Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 23


__ADS_3

Suasana mendadak menjadi tegang, ketiga orang


yang menjadi saksi Sarah Li dan Daniel hanya bisa terdiam sambil menatap mereka


berdua secara bergantian. Menelan ludah pun mereka tidak berani. Seperti orang


yang menunggu siapa yang akan menyerang lebih dahulu.


“mungkin keluarga kita sudah lama saling kenal.


Tapi secara pribadi, aku tidak mengenal dirimu sama sekali. Langsung menyuruh


orang tua melamar, aku rasa itu bukan hal yang baik.” Akhirnya kata – kata ini


yang keluar dari mulut Sarah, setelah selama beberapa menit otaknya menyaring


banyak kata yang pantas untuk diucapkan. Bagaimana pun keluarga mereka sangat


dekat. Jika, pria dihadapannya sakit hati… Ia hanya memperburuk hubungan kedua


keluarga dan juga sudah pasti Mayleen akan memarahinya habis – habisan.


“baiklah… jika mengajakmu menikah membuatmu


sulit, bagaimana jika kamu mau menjadi pacar ku??” tanya Daniel.


Secara bersamaan Sisca, Serena dan Jackie


membentuk mulut dengan huruf O. Pria ini memang tidak patah semangat dengan


penolakan halus Sarah.


“kak Daniel…” Sarah ingin sekali memarahi pria


ini. Mulutnya ingin berkata ‘menjauh saja dari ku…’ untungnya ia tidak


mengatakannya.


“biarkan semua berjalan dengan apa adanya dahulu.


Aku tidak bisa memaksakan perasaan diriku kepadamu.” sambung Sarah


“kamu menolak ku….” tanya Daniel dengan wajah


sedih. Ketika Sarah memikirkan hal itu, ternyata Daniel bisa membaca


pikirannya.


Sarah terkejut, ia benar – benar tidak suka


dengan apa yang Daniel lakukan. Walau ia memiliki kemampuan, tapi sangat tidak


sopan jika mengungkapkan apa yang ada didalam hati dan pikiran seseorang.


Bertindak seperti Tuhan yang tahu segalanya.


“aku tidak tahu kamu berasal dari klan mana. Tapi


kami yang klan ular, walau kami satu keluarga…kami sangat menghormati pikiran


satu sama lain. Tidak pernah sekalipun salah satu dari kami mencoba mengatakan


apa yang ada dipikiran satu sama lain. Walau kami punya kemampuan dengan hal itu.”


Wajah Sarah kemerahan, matanya berkaca – kaca. Rasa malu, kesal, marah


bercampur menjadi satu di hatinya.


Daniel tertunduk sambil berkata “maaf…” Dalam


waktu singkat Daniel hilang dari pandangan semua orang.


Semua orang terdiam sesaat, mereka pun tidak tahu


apa yang harus dikatakan.


“aku….  aku…. ketempat dia….” Jackie


berkata  terbata – bata, bicara dengan canggung. Ini adalah pengalamannya


berada disituasi yang membingungkan. Antara sahabat dan adik ipar. Sulit bagi


dirinya untuk membuat keputusan saat ini.

__ADS_1


Jackie ikut hilang dari kamar Sarah Li dalam


hitungan detik. Ia saat ini berada didalam kamar Daniel yang terlihat seperti


orang kebingungan. Berjalan mondar – mandir didalam ruangan kamarnya, sambil


menggaruk rambutnya dengan kasar.


“baru kali ini aku melakukan kesalahan. Aku


merasa menjadi orang bodoh. Dia menolakku.” kata Daniel dengan kesal kepada


Jackie.


“tenanglah sobat, semua orang pernah melakukan


kesalahan dan ditolak dalam percintaan bukan hal besar. Apa yang kamu lakukan


tadi bukanlah kesalahan besar.” hibur Jackie


“aku rasa kamu sering mendengar bagaimana Sarah


Li dari istrimu. Apa yang harus aku lakukan agar dia mau menrima ku” Daniel


berbicara sangat dekat dengan Jackie.


Jackie memegang dada Daniel agar menjaga jarak


dengannya.


“aku baru satu hari menjadi bagian dari anggota


keluarga Li, bagaimana aku tahu dengan detail mengenai adik iparku itu. Aku


hanya bisa memberikan kamu saran sebagai seorang laki – laki. Tidak ada


salahnya melakukan tarik ulur dalam hubungan. Menjauh la dulu dari adik iparku.


Lihat bagaimana responnya beberapa waktu ini.”


“aku sudah membuang banyak waktu hanya untuk


memperhatikan dirinya dan memendam perasaan ku selama ini. Apakah itu masih


“hubungan itu tidak selalu berjalan dengan lurus.


