
Daniel duduk disamping Sarah begitu mereka selesai berbincang – bincang sejenak. Daniel tanpa ragu mengambil tangan kiri Sarah dan meletakkannya dipahanya dan kemudian fokus kepada proyektor.
Sarah melihat pria ini terlihat terlalu posesif membuat Sarah tidak nyaman. Karena Andy Li dan David Long
memperhatikan tingkah Daniel yang seperti anak kecil. Sarah berusaha melepaskannya, tapi pria ini mengenggam tangan Sarah dengan sangat kuat.
Sarah mendekat kearah telinga Daniel dan berbisik. “bagaimana aku mau menulis hasi rapat kali ini jika kamu
terus memegang tanganku.”
Daniel mendekatkan telinganya kearah Sarah dan kemudian mengeluarkan recorder dan meletakkannya diatas buku agenda Sarah yang berwarna ungu senada dengan warna baju yang dikenakannya. Sarah melihat recorder yang sudah menyala dan Daniel mengedipkan mata sambil melihat kearahnya.
Sarah merinding melihat Daniel yang terlalu baik ketika berada dikantor, perasaannya jadi tidak enak karenanya. Pria ini selalu terlihat arogan ketika dikantor, melihat Daniel yang seperti ini sepertinya bukan dirinya. Jelas – jelas ia tadi marah kepadanya di telepon karena ia terlambat. Kali ini ia menggenggam tangannya seolah tidak ada pernah kejadian itu sama sekali.
Tangan kanan Sarah memegang dahi Daniel, ia ingin memastikan pria ini sedang demam sehingga mengalami perubahan sikap atau tidak. Daniel menatap aneh Sarah Li tanpa berbicara satu kata pun.
“apa dia sakit??” bisik David Long.
“aku rasa begitu pa, tadi dia marah kepadaku karena aku terlambat. Tiba – tiba dia seperti ini.” bisik Sarah
sambil menaikkan tangannya yang sedang digenggam Daniel.
David Long menahan tawa sambil menganggukkan kepalanya. Daniel memperhatikan Sarah yang sedang bicara dengan papanya.
“apa ada masalah??” tanya Daniel
__ADS_1
“kamu masalahnya.”Jawab Sarah dengan suara pelan. Tapi karena tidak ada suara sama sekali, jadi semua orang menatap dirinya dan Daniel bergantian.
Sarah melihat kearah sekelilingnya dan merasa malu karenanya. Daniel berdeham dan berkata dengan tenang “silahkan lanjutkan pak..”
Sarah mendengarkan semua penjelasan dari kepala penyelidik untuk penyebab kebakaran kantor cabang
mereka. Sarah juga baru mengetahui kalau ternyata penyelidikan juga tentang dirinya dan Nana ketika melakukan investigasi dikantor tersebut. Mata Sarah membesar ketika melihat hasil foto yang diambilnya ketika itu.
Sarah menggenggam kuat tangan Daniel, kenapa bisa hasil fotonya ada dipihak kepolisian?? Bukan kah waktu itu hilang?? Sarah melihat kearah Daniel. Daniel tidak ada dilokasi saat itu, ia datang setelah mengetahui Sarah Li terluka dari Sisca Li. Tidak mungkin ia yang mengambil file itu. Apa jangan – jangan petugas keamanan yang mengambilnya demi kepentingan penyelidikan?? tapi kenapa mereka tidak memberitahukan kepada dirinya? Bukankah harusnya mereka memberikan informasi terlebih dahulu. Lantas kenapa menghapus informasi pribadi miliknya….
Pikiran dan hati Sarah tidak putus dengan semua pertanyaan yang ada. Yang membuat Sarah terkejut adalah
secara tidak sengaja ketika ia mengambil salah satu buram. Tapi Sarah bisa mengenali sosok tersebut. Daniel terkejut Sarah menggenggam tangannya dengan sangat – sangat kuat.
Hasil penyelidikan tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan Sarah Li.
