Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 124


__ADS_3

Daniel terdiam sejenak dan menatap Sarah penuh rasa kagum. Wanita yang dicintainya dari dulu selalu membuatnya tergila – gila.


Mata Daniel berkaca – kaca menatap Sarah, walau hatinya dengan sedih memikirkan James. Tapia da sosok


wanita yang selalu mendukungnya saat ini. Walau belum pasti sampai kapan ia akan menerima cintanya. Setidaknya ia akan selalu bersama dengan dirinya selamanya.


“apa kamu tahu??? ada ungkapan yang mengatakan ‘jatuh cinta akan membuatmu lapar…’ “Daniel bicara sambil tersenyum melihat Sarah


Sarah mengerucutkan bibirnya “yang benar… jatuh cinta membuatmu buncit.” Sarah memajukan bibirnya dan


mengalihkan pandangannya kearah pantai kemudian tersenyum.


“heeiii… turun…”


Suara teriakan yang sangat familiar terdengar dari arah bawah pohon. Sarah dan Daniel melihat semua


keluarga mereka sudah berkumpul dibawah.


Senyum dibibir Sarah kembang  dengan sempurna.


“kakak…..”  Sarah terlihat senang melihat keluarga  berkumpul


Sarah bingung cara akan turun kebawah karena ia mengenakan selimut. Sarah menghadap kearah Daniel dan mengalungkan tangannya dileher suaminya sambil mengarahkan kepala dan pandangannya kebawah.


Meminta Daniel agar membawanya turun kebawah.


Begitu menginjakkan pasir pantai, ketika saudara perempuan ini saling berpegangan tangan dan melompat – lompat kegirangan seolah mereka sudah tidak bertemu selama berhari – hari.


Ketiga suami yang memperhatikan mereka bertiga hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. Padahal mereka baru saja berpisah selama beberapa jam, cara mereka seperti sudah tidak bertemu selama bertahun – tahun lamanya.


“kenapa kalian bisa tahu kami disini??” Tanya Sarah dengan semangat kepada kedua kakaknya sambil terus


memegang tangan kedua kakaknya itu.


“apa yang kami tidak ketahui….


semua kami tahu,,,” Serena berbicara dengan sangat sombong sambil mengangkat


dagunya. Kemudian tertawa terbahak – bahak.


“tahukah kamu…. mereka berdua berada dipulau ini tanpa membawa kita, pasti ada alasan tersendiri. Mereka


pasti akan berbulan madu tanpa kita.” Sisca melirik tajam kearah Sarah yang tersenyum menatap kedua saudara perempuannya secara bergantian.


“tentu saja, kami punya rencana untuk melakukan hal romantis berdua saja, tanpa ada penganggu.” Sarah

__ADS_1


menyipitkan mata sambil melihat kedua saudara perempuannya.


“anak kecil bisa melakukan apa?? Bisa buang air kecil dikamar mandi sendiri saja kami sudah sangat bersyukur.” Serena menyindir Sarah.


“kakak kedua, kamu belum tahu kehebatan ku?? Walau masih kecil… aku bisa melahirkan seorang anak.”


“hah….” Sisca menggelengkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya


“kamu percaya??” sambung Sisca  lagi bertanya kepada Serena


“percaya saja, nanti dia akan


mengadukan kita kepada orang tua kita. Urusan akan semakin panjang.” Serena


menaikkan pundaknya sambil melirik Sarah.


“aaahh.. kakak kedua, aku tidak pernah mengadukan hal buruk kepada kedua orang tua kita tentang kalian. Mereka yang tahu sendiri tentang keburukan kalian berdua. Jadi aku harus apa??” Sarah meningkuti gaya Serena sambil menaikkan kedua pundaknya.


“lihat la dia kakak pertama, sejak menikah dia menjadi berani sekali melawan kita…” Serena menyipitkan


matanya menatap Sarah. “ya… kalian tahu sendiri la… namanya pengantin baru, tentu saja karena sudah ada orang yang menyelamatkan ku aku berani dengan kalian…” Sarah memutar bola matanya sambil tersenyum.


“pengantin baru… malam pertama saja belum pernah. Masih berani berbicara yang hal yang memalukan seperti


itu..”


Sarah melepaskan genggaman tangan kedua kakaknya sambil menutup mulut mereka bersamaan


“iiishh, memalukan sekali.” Sarah membesarkan bola matanya menatap kedua saudaranya dan melirik kearah Daniel dan kedua kakak iparnya yang sedang tersenyum melihat kearah mereka.


