Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 50


__ADS_3

Sarah melewati Daniel Long seolah memang tiada


orang dihadapannya. Daniel dengan setia mengikuti dibelakang Sarah. Sarah


menekan tombol turun pada lift dan melihat pantulan bayangan Daniel Long dari


pintu lift. Sarah melihat kearah atas, menunjukkan angka 25 panah keatas.


‘Syukurlah, sebentar lagi akan sampai. Tidak


nyaman dengan keadaan seperti ini. Bagaimana jika ia terus mengikutiku.. jangan


– jangan ia sedang membaca pikiran ku lagi. ‘


Daniel terihat memegang ponselnya dan menerima


panggilan.


“ya kami bersama,,,,  sudah mau pulang. “


kata Daniel


“hmm.. “ katanya lagi.


Daniel langsung mematikan ponselnya, Sarah tidak


bisa menebak dengan siapa pria ini berbicara. Sarah langsung masuk kedalam


ketika pintu lift terbuka. Sarah menekan tombol 1. Daniel berdiri dibelakang


Sarah, tanpa mengeluarkan suara sama sekali. Perjalanan dari lantai 1 terasa


sangat lama bagi Sarah. Entah sudah berapa kali ia menghelakan nafas hanya untuk


perjalanan lift dari lantai 30 ke lantai 1 ini saja.


Sampai di lantai 1 petugas keamanan langsung


menyapa Sarah.


“mobil anda sudah dimasukkan ke basement sesuai


permintaan Direktur Utama. Ini kunci anda Pak Direktur Long.” kata petugas


keamanan kantor Sarah sambil memberikan kunci mobil Daniel kepadanya.


Didepan pintu masuk sudah terparkir sebuah mobil


sedan berwarna coklat tua. Sarah sudah bisa menebak, sudah pasti ini adalah


mobil milik Daniel. Pria ini sepertinya sangat menyukai warna coklat.


“baiklah, aku akan memesan taksi.” kata Sarah


sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya.


Daniel dengan cepat merebut ponsel Sarah


“ikut aku.” perintahnya.


Sarah menarik nafas panjang lagi sambil


memasukkan tangannya ke saku coat blasernya. Pria ini benar – benar menyebalkan.


Batin Sarah.


Sarah berjalan dibelakang Daniel. Daniel masuk


lebih dahulu kedalam mobil, tapi Sarah berjalan kearah luar kantor. Ia akan


naik taxi pulang kerumah. Itu rencana dipikirannya. Daniel melihat Sarah


berjalan dengan cepat kearah jalan raya. Dengan langkah seribu ia mengejar


Sarah, Daniel berdiri dihadapan Sarah dengan raut wajah dingin.


“masuk kedalam mobil. Kamu mau kemana?” tanya


Daniel.


“tuan muda Long tidak perlu mengkhawatirkan aku.


“ Sarah melewati Daniel dan baru berjalan satu langkah, Daniel sudah berdiri


dihadapannya lagi.


“tolong menyingkir dari hadapanku.” perintah


Sarah

__ADS_1


“masuk ke dalam mobil.” Kata Daniel sambil


menoleh kearah mobil yang tarparkir didepan pintu kantor Li


“aku rasa telinga kamu masih sangat bagus. Perlu


aku ulangi lagi?? aku tidak mau pulang bersama dengan mu. Paham?” Sarah bicara


sambil menggoyangkan kepalanya kekiri dan kekanan.


Sarah dengan susah payah meredam emosinya ketika


bicara. Tapi yang terlihat justru tidak seperti itu.


“tidak paham.” jawab Daniel Long santai


Sarah menggelengkan kepalanya dan berusaha


melewati Daniel. Pria ini juga sudah kehabisan kesabaran. Selama diperjalanan


ia tidak sempat tidur, karena membaca dokumen kerja sama yang cukup banyak.


Begitu mendarat, ia langsung ke perusahaan Long untuk membahas masalah kerja


sama. Begitu semua selesai, ia juga harus menghadapi emosi calon istrinya yang


sedang tidak stabil. Rasa kantuk dan lelah sudah bercampur dalam dirinya.


Sarah mendorong Daniel, tapi kesempatan itu


dibuat Daniel untuk menggendong Sarah seperti membawa sekarung beras


dipundaknya.


“turunkan aku.. dasar kepala batu.” Sarah


mengumpat kepada Daniel yang terlihat tidak memperdulikan kekesalan Sarah


padanya.


“buka” perintah Daniel kepada petugas keamanan


yang masih berdiri didekat  mobil Daniel.


Petugas itu membuka pintu mobil untuk Daniel,


dengan segera Daniel memasukkan Sarah dan memakaikan sabuk pengaman kepadanya.


“terima kasih.” Kata Daniel kepada petugas


keamanan tadi. Sambil menepuk pundaknya.


