
Sarah mengalungkan tangannya keleher Daniel, dari
bayangan yang ada didepan pintu bisa terlihat ada 2 orang yang sedang
berberdiri didepan pintu kamar Sarah.
“aku minta maaf, karena Aku kamu mendapat masalah
dari om dan tante.” kata Sarah sambil mengedipkan mata sebelah kanan ketika
melihat Daniel.
Daniel mulai mengangkat tubuh Sarah dan mulai
berjalan. Sarah mulai berakting berlebihan, ia mencium pipi Daniel. “jangan
tunjukkan wajah seram seperti itu. Aku jadi takut..” dan bersikap dengan manja
kepadanya
Tingkah Sarah bisa dilihat kedua orang tua Daniel
dengan jelas. Sarah membesarkan bola matanya, “maaf om dan tante, aku tidak
tahu kalian ada disini.”
Huanran tersenyum menatap Sarah, tapi tidak
ketika melihat putra mereka sendiri.
“Sarah sudah membuka hatinya, kenapa kamu malah
menutup hatimu?” tanya Huanran kepada Daniel.
“papa juga bingung melihat kamu, semalam begitu
semangat meminta kami melamar Sarah. Begitu dilamar, kamu malah bersikap
seperti gunung es. Malu kami dengan sikap kamu seperti ini kepada kedua orang
tua Sarah..” David terlihat kesal berbicara kepada Daniel.
“papa dan mama…. mohon jangan marah, semua ini
adalah kesalahan ku. Aku yang terlalu lama menjawab perasaannya.” Sarah
menunjukkan wajah sedih kehadapan semua orang.
”kamu tidak salah sayang, kami juga bingung
melihat apa maunya putra kami ini. Maafkan lah dia.” kata David.
Kesabaran Daniel Long memang ada batasnya, Danile
menaikkan tubuh Sarah mendekat kewajahnya dan mencium bibirnya. Mata Sarah
membesar menatapnya. Waktu terasa berhenti berputar. Pria inii berani sekali
mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sepertinya ia sudah salah dalam
menganalisa seorang Daniel Long.
“aku mencintaimu dari dulu sampai sekarang.
Selamanya tidak ada yang akan menggantikan posisimu dihatiku. Tadi aku hanya
kesal, karena James terus – terusan menyebut namamu. Aku tidak suka jika ada
pria yang mendekati wanitaku. Maafkan aku sayang.”
Sarah terdiam sesaat. Pria ini ternyata bisa juga
berakting sepert ini. Benar - benar tidak bisa dianggap enteng
“syukurlah jika tidak ada masalah dengan kalian
berdua, ternyata hanya salah paham. Kedepannya jangan berbicara kasar kepada
calon menantuku. Acara pernikahan kalian hanya tinggal menunggu hari. Mama dan
papa harap kalian bisa langgeng selamanya.” Huanran menepuk – nepuk pundak
Daniel.
“Ayo cepat kita naik kekapal. Bisa – bisa kita
ketinggalan pesawat.” David berkata sambil menggandeng tangan istrinya dan
__ADS_1
berjalan keluar rumah.
“Sepertinya nona ketiga Li sangat bersenang –
senang hari ini.” sindir Daniel sambil menatap sinis kearah Sarah.
“aku rasa tuan muda Long terlalu banyak berpikir
dan terlalu berani mengambil tindakan yang berlebihan. Kamu mencuri ciuman
pertamaku, dasar bajingan.” umpat Sarah
“ciuman pertamanmu kepada papamu, ciuman kedua
kepada papaku. Seharusnya aku adalah orang ketiga.” Daniel bicara sambil
menaikkan alisnya.
“kamu….” kata Sarah dengan suara kuat, membuat
Huanran dan David menoleh kebelakang.
Sarah menyadari kesalahannya, ia memeluk Daniel
lebih erat. Sebenarnya lebih kepada kombinasi antara memeluk dengan mencekik
leher Daniel. Senyum licik diperlihatkan dibibir Sarah.
“aku akan mengikuti setiap permainan yang kamu
lakukan. Lakukan saja sampai kamu puas mempermainkanku.” sindir Daniel.
“aku mana berani mempermainkan tuan muda long.”
kaa Sarah dengan senyuman licik dibibirnya.
“apa kamu ingin aku menciummu lagi.” Senyum licik
berganti wajah. Daniel mengedipkan matanya sambil senyum.
“menjauh dari ku.” kata Sarah sambil membesarkan
matanya
“kamu tahu, kamu sangat lucu…sepertinya aku tidak
sabar untuk segera menikah dengan dirimu.” Daniel mempercepat jalannya dan
yang sudah bersiap naik kedalam kapal.
