Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 31


__ADS_3

Serena berusaha melihat kearah dalam, tiba – tiba


pintu kamar tertutup dengan keras dan mengagetkan mereka yang sedang berdiri


diluar kamar.


“habislah sudah...” kata Jackie


“om dan tante Long tidak penah menerima


kesalahan. Sangat kasihan Daniel, semalaman ia bertarung dengan banyak orang,


ia masih harus berhadapan dengan kedua orang tuanya.Semoga tidak ada hal buruk


terjadi didalam sana“ Lanjut Jackie sambil menggelengkan kepalanya.


Mendengar perkataan suaminya, mata Sisca membesar


menatap kearah Jackie. Bisa – bisanya ia membuat adik kedua menjadi khawatir


seperti ini. Jacike merasa ada yang salah dengan tatapan mata Sisca. Ia


menundukkan pandangannya dan tidak berani berkata apa pun lagi.


Kata sudah terlanjur terucap dari Jackie membuat


wajah Sarah jadi merasa bersalah mendengar perkataan kakak iparnya itu.


Wajahnya pucat pasi, keringat mulai mengalir didahi dan telapak tangannya.


Dari dalam kamar terdengar suara Daniel berteriak


kesakitan dan minta maaf kepada kedua orang tuanya. Sarah menggengam tangan


Sisca ditangan kanannya ketika mendengar teriakan Daniel. Terdengar teriakan


lagi, kali ini Daniel menyebutkan om dan tante. Dibenak Sarah sudah pasti kali


ini kedua orang tuanya sedang memberikan pelajaran kepada Daniel. Sarah memang


tidak pernah melihat merasakan papanya marah kepadanya. Tapi ia paham sekali


bagaimana rasanya kekuatan dari mamanya.


Sarah menggengam tangan Serena… ditangan kirinya.


“kakak…. bagaimana ini? Aku tidak tahu bagaimana


kalau keluarga Long menghukumnya….tapi aku cukup paham bagaimana kedua orang


tua kita. Kakak….aku sangat takut,” keluh Sarah. Telapak tangannya mulai terasa


dingin. Ia takut, karena dirinya Daniel mendapat hukuman separah ini.


“tenanglah…ia tidak mungkin mati ditangan


mereka.” jawab Serena dengan santai


Sisca menatap tajam kearah Serena yang terlalu


jujur dengan perkataannya


“Suaranya begitu kesakitan, mana mungkin bisa


tenang… Tubuhnya sudah penuh luka. Dia pasti tidak akan sanggup menahan


semuanya kak….” Kali ini Sarah tidak bisa menutupi kegelisahannya. Matanya


berkaca – kaca, hidungnya mulai kemerahan. Air mata Sarah mulai memenuhi


kelopak matanya.


Sarah melihat kearah pintu. Ia melepaskan


tangannya dari kedua saudaranya. Mengetuk pintu dengan sekuatnya.


“mama…papa….om…tante… jangan hukum Daniel. Aku


yang salah. Tolong buka pintunya.” kata Sarah sambil mengetuk pintu tanpa henti


dan membuat kegaduhan diluar kamar.


Tidak ada jwaban dari dalam sana, yang ada hanya

__ADS_1


suara teriakan Daniel yang menahan sakit, perlahan – lahan suaranya semakin


mengecil dan suasana menjadi hening. Sarah, kedua saudara perempuannya dan


Jackie menempelkan telinga mereka di pintu untuk mendengar apa yang terjadi


didalam sana.


Terdengar seperti suara diskusi antara Andy Li


dan David Long. Suara Daniel semakin serak dan mengecil. Terdengar suara kelelahan


dari nya.


“papa, mama, om dan tante... tolong buka pintu.


Hukum aku saja...aku mohon.” Kata Sarah sambil mengetuk pintu dengan


gaduh.Tidak ada jawaban apapun dari dalam sana. Pintu juga terkunci dari dalam.


“tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang, kita


hanya bisa menunggu para orang tua reda emosinya.” Sarah bicara sambil mengusap


pundak Sarah.


“tidak bisa kak, harusnya hukum aku saja.” rengek


Sarah.


“saat ini mreka tidak akan memperdulikan kita


adik ku..” bujuk Serena.


Sarah mendekati pintu lagi dan berkata “aku tidak


akan pergi, aku akan menunggu didepan pintu sampai kalian melepaskan Danie.”


ancam Sarah


Tiba – tiba ada angin besar yang brhembus dari


dalam ruangan yang membuat tubuh Sarah terpental kebelakang. Kedua saudara


perempuannya dengan sigap menangkap tubuh Sarah.


para orang tua sudah memasang perisai diruangan ini. Sebaiknya kamu jangan


ganggu dulu.”


