
Sementara Sarah Li dan Huanran bercerita. Daniel Long menemui David Long yang sudah membawa orang yang menyamar menjadi Hans diruangan bawah tanah rumah keluarga Long.
Begitu ia sampai didalam ruangan, David Long sudah mengikat tangan dan kakinya dengan posisi tergantung. Ia diikat dengan energi sehingga kecil kemungkinan bisa lepas. Ditambah lagi ruangan ini sudah disegel dari dunia luar sehingga tidak ada satu orang pun yang bisa melacak makhluk itu jika sudah berada didalam ruangan ini.
“siapa kamu…” tanya Daniel
Dengan waktu singkat orang itu berubah bentuk menjadi James. “ini aku sahabatmu… lepaskan aku… kenapa kamu bisa melakukan hal ini kepada sahabat mu sendiri.”
Daniel terkejut melihat wajah James, sahabat yang dirindukannya dan tidak pernah terlintas dalam pikirannya kalau ia akan menjadi pengikut klan elang yang akan menyakiti Sarah Li.
“kamu…..” hati Daniel nyaris goyah karenanya. David Long membentangkan tangan kanannya mencegah Daniel mendekat kearah makhluk itu.
“kamu memang sulit diajak bekerja sama….” dalam waktu singkat wajahnya berubah menjadi Andrew dan berbicara kepada David seperti cara dia bicara ketika sedang membahas tentang bisnis.
“berhenti bermain – main denganku… “ David Long mengeluarkan cahaya dari ujung jari telunjuknya dan membuat orang itu menjerik kesakitan.
“kamu berani sekali menyakiti sahabat menantu kamu….” wajahnya berubah menjadi Nana.
David Long mengarahkan jari tengahnya kearah orang itu dan ia berteriak semakin menjadi – jadi.
“apa gunanya kalian menyiksaku… kalau aku mati akan ada lagi orang yang ditugaskan mendapatkan cristal energi menantumu… jadi percuma saja…”
Orang itu semakin memprovokasi David Long dan dengan santai David duduk dikursi dengan santai mengaitkan satu kakinya dikaki yang lain sambil menyilangkan kedua tangan didadanya. Orang itu semakin menggila… wajahnya berubah dan suaranya pun berubah menyerupai orang yang ditirukannya.
“apa kamu tidak ingin bersenang – senang anakku?”
“tentu saja pa…. “ Daniel yang tadi berwajah kaku berubah menjadi lebih santai dan duduk disamping papanya dengan posisi yang sama. Daniel mengambil remote dimeja antara dirinya dan papanya. Kemudian mengarahkan kepada dinding disamping David Long. Dinding itu bergeser dan terlihat ruangan penyiksaan yang sebenarnya. Dinding itu dilapisi kaca kedap suara. Mereka memukul – mukul kaca, minta dibebaskan tapi sayangnya hal itu tidak pernah terjadi.
Makhluk itu melihat pemandangan mengerikan dihadapannya. Ada tengkorak yang tergantung, wajah mengerikan dengan penuh darah, mereka saling memakan satu sama lain.
“sudah berapa lama mereka didalam sana??” tanya David Long kepada putranya
__ADS_1
“aku tidak ingat, tapi kalau dari catatan ada yang sudah berpuluh – puluh tahun didalam
sana. Yang tergantung dan sudah menjadi tengkorak sepertinya orang baru masuk
minggu lalu. Aku lupa apakah itu James atau bukan..” jawab Daniel dengan santai
sambil melihat kukunya
“kalian benar –
benar jahat dan tidak memiliki akal sehat.” teriak orang itu
David tepuk tangan mendengar perkataan orang tersebut dan kemudian berkata “orang yang berani mempunyai niat mencelakai menantu keluarga ku mana berhak untuk hidup dengan tenang. Ujung dari hidupnya adalah kematian atau disiksa perlahan – lahan sampai kematian itu datang sendiri.”
“kamu ini…. lihat baik – baik ya… “ kata David sambil mengambil remote dari tangan Daniel sambil berkata “siapa diantara kalian yang berhasil membuat satu orang mati dan memakan dagingnya sampai habis, maka kalian akan aku bebaskan… dan akan menjadi bagian dari orang kepercayaanku. Kalian bisa membangun kembali kehidupan kalian.”
Mereka terdiam dan mulai mengincar siapa yang orang yang paling lemah dan langsung menyerang orang itu habis – habisan.
