Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 190


__ADS_3

Daniel sampai dikamarnya. Dengan kesal Daniel menghempaskan tubuhnya ketempat tidurnya. Andy Li duduk ditepi tempat tidur sambil menepuk – nepuk kaki Daniel.


“anakku… apa kamu pernah membaca surat yang dikirim Sarah setiap pagi ketika kalian ada dipulau??”


Daniel menggelengkan kepalanya, setelah Sarah tertidur ia selalu ada dikamarnya dan sambil duduk melihat


dirinya tertidur dengan pulas dan dia hanya duduk disofa sambil melihat Sarah. Ketika hari menjelang pagi, Daniel baru tertidur. Disaat itu biasanya Sarah membalas surat dari Sisca dan papanya.


“kamu tahu,,, saat dipulau mungkin ia banyak merasa tertekan dan dia menceritakan semuanya kepada kami.


Bagaimana ia curiga kalau kamu adalah orang yang berbeda dengan yang biasanya. Sikap kamu yang terlalu keras kepadanya. Semua kekesalannya diungkapkannya. Bahkan ia merasa kamu adalah Daniel Long yang palsu…”


“semua rencana Sarah, jujur saja tidak ada satupun dari kami yang menyetujuinya. Hanya saja tadi malam, semuanya berjalan dengan sangat cepat. Karena ketika selama latihan ia sudah mengetahui kalau hari ini akan datang. Saat itu, ia meminta kepada papa kamu untuk mencari informasi mengenai semua ini. Super blood moon, istilah zaman sekarang terjadi hampir 200 tahun sekali. Menurut kepercayaan leluhur kita. Pada saat terjadinya peristiwa itu, para makhluk tersebut akan bangkit. Sepertinya mereka memerlukan kekuatan tambahan untuk bisa melakukan semuanya. “


“bagaimana jika gagal??” Daniel langsung menjawab tanya melihat kearah Andy Li


“hujan meteor juga akan turun… kamu tahu apa artinya??”


“itu pertanda baik bagi Sarah. Ia bisa menghisap energi baik dari langit dan membuat dirinya menjadi lebih kuat.”


“tidak ada yang mengajarinya tentang hal itu…” Daniel bicara dengan ketus kepada Andy Li. Matanya masih


menatap langit – langit kamarnya.


“bukankah kamu sudah memegang ponsel Sarah. Lihat la secara menyeluh. Kamu pasti akan mendapat jawabannya.” Andy Li kembali menepuk kaki Daniel dan pergi meninggalkannya sendiri.


Daniel memejamkan matanya dalam waktu singkat dia berada ditengah hutan. Didepannya membentang rumput hijau dan danau yang terlihat sangat tenang. Mata Daniel berhenti pada sosok seorang wanita duduk dibawah pohon besar. Walau hanya melihat lengan kanannya dari belakang, Daniel meresa sangat familiar dengan wanita itu. Ia pun berjalan mendekati wanita itu dan melihatnya sambil memiringkan kepalanya.


“akhirnya kamu datang.” kata wanita itu dan ternyata ia adalah Sarah Li.


“kamu…..” Daniel melihat Sarah dengan mata berkaca – kaca.


“waktuku tidak banyak…. tolong dengarkan aku baik – baik.” Sarah berdiri dihadapan Daniel dan melihatnya


dengan serius.

__ADS_1


Daniel terdiam melihat Sarah.


“aku mohon berhenti berdebat dengan papamu. Aku bisa mendengarkan semuanya dari sana. Karena ini.” Sarah


menaikkan jari tangannya dan menunjukkan cincin pernikahan mereka.


“nanti malam dibukit kerinduan mereka akan memulai rituan pembangkitan suku terlarang yang sudah meninggal


itu. Mereka akan melakukannya tepat ditengah malam. Jadi bersiaplah pada waktu itu. “


“KAMU MENGORBANKAN DIRIMU SENDIRI… AKU TIDAK AKAN PERNAH MENYETUJI SEMUANYA.” Daniel bicara sambil meluapkan semua emosinya kepada Sarah.


Sarah tersenyum menatap Daniel dan memegang pipinya mengarahkan wajahnya tepat dihadapan Sarah. “aku paham kekesalan mu saat ini. Jika kamu tidak ingin membantu, tidak masalah. Aku akan melakukannya sendiri.”


Daniel ingin melepaskan tangan Sarah di pipinya tapi ia tidak tega. Semarah apapun dia, tidak mungkin


melakukan hal ini kepada orang yang dicintainya.


