
Didepan pintu kamar Sarah berdiri Mayleen dan
Andy Li memegang sebuah dokumen. Sarah merasa serba salah karena didalam
kamarnya ada Daniel yang sudah tertidur.
"maa... paa... " Wajah Sarah ketakutan
terlihat jelas dari guratan mata dan bibirnya. Daniel Long ada dikamar ini,
jika ketahuan oleh mereka pasti akan terjadi masalah sama seperti dipulau waktu
itu. Batin Lisa mulai gelsah
Andy Li masuk kedalam kamar Sarah sambil berkata
"kami sudah tahu Daniel tidur dikamar ini, tadi dia sudah mengatakan
kepada kami kalau ia tidak bisa tidur dikamar sebelah. Jadi pindah kekamar
kamu." kata Andy Li seolah paham dengan apa yang sedag dipikirkan
putrinya.
Andy Li duduk dikursi meja belajar Sarah dan
meletakkan dokumen yang dibawanya dimeja belajar Sarah.
"putri ku, sebenarnya hari ini keluarga Long
datang untuk melamar kamu. Karena kesibukan kalian berdua, sebenarnya dokumen
pernikahan kalian sudah disiapkan dan hanya menunggu tanda tangan dari kalian
berdua. Untuk janji pernikahan akan dilakukan besok pagi."
"kenapa cepat sekali pa?" Jantung Sarah
berdetak kencang mendengar pernikahan akan dilakukan esok hari.
"Daniel sangat sibuk sayang, beberapa hari
lagi ia harus kembali ke Jerman untuk urusan bisnisnya. Papa harap kamu bisa
memahami kondisi dari calon suami kamu."
"lihat lah dia, kelelahan sampai seperti
ini." kata Mayleen sambil memperbaiki selimut yang menutupi tubuh
Daniel.
"anak ini sudah bekerja sangat keras. Dia
pasti sangat lelah" sambung Mayleen sambil mengusap kepala Daniel perlahan
seolah Daniel memang putra yang dilahirkannya.
"kelak, kamu harus bersikap baik
kepadanya." Mayleen mengalihkan pandangannya kepada Sarah sedangkan
tangannya masih mengusap kepala Daniel dengan lembut.
Sarah mengangguk perlahan. Lidahnya tidak bisa
berkata apapun sekarang selain berdiam diri melihat keadaan sekitar.
"untuk mempercepat proses kamu tanda tangani
dahulu dokumen pernikahan ini. Kalau mau kamu baca silahkan. Didalamnya juga
ada harta yang diberikan kepada kamu. Ada beberapa rumah, tanah, kendaraan, ada
juga aset lain. Sangat banyak yang diberikannya kepadamu nak. Papa harap kamu
bisa menjaga hubungan rumah tangga kalian kelak dengan sangat baik." Andy
Li bangkit dan menepuk pundak putrinya.
Sarah merasa begitu papanya menepuk pundaknya ada
beban yang dititipkan kepadanya jauh lebih berat dan besar dari pada
menjalankan bisnis keluarga Li.
"kalian mempercayaiku?" tanya Sarah
kepada kedua orang tuanya.
"sangat." jawab Mayleen penuh keyakinan
. Matanya menatap lurus Sarah seolah tidak ada keraguan dalam perkataannya.
"bagaimana jika aku mengecewakan
__ADS_1
kalian??" Sarah menundukkan kepalanya, ia tidak berani menatap mamanya
yang memberikan ketakutan dalam hatinya. Apakah ini pernikahan murni atau
karena hubungan bisnis atau bisa jadi hanya karena ada hubungan kerabat?? Entah
la tidak bisa dipastikan oleh hati kecil Sarah.
Mayleen berdiri dan tersenyum sambil berjalan
kearah Sarah Li yang terlihat murung.
"dari kecil sampai sekarang kamu tidak
pernah mengecewakan kami putriku. Memang, pernah ada perselisihan antara kita
dahulu. Tapi mama melihat sekarang kamu sangat baik dan jauh lebih baik dari
pada sebelumnya. Mama yakin putri kecil kami sudah menjadi seorang putri
kebanggaan kami yang dewasa dan bijak dalam bersikap." Mayleen berdiri tepat
didepan Sarah yang masih tertunduk sambil memegang tangan putrinya.
Hati Sarah sebenarnya bingung dengan semua ini,
peristiwa yang terjadi begitu cepat dan maksanya untuk menerima walau dalam
hatinya berat.
"menikah bukan berarti berpisah dengan kedua
orang tua. Kamu boleh tinggal disini, semalam mama menghubungi Daniel
sebelum dia pulang dari Jerman. Dia mengatakan masalah tinggal dimana setelah
menikah semuanya tergantung kamu. Jika kamu mau tetap tinggal dirumah ini
boleh, tinggal bersama om dan tante Long silahkan. Atau kalian mau tinggal
dirumah kalian sendiri?? Semua keputusan ditangan kamu. Dia itu bukan anak
egois, wajahnya memang terkesan keras dan dingin. Hatinya sangat lembut.
