
Daniel mendengar ada suara pintu yang akan terbuka, dengan cepat ia memegang tangan Sarah dan mereka dalam waktu singkat pergi ketaman bunga lavender. Warna ungu mendominasi pandangan mata Sarah yang masih berjongkok diantara bunga lavender disekelilingnya.
“dimana ini???” tanya Sarah sambil berdiri dan melihat sekelilingnya.
“tempat kesukaanmu…” jawab Daniel.
Aroma dari bunga lavender dan dominasi warna kesukaan Sarah yang senada dengan warna bajunya membuatnya terpanah. Sepertinya ini adalah pertama kali dirinya ada di kebun bunga seperti ini.
“apa aku pernah kemari??” tanya Sarah
“dulu kita sering kemari…” Daniel bicara sangat tenang seolah Sarah bisa menerima semua perkataannya.
“kapan??” tanya Sarah sambil mengerutkan keningnya. Otaknya sudah bekerja keras mencari informasi tapi tidak mendapatkan memory tentang kebun bunga ini.
Daniel memegang tangan Sarah lagi dan mereka pergi kehotel yang pernah mereka datangi ketika acara liburan
bersama antara perusahaan Li dan Long. Sarah mengenali tempat ini, kemudian melihat kearah Daniel.
“kenapa tempat ini??” tanya Sarah melihat sekitarnya kemudian melihat Daniel dengan ragu.
“kamu juga suka tempat ini….” jawab Daniel.
Semua semakin membuat Sarah bingung.
“aku tidak paham… kembalikan saja aku kekantor.” jawab Sarah. Ia semakin takut mendengarkan alasan yang lagi – lagi tidak sesuai dengan keinginan hati dan pikirannya.
“kenapa?? bukankah kamu yang ingin mendengarkan semuanya?? Untuk masalah dikantor saja kamu tidak sanggup mendengarkannya bagaimana dengan masa lalu kita?? Apa kamu bisa mendengar dan menerimanya dengan semua logika mu??” Daniel terlihat terlalu dalam dalam
melihat Sarah Li.
Membuat Sarah merasa serba salah dan ia tidak berani menatap Daniel yang masih menatap dirinya tanpa berkedip sama sekali.
__ADS_1
“pilihan ada ditanganmu….” kata Daniel yang meletakkan tangannya disaku celananya sambil berjalan membelakangi Sarah Li.
Sarah Li terdiam sesaat. Apa yang diinginkannya sekarang?? Bagaimana bisa ia melewati semuanya sekarang?? Kenapa ia begitu penakut dengan hal yang ada dihadapannya??
“kekantor…” kata Sarah Li perlahan..
“oke… pegang tanganku. “
Sarah melihat tangan Daniel dengan ragu. Sarah kesulitan menelan ludah, pria ini mempunyai banyak rahasia
yang sangat ingin diketahuinya.
“satu per satu…” kata Daniel lagi.
“Setelah masalah ini selesai, aku berjanji akan menjelaskannya kepadamu…tentang hubungan kita. Aku minta kamu tidak akan melarikan diri seperti sekarang ini”
Daniel bicara seolah tanpa beban, sedang Sarah seolah menerima beban ribuan ton dipundaknya dan hatinya. Ia bingung dan takut dengan apa yang akan dihadapinya saat ini.
“masuklah…” kata Daniel melihat kearah pintu.
Tangan Sarah bergetar memegang pegangan pintu.
“kamu harus kuat menghadapi semuanya. Masuklah…” Daniel menyuruh Sarah seperti tidak memiliki hati. Ia tidak ada rasa pengertian kepada istrinya sama sekali. Sarah menarik nafas panjang dan melirik Daniel dengan kesal. Pria ini memang menyebalkan…. Batin Sarah yang mengomel sambil membuka pintu ruangan rapat.
“duduklah…” kata David Long sambil menggeser kursi Sarah Li kebelakang.
“bagaimana??” bisik Sarah Li yang mendekatkan kepalanya kepada David Long dan Andy Li.
“tadi koneksi buruk, dan ini baru tersambung.” kata Andy Li,
Sarah tersenyum, entah ia harus berterima kasih atau menyesali keputusannya. Awalnya ia berharap agar ketika ia masuk, sudah akan mencapai keputusan akhir tanpa harus mengikuti semuanya dari awal. Daniel masuk lebih lama dari Sarah Li. Ditangannya membawa bungkusan besar coklat cashews kesukaan Sarah. Mata Sarah berbinar melihat coklat yang ada ditangan Daniel. Itu adalah coklat dengan merek dan jenis kesukaan Sarah. Daniel meletakkannya diatas meja, dan satu kotak diletakkan dihadapan Sarah Li.
