
Malam semakin larut, Daniel sudah terlelap tidur dengan perasaan senang diwajahnya. Sarah Li masih berusaha sekuat tenaga menggerakkan kursi kayu dihadapannya. Ia tidak suka terlihat lemah, tidak bisa melakukan hal mudah seperti ini apa namanya kalau tidak lemah?? Sarah berusaha memotivasi dirinya sendiri agar lebih kuat dan kuat lagi.
Sarah berteriak dengan keras bersamaan dengan melayangnya kursi diudara. Daniel yang terkejut mendengar suara teriakan Sarah segera bagun dan melihat Sarah Li berhasil membuat kursi dihadapannya melayang. Sarah benar – benar kerja keras malam ini. Mereka bahkan melewatkan waktu makan malam dan melatih dirinya agar bisa menembus batas dirinya.
“aku berhasil….” teriak Sarah dan kemudian merebahkan dirinya pada karpet dilantai dan mulai mengatur nafasnya agar kembali normal sambil memejamkan matanya.
Sarah tertawa sambil berbaring dan pandangannya menghadap langit – langit. Daniel tiba – tiba muncul dihadapannya. Daniel berdiri tepat disamping kepalanya. Senyum bahagia tidak bisa sembunyikan Sarah.
“sudah aku katakan aku bisa,,,, “
Daniel mengangguk, sambil mengedipkan matanya “kamu luar biasa….”
Sarah tersenyum lagi “aku mengantuk….” begitu kalimat itu selesai diucapkannya ia langsung tertidur dan seolah tidak mempedulikan
apapun lagi dihadapannya.
Daniel tersenyum dan mengambil bantal sofa kemudian menyelipkannya dikepala Sarah Li
“tidurlah…. kamu pasti lelah…” Daniel menyelimuti tubuh Sarah dan ikut berbaring disampingnya.
“apa kamu tahu, kamu sangat hebat, dari dulu sampai sekarang…. kamu adalah wanita hebat. Lebih cepat belajar, tidak mudah menyerah. Paling mudah terbakar amarah. Tapi sekarang, kamu sudah banyak berubah. Ketika ada sesuatu atau ada seseorang yang membuatmu marah, maka kamu tidak akan ikut marah karenanya. Kamu lebih memikirkan semuanya dengan teliti semua hal dan kemudian memutuskan semuanya. Kamu semakin dewasa dan matang dalam berpikir. Dan yang paling penting adalah aku setiap hari semakin menyukaimu… aku yang selalu berpikir kalau aku bisa membuatmu jatuh cinta. Ternyata aku salah…. akulah yang semakin jatuh cinta padamu. Bagaimana ini???”
Daniel menyelipkan tangannya dibawah bantal Sarah Li. Dan kemudian mencium keningnya.
“setelah ini kita akan menjalani latihan yang lebih sulit dan keras. Aku harap kamu bertahan melewati semuanya. Bertahanlah sampai semuanya selesai. Aku juga akan bertahan meredam semua keinginanku kepadamu. Kita akan menjadi kuat bersama…”
__ADS_1
“hmm…” Sarah menjawab sambil mengunyah sesuatu dimulutnya. Dari reaksinya seolah ia mendengarkan semua perkatan Daniel kepada dirinya.
Hari sudah hampir pagi dan matahari sebentar lagi akan menunjukkan kekuatan sinarnya.
Kedua pasangan ini tidur dengan sangat lelap. Seolah tidak ada masalah yang terjadi pada hari ini. Mereka tertidur dengan tenang seperti bayi yang tidur dalam pelukan ibunya.
Suara ponsel Daniel membuat mereka terbangun pada saat hari matahari sudah tinggi. Daniel melihatnya dan kemudian mematikan ponselnya.
“siapa??? “ tanya Sarah dengan malas
“Ren menghubungiku… nanti saja akan aku hubungi balik… tidur lagi saja…” Jawab Daniel yang juga dengan malas.
“bagaimana jika ada urusan penting…. ponselnya
berdering tiada henti.”
Sarah duduk dengan cepat dan berjalan kearah kamar mandi.. Ia menggosok gigi dan mandi dengan cepat karena makan adalah salah satu hal penting bagi Sarah.
Sarah tidak menemukan bajunya dikamar mandi. Hanya ada kemeja lengan pendek berwarna kuning tergantung dikamar mandi. Sarah mencium aroma parfum yang biasa digunakan Daniel.
“sepertinya ini baju yang belum digunakan…. aku pakai ini saja…” kata Sarah kepada dirinya sendiri.
