Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 6


__ADS_3

Begitu pintu kamar James tertutup, Nana langsung


bicara kepada Sarah.


“tidakkah kamu merasa kalau James itu sangat


tampan dan pintar??”


“aku tahu kamu menyukainya, mata kamu langsung


hijau kalau melihat pria tampan.” sindir Sarah


“hahaaaaa… kamu kan tahu. Setiap hari kita


bersama, sangat jarang aku bisa bertemu dengan pria tampan. Pacar saja aku


tidak punya.” kata Nana yang tadi tertawa tiba-tiba menjadi murung sambil


melihat ujung kakinya yang sedang melangkah.


“dasar manusia, kamu itu cantik dan pintar.


Setiap pria akan berburu untuk hidup bersamamu. Apa lagi yang harus kamu


khawatirkan??” kata Sarah menghibur samping merangkul Nana.


“kamu selalu berbicara dasar manusia. Memangnya


kamu bukan manusia?” Nana bicara sambil menoleh kearah Sarah yang sedang


menekan tombol lift.


“aku ini manusia ular..” jawab Sarah Li dengan


wajah serius.


“kamu ini terlalu sering membaca legenda siluman


ular putih.” Nana memalingkan wajahnya kemudian menekan angka 6 begitu mereka


masuk kedalam lift.


Sarah tertawa mendengar perkataan Nana, padahal


ia sudah sering berkata jujur kepada sahabat yang sekaligus sahabatnya. Wanita


ini tidak pernah mempercayai ceritanya sama sekali. Setiap kali berkata jujur,


Nana pasti akan merespon ‘kamu sudah bisa membuat novel.’ atau ‘kamu sudah bisa


menjadi sutradara.’ Sarah bingung bagaimana menceritakan semuanya kepada Nana


yang selalu menganggapnya sedang berkhayal tinggat tinggi.


Nana dan Sarah adalah sahabat ketika diluar


pekerjaan. Tapi ketika sudah membahas pekerjaan, hubungan mereka akan berubah


menjadi atasan dan bawahan.


“katanya Daniel Long sangat tampan, tapi katanya


dia mirip dengan kamu. Katanya wajahnya sangat dingin. Tidak sabar ingin


melihat wajahnya, asisten pribadinya saja sangat tampan. ” mata Nana berbinar


ketika berbicara dengan Sarah.


“hari ini kamu harus bersiap-siap, besok pagi


kita pergi ke desa sulam. Disana sangat terkenal dengan sulaman Xiang. Aku


mendengar dari orang-orang disana banyak ahli yang sudah menyulam selama


berpuluh-puluh tahun. Hasil karya mereka juga sangat hidup seperti lukisan, aku


pernah membaca artikel tentang mereka. Jujur aku juga penasaran dengan karya


mereka.” puji Sarah.


“baiklah, malam ini aku akan tidur bersama mu.


Besok pagi-pagi kita akan pergi bersama. Aku juga akan hubungi supir kantor


agar bersiap-siap.”


Sarah Li mengangguk, menyetujui perkataan Nana.


Mereka sudah sampai dalam kamar Sarah dan koper pakaiannya masih berada


disebelah pintu masuk.


“aku rasa, tidak perlu membereskan pakaianku.”


kata Sarah sambil menghela nafas panjang sambil melirik koper pakaiannya.


****

__ADS_1


Sementara itu diruangan Daniel Long, ia baru


terbangun dari tidurnya. Daniel langsung berjalan menuju kamar mandi untuk


mencuci muka.


“apakah nona ketiga Li sudah datang??” tanya


Daniel kepada James yang sedang membaca ulang poroposal Sarah


“sudah…. baru sekitar 15 menit yang lalu kami


selesai. membahas pekerjaan”


“kenapa kamu tidak membangunkan ku?” protes


Daniel dengan tatapan tidak senang


“bagaimana mungkin aku tega. Kamu terlihat sangat


lelah. Perjalanan yang kamu tempuh itu hampir satu kali dua puluh empat jam.


Ini hasil pembicaraan kami tadi” kata James sambil memberikan recorder diatas


meja kepada Daniel Long


“sejak kapan kamu menjadi sangat perhatian


seperti itu kepadaku?” Daniel mengerutkan keningnya memandang James dengan


tatapan tidak percaya. Kemudian Daniel duduk disofa panjang dengan mengambil


recorder yang terletak dimeja.


James tertawa, barisan gigi rapinya


ditunjukkannya dengan sempurna.


“baju yang aku lihat kamu bawa tadi pagi,


sepertinya aku melihat dengan model yang sama dengan nona ketiga Li.


Jangan-jangan itu memang baju yang kamu persiapkan untuknya?” James menatap


Daniel dengan penuh tanda tanya sambil memainkan alisnya mencoba menggoda


atasannya.


“itu hanya kebetulan saja. Kamu terlalu banyak


sama yang dibuat perusahaan Li.


