
“Sudaraku, aku tidak bisa membiarkannya begitu saja. Aku pastikan akan mendidik dia lebih baik lagi. Benar – benar tidak menghargai barang berharga miliknya. Mata David Long berkilat marah.
“kamu, James… sudah tahu kondisi Daniel seperti itu kenapa masih membiarkannya bekerja.” Lanjut David Long
“maaf pak direktur utama, saya sudah memperingatkan pak Daniel agar beristirahat. Dokter pribadi beliau juga saya panggil dan memberikan saran yang sama. Tapi dia sama sekali tidak memperdulikan saran dari kami.” James berusaha membela dirinya, setiap orang yang berani membuat senior keluar Long ini marah.. akan mendapatkan perlakukan jauh lebih buruk dibandingkan jika berurusan dengan seorang Daniel Long.
David Long segera menghubungi dokter pribadi Daniel untuk memvalidasi perkataan James. Sambil bertanya, mata David menatap James seolah akan menelannya hidup – hidup. Selesai bicara, David mematikan panggilannya dan berkata “eksalasi pekerjaan Daniel kepadaku. Untuk rapat yang akan dilakukannya sore ini dan juga besok.”
James mengangguk dengan wajah sungkan “baik pak. Selesai makan siang akan saya informasikan semua jadwal pak Daniel kepada anda.”
David mengangguk dan tidak berniat menjawab pernyataan James. Wajah kesalnya berubah menjadi senyum ramah kepada semua orang.
“mari kita makan…” kata Andy Li memecah ketegangan diantara mereka semua.
*****
Sementara itu didalam lift, Sarah diam tanpa ada niat berbicara dengan Daniel sama sekali.
“sayang… maaf…”
Sarah hanya diam seolah tidak ada orang sama sekali yang berbicara disekitarnya. Lift berjalan terasa sangat
lambat ketika menuju lantai 1. Begitu pintu lift terbuka, Sarah langsung keluar dan berjalan kearah pintu keluar.
Mobil Daniel langsung terparkir didepan pintu begitu mereka keluar dari pintu lift. Sarah Li melewati mobil
Daniel seolah mobil itu tidak pernah ada didepannya. Dia berjalan keluar kantor dan memberhentikan taxi.
Sekarang jam istirahat perusahaan Li, beberapa karyawan terlihat keluar dari kantor dan memperhatikan mereka berdua. Daniel berusaha keras membujuk Sarah Li agar mau memaafkan dirinya sedangkan Sarah Li melihat Daniel pun tidak apalagi mendengarkan dia bicara.
Dengan cepat Sarah Li masuk kedalam taxi dan meminta supir untuk mengantarkan dirinya kembali kerumah
keluarga Long.
__ADS_1
Tidak ada yang dipikirkan Sarah saat ini, pikirannya kosong sama seperti perasaannya saat ini.
30 menit lebih jarak dari kantor ke rumah keluarga Long tanpa ada kemacetan dijalan. Sarah Li langsung masuk kedalam rumah dan disambut oleh Huanran yang sepertinya sudah mengetahui kabar kalau Sarah Li sedang marah kepada Daniel Long.
“siang ma….. “ sapa Sarah Li ketika melihat Huanran membukakan pintu untuknya.
“kamu sudah makan sayang??”
Sarah Li menunjukkan bungkusan makanan yang tadi dibawanya dari kantin kantor. “rencanya aku akan makan, tapi seseorang membuat ku kehilangan nafsu makanku.” Jawab Sarah Li yang berusahan menutupi rasa kesalnya. Tapi terlihat gagal dimata Huanran.
“mama sudah mendengar semuanya dari papa David, kamu tenang saja. Mama akan memberikannya pelajaran.”
“tidak perlu ma… biar dia belajar sendiri dengan baik. Aku rasa dia tidak benar – benar menginginkanku sebagai
istrinya.” Jawab Sarah sambil berjalan masuk kedalam rumah dan menuju kearah dapur sambil meletakkan bungkusan makanan didalam kulkas.
“kamu tidak mau makan sayang???” Huanran berusaha membujuk Sarah Li
“tidak ma,, nanti saja. Sekarang aku sangat lelah. Jadi aku akan tidur dahulu, setelah bangun nanti aku akan makan.”
“apa kamu ingin berbicara sedikit kepada mama?”