Daniel yang lebih tinggi 10 cm dari Sarah membuat baju yang digunakannya terlihat sangat panjang, bahkan sampai satu jengkal diatas lutut. Sarah keluar dari kamar mandi ketika Daniel sedang menelan minumannya.
Begitu Sarah keluar dari pintu kamar mandi, Daniel mendadak lupa cara menelan air dari tenggorokannya. Sarah dengan pakaian seperti ini sangat berbahaya menurutnya.
__ADS_1
“kenapa …. kenapa…. kamu berpakaian seperti ini….”Daniel bicara dengan terbata – bata sambil menunjuk Sarah Li dari atas
kebawah
Sarah yang tidak merasa salah dengan pakaiannya hanya menjawab “pelayan tidak meletakkan pakaianku didalam sana, hanya ada pakaianmu. Apa kamu sangat perhitungan dengan pakaian saja?” Sarah mengerutkan keningnya melihat Daniel. Pria dengan simpanan uang, emas dan perhiasan kenapa begitu pelit meminjamkan selembar pakaian seperti ini. Ia memang mengetahui merek pakaian yang dkenakan adalah edisi terbatas. Tapi bagaimana pun ia adalah istrinya. Seharusnya tidak boleh berkata seperti itu.
Daniel mengalihkan pandangannya dari Sarah. Bagaimana pun ia pria normal yang selama ini sudah cukup kesepian. Bersabar melihat wanita yang dicintainya dari jauh. Bahkan setelah menikah, ia harus menahan
keinginannya sebagai seorang pria untuk memiliki istrinya sepenuhnya. Tidak mudah menahan semua ini, ia berusaha keras menahan semua keinginannya dengan pekerjaan yang menumpuk dan kesibukannya yang lain. Dan ia hampir gagal mempertahankan semuanya hanya karena pakaian yang dikenakan Sarah Li sekarang.
Daniel memijat keningnya ketika Sarah semakin mendekat kearahnya. Sarapan sudah tersedia di meja dan Sarah dengan santai berajalan kearag meja dan duduk dengan sembarang seperti biasa. Daniel yang berada dihadapannya hanya bisa mengalihkan pandangannya sambil menyuapkan makanan kemulutnya perlahan – lahan.
“kamu tidak mandi???” tanya Sarah yang aneh melihat Daniel. Biasanya pria ini selalu mandi dahulu sebelum sarapan. Kali ini sungguh tidak biasa.
“ooh…. ya….” Daniel menjawab terbata – bata sambil berjalan kearah kamar mandi. Bagaimana pun ia harus menutupi rasa canggungnya dihadapan Sarah.
Daniel berjalan dengan cepat kearah kamar mandi dan kemudian ia pun mandi dengan memikirkan Sarah Li. Ketika keluar dari kamar mandi Daniel hanya mengenakan celana pendek kesukaannya dengan model army berwarna coklat. Dengan bertelanjang dada.
Sarah terkejut melihat Daniel yang terlalu berani dihadapannya. Sarah menutup wajahnya dengan telapak tangan kirinya agar tidak melihat Daniel.
“kenapa kamu tidak berpakaian?? benar – benar tidak sopan…” keluh Sarah
“bukan kah kamu memakai pakaianku??” kata Daniel sambil menaikkan satu alisnya.
Sarah melihat pakaiannya dan baru menyadari dia adalah penyebab masalahnya. Sarah perlahan meletakkan tanggannya di pangkuannya dan menurunkan perlahan kemeja yang dipakainya agar menutupi kakinya yang terbuka.
__ADS_1
Ketika Sarah menaikkan pandagannya dan melihat tubuh Daniel. Terlihat kesempurnaan, tapi hatinya sedih melihat bekas luka yang sangat banyak ditubuhnya. Sepertinya cerita dan mimpi itu benar adanya. Pria ini pernah terluka parah karena melindunginya. Mata Sarah tiba – tiba mengeluarkan lagi air mata. Perlahan ia berjalan menghampiri Daniel dihadapannya dan duduk dipegangan kursi milik Daniel.
Dari dekat Sarah melihat dari depan hingga belakang tubuh Daniel bekas luka benda tajam. Bekas jahitan luka itu terlihat jelas diseluruh tubuhnya. Tubuhnya yang kekar dan berotot keras seolah tidak bisa menutupi seluruh luka itu. Dan hati Sarah juga seolah ikut sakit, walau hanya melihatnya.