Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 40


__ADS_3

Sarah mengalungkan tangannya keleher Daniel, dari


bayangan yang ada didepan pintu bisa terlihat ada 2 orang yang sedang


berberdiri didepan pintu kamar Sarah.


“aku minta maaf, karena Aku kamu mendapat masalah


dari om dan tante.” kata Sarah sambil mengedipkan mata sebelah kanan ketika


melihat Daniel.


Daniel mulai mengangkat tubuh Sarah dan mulai


berjalan. Sarah mulai berakting berlebihan, ia mencium pipi Daniel. “jangan


tunjukkan wajah seram seperti itu. Aku jadi takut..” dan bersikap dengan manja


kepadanya


Tingkah Sarah bisa dilihat kedua orang tua Daniel


dengan jelas. Sarah membesarkan bola matanya, “maaf om dan tante, aku tidak


tahu kalian ada disini.”


Huanran tersenyum menatap Sarah, tapi tidak


ketika melihat putra mereka sendiri.


“Sarah sudah membuka hatinya, kenapa kamu malah


menutup hatimu?” tanya Huanran kepada Daniel.


“papa juga bingung melihat kamu, semalam begitu


semangat meminta kami melamar Sarah. Begitu dilamar, kamu malah bersikap


seperti gunung es. Malu kami dengan sikap kamu seperti ini kepada kedua orang


tua Sarah..” David terlihat kesal berbicara kepada Daniel.


“papa dan mama…. mohon jangan marah, semua ini


adalah kesalahan ku. Aku yang terlalu lama menjawab perasaannya.” Sarah


menunjukkan wajah sedih kehadapan semua orang.


”kamu tidak salah sayang, kami juga bingung


melihat apa maunya putra kami ini. Maafkan lah dia.” kata David.


Kesabaran Daniel Long memang ada batasnya, Danile


menaikkan tubuh Sarah mendekat kewajahnya dan mencium bibirnya. Mata Sarah


membesar menatapnya. Waktu terasa berhenti berputar. Pria inii berani sekali


mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sepertinya ia sudah salah dalam


menganalisa seorang Daniel Long.


“aku mencintaimu dari dulu sampai sekarang.


Selamanya tidak ada yang akan menggantikan posisimu dihatiku. Tadi aku hanya


kesal, karena James terus – terusan menyebut namamu. Aku tidak suka jika ada


pria yang mendekati wanitaku. Maafkan aku sayang.”


Sarah terdiam sesaat. Pria ini ternyata bisa juga


berakting sepert ini. Benar - benar tidak bisa dianggap enteng


“syukurlah jika tidak ada masalah dengan kalian


berdua, ternyata hanya salah paham. Kedepannya jangan berbicara kasar kepada


calon menantuku. Acara pernikahan kalian hanya tinggal menunggu hari. Mama dan


papa harap kalian bisa langgeng selamanya.” Huanran menepuk – nepuk pundak


Daniel.


“Ayo cepat kita naik kekapal. Bisa – bisa kita


ketinggalan pesawat.” David berkata sambil menggandeng tangan istrinya dan

__ADS_1


berjalan keluar rumah.


“Sepertinya nona ketiga Li sangat bersenang –


senang hari ini.” sindir Daniel sambil menatap sinis kearah Sarah.


“aku rasa tuan muda Long terlalu banyak berpikir


dan terlalu berani mengambil tindakan yang berlebihan. Kamu mencuri ciuman


pertamaku, dasar bajingan.” umpat Sarah


“ciuman pertamanmu kepada papamu, ciuman kedua


kepada papaku. Seharusnya aku adalah orang ketiga.” Daniel bicara sambil


menaikkan alisnya.


“kamu….” kata Sarah dengan suara kuat, membuat


Huanran dan David menoleh kebelakang.


Sarah menyadari kesalahannya, ia memeluk Daniel


lebih erat. Sebenarnya lebih kepada kombinasi antara memeluk dengan mencekik


leher Daniel. Senyum licik diperlihatkan dibibir Sarah.


“aku akan mengikuti setiap permainan yang kamu


lakukan. Lakukan saja sampai kamu puas mempermainkanku.” sindir Daniel.


“aku mana berani mempermainkan tuan muda long.”


kaa Sarah dengan senyuman licik dibibirnya.


“apa kamu ingin aku menciummu lagi.” Senyum licik


berganti wajah. Daniel mengedipkan matanya sambil senyum.


“menjauh dari ku.” kata Sarah sambil membesarkan


matanya


“kamu tahu, kamu sangat lucu…sepertinya aku tidak


sabar untuk segera menikah dengan dirimu.” Daniel mempercepat jalannya dan


yang sudah bersiap naik kedalam kapal.


