Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 60


__ADS_3

“baru kali ini melihat adik kedua semanis ini


kepada seorang pria. Kamu sangat hebat adik ipar. Kamu satu – satunya pria yang


pernah diperlakukan seperti itu.” Serena bicara sambil menutup kembali ruangan


kerja Sarah. Hanya mereka berempat yang ada diruangan ini sekarang.


“kakak kedua, berhenti mengejekku.” protes Sarah


dan masih memegang jas Daniel dan membenamkan wajahnya didalam jasnya.


“kami sudah menikah, melihat orang bermesraan


bagi kami sudah biasa. Kamu tidak perlu merasa canggung adik ku. “ Sisca duduk


dikursi tamu ruangan Sarah dengan santai memakan buah anggur yang tersedia


dimeja.


Daniel tersenyum kemenangan. Wanita ini sangat


lucu ketika sedang malu seperti sekarang ini. Daniel mengusap rambut Sarah


diikat ekor kuda seperti biasa.


“adik kecil aku dengar kamu meminta manager HRD


memberhentikan siaran pernikahan kalian... Kenapa?” tanya Serena


Sarah dengan cepat maju kedepan dan mengangkat


wajahnya. Seperti tanpa ada masalah mengalungkan tangannya dileher Daniel dan


mengalungkan kakinya dipinggangnya. Seperti bayi kangguru kepada induknya.


Sarah menunjuk kursi tamu disebelah Sisca kepada Daniel. Daniel mengikuti semua


arahan Sarah


“benar – benar luar biasa...” Serena bertepuk


tangan melihat kesabaran Daniel Long mengikuti semua keinginan istrinya


tercinta.


Daniel tersenyum kepada Serena sambil meletakkan


Sarah dikursi secara perlahan. Daniel bergerak duduk di kursi kerja Sarah. Ia


melihat meja kerja Sarah ada dua bingkai foto. Foto pertama adalah seluruh


keluarga Li dan foto kedua adalah foto mereka berdua saat liburan di pulau.


Daniel mengangkat bingkai foto itu dan tersenyum tipis sambil menatap Sarah


yang sedang sibuk bicara dengan kedua saudara perempuannya.


Kursi kerja Sarah sangat besar dan nyaman untuk


diduduki. Daniel menghidupkan komputer Sarah dan backgroud komputernya ternyata


adalah gambar dirinya. Daniel tidak sabar menanyakan kepada Sarah tentang hal


ini.


Daniel memutar layar komputer Sarah yang


berukuran 32 inchi berbentuk curved monitor kearah tiga wanita keturunan Li


itu.


“sayang,,,, aku tidak pernah mengetahui kalau


kamu ternyata sangat menyukaiku”


Sarah terkejut semalam ia melihat dokumentasi


liburan mereka dipulau secara tidak sengaja menjadikan foto Daniel sebagai


background komputernya. Semalam ingin menggantinya, hanya saja karena banyak


peristiwa yang terjadi dalam waktu satu harian saja. Sarah lupa menggantinya,

__ADS_1


dan sangat memalukan ketika orang yang menjadi background kompurnya melihat


secara langsung.


Foto Daniel ketika mengenakan kaos berwarna putih


pada saat matahari terbenam. Senyum tipis diwajahnya, ditambah lesung pipi


menambah ketampanan seorang Daniel Long. Sinar matahari yang berwarna jingga


menambah kesan mendalam ketika menyinari tubuh kekar Daniel. Secara pribadi


Sarah sangat menyukai salah satu foto Daniel yang ini.


“wajar adik kedua menggunakan foto itu, di gambar


itu kamu terlihat tampan.” puji Sisca yang masih terus melahap anggur


dihadapannya.


Serena hanya tersenyum melihat adik kecilnya


salah tingkah sedangkan Daniel terlihat bahagia wanitanya ternyata menyukai


dirinya.


“jangan pernah berpikir mengganti background


komputer kerjamu. “ mata tajam Daniel menatap kearah Sarah. Seolah – olah ia


mengetahui kalau Sarah berniat mengganti gambar dirinya dengan yang lain.


Sarah membesarkan matanya melihat Daniel yang


seolah – olah mengetahui isi pikirannya. Lagi – lagi pria ini pamer kemampuan


dihadapannya, batin Sarah.


Daniel melirik Sarah dan kemudian memutar kembali


layar komputer Sarah dan memilih diam.


