
Hampir 2 minggu Sarah tidak berada di ruangan
kantornya. Begitu sampai diruangannya, Nana menghubungi Sarah kalau Andy Li
ingin menemuinya diruangannya.
Dalam perusahaan Li, Andy Li adalah Direktur
Utama. Sisca adalah Wakil Direktur, Serena adalah Direktur Keuangan sedangkan
Sarah Li ada Direktur Pelaksana.
Diruangan Andy Li sudah menunggu kakak pertama
dan kedua.
“apa kabar adik kecil?? “ sapa Serena.
Sejak menikah, kedua saudaranya tinggal dirumah
masing – masing. Ini adalah pertama kali mereka bertemu sejak liburan waktu
itu. Sebenarnya bukannya tidak bertemu sama sekali, mereka masih sering
bertelepon, melakukan panggilan video dan saling mengirim pesan satu sama lain.
Sarah memeluk dan mencium kedua saudaranya itu.
“baik… aku sudah sembuh sekarang.” Sarah
tersenyum sambil menaikkan alisnya.
“ayo duduk. Kita harus membahas proyek kerja sama
kita.” kata Sisca yang terlihat sangat bersemangat seperti biasanya.
Dikursi tamu ruangan Andy Li. Tiga putri, pilar
keluarga Li sudah berkumpul bersama. Mereka membahas tentang proyek kerja sama
yang akan dikerjakan oleh perusahaan Li. Modal yang dibutuhkan juga sangat
besar, sebenarnya untuk level keluarga Li yang sudah beratus tahun memiliki
usaha mereka sangat mudah mengeluarkan modal sebesar ini. Tapi mereka tidak
mungkin melakukan usaha sendiri, kerja sama sangat dibutuhkan. Karena bagaimana
pun, ada mereka hidup dengan jangka waktu yang lama. Keluarga mereka tidak bisa
melakukan semua usahanya secara monopoli. Jadi, mereka lebih mengedepankan
kerja sama untuk mengembangkan usahanya.
Andy Li menekankan poin penting dalam kerja sama
kali ini. Serena juga menjelaskan modal yang mereka butuhkan untuk membangun
usaha baru perusahaan Li kali ini. Andy Li juga menekankan kepada ketiga
anaknya agar tidak melakukan kesalahan dalam usaha kali ini, karena melibatkan
pihak yang memili modal besar. Reputasi perusahaan Li dipertaruhkan dalam kerja
sama kali ini.
“Sarah Li, saya mendengar dari Perusahaan Long
katanya kamu kurang fokus pada kerja sama dengan mereka. Apa masalahnya?” tanya
Andy Li
“maaf pak. Hari ini saya sudah mengatur jadwal
untuk bertemu dengan James. Orang dari perusahaan Long. Kami akan membahas
semuanya nanti.”
“saya harap kamu tidak mengecewakan mereka.
Mereka salah satu perusahaan terbesar di Negara ini dan diluar negeri. Kita
memerlukan mereka untuk mengekspor barang. Usaha Fashion kali ini harus
berhasil, bukan kah kita sudah membahasnya jauh – jauh hari?” Andy Li terlihat
tidak senang dengan kerja sama yang tidak ada hasil kali ini.
“apa ada kendala dalam pengerjaannya?” tanya
__ADS_1
Sisca Li
“mereka meminta kita memperoleh hak cipta dari
sulaman Xiang. Tapi hal itu sulit didapatkan, karena hak cipta dari sulaman
Xiang sendiri dipegang oleh keluarga yang sudah mewarisi sulaman ini secara
turun termurun. Mereka memiliki kepentingan masing – masing ketika aku
mengajukan opsi kerja sama, internal mereka saja tidak bisa disatukan. Saya
khawatir, jika kita terlalu memaksakan kedepannya akan ada masalah yang membuat
sulit perusahaan.”
Sisca, Serena dan Andy Li mengangguk mendengar
penjelasan yang masuk akal.
“saya sudah memberikan opsi kepada James untuk
mempertimbangkan jenis modiste atau houte couture. Jadi, usaha kita tetap
mengedepankan kualitas dalam pembuatan busana. Kalau dalam modiste, kita
menunggu para pelanggan datang dan membuat pesanan berdasarkan permintaan
mereka. Sedangkan jika Houte couture, pakaian sudah di desain dan dibuat oleh
para desainer kita. Untuk bahan dan model yang digunakan tetap menggunakan
bahan alami dan model tradisional dan internasional. Intinya, unsur budaya akan
tetap dimasukkan dalam setiap busana yang akan dibuat nantinya.” Sarah
menjelaskan panjang lebar kepada ketiga petinggi perusahaan Li.
