniel.


Langkah kedua orang tua Sarah sangat lesu, mereka


pasti memendam kecewa kepada dirinya.


"apa kalian percaya jika aku menikah dengan


Daniel dia akan menjaga ku dan membiarkan aku tetap dengan kehidupanku?"


tanya Sarah.


Langkah kaki kedua orang tua itu berhenti begitu


mendengar Sarah bicara.


"tentu saja, papa yang akan menjamin."


Andy Li bicara dengan penuh percaya diri.


Sarah sangat mengenal kepribadian papanya. Ia


adalah seorang pembuat keputusan yang baik. Mampu memilih orang yang tepat


untuk suatu pekerjaan tertentu. Ia bankan tidak pernah melakukan kesalahan


dalam pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Seseorang yang sangat konsisten


dengan perkataaan.


Tidak ada alasan bagi Sarah untuk tidak


mempercayai Andy Li saat ini.


"baiklah, aku akan menikah dengannya. "


kata Sarah dengan satu tarikan nafas sambil mengambil dokumen yang ada ditangan


Andy Li.


Sarah Li duduk dimeja belajarnya dan membuka


dokumen itu selembar demi selembar. Dari garis besar yang diaca Sarah dokumen


ini adalah pemindahan harta atas nama Daniel Long menjadi Sarah Li.


Tangan Sarah bergetar ketika membaca dokumen


dengan tebal 10 halaman itu. Ia memandang Mayleen dan Andy Li dengan tatapan


tidak percaya. Kedua orang tua Sarah hanya mengangguk membenarkan isi dokumen

__ADS_1


yang dibacanya


__ADS_2