
“kamu tidak sendiri anakku. Ada kami yang akan melindungi dirimu.” kata David Long sambil menepuk – nepuk
punggung telapak tangan Sarah Li.
“ya…. terima kasih papa…” kata Sarah.
Waktu sudah menunjukkan 30 menit dan tidak ada yang hadir pada saat sekarang ini. Sarah mulai putus asa, apakah ia salah mengambil kesimpulan?? Ia Sarah memijat keningnya yang terasa pusing karena semuanya terjadi tidak sesuai dengan keinginannya.
“aku rasa aku salah….” kata Sarah lirih
“ada yang datang, “ kata David Long dengan semangat. Ia melihat mobil dengan sedan hitam masuk kedalam perusahaan.
“bukankah itu??” David Long melihat kearah Sarah dengan tidak percaya.
“aku juga masih perlu menyelidikinya. Jika aku tidak salah ia selalu memegang seperti botol kecil tapi aku tahu itu terbuat dari tanah liat. Bantu periksa didalam mobilnya pa… Aku tidak bisa melakukan teleport. Panjangnya kira – kira 5 cm berwarna coklat tua dengan tutup dari kain berwarna merah terang. Sangat bau, sebaiknya papa hati – hati dalam memegangnya dan jangan sekalipun menciumnya karena ia sepertinya mengoleskan racun mematikan di botol itu.”
David Long mengangguk sambil mendengarkan semua perkataan Sarah Li.
“Hancurkan dengan melemparkannya ke batang pohon, jangan ditanah. Karena pasti tidak akan bisa pecah. Ia
sepertinya mempunya kekuatan yang tidak biasa.”
David Long kembali mengangguk “ada lagi anakku??”
“tolong beritahukan kepada kami apabila papa menemukannya. Aku akan memeriksa ditubuhnya.” Kata Sarah Li sambil membuka pintu mobil.
“putriku…. berhati – hatilah..” Kata David Long yang kemudian menghilang dari pandangannya.
Sarah tersenyum penuh semangat dalam menghadapi semua yang ada dihadapannya. Ia sangat yakin roh Daniel terjebak dalam botol itu. Karena ketika Sarah dalam penyekapan pria itu, ia melihat pria ini selalu membawa benda itu kemana pun ia pergi. Sarah menyadarinya ketika pertama kali ia marah dirumah tersebut dan meninta banyak hal kepada orang yang menyerupai Daniel Long.
Saat itu, Sarah melihat ada benda bercahaya dibalik setelan jas yang dikenakan pria itu. Warna cahayanya sangat mirip dengan warna energi dari dirinya sendiri. Saat itu dia hanya menebak – nebak saja. Tapi ia sangat yakin saat itu Daniel bertukar posisi dengan dirinya karena makhluk itu hampir mengejar dirinya.
Sarah menyeka air mata dipipinya yang tiba – tiba menetes. Sarah menutup pintu dan mulai berjalan perlahan
kedalam kantor. Petugas keamanan yang melihat Sarah Li langsung menyapa Sarah.
__ADS_1
“selamat siang nona ketiga Li,,,”sapa mereka dengan sangat ramah.
“selamat siang.” jawab Sarah dengan aura penuh percaya diri seperti biasa.
“apakah semuanya sudah datang??” tanya Sarah Li
“sepertinya baru beberapa orang saja yang datang bu.” jawab salah seorang petugas.
“baiklah, terima kasih. Saya naik dulu keatas.” kata Sarah sambil menunjuk kearah lift dan berjalan meninggal
petugas keamanan perusahaan yang sedang berjaga.
Sampai dilantai 8 ruangan rapat berada, Sarah sudah merasakan energi yang sama pada saat ia disekap. Dengan tangan bergetar Sarah memegang pegangan pintu dan bersiap membukanya.
“selamat siang… jawab Sarah sambil mengetuk pintu ruangan rapat.
“masuklah…” jawab Andy Li seolah tanpa ada masalah.
Sarah mengangguk dan masuk kedalam ruangan rapat. Tanpa rasa sungkan ia duduk disamping Andrew yang sudah hadir didalam ruangan rapat. Ia melihat 2 manager lain juga sudah hadir lebih awal dari pada Sisca dan Serena. Sarah memperhatikan mereka yang sudah hadir satu persatu.