“ide kamu bagus, saya rasa jika menyampaikan hal
ini kepada perusahaan Long… mereka akan menyetujuinya. Karena mereka sangat
fokus pada pengembangan budaya lokal. “ kata Andy sambil mengangguk puas dengan
penjelasan Sarah.
bertemu dan membahas masalah ini. Karena sebenar lagi, kita ada jadwal bertemu
dengan para investor.” kata Sarah sambil mengedipkan mata.
“baiklah terima kasih untuk kehadiran kalian
semua pada briefing kali ini. Semoga kedepannya Perusahaan Li bisa lebih maju
dari pada hari ini.”
Andy Li berdiri dan ketiga putrinya mengikuti
Andy Li untuk berdiri dan membungkukkan tubuhnya untuk memberikan hormat kepada
atasan mereka. Kemudian mereka pergi keluar dari ruangan Andy Li.
Suasana dikantor dan dirumah jelas berbeda.
Ketika sudah membahas mengenai pekerjaan,
hubungan mereka adalah atasan dan bawahan. Semua harus bersikap dan bekerja
secara professional. Tidak mengenal hubungan darah. Jika melakukan kesalahan,
seorang Andy Li tidak akan sungkan menghukum dan marah kepada mereka bertiga.
Baik itu secara pribadi maupun ketika rapat bersama karyawan lain.
Inilah alasan kenapa para karyawan sangat
menghormati atasan mereka, karena mereka benar – benar bekerja. Bukan karena
mengandalkan hubungan darah.
Begitu keluar dari ruangan Andy Li, Serena
berkata sambil melihat jam tangannya “bagaimana jika kita makan siang bersama?
Masih ada waktu 1 jam lagi untuk rapat dengan investor. “
“maaf kakak kedua, aku masih ada pekerjaan yang
belum selesai. Sepertinya aku akan makan siang diruangan saja.” kata Sarah
__ADS_1
sambil mengela nafas.
“ayo lah… sebentar saja.. “ bujuk Serena
“benar – benar tidak bisa… maafkan aku.” Sarah
menunjukkan wajah cemberut kepada Serena.
“baiklah, kami nanti akan membelikan kopi
untukmu. Kami berdua makan siang dulu ya…. “ Kata Sisca sambil menepuk pelan
pundak saudara perempuannya.
“terima kasih. Kalian sangat baik kepadaku. “
Sarah menyandarkan kepalanya bergantian dengan Sisca dan Serena.
Sarah melihat kedua saudaranya berlalu dari
hadapannya, dan ia pun segera masuk kedalam ruangan kerjanya. Nana sudah
menyiapkan makan siang dimeja tamu Sarah. Aroma makanan memenuhi ruangan
Sarah
“makan siang sudah disiapkan, silahkan anda makan
nona Li.” kata Nana.
“bagaimana jika kita makan dikantin kantor, aku
sedikit bosan melihat laptop dan berkas dimeja ku saat ini.” keluh Sarah
“baik nona…” jawab Nana dengan semangat dan
membawa makan siang mereka berdua ke kantin kantor.
Sarah sangat jarang berada ditempat ini, ia
sudah lelah bekerja. Ia dan Nana akan mendatangi kantin hanya sekedar duduk dan
minum kopi atau teh kemudian kembali lagi bekerja.
Suasana kantin belum begitu ramai. Sarah memilih
tempat duduk dekat jendela, karena disini ia bisa melihat kearah luar gedung
dari lantai 10. Penjaga kantin langsung mendekati Sarah dan bertanya
“nona mau minum kopi atau teh?? “
“hari ini aku butuh air mineral. “ kata Sarah
dengan ramah sambil menujukkan barisan gigi depannya yang rapi.
Petugas kantin itu terkejut, Ini adalah pertama
kalinya Sarah bersikap ramah kepada dirinya. Biasanya Sarah akan menjawab
pertanyaannya tanpa senyum diwajahnya. Wanita paruh baya itu dengan senang hati
membawakan air mineral kepada Sarah. Sarah mengeluarkan 10 amplop merah dari
saku long coat blasernya.
“ini adalah hadiah untuk kalian. Kalau tidak
salah pegawai di kantin ada 10 orang bukan?” tanya Sarah
“benar nona…. ini untuk apa??” tanya wanita
itu dengan wajah bingung.
“angpau karena nona ketiga Li akan segera
menikah.” jawab Nana sembarang
“benarkah?” tanya pegawai
Sarah membersarkan matanya menatap Nana. Sambil
menggelengkan kepalanya Sarah mengalihkan pandangannya kepada pegawai kantin
“ini untuk kalian karena sudah melayani aku dan
semua karyawan dengan sangat baik. Terima kasih untuk kerja keras kalian.”
Sarah tersenyum sambil menganggukkan sekali kepalanya menatap wanita tersebut.
__ADS_1