Ia pun segera masuk kedalam kursi pengemudi dan


mengendarai mobil membawa Sarah kembali kerumahnya. Suasana dalam mobil sangat


kaku. Sarah terlalu malas melihat wajah Daniel, ia memilih menikmati


pemandangan malam diperkotaan. Cahaya lampu berwarna warni dari rumah dan toko


yang lewati, terlihat beberapa orang yang berjalan di trotoar jalan.


Sepertinya hidup mereka sangat bahagia, kenapa


beberapa minggu ini hidupnya menjadi tidak bahagia apa lagi sejak bertemu


dengan pria yang ada disampingnya.


Tidak memerlukan waktu yang lama untuk sampai


kerumah keluarga Li dijam tidak sibuk seperti malam ini. Jam 10 malam tepat


mereka sampai dirumah. Sarah dengan cepat membuka sabuk pengamannya dan keluar


dari dalam mobil. Mobil sudah terparkir dihalaman rumah keluarga Li. Terlihat


ada 5 mobil terparkir dihalaman keluarga Li yang luas itu. Daniel menandai


salah satu mobil yang terparkir adalah milik kedua orang tuanya.


Suasana rumah terlihat sunyi, tidak ada tanda –


tanda orang yang sedang berkunjung. Sarah langsung naik kelantai  2


kamarnya. Daniel melihat suasana rumah yang sunyi. Tapi kepekaan inderanya


mengetahui kalau seluruh keluarga sedang berada diruangan karoke keluarga Li


dan membahas masalah pernikahan mereka.

__ADS_1


Mayleen keluar dari ruangan karena menyadari


kehadiran Daniel yang masih berdiri didepan tangga melihat Sarah Li masuk


kedalam kamarnya.


“Sarah ke kamarnya?” tanya Mayleen


“iya ma…”


“kamu kalau mau mandi silahkan pakai kamar


disebelah kamar Sarah, perlengkapan mandi dan pakaian kamu ada diruangan itu.”


kata Mayleen sambil menunjuk kamar disebelah kamar Sarah.


“terima kasih ma…” kata Daniel dengan murung.


Mayleen menangkap Daniel sedang kelelahan.


Sedangkan kenyataannya lelah dan perasaan yang tidak tenang bercampur jadi


satu. Daniel bingung bagaimana harus bersikap dengan Sarah. Sepertinya yang


dilakukannya selalu salah.


“apa kamu mau makan malam nak?”


“belum ma…. Aku sangat lelah. Maaf, masalah


pernikahan akan aku serahkan semuanya kepada kalian. Selesai mandi, mungkin aku


akan langsung tidur saja.”


Daniel bicara seolah dia sudah diberikan ijin


untuk menginap dirumah ini. Ia menyadari kesalahannya.


“maaf ma. Selesai mandi aku akan tidur didalam


mobil saja.”


“kamu ini seperti orang lain saja. Dari dahulu


sampai sekarang kamu adalah bagian dari keluarga Li. Tidak akan terpisahkan


walau terjadi hal apapun. Sudah cepat naik, dan beristirahat.”


Daniel mengangguk dan berjalan menaiki anak


tangga dengan langkah berat. Ia masuk kedalam kamar dan segera mandi, berganti


pakaian dan tidur.


Hal yang sama dilakukan juga oleh Sarah, selesai


mandi ia langsung merebahkan tubuhnya ditempat tidur, perutnya memang lapar


saat ini. Tapi jika ia keluar sekarang pasti Daniel Long masih ada diluar sana


dan berbicara dengan kedua orang tuanya. Lebih baik ia tidur saja.


Ternyata tidak semudah yang dipikirkan Sarah, 30


menit berusaha tidur dengan keadaan lapar ternyata tidak membuahkan hasil. Ia


duduk dengan kesal dan kemudian bangkit dari tempat tidurnya. Perlahan - lahan


menempelkan telinganya di pintu kamar. Setelah memastikan tidak ada suara,


Sarah membuka pintu kamarnya perlahan dan melihat suasana ruang tamu yang


hening.


Sarah keluar dari dalam kamar dan begitu juga


Daniel Long yang keluar dari kamar tamu disebelah kamarnya.


“kenapa kamu disini?”tanya Sarah bingung sambil


melihat kearah kiri dan kanan rumahnya yang terlihat sepi tidak seperti


biasanya.


“aku lapar dan tidak bisa tidur, buatkan makan


malam untukku.” Daniel bicara seolah tidak ada masalah dengan mereka berdua, ia


berjalan dihadapan Sarah dan menuruni tangga dengan punggung yang terlihat

__ADS_1


lesu. Tidak seperti biasanya. Ini kedua kalinya Sarah melihat Daniel yang tidak


memiliki semangat sama sekali.


__ADS_2