Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 73


__ADS_3

Sarah menghampiri Daniel dan James yang terlihat sedang berdiskusi denagan James. Sarah dengan santai duduk di pegangan sofa sambil menatap keduanya. Mereka seolah tidak terganggu dengan


kehadiran Sarah diantara mereka.


“aku bosan..” keluh Sarah.


“sebentar lagi selesai… “ jawab Daniel tanpa melihat Sarah dan fokus dengan grafik yang sedang dibahasnya


dengan James.


“sudah lah…. aku pergi sendiri saja.” kata Sarah dengan suara pelan seolah sudah pasrah memiliki suami yang gila kerja.


Daniel dengan cepat memegang tangan Sarah. “sudah selesai” jawab Daniel.


Sarah tersenyum merayakan kemenangannya


“bagaimana jika jalan ditengah hutan?” kata Sarah dengan penuh semangat.


Dengan cepat Daniel menggelengkan kepalanya “tidak mau. Ada banyak binatang buas diluar sana.”


“bukankah kamu naga??  puncak tertinggi dari semua klan yang ada…. Takut dengan binatang buas sungguh sulit dipercaya.”


James mendengarkan perkataan Sarah tidak bisa menahan tawanya. Daniel berbalik badan dan melihat James dengan tatapan dinginnya. James langsung terdiam dan tidak berani bersuara.


“diskusikan pekerjaan tadi dengan  Nana dan Jackie. Kerjakan sekarang.” perintah Daniel.


James memejamkan matanya sambil menarik nafas panjang.


Sarah merangkul lengan Daniel, dan berkata “bukankah mereka disini untuk berlibur karena merayakan pernikahan kita?  kenapa kamu masih sibukkan mereka dengan pekerjaan??


“tidak banyak,,, hanya sedikit


kerjaan saja.” Daniel berbicara sambil merekatkan ibu dari dan jari telunjuknya


didepan Sarah.


“aku tidak percaya…. “ Sarah menoleh kearah James yang terlihat murung.


“kamu pergi istirahat saja. Besok baru dikerjakan.” perintah Sarah


Wajah James berubah menjadi senang.


“sayang….. “ Daniel ingin protes tapi Sarah sudah membesarkan bola matanya menatap dirinya.


“baiklah, apapun yang kamu inginkan …. lakukan saja.” Daniel terlihat pasrah

__ADS_1


“terima kasih nona bos. Anda sangat bijaksana. Sangat berbeda dengan…. ” James bicara sambil merebut tangan Sarah dari Daniel, kemudian menghentikan bicaranya karena Daniel terlihat sudah akan menelan dirinya hidup – hidup.


“lepaskan. tangan. kamu. “ Daniel bicara sambil merapatkan giginya. Pria ini sangat membenci ada pria lain yang memegang tangan istrinya selain dirinya.


James menunjukkan barisan gigi  depannya “maaf bos… Silahkan menikmati bulan madu kalian.” James sudah


melepaskan tangan Sarah dan Daniel dengan cepat mengusapkan bekas pegangan  James ditangan Sarah kebajunya.


“jangan ulangi lagi, atau kamu mau gaji dan bonus bulanan mu diberi diskon 80%??” ancam Daniel dengan tatapan dinginnya.


“tidak bos, aku pergi sekarang.” James bicara dan langsung pergi dari pandangan Daniel.


Sarah tersenyum melihat kelakuan James yang seperi anak kecil.


“ayo….” Sarah dengan cepat berbalik badan dan menarik tangan Daniel yang masih melihat James masuk kedalam lift


Dengan kekuatan penuh Sarah menarik Daniel “kenapa kamu berat sekali.” keluh Sarah.


“maaf…”


Sarah melirik Daniel dan tidak ingin menjawab apapun dari perkataannya. Begitu sampai di pintu masuk hotel, aroma dedaunan lembut masuh ke hidung Sarah. Sarah menarik nafas dalam – dalam seolah ingin menghirup semua udara yang ada disekitar dirinya.


Dengan hati senang, Sarah Li mengangkat tinggi tangannya “aku sangat menyukai tempat ini….. “ senyum diwajahnya menggambarkan hatinya yang senang.


“tidak kalau tinggal, tapi pergi sesekali tidak masalah.” jawab Sarah


“boleh aku naik kesalah satu pohon??” tanya Sarah sambil melihat kearah sekeliling hotel yang memiliki dahan


bagus untuk dinaiki.


“bagaimana jika besok pagi saja….”


Wajah ceriah Sarah berubah menjadi suram. Berani sekali pria ini mengganggu kesenangan dirinya.


“maksudku, sekarang ada banyak karyawan kita yang ada disekitar hotel. Akan sangat leluasa apabila kita melakukannya sekarang.”


