
Suasana mendadak menjadi tegang, ketiga orang
yang menjadi saksi Sarah Li dan Daniel hanya bisa terdiam sambil menatap mereka
berdua secara bergantian. Menelan ludah pun mereka tidak berani. Seperti orang
yang menunggu siapa yang akan menyerang lebih dahulu.
“mungkin keluarga kita sudah lama saling kenal.
Tapi secara pribadi, aku tidak mengenal dirimu sama sekali. Langsung menyuruh
orang tua melamar, aku rasa itu bukan hal yang baik.” Akhirnya kata – kata ini
yang keluar dari mulut Sarah, setelah selama beberapa menit otaknya menyaring
banyak kata yang pantas untuk diucapkan. Bagaimana pun keluarga mereka sangat
dekat. Jika, pria dihadapannya sakit hati… Ia hanya memperburuk hubungan kedua
keluarga dan juga sudah pasti Mayleen akan memarahinya habis – habisan.
“baiklah… jika mengajakmu menikah membuatmu
sulit, bagaimana jika kamu mau menjadi pacar ku??” tanya Daniel.
Secara bersamaan Sisca, Serena dan Jackie
membentuk mulut dengan huruf O. Pria ini memang tidak patah semangat dengan
penolakan halus Sarah.
“kak Daniel…” Sarah ingin sekali memarahi pria
ini. Mulutnya ingin berkata ‘menjauh saja dari ku…’ untungnya ia tidak
mengatakannya.
“biarkan semua berjalan dengan apa adanya dahulu.
Aku tidak bisa memaksakan perasaan diriku kepadamu.” sambung Sarah
“kamu menolak ku….” tanya Daniel dengan wajah
sedih. Ketika Sarah memikirkan hal itu, ternyata Daniel bisa membaca
pikirannya.
Sarah terkejut, ia benar – benar tidak suka
dengan apa yang Daniel lakukan. Walau ia memiliki kemampuan, tapi sangat tidak
sopan jika mengungkapkan apa yang ada didalam hati dan pikiran seseorang.
Bertindak seperti Tuhan yang tahu segalanya.
“aku tidak tahu kamu berasal dari klan mana. Tapi
kami yang klan ular, walau kami satu keluarga…kami sangat menghormati pikiran
satu sama lain. Tidak pernah sekalipun salah satu dari kami mencoba mengatakan
apa yang ada dipikiran satu sama lain. Walau kami punya kemampuan dengan hal itu.”
Wajah Sarah kemerahan, matanya berkaca – kaca. Rasa malu, kesal, marah
bercampur menjadi satu di hatinya.
Daniel tertunduk sambil berkata “maaf…” Dalam
waktu singkat Daniel hilang dari pandangan semua orang.
Semua orang terdiam sesaat, mereka pun tidak tahu
apa yang harus dikatakan.
“aku…. aku…. ketempat dia….” Jackie
berkata terbata – bata, bicara dengan canggung. Ini adalah pengalamannya
berada disituasi yang membingungkan. Antara sahabat dan adik ipar. Sulit bagi
dirinya untuk membuat keputusan saat ini.
__ADS_1
Jackie ikut hilang dari kamar Sarah Li dalam
hitungan detik. Ia saat ini berada didalam kamar Daniel yang terlihat seperti
orang kebingungan. Berjalan mondar – mandir didalam ruangan kamarnya, sambil
menggaruk rambutnya dengan kasar.
“baru kali ini aku melakukan kesalahan. Aku
merasa menjadi orang bodoh. Dia menolakku.” kata Daniel dengan kesal kepada
Jackie.
“tenanglah sobat, semua orang pernah melakukan
kesalahan dan ditolak dalam percintaan bukan hal besar. Apa yang kamu lakukan
tadi bukanlah kesalahan besar.” hibur Jackie
“aku rasa kamu sering mendengar bagaimana Sarah
Li dari istrimu. Apa yang harus aku lakukan agar dia mau menrima ku” Daniel
berbicara sangat dekat dengan Jackie.
Jackie memegang dada Daniel agar menjaga jarak
dengannya.
“aku baru satu hari menjadi bagian dari anggota
keluarga Li, bagaimana aku tahu dengan detail mengenai adik iparku itu. Aku
hanya bisa memberikan kamu saran sebagai seorang laki – laki. Tidak ada
salahnya melakukan tarik ulur dalam hubungan. Menjauh la dulu dari adik iparku.
Lihat bagaimana responnya beberapa waktu ini.”
“aku sudah membuang banyak waktu hanya untuk
memperhatikan dirinya dan memendam perasaan ku selama ini. Apakah itu masih
“hubungan itu tidak selalu berjalan dengan lurus.
