Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 44


__ADS_3

Hampir 2 minggu Sarah tidak berada di ruangan


kantornya. Begitu sampai diruangannya, Nana menghubungi Sarah kalau Andy Li


ingin menemuinya diruangannya.


Dalam perusahaan Li, Andy Li adalah Direktur


Utama. Sisca adalah Wakil Direktur, Serena adalah Direktur Keuangan sedangkan


Sarah Li ada Direktur Pelaksana.


Diruangan Andy Li sudah menunggu kakak pertama


dan kedua.


“apa kabar adik kecil?? “ sapa Serena.


Sejak menikah, kedua saudaranya tinggal dirumah


masing – masing. Ini adalah pertama kali mereka bertemu sejak liburan waktu


itu. Sebenarnya bukannya tidak bertemu sama sekali, mereka masih sering


bertelepon, melakukan panggilan video dan saling mengirim pesan satu sama lain.


Sarah memeluk dan mencium kedua saudaranya itu.


“baik… aku sudah sembuh sekarang.” Sarah


tersenyum sambil menaikkan alisnya.


“ayo duduk. Kita harus membahas proyek kerja sama


kita.” kata Sisca yang terlihat sangat bersemangat seperti biasanya.


Dikursi tamu ruangan Andy Li. Tiga putri, pilar


keluarga Li sudah berkumpul bersama. Mereka membahas tentang proyek kerja sama


yang akan dikerjakan oleh perusahaan Li. Modal yang dibutuhkan juga sangat


besar, sebenarnya untuk level keluarga Li yang sudah beratus tahun memiliki


usaha mereka sangat mudah mengeluarkan modal sebesar ini. Tapi mereka tidak


mungkin melakukan usaha sendiri, kerja sama sangat dibutuhkan. Karena bagaimana


pun, ada mereka hidup dengan jangka waktu yang lama. Keluarga mereka tidak bisa


melakukan semua usahanya secara monopoli. Jadi, mereka lebih mengedepankan


kerja sama untuk mengembangkan usahanya.


Andy Li menekankan poin penting dalam kerja sama


kali ini. Serena juga menjelaskan modal yang mereka butuhkan untuk membangun


usaha baru perusahaan Li kali ini. Andy Li juga menekankan kepada ketiga


anaknya agar tidak melakukan kesalahan dalam usaha kali ini, karena melibatkan


pihak yang memili modal besar. Reputasi perusahaan Li dipertaruhkan dalam kerja


sama kali ini.


“Sarah Li, saya mendengar dari Perusahaan Long


katanya kamu kurang fokus pada kerja sama dengan mereka. Apa masalahnya?” tanya


Andy Li


“maaf pak. Hari ini saya sudah mengatur jadwal


untuk bertemu dengan James. Orang dari perusahaan Long. Kami akan membahas


semuanya nanti.”


“saya harap kamu tidak mengecewakan mereka.


Mereka salah satu perusahaan terbesar di Negara ini dan diluar negeri. Kita


memerlukan mereka untuk mengekspor barang. Usaha Fashion kali ini harus


berhasil, bukan kah kita sudah membahasnya jauh – jauh hari?” Andy Li terlihat


tidak senang dengan kerja sama yang tidak ada hasil kali ini.


“apa ada kendala dalam pengerjaannya?” tanya

__ADS_1


Sisca Li


“mereka meminta kita memperoleh hak cipta dari


sulaman Xiang. Tapi hal itu sulit didapatkan, karena hak cipta dari sulaman


Xiang sendiri dipegang oleh keluarga yang sudah mewarisi sulaman ini secara


turun termurun. Mereka memiliki kepentingan masing – masing ketika aku


mengajukan opsi kerja sama, internal mereka saja tidak bisa disatukan. Saya


khawatir, jika kita terlalu memaksakan kedepannya akan ada masalah yang membuat


sulit perusahaan.”


Sisca, Serena dan Andy Li mengangguk mendengar


penjelasan yang masuk akal.


“saya sudah memberikan opsi kepada James untuk


mempertimbangkan jenis modiste atau houte couture. Jadi, usaha kita tetap


mengedepankan  kualitas dalam pembuatan busana. Kalau dalam modiste, kita


menunggu para pelanggan datang dan membuat pesanan berdasarkan permintaan


mereka. Sedangkan jika Houte couture, pakaian sudah di desain dan dibuat oleh


para desainer kita. Untuk bahan dan model yang digunakan tetap menggunakan


bahan alami dan model tradisional dan internasional. Intinya, unsur budaya akan


tetap dimasukkan dalam setiap busana yang akan dibuat nantinya.” Sarah


menjelaskan panjang lebar kepada ketiga petinggi perusahaan Li.