Sarah melihat kearah sekitarnya ternyata memang benar, ada banyak karyawan dari perusahaan Li yang ada disekitar hotel sedang berjalan – jalan menikmati udara malam dan sinar rembulan yang bersinar penuh malam ini.


Sarah menaikkan ujung bibirnya karena merasa kesal kesenangannya tidak bisa disalurkannya.


“bagaimana jika kita berjalan  sekitar hotel saja. Kata diujung jalan sana, ada food court yang menyediakan


semua jenis makanan.”


“benarkah??” wajah ceriah Sarah kembali bersinar

__ADS_1


Tanpa menunda waktu Sarah menuju kearah jalan yan ditunjuk Daniel. Daniel masih berdiam diri ditempatnya melihat kearah Sarah yang cepat sekali berubah pikiran.


“kamu…. cepat sedikit. Semua orang sudah menuju kesana sekarang.” Sarah cemberut melihat pergerakan yang lambat dari Daniel Long.


“kamu masih belum kenyang??” tanya Daniel


Sarah menggelengkan kepalanya “aku sudah kenyang sekarang, tapi berdiri seperti ini sudah membuat kalori yang aku makan pada makanan penutup habis. Jika aku berjalan sampai kearah sana, sudah dipastikan kalori yang masuk ditubuhku pada waktu makan malam ini sudah habis seluruhnya.”


Daniel melihat Sarah yang mengusap – usap perutnya sambil berbicara. Senyum tipis diwajah Daniel mendengar wanitanya bicara tentang kalori tubuh benar – benar diluar akal sehat.


Mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan, disepanjang jalan mereka disapa oleh karyawan Li dan Long yang kebetulan memilih tempat ini menjadi tujuan mereka liburan. Sangat menyenangkan melihat mereka berjalan bersama keluarganya. Wajah ceriah memenuhi suasana di sekitar hotel malam itu.


“lihatlah merka, berjalan bersama anak dan istrinya wajah mereka sudah sangat senang.”


Sarah melihat kearah Daniel Long. Kemudian melihat lagi kearah sekitarnya.


“sangat menyenangkan, apabila ketika berjalan seperti ini ditengah – tengah dita anak kita. Dan kita jalan bertiga sambil bergandengan tangan.”


Daniel mengangguk. “bagaimana jika segera kita laksanakan semua ide itu??”


Wajah Sarah memerah, berani sekali berbicara seperti itu ditempat umum seperti ini. Dasar pria tidak tahu


malu. Batin Sarah.


Sepanjang jalan menuju food court lampu jalan menerangi langkah mereka dan didepan sana ada cahaya yang lebih terang terlihat, banyak kerumunan orang sudah ada ditanah lapang yang sangat luas. Ditengah – tengah ada barisan kursi dan meja makan dan di sisi kiri dan kanan ada penjual makanan. Lampu bergantung ditengah – tengah tempat makan membuat suasana menjadi lebih cantik.


Sarah melompat kegirangan, sambil mengalungkan tangannya keleher Daniel.


“aku sangat senang, kenapa kamu tidak mengatakan ada tempat sebagus ini?? jika tahu ada tempat sebagus ini aku akan memilih makan malam ditempat ini.”


Daniel tersenyum “tempat ini dibuka 24 jam. Hampir semua masakan disini ada. Korea, jepang, china, timur tengah, Thailand, asia dan western semua ada.”


Mendengar penjelasan Daniel membuat kaki Sarah gatal ingin menjelajahi seluruh tempat makan ditempat ini. Wajah Sarah cemberut karena baru ingat tidak ada membawa uang sama sekali. Ponsel saja ia tidak dibawa.


“kita kembali saja…. “ wajah murung Sarah membuat Daniel bingung. Bukan tidak bisa mengetahui isi hati Sarah, ia hanya tidak ingin istrinya marah kepadanya karena menggunakan kekuatannya untuk membaca isi hatinya.


“kenapa? “ Daniel bertanya solah tidak mengetahui apapun.


“aku lupa membawa dompet dan ponsel ku.” Sarah berbicara seperti anak kecil yang mengaitkan kedua jari tangannya sambil menendang kecil  tanah di kakinya.


Daniel tersenyum melihat istrinya begitu lucu. “tidak masalah, aku bawa….” Daniel memamerkan dompet yang dikeluarkannya dari long coat hitam yang dipakainya bersama dengan ponsel miliknya.


“baguslah… jangan menunda waktu lagi. Ayo berkeliling.” Sarah mengenggam tangan Daniel dan berjalan


mengelilingi tempat makan yang disukainya.

__ADS_1


__ADS_2