“oh… aku lupa memberi tahukan kepadamu. Proposal


ini masih perlu perbaikan, aku sudah meminta mereka menambahkan beberapa hal


penting. Mungkin mereka akan melakukan survey besok. ” James berbicara sambil


mengelus dagunya dan melihat Daniel disebelahnya dengan melipat satu kaki di


sofa.


“terima kasih, aku akan mempelajarinya malam


ini." kata Daniel sambil mematikan recorder dan menutup propasal kerja


sama, kemudian melakukan hal yang sama seperi James.


Tapi, tidak kah kamu terlalu kejam kepada nona


ketiga Li?? Beberapa hari lagi kakak pertamanya akan menikah. Mereka pasti akan


sangat sibuk. Kamu hanya menambah beban hidupnya.” lanjut Daniel dengan menatap


James tidak senang.


“Tuan muda Long sepertinya sangat perhatian


dengan nona Sarah Li. Ini adalah pertama kali nya kamu seperti ini. Apa amu


menyukainya?” James menaikkan alisnya sambil menggoda Daniel yang kembali sibuk


membaca proposal kerja sama, karena tidak mau menjadi bulan - bulanan asisten


pribadinya.


“berhentilah mengangguku. Urus saja urusanmu atau


jangan-jangan kamu perlu pekerjaan tambahan??” Daniel menaikkan alisnya melihat


kearah James.


“ampun bos, aku tidak akan menganggu lagi. Silahkan


anda membaca dengan baik isi dokumen.” James segera menghidupkan laptopnya dan


pura-pura menyibukkan diri dengan pekerjaannya.

__ADS_1


Daniel melirik James yang sudah mulai sibuk


dengan pekerjaannya.


“besok apa jadwal ku??” tanya Daniel


“anda tidak ada kegiatan apapun bos. Jadwal anda


kosong sesuai dengan permintaan anda. Kesibukan anda hanya dengan perusahaan Li


ini saja. Bukan kah ini jadwal anda cuti??” James mendadak ragu apakah ia salah


dengan jadwal Daniel, pria ini tidak pernah menanyakan jadwal kerjanya kepada


James seperti ini.


Kesehariannya adalah melakukan semua kegiatan


sesuai dengan jadwal yang dibuat James. Dan ia tidak pernah menayakan akan


menemui siapa, tujuannya kemana bahkan pembahasan mengenai kerja sama apa yang


akan dibahas ketika menemui klien. Karena ia sudah hapal betul semua jadwal


yang diberikan james pada satu minggu sebelumnya.


Daniel memiliki indera keenam yang luar biasa. Ia


biasanya hanya melihat sekilas proposal atau berita acara yang ada dimejanya.


Selebihnya ketika ia ditanya mengenai apapun isi dalam proposal kerja sama ia


akan tahu, bahkan detail angka yang ada didalamnya ia ingat semua.


James sudah lama bersama dengan Daniel. James


juga sama dengan keluarga Li, ia berasal dari klan ular. Sudah berpuluh-puluh


tahun mereka bersama dan sudah sangat paham dengan watak masing-masing.


“apa ada yang salah dengan wajahku??” kata Daniel


sambil tetap mendengar recorder pembicaraan kerja sama perusahaan Li. Ia sadar


James menatap dirinya terus - menerus.


“maaf bos.” James tersadar dari lamunannya.


“aku tahu aku sangat tampan, tapi kamu tidak


perlu mengagumi diriku sampai seperti itu. Biasa saja.” Daniel berbicara acuh


tak acuh kepada James


“kamu ini, terlalu lama hidup tanpa pasangan


selama beratus-ratus tahun. Sesekali nikmati masa muda muda tuan Long, diluar


sana banyak manusia cantik yang bisa kamu kencani. “ goda James


“aku tidak ada waktu.” Daniel menjawab dengan


singkat


“kamu mempunyai banyak waktu, hanya tidak mau


mempergunakannya. Kamu lihat aku, sudah sepuluh kali menikah.” James berkata


dengan bangga kepada Daniel sambil menepuk dadanya.


“kamu menikah berkali-kali selama hampir 200


tahun terakhir apakah menemukan cinta sejatimu?” sindir Daniel sambil melirik


James


“cinta??” James menutup kedua bibirnya yang merah


sambil memegang dagunya. Ia berfikir keras. Sejauh ini James menikahi


istri-istrinya dahulu karena menyukai mereka dan mereka memiliki wajah yang


cantik dan tubuh yang bagus. Walau masih belum memiliki keturunan, tapi ia


menikmati hubungan pernikahannya. Tapi apakah ia mencintai mereka?? James juga


tidak bisa memastikannya.


Daniel Long memperhatikan James yang terlihat


bingung sambil menggelengkan kepalanya.


"sudah... tidak perlu bahas lagi."


Daniel dan James mulai menyibukkan diri mereka


dengan pekerjaan mereka masing - masing tanpa bersuara.

__ADS_1


__ADS_2