
“baru kali ini melihat adik kedua semanis ini
kepada seorang pria. Kamu sangat hebat adik ipar. Kamu satu – satunya pria yang
pernah diperlakukan seperti itu.” Serena bicara sambil menutup kembali ruangan
kerja Sarah. Hanya mereka berempat yang ada diruangan ini sekarang.
“kakak kedua, berhenti mengejekku.” protes Sarah
dan masih memegang jas Daniel dan membenamkan wajahnya didalam jasnya.
“kami sudah menikah, melihat orang bermesraan
bagi kami sudah biasa. Kamu tidak perlu merasa canggung adik ku. “ Sisca duduk
dikursi tamu ruangan Sarah dengan santai memakan buah anggur yang tersedia
dimeja.
Daniel tersenyum kemenangan. Wanita ini sangat
lucu ketika sedang malu seperti sekarang ini. Daniel mengusap rambut Sarah
diikat ekor kuda seperti biasa.
“adik kecil aku dengar kamu meminta manager HRD
memberhentikan siaran pernikahan kalian... Kenapa?” tanya Serena
Sarah dengan cepat maju kedepan dan mengangkat
wajahnya. Seperti tanpa ada masalah mengalungkan tangannya dileher Daniel dan
mengalungkan kakinya dipinggangnya. Seperti bayi kangguru kepada induknya.
Sarah menunjuk kursi tamu disebelah Sisca kepada Daniel. Daniel mengikuti semua
arahan Sarah
“benar – benar luar biasa...” Serena bertepuk
tangan melihat kesabaran Daniel Long mengikuti semua keinginan istrinya
tercinta.
Daniel tersenyum kepada Serena sambil meletakkan
Sarah dikursi secara perlahan. Daniel bergerak duduk di kursi kerja Sarah. Ia
melihat meja kerja Sarah ada dua bingkai foto. Foto pertama adalah seluruh
keluarga Li dan foto kedua adalah foto mereka berdua saat liburan di pulau.
Daniel mengangkat bingkai foto itu dan tersenyum tipis sambil menatap Sarah
yang sedang sibuk bicara dengan kedua saudara perempuannya.
Kursi kerja Sarah sangat besar dan nyaman untuk
diduduki. Daniel menghidupkan komputer Sarah dan backgroud komputernya ternyata
adalah gambar dirinya. Daniel tidak sabar menanyakan kepada Sarah tentang hal
ini.
Daniel memutar layar komputer Sarah yang
berukuran 32 inchi berbentuk curved monitor kearah tiga wanita keturunan Li
itu.
“sayang,,,, aku tidak pernah mengetahui kalau
kamu ternyata sangat menyukaiku”
Sarah terkejut semalam ia melihat dokumentasi
liburan mereka dipulau secara tidak sengaja menjadikan foto Daniel sebagai
background komputernya. Semalam ingin menggantinya, hanya saja karena banyak
peristiwa yang terjadi dalam waktu satu harian saja. Sarah lupa menggantinya,
__ADS_1
dan sangat memalukan ketika orang yang menjadi background kompurnya melihat
secara langsung.
Foto Daniel ketika mengenakan kaos berwarna putih
pada saat matahari terbenam. Senyum tipis diwajahnya, ditambah lesung pipi
menambah ketampanan seorang Daniel Long. Sinar matahari yang berwarna jingga
menambah kesan mendalam ketika menyinari tubuh kekar Daniel. Secara pribadi
Sarah sangat menyukai salah satu foto Daniel yang ini.
“wajar adik kedua menggunakan foto itu, di gambar
itu kamu terlihat tampan.” puji Sisca yang masih terus melahap anggur
dihadapannya.
Serena hanya tersenyum melihat adik kecilnya
salah tingkah sedangkan Daniel terlihat bahagia wanitanya ternyata menyukai
dirinya.
“jangan pernah berpikir mengganti background
komputer kerjamu. “ mata tajam Daniel menatap kearah Sarah. Seolah – olah ia
mengetahui kalau Sarah berniat mengganti gambar dirinya dengan yang lain.
Sarah membesarkan matanya melihat Daniel yang
seolah – olah mengetahui isi pikirannya. Lagi – lagi pria ini pamer kemampuan
dihadapannya, batin Sarah.
Daniel melirik Sarah dan kemudian memutar kembali
layar komputer Sarah dan memilih diam.