“mama, papa… aku rasanya semakin mengenalnya aku


bisa gila jika tidak bersamanya atau melihat dia dekat dengan pria lain. Mohon


bantuannya, percepat pernikahan kami.”  Daniel bicara dengan penuh


keyakinan dan menatap Sarah dengan penuh cinta.


Tapi Sarah menganggapnya sebagai sebuah strategi


untuk membalas dendam kepadanya karena sudah membuat seorang Daniel Long yang


terkenal sebagai putra penurut dan baik hati menjadi putra yang membangkang


terhadap keinginan orang tuanya.


Sarah menundukkan pandangannya, ia sangat malu pria


ini berani sekali mengatakan hal ini didepan semua orang. Memalukan. Daniel


mendudukkan Sarah disebelahnya.


“istirahat lah sayang..” kemudian mencium kening


Sarah seolah dia adalah seorang pria yang sudah memiliki dirinya.


“kamu….” kata Sarah dengan gigi rapat dan suara


yang pelan.


“sudah aku katakan kepadamu dari aku akan


mengikuti semua permainan mu. Mau main – main menjadi tunanganku? Tidak


masalah.. akan aku ikuti.” Bisik Daniel.


Daniel duduk bersama keempat orang tua di sofa

__ADS_1


dalam kapal. Tidak jauh dari posisi Sarah duduk.


“om, tante, papa dan mama. Aku tahu, belum ada


pertemuan untuk menentukan tanggal pernikahan kami. Bisa kah diusahakan lebih


cepat….”


“kenapa begitu??” tanya Huanran


“aku tadi sudah melakukan kesalahan seperti yang


kalian dengarkan tadi. Aku mendengar James menyebut nama Sarah Li, sudah


membuat hatiku panas.” Daniel sengaja mengucapkannya dengan suara yang tinggi


sambil melihat kearah Sarah.


Keempat orang tua tertawa mendengar perkataan


Daniel. Mereka tidak menduga seorang Daniel Long yang tidak pernah memiliki


hubungan dengan wanita mana pun bisa mengucapkan hal tidak terduga seperti ini.


“melihat mereka berdua jadi membuat kita teringat


dengan masa muda kita ya…” kata Mayleen sambil tertawa lepas.


“wajar mengalami perasaan seperti itu. Tapi mama


tidak mau kamu mengulangi hal yang tadi kamu lakukan kepada Sarah.”


“apa yang terjadi…” tanya Mayleen penasaran.


“tadi aku sudah berkata kasar kepadanya. Maafkan


aku om dan tante, aku bisa menerima jika kalian ingin menghukum ku.” Ekspresi


bersalah Daniel benar – benar sempurna, Daniel mengangkat ujung bibir kanannya


melirik kearah Sarah. Sarah merinding melihat Daniel yang ternyata bisa sejahat


itu kepada dirinya.


“ah… itu adalah masalah anak muda, kami yang tua


ini hanya bisa melihat saja. Kalian pasti akan baik – baik saja kedepannya.


Setiap masalah yang datang pasti akan membuat kita menjadi lebih dewasa dan


bijak dalam mengambil keputusan.” Andy Li memberikan petuah kepada Daniel.


“aku hanya sedikit takut apakah Sarah masih


bersedia menerimaku atau tidak.” Daniel bisa dengan mudah menunjukkan ekspresi


sedih. Ia menatap Sarah sekilas yang terlihat sedang bersama kedua saudara


perempuan dan kedua saudara iparnya.


“Sarah Li itu memang seorang yang pemarah, tapi


amarahnya sangat mudah redah dengan sendirinya. Ia sangat manja. Ini juga


adalah bagian dari kesalahan om sebagai orang tua tua. Kami terlalu memanjakan


dirinya . Om harap kamu bisa bersabar dengan sikap kekanak – kanakannya.” Andy


Li bicara sambil menatap Sarah.


“dia sangat lucu. Aku sangat menyukainya..”


Daniel tersenyum melihat Sarah lagi dan mengedipkan matanya. Kedua putri Li


terkejut melihat sikap Daniel kepada Sarah. Pria ini  sangat manis, tapi


dalam hitungan detik berikutnya bisa menjadi sangat dingin dan tersenyum licik.


“syukurlah jika kamu menyukainya.” jawab


Mayleen  dengan wajah senang


Mereka membahas pernikahan dengan sangat lancar


walau tanpa Sarah. Sepertinya mereka sudah memiliki rencana yang matang dan


akan segera mewujudkan semua perkataan mereka dalam waktu singkat. Sarah merasa

__ADS_1


dalam bahaya. Dia hanya diam dan mendengarkan dengan baik apa yang dibicarakan


para orag tua. Seperti seekor ular yang memangsa buruannya


__ADS_2