Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 163


__ADS_3

Karena peristiwa ini semua putri Andy Li sangat terkejut mendengar hal tersebut pernah terjadi pada mereka. Sisca dan Serena mengakui pernah mimpi hal yang sama dengan apa yang diceritakan kepada mereka. Tapi mereka memang tidak mengingat kejadian itu. Jadi setiap mimpi itu datang berulang mereka hanya menganggap sebagai bunga tidur saja. Tidak perlu dipikirkan.  Dan biarkan saja semua berlalu begitu saja.


Hari itu berjalan sangat lama bagi mereka. Banyak rahasia yang baru diketahui ketiga putri Andy Li. Sarah juga membuktikan kalau cincin zambrut yang dipakainya tidak bisa dilepas oleh siapapun kecuali oleh keluarga mereka.


Sarah meminta Jackie melepaskan cincin miliknya dan ternyata benar.  Cincin yang dikenakan Sarah Li tidak bisa dibuka selain keluarganya dan keluarga Daniel. Suatu rahasia yang baru diketahui Sarah. Ternyata benar, ada banyak rahasia yang tidak diketahui oleh Sarah dan membuatnya semakin bersemangat mencari tahu


kekuatan apa yang bisa dikembangkannya dan bisa mengalahkan musuh - musuhnya.


"aku memiliki rencara akan melatih Sarah setelah ia sembuh nanti, jika memungkinkan bisa meleburkan energi yang dimilikinya saat ini sehingga ia bisa menjadi lebih kuat dan mandiri. Jika ia menjadi lebih tangguh, makan tidak akan ada orang yang berani menganggu dirinya lagi." Daniel bicara dengan penuh percaya diri.


Andy Li mengangguk "banyak hal yang tidak diketahui mengenai kekuatan Sarah Li."  Ia sendiri menjadi saksi mata kehebatan putrinya.


"Sepupu.... Tidak semudah itu, kakak ipar harus dipastikan dalam kondisi baik... Perlu 3 minggu untuk penyembuhan kakak ipar. "


"Aku tahu dokter Hans. Berhenti mendikte ku. " Kata Daniel dengan kesal.


"Aku selalu curiga denganmu karena kamu suka memaksa kakak ipar. " Hans bicara sambil menyipitkan matanya melihat Daniel


Sarah membesarkan matanya dan menatap Hans dengan senang. "Kamu juga tahu masalah itu.... "


"Tentu saja, kami tinggal bersama diluar negeri.... Selama bertahun-tahun. " Hans menjadi bersemangat karena ada orang yang mendukung dirinya.


"Apakah dia sangat menyebalkan... " Tanya Sarah lagi.


" Kalau dia sangat menyenangkan, aku yakin kami tidak akan pernah berselisih paham seperti ini. " Hans menggeser posisi


duduknya kesebelah Sarah Li.


"Kamu bisa diam... " Daniel merapatkan gigi nya ketika berbicara dengan Hans.


“dan tolong menjauh dari istriku.” Daniel mulai posesive Karena Sarah masih duduk dengan bersandar didadanya.


“dia bahkan tidak melakukan apapun kamu sudah marah??” kata Sarah sambil menyembunyikan senyum diwajahnya


“apa saja yang berhubungan dengan dia pasti aku akan marah..”

__ADS_1


“Jika mendengar mereka kuping kita bisa panas.” Kata Serena sambil menggoyangkan telinganya dengan telapak tangannya.


“mereka memang seperti itu setiap kali bertemu..” Huanran menjawab perkataan Serena.


Malam semakin larut, David kembali kerumahnya begitu juga dengan Sisca dan Serena. Sarah masih terjaga sambil melihat jendela kamarnya yang terbuka.


Daniel yang baru keluar dari kamar mandi membuka handuk dikepala Sarah Li kemudian mengeringkannya dengan hair dryer.


“kamu menunggu aku mengeringkan rambutmu??” tanya Daniel


Sarah menggelengkan kepalanya “aku belakangan ini selalu takut jika tertidur. Takut masuk kedalam alam bawah sadarku. Takut ada mimpi yang sama berulang. Entah kenapa aku menjadi orang yang penakut belakang ini… “ Sarah menarik nafas panjang, ada rasa sesak didalam dadanya setiap kali mengingat semua peristiwa tidak menyenangkan dalam hidupnya.


Daniel masih mengeringkan rambut Sarah dan memperhatikannya raut wajah istrinya dari kaca.


“ada aku, kamu jangan takut.”