“kalian….ini…. makhluk seperti …. apa??” suara orang itu bergetar ketakutan. Rasa beraninya ciut melihat pemandangan dihadapannya.
“kamu mau melihat pemandangan ini seterusnya sampai pagi atau tidak??” tanya David
“tidak ,,,,, aku tidak mau…. tidak…. mau melihat ini..”
David tertawa terbahak – bahak melihat ketakutan diwajah orang tersebut. “karena kamu mengatakan tidak…. maka kamu akan menjadi juri untuk melihat siapa pemenang didalam sana. Besok pagi kami akan menemuimu lagi,,,,”
“papa…. aku lupa menghidupkan speaker diruangan ini agar dia tidak kesepian dan bisa mendengarkan apa yang terjadi diruangan sebelah.” kata Daniel yang mengarahkan remote control kearah dinding itu dan dalam hitungan detik semua teriakan kesakitan bercampur dengan teriakan terror kematian terdengar diruangan itu.” Daniel dan David melambaikan tangan kearah makhluk itu dan langsung mengunci pintu ruangannya.
“ah…. aku lupa…” Daniel menghentikan langkahnya. Senyuman licik sambil menaikkan alisnya mencerminkan kalau ia akan melakukan sesuatu yang gila. Daniel menepuk sekali tangannya
“aurora….”
__ADS_1
“ya… tuan muda Long” robot pintar menjawab Daniel
“bantu aku untuk mengawasi pria ini, jika ia tidak menjawab pertanyaanmu… buka kaca pembatas setengah cm. Jika dia menjawab dengan jujur tutup 1 cm. Pastikan setiap 30 menit sekali, ia menjawab semua pertanyaan darimu dengan benar. Aku ingin mengetahui rahasia yang sebenarnya.”
“baik tuan muda Long…”
Dari plafon turun penutup kepala dari besi putih dan mendarat dengan sempurna dikepala orang yang tadi menyamar menjadi Hans tersebut.
“aku serahkan kepada kalian semua, dia mau berakhir dimana….. urusan dia. Yang penting kita sudah memberikan jalan. Maksimal 3hari aku sudah mendapatkan jawabannya. Jika dia tidak menjawab dengan benar semua pertanyaannya. Buka saja kaca pembatas.”
“baik tuan muda Long…”
“kami pergi dulu aurora. Tolong perketat penjagaan ruanganya…”
“baik tuan muda Long,,, semoga hari anda menyenangkan.” jawab Aurora.
“terima kasih…” jawab Daniel sambil melambaikan tangannya.
Orang itu berteriak histeris meminta agar David dan Daniel mau membebaskan dirinya dari pandangan yang mengerikan itu. Aurora tidak menunggu waktu lama langsung menanyakan pertanyaan kepadanya tentang kejadian di rumah sakit dengan pertanyaan yang bertubi – tubi.
Aurora ternyata lebih mengerikan dari Daniel. Ia sudah mulai menakut – nakuti pria itu tanpa kenal ampun. Pria itu berteriak ketakutan ketika Aurora menaikkan kaca 1 cm tanpa ada aba – aba sebelumnya. Daniel sempat memperlambat gerakan langkahnya untuk memastikan aurora melaksanakan perintahnya dengan baik.
Tapi mereka seolah tidak mendengarkannya dan berjalan keluar meninggalkan dirinya sendiri. Daniel mengunci ruangan itu dan kemudian berjalan dengan santai kearah garasi mobil dan memilih mobil yang mau digunakannya
Pengawal menjaga diluar ruangan, berdiri dengan tegap menjaga ruangan tersebut. Walau tingkat keamanan sudah 100 persen mereka tidak boleh lengah sedetikpun untuk masalah penjagaan.
“Jangan ada yang boleh masuk kedalam ruangan, siapapun yang mau masuk harus ada ijin dari ku atau papaku. apa kalian paham??” tanya Daniel
“paham pak…” Empat orang berpakaian setelan jas hitam berdiri didepan pintu dengan posisi siaga.
Daniel dan David tersenyum licik keluar dari dalam ruangan bawah tanah menuju garasi mobil dan kemudian
__ADS_1
memilih kendaraan mana yang akan digunakan mereka. Daniel pun mengemudi menuju kerumah keluarga Li dengan perasaan senang dan senyum diwajahnya.