Aku rasa kamu juga tahu, tidak mudah mendapatkan Sisca Li. Aku
mengejar dirinya jauh sebelum ia menikah dengan suami yang dahulu… bahkan
sampai mantan suaminya meninggal dan ia menjalin hubungan lagi dengan mantan
suaminya yang lain. Tapi aku tetap bersabar, aku dengan keyakinan ku kalau
suatu hari ia akan menikah dengannya dan sekarang semua terbukti. Kami bisa
menikah dan dia jadi milikku sekarang.” J
ackie berusaha menjelaskan kepada Daniel dengan
sabar, pria ini selalu mendapatkan apa yang diinginkan dalam waktu singkat.
Menemukan sesuatu yang tidak bisa didapatkannya hanya akan membuat dirinya
tenggelam dalam kemarahan dan kekesalan yang tidak berkesudahan.
Daniel akhirnya tenang dan duduk di pinggir
tempat tidurnya sambil menatap Jackie dengan nafas memburu. Kenapa ia melupakan
hal itu, Daniel masih ingat bagaimana Jackie yang menangis hanya karena ditolak
Sisca Li berkali – kali. Berkencan dengan wanita lain tidak membuatnya lupa
dengan wanita idamannya. Berulang kali Daniel memintanya untuk meninggalkan
Sisca Li, tapi ia juga tidak menyerah. Kesabarannya memang berbuah manis
sekarang, apakah Daniel juga harus bersabar menunggunya selama itu??
Daniel memegang dagunya kemudian berkata
“aku tidak sanggup lagi menunggu selama itu. Aku sudah lama menyukainya, bahkan
__ADS_1
sebelum dia menjadi seorang manusia seperti sekarang ini.”
“lantas, kalau kamu memaksanya seperti ini…apakah
membuahkan hasil? Dia bukan mendekat sahabatku, dia akan menjauh.. jauh dari
jangkauanmu” tanya Jackie yang berdiri dekat jendela kamar sambil menatap tajam
sahabatnya itu.
Perkataan Jackie secara tidak langsung
seperti memberi tamparan di pipi Daniel. Tidaklah sama mengejar seorang wanita
dengan mengejar investasi perusahaan. Mungkin ia memang ahli dalam hal
pekerjaan tapi tidak dengan hubungan percintaan.
“apa yang harus aku lakukan…” tanya Daniel dengan
suara lemah, pandangannya pun mulai kosong.
“beri dia waktu, jangan terlalu memaksanya.
Pastikan kamu ada saat dia membutuhkan bantuan. Tidak mudah memang pada
awalnya. Akan ada penolakan dari Sarah pasti, karena Sisca dan Sarah adalah
saudara. Sifat mereka sedikit banyak pasti akan sama, hanya cara penyampaiannya
berbeda. Baik itu dalam perkataan dan perbuatan. Tidak ada salahnya jika kamu
mencobanya.”
“bagaimana aku bisa mengetahui kalau dia sedang
membutuhkan bantuan??” tanya Daniel sambil mengerutkan keningnya.
“kamu memiliki banyak uang, apa salahnya menyewa
seorang pengawas. Atau kamu bisa menggunakan kekuatanmu….”
“Tidak…tidak… aku tidak mau berakhir seperti
tadi. Aku tidak mau menggunakannya.” kata Daniel memotong pembicaraan Jackie
sambil menggerakkan kedua telapak tangannya tanda tidak setuju.
“ya….jika begitu silahkan menggunakan jasa pihak
luar. Tapi resikonya akan sangat besar. Jika ia mengetahui hal ini. Pasti ia
akan lebih kesal dari pada hari ini.”
Daniel menyilangkan tangannya didadanya dan
menatap Jackie dengan kesal. “kamu memberikan ide…tapi kamu sendiri memberikan
ketakutan pada ku disaat yang bersamaan.”
Jackie tertawa lepas “sabar tuan muda Long…jangan
terbawa emosi.” kata Jackie sambil berjalan kearah Daniel yang masih duduk
ditepi tempat tidurnya.
“kamu tahu sendiri, kekuatan kita bisa dengan
mudah mengetahui orang yang sedang mengintai kita. Apalagi seorang Sarah Li
yang terkenal paling tempramen dari pada kedua saudarannya. Coba dekati dengan
kerja sama bisnis antara keluarga Long dan keluarga Li. Aku rasa bantuan dari
pada orang tua dan kedua saudarinya akan sangat berguna saat ini. Mereka pasti
akan membantumu mendapatkan hati Sarah dengan sekuat tenaga.” kata Jackie
sambil menepuk – nepuk pundak Daniel yang terlihat sedang berpikir keras.
Daniel perlahan megangguk pelan, tidak ada
salahnya mengikuti saran Sahabatnya.
__ADS_1