“mama, papa… aku rasanya semakin mengenalnya aku
bisa gila jika tidak bersamanya atau melihat dia dekat dengan pria lain. Mohon
bantuannya, percepat pernikahan kami.” Daniel bicara dengan penuh
keyakinan dan menatap Sarah dengan penuh cinta.
Tapi Sarah menganggapnya sebagai sebuah strategi
untuk membalas dendam kepadanya karena sudah membuat seorang Daniel Long yang
terkenal sebagai putra penurut dan baik hati menjadi putra yang membangkang
terhadap keinginan orang tuanya.
Sarah menundukkan pandangannya, ia sangat malu pria
ini berani sekali mengatakan hal ini didepan semua orang. Memalukan. Daniel
mendudukkan Sarah disebelahnya.
“istirahat lah sayang..” kemudian mencium kening
Sarah seolah dia adalah seorang pria yang sudah memiliki dirinya.
“kamu….” kata Sarah dengan gigi rapat dan suara
yang pelan.
“sudah aku katakan kepadamu dari aku akan
mengikuti semua permainan mu. Mau main – main menjadi tunanganku? Tidak
masalah.. akan aku ikuti.” Bisik Daniel.
Daniel duduk bersama keempat orang tua di sofa
__ADS_1
dalam kapal. Tidak jauh dari posisi Sarah duduk.
“om, tante, papa dan mama. Aku tahu, belum ada
pertemuan untuk menentukan tanggal pernikahan kami. Bisa kah diusahakan lebih
cepat….”
“kenapa begitu??” tanya Huanran
“aku tadi sudah melakukan kesalahan seperti yang
kalian dengarkan tadi. Aku mendengar James menyebut nama Sarah Li, sudah
membuat hatiku panas.” Daniel sengaja mengucapkannya dengan suara yang tinggi
sambil melihat kearah Sarah.
Keempat orang tua tertawa mendengar perkataan
Daniel. Mereka tidak menduga seorang Daniel Long yang tidak pernah memiliki
hubungan dengan wanita mana pun bisa mengucapkan hal tidak terduga seperti ini.
“melihat mereka berdua jadi membuat kita teringat
dengan masa muda kita ya…” kata Mayleen sambil tertawa lepas.
“wajar mengalami perasaan seperti itu. Tapi mama
tidak mau kamu mengulangi hal yang tadi kamu lakukan kepada Sarah.”
“apa yang terjadi…” tanya Mayleen penasaran.
“tadi aku sudah berkata kasar kepadanya. Maafkan
aku om dan tante, aku bisa menerima jika kalian ingin menghukum ku.” Ekspresi
bersalah Daniel benar – benar sempurna, Daniel mengangkat ujung bibir kanannya
melirik kearah Sarah. Sarah merinding melihat Daniel yang ternyata bisa sejahat
itu kepada dirinya.
“ah… itu adalah masalah anak muda, kami yang tua
ini hanya bisa melihat saja. Kalian pasti akan baik – baik saja kedepannya.
Setiap masalah yang datang pasti akan membuat kita menjadi lebih dewasa dan
bijak dalam mengambil keputusan.” Andy Li memberikan petuah kepada Daniel.
“aku hanya sedikit takut apakah Sarah masih
bersedia menerimaku atau tidak.” Daniel bisa dengan mudah menunjukkan ekspresi
sedih. Ia menatap Sarah sekilas yang terlihat sedang bersama kedua saudara
perempuan dan kedua saudara iparnya.
“Sarah Li itu memang seorang yang pemarah, tapi
amarahnya sangat mudah redah dengan sendirinya. Ia sangat manja. Ini juga
adalah bagian dari kesalahan om sebagai orang tua tua. Kami terlalu memanjakan
dirinya . Om harap kamu bisa bersabar dengan sikap kekanak – kanakannya.” Andy
Li bicara sambil menatap Sarah.
“dia sangat lucu. Aku sangat menyukainya..”
Daniel tersenyum melihat Sarah lagi dan mengedipkan matanya. Kedua putri Li
terkejut melihat sikap Daniel kepada Sarah. Pria ini sangat manis, tapi
dalam hitungan detik berikutnya bisa menjadi sangat dingin dan tersenyum licik.
“syukurlah jika kamu menyukainya.” jawab
Mayleen dengan wajah senang
Mereka membahas pernikahan dengan sangat lancar
walau tanpa Sarah. Sepertinya mereka sudah memiliki rencana yang matang dan
akan segera mewujudkan semua perkataan mereka dalam waktu singkat. Sarah merasa
__ADS_1
dalam bahaya. Dia hanya diam dan mendengarkan dengan baik apa yang dibicarakan
para orag tua. Seperti seekor ular yang memangsa buruannya