“ide kamu bagus, saya rasa jika menyampaikan hal


ini kepada perusahaan Long… mereka akan menyetujuinya. Karena mereka sangat


fokus pada pengembangan budaya lokal. “ kata Andy sambil mengangguk puas dengan


penjelasan Sarah.


bertemu dan membahas masalah ini. Karena sebenar lagi, kita ada jadwal bertemu


dengan para investor.” kata Sarah sambil mengedipkan mata.


“baiklah terima kasih untuk kehadiran kalian


semua pada briefing kali ini. Semoga kedepannya Perusahaan Li bisa lebih maju


dari pada hari ini.”


Andy Li berdiri dan ketiga putrinya mengikuti


Andy Li untuk berdiri dan membungkukkan tubuhnya untuk memberikan hormat kepada


atasan mereka. Kemudian mereka pergi keluar dari ruangan Andy Li.


Suasana dikantor dan dirumah jelas berbeda.


Ketika sudah membahas mengenai pekerjaan,


hubungan mereka adalah atasan dan bawahan. Semua harus bersikap dan bekerja


secara professional. Tidak mengenal hubungan darah. Jika melakukan kesalahan,


seorang Andy Li tidak akan sungkan menghukum dan marah kepada mereka bertiga.


Baik itu secara pribadi maupun ketika rapat bersama karyawan lain.


Inilah alasan kenapa para karyawan sangat


menghormati atasan mereka, karena mereka benar – benar bekerja. Bukan karena


mengandalkan hubungan darah.


Begitu keluar dari ruangan Andy Li, Serena


berkata sambil melihat jam tangannya “bagaimana jika kita makan siang bersama?


Masih ada waktu 1 jam lagi untuk rapat dengan investor. “


“maaf kakak kedua, aku masih ada pekerjaan yang


belum selesai. Sepertinya aku akan makan siang diruangan saja.” kata Sarah

__ADS_1


sambil mengela nafas.


“ayo lah… sebentar saja.. “ bujuk Serena


“benar – benar tidak bisa… maafkan aku.” Sarah


menunjukkan wajah cemberut kepada Serena.


“baiklah, kami nanti akan membelikan kopi


untukmu. Kami berdua makan siang dulu ya…. “ Kata Sisca sambil menepuk pelan


pundak saudara perempuannya.


“terima kasih. Kalian sangat baik kepadaku. “


Sarah menyandarkan kepalanya bergantian dengan Sisca dan Serena.


Sarah melihat kedua saudaranya berlalu dari


hadapannya, dan ia pun segera masuk kedalam ruangan kerjanya. Nana sudah


menyiapkan makan siang dimeja tamu Sarah.  Aroma makanan memenuhi ruangan


Sarah


“makan siang sudah disiapkan, silahkan anda makan


nona Li.” kata Nana.


“bagaimana jika kita makan dikantin kantor, aku


sedikit bosan melihat laptop dan berkas dimeja ku saat ini.” keluh Sarah


“baik nona…” jawab Nana dengan semangat dan


membawa makan siang mereka berdua ke kantin kantor.


Sarah sangat jarang berada ditempat ini, ia


sudah lelah bekerja. Ia dan Nana akan mendatangi kantin hanya sekedar duduk dan


minum kopi atau teh kemudian kembali lagi bekerja.


Suasana kantin belum begitu ramai. Sarah memilih


tempat duduk dekat jendela, karena disini ia bisa melihat kearah luar gedung


dari lantai 10. Penjaga kantin langsung mendekati Sarah dan bertanya


“nona mau minum kopi atau teh?? “


“hari ini aku butuh air mineral. “ kata Sarah


dengan ramah sambil menujukkan barisan gigi depannya yang rapi.


Petugas kantin itu terkejut, Ini adalah pertama


kalinya Sarah bersikap ramah kepada dirinya. Biasanya Sarah akan menjawab


pertanyaannya tanpa senyum diwajahnya. Wanita paruh baya itu dengan senang hati


membawakan air mineral kepada Sarah. Sarah mengeluarkan 10 amplop merah dari


saku long coat blasernya.


“ini adalah hadiah untuk kalian. Kalau tidak


salah pegawai di kantin ada 10 orang bukan?” tanya Sarah


“benar nona…. ini untuk apa??”  tanya wanita


itu dengan wajah bingung.


“angpau karena nona ketiga Li akan segera


menikah.” jawab Nana sembarang


“benarkah?” tanya pegawai


Sarah membersarkan matanya menatap Nana. Sambil


menggelengkan kepalanya Sarah mengalihkan pandangannya kepada pegawai kantin


“ini untuk kalian karena sudah melayani aku dan


semua karyawan dengan sangat baik. Terima kasih untuk kerja keras kalian.”


Sarah tersenyum sambil menganggukkan sekali kepalanya menatap wanita tersebut.

__ADS_1


__ADS_2