“semua demi kehidupan kita. Jika semuanya berakhir, kita akan bisa memulai semuanya dari awal lagi.” Sarah


berusaha membujuk Daniel yang masih terlihat kesal dengan semua keadaan yang ada.


Daniel menundukkan wajahnya sambil memejamkan matanya. Bagaimana mungkin ia bisa menatap orang yang


disayanginya berusaha masuk dalam bahaya sendiri tanpa dirinya.


“aku paham, kamu menyalahkan dirimu sendiri karena keadaan sekarang ini. Semua bukan salah mu atau mereka. Ini keputusanku. Jika semuanya berakhir dengan baik, ini adalah hadiah dari langit untuk kehidupan kita berdua. Tapi jika terjadi sesuatu denganku… ”


Daniel menutup mulut Sarah Li dengan bibirnya. Hati dan pikirannya tidak menginginkan sesuatu hal yang buruk


terjadi pada orang yang sangat dicintainya.


Nafas Daniel dan Sarah tidak beraturan, dan mereka saling menatap satu sama lain.


“aku tidak akan ijinkan terjadi sesuatu denganmu. Aku pastikan itu…. jadi berhentilah bicara yang tidak –

__ADS_1


tidak. “ Daniel meletakkan keningnya di kening Sarah Li


Sarah mengangguk dan tersenyum tipis.


“aku harus kembali….” Sarah memeluk Daniel. Sama dengan dirinya, ia tidak mau berpisah. Hari ini Sarah


belajar kalau melepaskan pelukan dari orang yang kita cintai, tidak semudah yang kita pikirkan.


Daniel menggelengkan kepalanya dan tidak mau melepaskan pelukannya pada Sarah.


“mereka sudah memanggilku…” Sarah memaksa Daniel dengan ucapan tanpa memaksanya melepaskan pelukan.


Daniel tetap menggelengkan kepalanya. Perlahan angin segar bertiup dan tubuh Sarah hilang dari pelukannya.


“Tidak….” bisik Daniel. Pria ini seperti memeluk angin, Sarah sudah pergi dari hadapannya.


“aku tidak bisa hidup satu hari pun tanpamu…” suara Daniel bergetar menahan kesedihannya.


Daniel terbangun dari tidurnya, air matanya mengalir dari sudut mata. Bahkan dalam mimpi sekalipun berpisah


dengan Sarah begitu menyakitkan baginya. Daniel duduk dan bersila diatas tempat tidur sambil memijat pelipis matanya perlahan.


Ini pasti bukan mimpi biasa, Sarah Li pasti masuk kedalam mimpinya untuk memberitahukan semuanya. Seandainya sekarang adalah mimpi, apakah boleh berharap seperti itu?? kata Batin Daniel.


Daniel membuka ponsel Sarah yang masih terletak disebelahnya. Daniel membuka galeri ponselnya dan membuka videonya satu persatu. Bibirnya tersenyum kemudian telihat bersedih, tersenyum lagi dan bersedih lagi. Daniel tenggelam dalam perasaannya sendiri ketika melihat ponsel Sarah.


“jika kau melihat video ini…. mungkin ini adalah video terakhir yang aku buat. Lihat lah,, dia sedang tertidur… ”


Sarah menunjukkan Daniel yang sedang tertidur dan kemudian menunjukkan dari jendela kearah seberang jalan


dihotel.


“lihatlah diseberang jalan itu, dibalik pohon besar ada orang yang sedang berdiri mengintaiku. Sepertinya


berganti identitas tidak ada pengaruhnya bagi ku.. karena ini..” Sarah mengangkat tangan kanannya kedepan kamera.

__ADS_1


“kamu lihat,,,, ada benang merah ditangan ku.. Aku tidak bisa melepaskannya. Kamu tahu apa yang aku rasakan sekarang?? Aku seperti seekor anjing yang dipegang talinya oleh tuannya agar aku tidak melarikan diri dari mereka. Sialnya, tidak ada yang bisa melepaskan ikatakan ini. Kecuali diriku sendiri yang membatalkan perjanjian sialan itu. Aku ingat perjanjian itu, hari ini….” Sarah terlihat ragu mengucapkan ketika berbicara.


“sudah dulu,, aku akan menemui papaku dan papamu. Mungkin mereka ada jalan keluar untuk masalah ini. Istirahat lah yang cukup. Aku akan segera kembali…” Sarah mencium kening Daniel dan kemudian rekaman selesai setelah Sarah melambaikan tangannya.


__ADS_2