__ADS_1
Untuk sejenak Sarah lupa akan kegalauan hatinya. Dan dengan semangat membuka kotak itu yang berisi coklat
kesukaannya.
“mari kita mulai…” kata Sarah Li dengan penuh percaya diri.
Walau ia berusaha tenang, tidak bisa ditutupi kalau hatinya sangat gugup saat ini. Team penyelidik dari luar negeri itu langsung memberikan informasi terkait ditemukannya jenasah Nana, Andrew dan juga James. Yang sangat disayangkan adalah penemuan jenasan James yang sudah tidak utuh lagi. Dan dari hasil fisum yang dilakukan,pada lambung Nana ditemukan serpihan anggota tubuh James.
Sarah sebenarnya mual mendengar penjelasan mereka dan juga gambar yang ada pada proyektor. Untungnya beberapa gambar sengaja disamarkan agar tidak mengganggu pencernaan mereka ketika sedang makan dan minum saat ini. Walau disamarkan suasana perut Sarah masih tidak bisa diajak kerja sama. Karena dalam pikirannya sudah membayangkan kondisi tubuh orang tersebut dan bagaimana Nana melakukan semuanya masih terbayang dalam ingatan Sarah.
Sarah melihat kearah Jackie, Sisca Li dan juga Daniel yang terlihat fokus dalam melihat hasil penyelidikan. Sarah pun tetap harus fokus walau saat ini pikirannya sudah bercabang dengan hal yang lain dan juga perasaan pribadinya.
Sarah berusaha keras menerima semua kekalahan dirinya dari hasil yang disampaikan penyelidik. Mereka bertiga memang terlibat dalam rencana pembunuhan Sarah Li dan juga terbukti memiliki niat untuk menghancurkan perusahaan Li. Berat bagi Sarah mengakui dan menerima semuanya. Tapi bagaimana pun ada bukti yang menguatkan semuanya.
Sarah yang pada awalnya mempertahankan argument bahwa sahabatnya tidak bersalah.. Tapi dari bukti pesan yang dikirim dari ponsel mereka bertiga, jelas semuanya dilakukan dengan sengaja dan tidak ada paksaan dari pihak mana pun.
Sekarang tinggal Sarah yang harus membuktikan sendiri bagaimana bisa Nana memberikan informasi cara membunuh dirinya sendiri. Jika dia memang melakukan kejahatan ini semua lantas kenapa ia memberikan informasi yang begitu akurat. Jika dia memang yang merencanakan semuanya dari awal, bukankah seharusnya ia sudah melakukannya jauh – jauh hari. Kenapa harus menunggu waktu yang begitu lama?? Mereka sering berdua dan Sarah sering tanpa ada pertahanan bersama dengan sahabatnya itu. Sungguh tidak bisa dicerna oleh akal sehat Sarah
Ada banyak pertanyaan dihati Sarah yang belum terpecahkan. Untuk mencari sendiri jawaban dari semua pertanyaan dalam hatinya sepertinya sangat sulit dilakukannya. Ia bukan seperti Daniel yang memiliki banyak akses untuk mendapatkan informasi. Jika meminta bantuan dari kedua saudara perempuannya kemungkinan akan sama. Mereka sendiri untuk mendapatkan informasi pribadi selalu dari papa mereka. Sarah melihat kearah Andy Li, hanya papanya yang bisa membantu.
Kemudian Sarah Li melihat David Long, papa mertuanya juga sangat menyayanginya. Semua hal yang diinginkan Sarah selalu diberikan olehnya. Tapi ini berhubungan dengan masalah pribadinya. Apakah mungkin David Long mau membantu?? Ia sangat sensitive dengan masalah ini. Tidak akan mudah meminta bantuannya.. Sarah menarik nafas panjang dan menundukkan pandangannya.
Kemudian ia melihat Daniel yang terlihat masih berdiskusi dengan para penyelidik. Pria ini sudah pasti tidak akan membantu. Apa lebih baik aku meminta pisah saja dengannya agar mempermudah aku dalam meyelidiki semuanya….. Sarah berbicara dengan dirinya sendiri sambil memegang dagunya.
Daniel seolah mendengar apa yang dikatakan Sarah langsung mengalihkan pandangannya kearah Sarah seolah ia akan menelan Sarah hidup – hidup.
Sarah menjadi serba salah dengan tatapan Daniel yang mengerikan seperti itu.
“berani kamu katakan itu lagi. Aku akan kurung kamu di ruangan bawah tanah keluarga Long.”
Sarah mendengar kata – kata itu dari dalam hatinya. Kemudian dengan hati – hati, Sarah melihat kearah Daniel
__ADS_1
yang terlihat marah kepadanya.