“tadi aku bertemu dengan Andrew di dalam lift.


Dia naik dari lantai 8, apa tadi kalian rapat??”


Kantor yang baru dibangun mengalami masalah dengan korsleting listrik. Sebagian


perusahaan kita terbakar, pihak keamanan sedang melakukan investigasi untuk


kebakaran yang terjadi tadi malam. Andrew dan manager kita akan kelokasi untuk


memeriksa kerusakan yang terjadi.” Sisca berbicara sambil menatap Sarah.


“aku akan ikut memeriksa semuanya.” kata Sarah


dengan penuh semangat.


“tidak boleh. Kamu sedang cuti menikah,


nikmatilah waktu liburmu adik.” Serena berkata sambil melihat kearah Sarah.


“tidak masalah, aku akan pergi. Bukankah begitu


suami?” Sarah melihat kearah Daniel berharap pria ini memberikan ijin kepada


dirinya.


Daniel mengangguk sambil tersenyum melihat Sarah.


“waah suami mu benar – benar loyal kepada dirimu.


Aku saja sangat sulit mendapatkan ijin dari Chandra untuk dinas keluar kota.”


Serena membentuk kerucut dibibirnya.


“aku sudah berjanji kepada istriku agar


membiarkan dirinya tetap mejadi dirinya. Sebagai seorang suami aku akan selalu


mendukungnya.”


Sarah tersenyum puas, ternyata pria ini menepati

__ADS_1


janjinya dengan sangat baik.


Andy Li masuk kedalam ruangan Sarah, senyum


mengembang dibibirnya. Dalam hatinya sangat senang karena putrinya sudah


menyandang status sebagai nyonya Daniel Long. Andy Li mengembangkan tangannya


kepada  putrinya dan Daniel. Sarah dan Daniel bediri kearah Andy Li dan


mereka bertiga saling berpelukan.


“papa sangat senang hari ini. Tugas papa menjaga


ketiga putri papa sudah berkurang sedikit. Disamping kalian bertiga sudah ada


suami kalian masing – masing yang akan menjaga kalian dengan sangat baik.


Kalian hiduplah dengan bahagia,” kata Andy Li sambil menepuk pundak Daniel dan


Sarah.


“sudah pasti pa... terima kasih sudah menjaga


istri ku dengan sangat baik dari kecil sampai tumbuh menjadi gadis cantik


seperti sekarang ini.” Daniel menatap Sarah dengan penuh cinta.


Serena dan Sisca saling berangkulan melihat


keharmonisan keluarga mereka.


“nanti malam akan ada makan malam dengan semua


rekan bisnis Li dan Long kamu bersiap – siaplah sayang.” Andy Li mengusap


kepala Sarah seolah ia masih gadis kecil.


“malam ini??” tanya Sarah meyakinkan kembali


kepada papanya.


“pasti kamu lagi – lagi tidak membaca email dari


perusahaan.” sahut Serena sambil menaikkan alis matanya.


Sisca hanya tersenyum melihat Sarah yang merasa


serba salah. Jujur saja, memang ia tidak ada membaca email dari perusahaan


belakangan ini. Ia ketinggalan banyak berita penting.


“nanti malam dengan resmi perusahaan Li dan


perusahaan Long akan mengumumkan kerja sama antar dua perusahaan.” jelas Daniel


kepada Sarah.


“owwh. Tapi aku akan pergi melihat kantor cabang


kita yang terbakar sore ini” jawab Sarah penuh semangat


“semua anggota team akan turun kelapangan besok


pagi. Semua karyawan kita malam ini akan menghadiri makan malam bersama. Jadi


mengapa kamu pergi kesana sendirian ??” Serena menatap bingung. Sarah memang


bukan seperti dirinya seminggu belakangan ini.


“kamu pergi kesana? bagaimana dengan suami kamu


dan acara pernikahan kalian?' Andy Li menyipitkan pangan matanya kearah Sarah.


"untuk masalah pernikahan, papa tidak perlu


khawatir ada dua orang mama yang akan mengatur semuanya dengan team EO


pernikahan yang sudah Daniel tunjuk."


Andy Li tersenyum sambil mengangguk puas.


Menantunya memang tidak hanya memiliki kematangan dalam masalah financial, tapi

__ADS_1


juga untuk urusan pribadi dan pekerjaan semua dikerjakan dengan rapi dan


terstuktur dengan baik.


__ADS_2