“aku tidak akan menyerah.” mata Sarah berkaca –


kaca. Dengan penuh semangat ia mendekati pintu lagi dan terpental lagi. Serena


membantunya untuk berdiri, tapi Sarah menolaknya.


“aku mohon....jangan begini. Aku akan lakukan


apapun, agar kalian melepaskan hukuman dari Daniel.” Sarah sudah tidak bisa


membendung rasa sedih dalam hatinya. Ia duduk dilantai dan air matanya mulai


mengalir membasahi pipinya.


“sudahlah.. adik ayo pergi kedalam kamar. Sungguh


tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang. Aku yakin tidak akan terjadi sesuatu


dengan Daniel. Dia adalah putra tunggal keluarga Long, harapan satu – satunya


sebagai penerus marga Long. Memaksa masuk sekarang juga tidak ada gunanya, kita


hanya akan menambah kekesalan para orang tua didalam sana.”


Begitu Sisca selesai bicara mereka semua


merasakan energi yang sangat besar keluar dari dalam kamar Daniel.


“apa ini??” Tanya Serena sambil menaikkan kedua


pudaknya yang tiba - tiba meriding hebat.


“energi naga. Ini lah energi asli mereka” jawab

__ADS_1


Jackie


“apa sehebat ini energi mereka? ini pertama kali


aku merasakan kekuatan seperti ini.” kata Serena sambil memegang lengan Sisca


yang berdiri disampingnya.


Bersamaan dengan itu langit kembali menghitam,


sama seperti kejadian selaman. Awan tebal menyelimuti pulau, Atap pada ruangan


taman dalam langsung tertutup. Menutupi kolam renang dan taman dalam rumah.


Lampu secara otomatis menyala menerangi ruangan tengah. Bersamaan dengan itu


suara gemuruh mulai bersahutan. Perlahan dan lama – lama menjadi sangat kuat.


“kakak...” Sarah menatap Sisca dengan penuh


ketakutan.


“masuk kekamar kamu, kita tunggu dikamar kamu


saja.” kata Sisca sambil menarik tangan Sarah.


“suami...kamu tunggu disini. Beritahukan kepada


kami jika ada sesuatu didalam sana” lanjut Sisca. Mulutnya tertutup rapat


ketika berbicara dengan Jackie. Pria ini sangat berani membuat adiknya


ketakutan seperti ini, sungguh membuatnya kesal. Seharusnya ia bisa menggunakan


kata – kata yang lebih baik lagi. ‘white lies’ jauh lebih baik. Jika memang


perlu saat itu harusnya ia tidak usah bicara sama sekali itulah pikiran yang


terlinatas dibenak Sisca untuk Jackie.


Sisca membuka kamar Sarah yag berada tepat


disebelah kamar Daniel dan membiarkan pintu kamar terbuka lebar.


“energi disini jauh lebih kuat.” kata Serena.


“tapi ini bukan energi pertarungan sepertinya,


karena hanya ada satu energi yang terasa. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan


adik kecil.” lanjut Serena sambil mengusap lengannya sendiri.


Sebeneranya Serena juga tidak yakin dengan apa


yang dikatakannya. Sebagai saudara, mereka harus saling menguatkan dan


mendukung. Mereka bertiga duduk diatas tempat tidur sambil bersilah. Arah


pandangan mereka sama, kearah dinding dibelakang meja rias. Dibelakang dinding


itu adalah kamar Daniel. Tidak bisa sama sekali menggunakan telepati dan


teleport kekamar Daniel. Perisai naga yang dipasang terlalu kuat untuk ditembus


mereka.


"salahku... kenapa aku begitu bodoh bisa


tertidur dikamar Daniel. Seandainya aku tidak tertidur semua hal ini tidak akan


terjadi. " sesal Sarah kepada kedua saudaranya


"sudahlah.... menyesali semua tidak ada


gunanya sekarang. Kita hanya bisa menunggu, aku percaya ia baik - baik saja


didalam sana.  Sisca mengusap punggung Sarah.


Kejutan datang lagi, aura panas mulai memenuhi


ruangan kamar Sarah.


“ini.....”Sarah menatap kedua saudaranya.

__ADS_1


Mereka berdua mengangguk, menyetujui perkataan


Sarah yang tidak terucap.


__ADS_2