Aku rasa kamu juga tahu,  tidak mudah mendapatkan Sisca Li.  Aku


mengejar dirinya jauh sebelum ia menikah dengan suami yang dahulu… bahkan


sampai mantan suaminya meninggal dan ia menjalin hubungan lagi dengan mantan


suaminya yang lain. Tapi aku tetap bersabar, aku dengan keyakinan ku kalau


suatu hari ia akan menikah dengannya dan sekarang semua terbukti. Kami bisa


menikah dan dia jadi milikku sekarang.” J


ackie berusaha menjelaskan kepada Daniel dengan


sabar, pria ini selalu mendapatkan apa yang diinginkan dalam waktu singkat.


Menemukan sesuatu yang tidak bisa didapatkannya hanya akan membuat dirinya


tenggelam dalam kemarahan dan kekesalan yang tidak berkesudahan.


Daniel akhirnya tenang dan duduk di pinggir


tempat tidurnya sambil menatap Jackie dengan nafas memburu. Kenapa ia melupakan


hal itu, Daniel masih ingat bagaimana Jackie yang menangis hanya karena ditolak


Sisca Li berkali – kali. Berkencan dengan wanita lain tidak membuatnya lupa


dengan wanita idamannya. Berulang kali Daniel memintanya untuk meninggalkan


Sisca Li, tapi ia juga tidak menyerah. Kesabarannya memang berbuah manis


sekarang, apakah Daniel juga harus bersabar menunggunya selama itu??


Daniel memegang dagunya  kemudian berkata


“aku tidak sanggup lagi menunggu selama itu. Aku sudah lama menyukainya, bahkan

__ADS_1


sebelum dia menjadi seorang manusia seperti sekarang ini.”


“lantas, kalau kamu memaksanya seperti ini…apakah


membuahkan hasil? Dia bukan mendekat sahabatku, dia akan menjauh.. jauh dari


jangkauanmu” tanya Jackie yang berdiri dekat jendela kamar sambil menatap tajam


sahabatnya itu.


Perkataan  Jackie secara tidak langsung


seperti memberi tamparan di pipi Daniel. Tidaklah sama mengejar seorang wanita


dengan mengejar investasi perusahaan. Mungkin ia memang ahli dalam hal


pekerjaan tapi tidak dengan hubungan percintaan.


“apa yang harus aku lakukan…” tanya Daniel dengan


suara lemah, pandangannya pun mulai kosong.


“beri dia waktu, jangan terlalu memaksanya.


Pastikan kamu ada saat dia membutuhkan bantuan. Tidak mudah memang pada


awalnya. Akan ada penolakan dari Sarah pasti, karena Sisca dan Sarah adalah


saudara. Sifat mereka sedikit banyak pasti akan sama, hanya cara penyampaiannya


berbeda. Baik itu dalam perkataan dan perbuatan. Tidak ada salahnya jika kamu


mencobanya.”


“bagaimana aku bisa mengetahui kalau dia sedang


membutuhkan bantuan??” tanya Daniel sambil mengerutkan keningnya.


“kamu memiliki banyak uang, apa salahnya menyewa


seorang pengawas. Atau kamu bisa menggunakan kekuatanmu….”


“Tidak…tidak… aku tidak mau berakhir seperti


tadi. Aku tidak mau menggunakannya.” kata Daniel memotong pembicaraan Jackie


sambil menggerakkan kedua telapak tangannya tanda tidak setuju.


“ya….jika begitu silahkan menggunakan jasa pihak


luar. Tapi resikonya akan sangat besar. Jika ia mengetahui hal ini. Pasti ia


akan lebih kesal dari pada hari ini.”


Daniel menyilangkan tangannya didadanya dan


menatap Jackie dengan kesal. “kamu memberikan ide…tapi kamu sendiri memberikan


ketakutan pada ku disaat yang bersamaan.”


Jackie tertawa lepas “sabar tuan muda Long…jangan


terbawa emosi.” kata Jackie sambil berjalan kearah Daniel yang masih duduk


ditepi tempat tidurnya.


“kamu tahu sendiri, kekuatan kita bisa dengan


mudah mengetahui orang yang sedang mengintai kita. Apalagi seorang Sarah Li


yang terkenal paling tempramen dari pada kedua saudarannya. Coba dekati dengan


kerja sama bisnis antara keluarga Long dan keluarga Li. Aku rasa bantuan dari


pada orang tua dan kedua saudarinya akan sangat berguna saat ini. Mereka pasti


akan membantumu mendapatkan hati Sarah dengan sekuat tenaga.” kata Jackie


sambil menepuk – nepuk pundak Daniel yang terlihat sedang berpikir keras.


Daniel perlahan megangguk pelan, tidak ada


salahnya mengikuti  saran Sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2