Sarah menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Salah satu dari orang yang hadir diruangan ini adalah makhluk mengerikan yang dilihatnya dalam mimpi. Bahkan setiap memejamkan mata wajah seram itu selalu berputar dalam kelopak matanya.
“lawan sarah Li , kamu harus melawan rasa takut itu. Wajahnya memang sangat buruk. Sepertinya ia kurang
melakukan perawatan disalon.” Sarah berbicara dengan dirinya sendiri untuk menghibur dirinya yang ketakutan.
Sisca dan Serena memperhatikan gerak gerik Sarah Li. Tidak lama kemudian ruangan meeting terdengar suara
teriakan dari sebelah Sarah. Dia adalah Andrew. Sarah terkejut mendengar suara teriakan Andrew yang bersuara berat mirip dengan yang didengarnya ketika ia melarikan diri.
Buku kuduk Sarah naik menahan rasa takutnya. Badan Andrew menggeliat seperti terkena air panas. Warna
kulitnya yang sawo matang berubah menjadi putih pucat. Satu bola matanya keluar dan satu mata lainnya berubah warna pupilnya. Bibirnya pecah – pecah. Giginya yang putih bersih menjadi kecolkatan seperti tidak terurus.
Sarah melihat setiap perubahan itu didepan matanya sendiri. Ia bahkan tidak bisa melarikan diri. Hanya duduk
__ADS_1
sambil menatap perubahan aneh yang terjadi. Gerakan tubuhnya tidak selincah manusia biasa, kali ini gerakannya terbatas satu persatu. Sangat mirip dengan gerakan zombie.
“apa yang kamu lakukan…” suarah berat dengan nafas bau busuk dirasakan Sarah Li yang berada dihadapannya.
Andy Li dengan cepat memindahkan Sarah dengan satu kedipan mata.
“kamu tidak apa – apa sayang??”tanya Andy Li.
Sarah menggeleng dengan cepat tanpa bisa bersuara. Andrew tiba – tiba juga menghilang dari pandagan mereka dan tiba – tiba berada dibelakang Sarah Li sambil menarik rambut Sarah dengan paksa.
“kamu pengantinku, selamanya akan bersama denganku. Mari pulang kerumah kita.” Sarah berteriak kesakitan karena Andrew menarik rambut Sarah dengan sangat kuat.
“lepaskan anakku.” teriak Andy Li.
“aku sudah mengatakan kepadamu dari dahulu, kalau aku mencintai putrimu. Tapi kamu tidak memberikan kami
bersama. Jangan salahkan orang lain. Salahkan diri kamu sendiri.” Suara Andrew yang berubah menjadi berat dan menakutkan memenuhi ruangan meeting.
Sarah memejamkan matanya, satu tangannya memegang ujung rambut yang ditarik Andrew agar mengurangi rasa sakit yang dialaminya. Tapi sia – sia. Pria ini dengan tidak berperasaan semakin manarik kuat rambut Sarah.
Sarah berteriak kesakitan. Ia berusaha mengingat siapa Andrew ini, kapan ia pernah bertemu dengannya. Ketika
pertama kali bertemu dipesawat seusai selesai berlibur dengan keluarganya dan keluarga Long. Sarah memang merasa pernah melihat wajah Andrew. Tapi dia tidak ingat bertemu dimana.
“apa yang kamu bicarakan???” tanya Andy Li kesal.
“waktu itu aku sudah melamar Sarah saat kami masih kuliah. Kamu dengan mudahnya menolak lamaranku. Dan malah menjodohkan Sarah dengan Daniel. Aku mengemis meminta ijin dari mu. Tapi apa yang kamu lakukan?? Kamu membuatku dan keluarga ku pergi keluar negeri dan menjauhkan aku dan dirinya.”
Andy Li berusaha keras mengingat kejadian yang dikatakan Andrew, tapi sayangnya ia benar – benar tidak ingat
dengan peristiwa itu. Karena terlalu banyak pria yang melamar putri ketiganya itu dan sudah terlalu banyak juga yang ditolaknya.
Lagi pula ia sudah hidup beratus tahun lamanya, sudah terlalu banyak yang harus diingatnya. Mungkin secara
otomatis otaknya menghapus kenangan tentang Andrew.
__ADS_1