Sarah senyum dengan terpaksa kearah mereka berdua kemudia cemberut ketika melihat kedua saudaranya.


“sudah malam… ayo masuk kedalam rumah.” Huanran dan Mayleen melambaikan tangan kepada mereka semua.


“ayo cepat masuk..” Sarah Li segera berlari kearah rumah. Kuping dan pipinya sudah memerah karena malu.


Begitu Sarah masuk kedalam rumah aroma manis langsung masuk kedalam hidungnya. Matanya berkaca – kaca melihat sekeliling rumah, dimana arah aroma ini berasal.


Huanran memanggil Sarah Li keruang tamu, sudah ada set cangkir tersedia dimeja tamu berserta berbagai


jenis cake cantik. Mata Sarah langsung berkilat menyambut semua makanan dihadapannya.


“aku sayang sekali kepada kalian berdua..” Sarah memeluk Huanran dan Mayleen secara bergantian.


“kami juga sangat menyayangimu.. Ayo cepat duduk dan makan..”  Mayleen berbicara sambil mengusap pundak Sarah Li dan kemudian Sarah duduk diantara kedua ibu ini.

__ADS_1


“ternyata sang penganti baru yang masih perawan ada disini, mencari perlindungan dari para ibu.” Serena


mengangguk – angguk sambil melirik Sarah Li.


“mama…. lihat la. Kakak kedua selalu menggoda ku.” Sarah mengadu kepada Mayleen seperti anak kecil dengan manjanya.


“Daniel Long, lihat la… ini adalah wanita yang kamu nikahi. Masih anak dibawah umur. Coba kamu pikirkan


lagi status pernikahan kalian.”


“mama…. lihat la kakak kedua dia masih tidak berhenti mengganggu diriku.”


“sudah… sudah… makan kue dahulu. Kemudian tidur, matahari sudah akan terbit sebentar lagi.” Mayleen melerai  perdebatan kedua anaknya yang masih terlihat saling ejek seperti anak kecil. Saling menjulurkan lidah karena mengejek satu dengan yang lain.


Daniel yang dari tadi memperhatikan Sarah hanya tersenyum simpul dan sekali – sekali mengalihkan


pandangannya melihat ujung kakinya. Wanita ini terlihat begitu dewasa dan tegas didepan semua orang. Tapi sifat aslinya dari dahulu tidak pernah berubah. Sarah


sang gadis manja.


Sarah pindah duduk kekarpet yang terbentang diruangan tamu bersama kedua saudaranya.


“kenapa kamu dekat – dekat kami??” Serena mulai mencari masalah dengan Sarah


“karena tidak ada yang mau dekat denganku kecuali kalian berdua, jadi terima saja nasib kalian.” Sarah tersenyum dan duduk diantara Serena dan Sisca. Ia menggeser posisi mereka berdua seolah tanpa ada orang sama sekali.


Serena dan Sisca menahan senyum diwajah mereka. Kemudian dengan kompak mengusap rambutnya dan dalam waktu singkat rambut sarah yang diikat ekor kuda menjadi berantakan.


“apa yang kalian lakukan…” Sarah berteriak kesal.


“mama lihatlah mereka…” rambut Sarah sudah terlihat seperti rambut singa dan membuat kedua saudara


perempuannya tertawa melihat dirinya yang lucu dengan wajah cemberut.


“kedua kakakmu hanya bermain – main, jangan dianggap serius.” Jawab Huanran. Sedangkan Mayleen pura – pura tidak mendengar anaknya yang sedang komplain mengenai kedua saudaranya. Matanya


melihat kearah langit – langit dan sesekali melihat kearah Sarah.


“kenapa aku merasa kalian semua bekerja sama untuk menjatuhkanku…” Sarah bicara dengan wajah cemberut sambil melihat kearah mereka satu persatu yang seolah – olah mengalihkan pandangan dari Sarah.


“waah… kalian benar – benar” Sarah kesal sambil menahan tawa menatap kearah mereka semua yang seolah sedang


bersatu menjatuhkan dirinya. Hanya Daniel yang terlihat melipat kedua tanganya


didada sambil menatap Sarah dan tersenyum kearahnya.

__ADS_1


Mereka hening sejenak. Kemudian Serena yang tidak bisa menahan rasa lucunya melihat adik kecilnya tertawa


terbahak – bahak sambil memeluk Sarah. Semuanya pun tertawa menatap Sarah yang terlihat seperti anak kecil.


__ADS_2