Percayalah pada mama." Mayleen bicara sambil mengangkat wajah Sarah dan menatap
Daniel secara bergantian.
"Kami tidak memaksa, apabila kamu tidak mau
mendukung kamu." Andy Li mengambil lagi dokumen dari meja belajar Sarah.
Dari wajah Sarah Li terlihat jelas kalau apa yang
disampaikan mereka berdua seperti beban berat dipundaknya. Ada raut wajah
menolak semua ini. Sebagai orang tua yang bijak, tentu saja ia harus tetap
mendukung keputusan putrinya walau hati mereka tidak bisa menerima semuanya
dengan lapang dada.
"sudah lah, kamu istirahat saja. Besok mama
dan papa akan bicara kepada keluarga Long untuk pembatalan pernikahan
kalian." Wajah sedih terlihat diwajah kedua orang tua Sarah berjalan
kearah pintu. Andy Li menghela nafas panjang. Sebagai orang tua yang ingin
anaknya mendapatkan kebahagiaan, penolakan dari wajah putrinya sangat
menghancurkan perasaan mereka sebagai orag tua.
Tapi bagaimana pun Hati Sarah jauh lebih hancur
lagi karena melihat raut wajah kecewa dari kedua orang tuanya.
Sarah melihat punggung kedua orang tuanya yang
berjalan lesu, Sarah melihat kearah Daniel yang tidur. Melihat cara kedua
orangtuanya berjalan membuat hati Sarah sakit.
"aku bukan tidak mau menikah
dengannya." kata Sarah.
Langkah Mayleen dan Andy Li terhenti mendengar perkataan
putrinya. Senyum diwajah mereka tidak bisa disembunyikan, dengan wajah senang
mereka berbalik badan melihat kearah Sarah.
"aku hanya takut, hari ini dia begitu ingin
__ADS_1
membuatku menjadi seorang ibu rumah tangga. Aku tidak mau menikah dan membuatku
harus selalu dirumah. Aku mau kehidupanku yang sama seperti sekarang. Walau
tidak bisa sama dengan kehidupanku sekarang, setidaknya jangan memaksaku untuk
merubah diriku menjadi orang lain." Sarah bicara dengan mata berkaca -
kaca.
Andy Li dan Mayleen mendekati Sarah.
"Daniel pasti tidak ada maksud untuk meminta
kamu menjadi seorang wanita rumahan. Ia terliaht tegas dihadapan setiap orang,
tapi tahukah kamu.. ia adalah orang yang sangat kaku kepada orang yang
dicintainya, Kamu tidak perlu khawatir, kami adalah orang pertama yang akan
marah kepadanya kalau dia berani memaksa mu melakukan hal yang tidak kamu sukai
sayang."
Sarah Li menarik nafas panjang.
"aku rasa aku tidak bisa.... " Sarah
menundukkan kepalanya.
Wajah penuh harap dari Andy Li dan Mayleen berubah
menjadi kekecewaan lagi. Mungkin mereka saja yang terlalu bersemangat dengan
pernikahan ini.
"jika itu adalah keputusan kamu, maka kami
tidak bisa melakukan apapun. Besok papa akan bicara dengan om David untuk
membahas pembatalan pernikahan kalian." Andy Li mepuk pundak Sarah
sebanyak 3 kali kemudia berjalan kearah meja belajar Sarah dan mengambil
dokumen pernikahan Sarah dan Daniel.
Langkah kedua orang tua Sarah sangat lesu, mereka
pasti memendam kecewa kepada dirinya.
"apa kalian percaya jika aku menikah dengan
Daniel dia akan menjaga ku dan membiarkan aku tetap dengan kehidupanku?"
tanya Sarah.
Langkah kaki kedua orang tua itu berhenti begitu
mendengar Sarah bicara.
"tentu saja, papa yang akan menjamin."
Andy Li bicara dengan penuh percaya diri.
Sarah sangat mengenal kepribadian papanya. Ia
adalah seorang pembuat keputusan yang baik. Mampu memilih orang yang tepat
untuk suatu pekerjaan tertentu. Ia bankan tidak pernah melakukan kesalahan
dalam pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Seseorang yang sangat konsisten
dengan perkataaan.
Tidak ada alasan bagi Sarah untuk tidak
mempercayai Andy Li saat ini.
"baiklah, aku akan menikah dengannya. "
kata Sarah dengan satu tarikan nafas sambil mengambil dokumen yang ada ditangan
Andy Li.
Sarah Li duduk dimeja belajarnya dan membuka
dokumen itu selembar demi selembar. Dari garis besar yang diaca Sarah dokumen
ini adalah pemindahan harta atas nama Daniel Long menjadi Sarah Li.
Tangan Sarah bergetar ketika membaca dokumen
dengan tebal 10 halaman itu. Ia memandang Mayleen dan Andy Li dengan tatapan
tidak percaya. Kedua orang tua Sarah hanya mengangguk membenarkan isi dokumen
__ADS_1
yang dibacanya