“tadi aku bertemu dengan Andrew di dalam lift.
Dia naik dari lantai 8, apa tadi kalian rapat??”
Kantor yang baru dibangun mengalami masalah dengan korsleting listrik. Sebagian
perusahaan kita terbakar, pihak keamanan sedang melakukan investigasi untuk
kebakaran yang terjadi tadi malam. Andrew dan manager kita akan kelokasi untuk
memeriksa kerusakan yang terjadi.” Sisca berbicara sambil menatap Sarah.
“aku akan ikut memeriksa semuanya.” kata Sarah
dengan penuh semangat.
“tidak boleh. Kamu sedang cuti menikah,
nikmatilah waktu liburmu adik.” Serena berkata sambil melihat kearah Sarah.
“tidak masalah, aku akan pergi. Bukankah begitu
suami?” Sarah melihat kearah Daniel berharap pria ini memberikan ijin kepada
dirinya.
Daniel mengangguk sambil tersenyum melihat Sarah.
“waah suami mu benar – benar loyal kepada dirimu.
Aku saja sangat sulit mendapatkan ijin dari Chandra untuk dinas keluar kota.”
Serena membentuk kerucut dibibirnya.
“aku sudah berjanji kepada istriku agar
membiarkan dirinya tetap mejadi dirinya. Sebagai seorang suami aku akan selalu
mendukungnya.”
Sarah tersenyum puas, ternyata pria ini menepati
__ADS_1
janjinya dengan sangat baik.
Andy Li masuk kedalam ruangan Sarah, senyum
mengembang dibibirnya. Dalam hatinya sangat senang karena putrinya sudah
menyandang status sebagai nyonya Daniel Long. Andy Li mengembangkan tangannya
kepada putrinya dan Daniel. Sarah dan Daniel bediri kearah Andy Li dan
mereka bertiga saling berpelukan.
“papa sangat senang hari ini. Tugas papa menjaga
ketiga putri papa sudah berkurang sedikit. Disamping kalian bertiga sudah ada
suami kalian masing – masing yang akan menjaga kalian dengan sangat baik.
Kalian hiduplah dengan bahagia,” kata Andy Li sambil menepuk pundak Daniel dan
Sarah.
“sudah pasti pa... terima kasih sudah menjaga
istri ku dengan sangat baik dari kecil sampai tumbuh menjadi gadis cantik
seperti sekarang ini.” Daniel menatap Sarah dengan penuh cinta.
Serena dan Sisca saling berangkulan melihat
keharmonisan keluarga mereka.
“nanti malam akan ada makan malam dengan semua
rekan bisnis Li dan Long kamu bersiap – siaplah sayang.” Andy Li mengusap
kepala Sarah seolah ia masih gadis kecil.
“malam ini??” tanya Sarah meyakinkan kembali
kepada papanya.
“pasti kamu lagi – lagi tidak membaca email dari
perusahaan.” sahut Serena sambil menaikkan alis matanya.
Sisca hanya tersenyum melihat Sarah yang merasa
serba salah. Jujur saja, memang ia tidak ada membaca email dari perusahaan
belakangan ini. Ia ketinggalan banyak berita penting.
“nanti malam dengan resmi perusahaan Li dan
perusahaan Long akan mengumumkan kerja sama antar dua perusahaan.” jelas Daniel
kepada Sarah.
“owwh. Tapi aku akan pergi melihat kantor cabang
kita yang terbakar sore ini” jawab Sarah penuh semangat
“semua anggota team akan turun kelapangan besok
pagi. Semua karyawan kita malam ini akan menghadiri makan malam bersama. Jadi
mengapa kamu pergi kesana sendirian ??” Serena menatap bingung. Sarah memang
bukan seperti dirinya seminggu belakangan ini.
“kamu pergi kesana? bagaimana dengan suami kamu
dan acara pernikahan kalian?' Andy Li menyipitkan pangan matanya kearah Sarah.
"untuk masalah pernikahan, papa tidak perlu
khawatir ada dua orang mama yang akan mengatur semuanya dengan team EO
pernikahan yang sudah Daniel tunjuk."
Andy Li tersenyum sambil mengangguk puas.
Menantunya memang tidak hanya memiliki kematangan dalam masalah financial, tapi
__ADS_1
juga untuk urusan pribadi dan pekerjaan semua dikerjakan dengan rapi dan
terstuktur dengan baik.