Tidak bisa dipastikan apa yang dibahas mereka pada saat itu. Mereka terlihat buru – buru meninggalkan bangunan dan Nana pura – pura jatuh pingsan setelahnya. Dada Sarah Li naik turun mendengar penjelasan dari penyelidik. Bagaimana mungkin sahabatnya dan sahabat Daniel juga terlibat didalam masalah ini. Mereka bagaimana pun adalah orang dekat yang tidak mungkin bisa mengkhianati kepercayaan dari sahabat yang sudah seperti keluarganya sendiri.
Sarah tidak bisa lagi menutupi kekesalan dan rasa kecewanya. Ia menangis melihat video dan rekaman foto
miliknya. Pihak polisi juga mengungkapkan kalau mereka bertiga sudah terlibat dalam rencana untuk menjatuhkan perusahaan Li dan perusahaan Long. Mereka juga mempunyai motif untuk menyingkirkan satu persatu keluarga Li. Dan semuanya dimulai dari Sarah sebagai korban yang paling mudah untuk menjadi target pembunuhan.
Satu sisi polisi memang memiliki bukti yang sangat kuat kalau mereka bertiga adalah tersangka dibalik semua kekacauan yang dialami perusahaan. Tapi bagaimana pun Nana tidak mungkin harus menunggu lama jika hanya ingin menggelapkan uang perusahaan atau pun ingin menjatuhkan perusahaan mereka.
Penjelasan dari pihak penyelidik masih memberikan tanda tanya besar dikepala Sarah Li. Sarah meminta Daniel menyediakan waktu pribadi untuk mereka bertanya secara pribadi tanpa ada manager yang mendengarkan. Rapat selesai lebih awal, dan hanya tersisa keluarga Li dan keluarga Long dalam ruang rapat.
__ADS_1
“aku mau bertanya… pada saat kejadian jelas sekali Nana terluka dan bukan kah kamu melihat sendiri kejadian itu….” Nana melihat kearah Daniel.
“kami mengetahui kejadian itu, dari kesaksian pak Daniel dan juga hasil uji forensic dari luar negeri yang
melakukan fisum kepada jenasah nona Nana, pak James dan juga Andrew.”
“bagaimana hasilnya??” Sarah bertanya dengan penuh rasa penasaran.
“mereka bertiga terbukti dan sangat meyakinkan saling bekerja sama. Adapun yang dilakukan mereka terhadap
Nana adalah salah satu umpan balik. Kami masih menyelidiki semuanya, siapa orang yang menjadi otak dari kejadian ini. Kami yakin, mereka melakukan semuanya sesuai dengan instruksi dari seseorang yang masih kami lacak keberadaannya.”
“apakah mereka bertiga adalah korban??” tanya Sarah lagi
“belum bisa dipastikan, tapi melihat cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain sulit dikatakan mereka tidak melakukannya dengan sadar.” Kepala penyelidik juga menunjukkan bukti pesan yang saling mereka kirimkan satu sama lain baik pribadi maupun dalam grup.
Kepala penyelidik juga memberikan informasi ada inisial X yang masih belum terungkap siapa orangnya.
“apakah mereka dijebak??” Sarah bertanya lagi
“jika mereka dalam tekanan, seharusnya mereka meninggalkan bukti kuat yang menunjukkan kalau mereka dalam tekanan dari orang tertentu maupun dari pihak tertentu. Mereka terlihat seperti orang yang dengan sadar melakukan apa yang mereka lakukan.”
Sarah ingin bertanya lagi dan Daniel memegang tangan Sarah. “aku paham apa yang ada dipikiranmu sekarang. Aku sangat mengerti kamu tidak ingin mereka menjadi orang yang bersalah atas semua hal yang terjadi pada
perusahaan atau pun kepada dirimu. Kita semua masih mendalami kasus ini. Kita juga tidak ingin kebenaran ditutupi dengan kebohongan. Atau pun sebaliknya. Biarkan mereka yang ahli dalam hal ini memeriksa dan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi…” Daniel membujuk Sarah yang matanya sudah berkaca – kaca.
__ADS_1
Hatinya keberatan dengan status kalau sahabatnya adalah orang yang berniat mencelakai dirinya. Ia sangat berat menerima semuanya.