“kamu tidak selamanya ada disampingku, bagaimana bisa aku tidak takut…” Sarah Li berusaha jujur dengan dirinya sendiri. Ia tidak mungkin selamanya berusaha menjadi seorang yang kuat dalam segala hal. Bagaimana pun ia adalah manusia biasa yang banyak tidak bisa diselesaikannya sendiri. Walau berusaha untuk kuat didepan semua orang, didepan pria ini Sarah Li tidak bisa menutupi kelemahannya sebagai seorang wanita.


“mulai sekarang aku akan selalu ada disampingmu.” Daniel tidak hanya berkata kepada Sarah tapi juga berjanji pada dirinya sendiri.


“Ren akan mengirimkan semua pekerjaanku kerumah mulai besok. Jadi aku akan selalu ada disampingmu.”


“perkataanmu terdengar sangat indah.” kata Sarah sambil tersenyum. Dalam hatinya bertolak belakang, sudah sering Sarah melihat Daniel bekerja dirumah. Tapi ia tetap saja selalu sibuk. Bahkan ia bisa melarikan diri karena Daniel tidak akan ada waktu untuk memperhatikannya. Cara bicaranya sungguh hebat seolah ia bisa menemani Sarah selama 24 jam, terdengar sungguh konyol.


“menurutmu apa aku memang sepeti itu???’’


“tuan muda Long itu tidak perlu dipertanyakan, kamu jauh mementingkan pekerjaan dibandingkan dengan diriku dan pernikahan ini dan kamu


tahu itu.”


“aku.... aku rasa tidak seperti itu.....” Daniel menjawab pernyataan Sarah dengan tidak yakin.


Sarah tersenyum sinis menatap Daniel yang selalu berusaha mejadi orang paling benar, walau dia tahu dia salah.


Daniel Long terdiam sejenak, dari pupil matanya bergerak terlihat seolah ia sedang mendengar seseorang bicara kepadanya. Sarah memperhatikan Daniel dan ragu apakah harus bertanya atau tidak. Daniel menatap kearah jendela dan kemudian berjalan cepat kearah jendela dan ia terlihat melihat keluar jendela. Perhatiannya sangat fokus, seolah ia melihat sesuatu yang aneh dibawah sana.

__ADS_1


Sarah penasaraan, dan dengan perlahan ia menyibakkan selimutnya dan turun perlahan berjalan kearah jendela. Tempat Daniel Long berdiri sekarang.


Daniel terlambat mendengar suara langkah Sarah, ketika ia sedang menutup jendela. Daniel yang akan menutup tirai jendela dihalangi oleh Sarah Li yang seolah melihat sesorang dibawah sana.


Daniel memegang tangan Sarah dan dengan cepat menutup tirai jendela. Sarah melihat jari manis tangannya, cincinnya bercahaya.


“apa... terjadi sesuatu??” tanya Sarah dengan hati – hati.


“tidak,,,, tidak ada...” Daniel yang berusaha menyakinkan malah berbicara dengan nada yang tidak menyakinkan.


“benarkah??” Sarah menunjukkan cincin ditangannya kepad Daniel


“pasti ada sesuatu terjadi diluar sana...” sambung Sarah Li


“tidak ada sayang,,, hanya orang mencari alamat.”


Sarah menggeser tubuh Daniel yang memeluk dirinya dan membuka tirai kamarnya. Tidak terlihat siapapun, padahal tadi ia melihat seseorang dibawah sana. Malam sudah larut bagaimana mungkin ada orang yang mencari alamat pada malam hari seperti ini????”


Sarah menatap curiga kearah Daniel, pria ini terlihat mencurigakan. Tatapan matanya terlihat kalau saat ini dia sedang berbohong atau sedang menutupi sesuatu.


Sarah melihat lagi kearah bawah dan hanya ada Hans dan pengawal Daniel yang mulai terlihat berjaga disekitar rumahnya.


“apa ada yang kamu tutupi??”


Daniel menarik nafas panjang dan sambil memejamkan matanya dia melihat kearah bawah dan kemudian menutup tirai kamar Sarah.


“mari naik ketempat tidur, aku akan menjelaskan kepada mu.”


“kamu berjanji tidak akan membohongiku??”


“bukan kah kamu punya alat detektor?? “ kata Daniel sambil melihat kearah cincin Sarah Li.


Sarah melihat cincinnya dan kemudian melihat kearah Daniel. Secara garis besar ia sudah bisa menyimpulkan kalau ada hal berbahaya yang terjadi disekitarnya. Pasti ada sesuatu yang tidak diketahuinya.


Sarah pun mengikuti Daniel berbaring ditempat tidur. Sementara Sarah Li berbaring, ia melihat Daniel mengambil koper miliknya dan memasukkan beberapa pakaian miliknya. Sarah memutuskan menunggu Daniel dan bersabar sampai pria ini selesai dengan kegiatannya

__ADS_1


__ADS_2