Sarah Li masuk kedalam kamar dan mengganti bajunya kemudian mandi sejenak. Sarah Li mengira Huanran sudah pergi dari kamar ternyata ia masih duduk disofa kamar menunggu Sarah Li selesai mandi dan berpakaian.
“mama masih disini?? Aku kira mama sudah keluar. Maaf aku mengabaikan mama dari tadi.” Sarah bicara sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk berwarna ungu dan kemudian duduk disebelah Huanran.
“bagaimana mama bisa tenang memiliki putra seperti Daniel yang berani sekali membuat kamu marah seperti ini. Mama sangat malu dengan sikapnya kepadamu nak.”
Satu tangan Sarah Li memegang tangan Huanran dan satu lagi tangannya masih mengeringkan rambut dengan handuk.
“bukan salah mama. Aku yang salah, aku yang tidak bisa menerima perlakuannya seperti itu. Jadi kalau mama mau menyalahkan seseorang, salahkan lah aku.”
“mana bisa begitu. Semua sudah mama lihat dengan jelas. Kamu menghubungi dia berkali – kali tapi dia mengabaikan dirimu. Mana boleh bersikap seperti ini kepada istri. Mama saja tidak bisa menerima apabila papa David memperlakukan mama seperti ini.”
__ADS_1
Mata Sarah menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong kemudia berkata “berarti aku bukan siapa – siapa bagi dirinya. Mungkin dia memiliki wanita lain diluar sana.”
“benarkah begitu…” Huanran semakin terbakar api amarah
Sarah Li terdiam kemudian melihat kearah Huanran. Matanya sudah berkilat berwarna hijau tosca, nafasnya menjadi tidak teratur, dan terdengar suara gigi bergeletak. Sarah langsung menyadari kalau perkataan dari dirinya menjadi pemicu kemarahan Huanran.
“maaf ma,,, aku hanya bicara sembarangan. Mohon jangan mama masukkan kedalam hati.”
“tidak nak, apa yang kamu katakan memang ada benarnya. Seorang pria tidak mungkin mengabaikan istrinya kalau tidak ada tambatan hati yang lain.”
“sudah maa….. sudah…. Sarah hanya asal bicara. Mohon jangan marah.”
“sayang,,, apa kamu akan menceraikan lelaki bodoh itu???” tatapan mata Huanran kali ini berubah menjadi sedih.
Sarah Li tersenyum tipis “Sarah belum memikirkan apa yang akan aku lakukan. Jika pun aku bertahan untuk apa? Dia sepertinya tidak serius dengan hubungan ini ma….”
Pikiran Sarah Li teringat ucapan kedua saudaranya kepada dirinya. Terutama video ciuman yang ditunjukkan Serena Li berputar dikepalanya. Sarah Li dengan cepat menggelangkan kepalanya untuk mengusir pikiran kotor dari otaknya.
“kenapa nak??” tanya Huanran.
“tidak ma, tidak ada apa – apa. Aku hanya sedikit lelah hari ini. Jadi ingin segera tidur siang.”
“apakah kamu mau berjanji kepada mama???” wajah Huanran kembali serius menatap Sarah Li
“apa itu??”
“berjanjilah untuk tidak meninggalkan pria bodoh itu. Mungkin dia hanya tidak bisa menunjukkan perasaannya kepada mu nak??”
Mata Sarah lagi – lagi menerawang jauh, dengan suara pelan Sarah Li bergumam “jika memang seperti itu kenapa dia sangat lancara mengatakan ingin menikahi ku.”
“setahu mama dia tidak ada wanita lain selain kamu, tapi kamu tenang saja. Mama dan papa sudah menyelidiki Daniel Long. Jika memang dia bersalah, apapun keputusan yang kamu buat kami akan membiarkannya. Kami rela jika itu yang terbaik bagi kalian berdua.”
Wajah sedih Huanran membuat hati Sarah Li merasa sakit. Ia merasa seperti menyakiti hati mamanya kandungnya sendiri.
__ADS_1
Sarah Li menarik nafas panjang sambil memegang tangan Huanran ia pun berkata “mama jangan takut. Aku dan
Daniel akan membicarakan baik – baik masalah ini. Mungkin aku tidak bisa langsung menghadapi dia sekarang. Aku harap mama mau memberikan waktu untuk ku beristirahat sejenak.” Mata Sarah berkaca – kaca melihat Huanran yang terluka karena dirinya.