
"Nuan Nuan dan kamu sudah lama terhubung dengan benang merah. Jika kalian penghubung itu tidak dilanjutkan, dia akan menguasai dirimu."
"bagaimana mungkin,,,, nenek Li?"
"sifat kamu sebagai contoh. Kamu yang dahulu sangat lembut dan feminim. Perlahan - lahan kamu berubah menjadi seorang yang penyendiri, pemberontak dan suka melawan kepada orang tua. Sadarilah cucuku.. Kamu yang sekarang bukan sepenuhnya dirimu sendiri."
Sarah Li terdiam, ia mencoba membandingkan apa yang dikatakan nenek Li dengan ingatannya yang baru kembali. Ia yang dulu memang sangat menyukai keanggunan. Seni minum teh sangat dikuasainya, ia suka balet, seni merangkai bunga dan melukis. Sekarang ia lebih suka berdiam diri. Lebih menyukai sendiri dari pada bersama orang lain. Memang jauh berbeda dengan dirinya yang sekarang.
"bukankah karena aku mengalami lupa ingatan??" tanya Sarah
"kamu yakin??" Nenek Li menggelengkan kepalanya. Para tetua yang lain memandang Sarah dengan wajah serius. Sepertinya keadaannya tidak semudah yang dibayangkannya.
"salah satu dari kalian harus mati." kata salah satu leluhur Long.
Jantung Sarah seolah terhenti mendengar perkataan leluhur Daniel itu.
"tapi kami tidak akan membiarkan itu terjadi kepadamu. Syukurnya ada bantuan dari langit tidak lama lagi."
Sarah menarik nafas lega, setidaknya ada jalan keluar untuk mengatasi masalah dirinya.
"walau tubuh kami sudah tidak ada lagi, tapi energi kami yang membuat kami ada disini. Semua karena cincin yang kamu kenakan, rasa kepercayaanmu terhadap energi di cincin ini membuat kami bangkit dan akan melindungimu. Tapi ada harga yang harus ditebus karenanya."
Kakek buyut Daniel ini memang memiliki sifat dan cara biara yang mirip dengan Daniel, tidak ada basa basi dan langsung keinti permasalahan. Dari caranya bicara membuat orang yang tidak mengenalnya akan mudah sakit hati. pikir Sarah.
"apa.... itu..." tanya Sarah dengan ragu
"korbankan dirimu." jawabnya tanpa ada ekspresi sama sekali.
"baik" jawab Sarah dengan yakin.
__ADS_1
"kamu yakin cucuku?? kamu harus meninggalkan keluarga yang kamu sayangi dan juga dia..." Nenek Li melihat kearah samping. Didepannya seperti ada layar televisi super besar yang memperlihatkan kejadian diluar sana. Semua orang berusaha mati - matian bertarung melawan anggota Nuan Nuan dan juga terlihat tanah yang sudah mulai terbuka. Sepasang tangan seolah meminta bantuan agar dikeluarkan dari dalam tanah. Ya..... itu adalah suku terlarang yang sudah punah.
"nenek... aku tidak berhak memilih. Jika mereka bangkit bukankah akan timbul masalah dibumi. Aku rasa kehilangan nyawa 1 orang tidak akan berarti apapun. Mereka berhak melanjutkan hidup mereka dengan bahagia dan bumi adalah tempat yang aman dan tenang bagi mereka semua." Sarah bicara tanpa ragu seolah kematian hal yang wajar baginya.
"bagaimana dengan dia??" kakek buyut Long bertanya dengan mata tajam melihat kearah Daniel yang sedang berusaha membagunkan dirinya.
Dengan mata berkaca - kaca Sarah menjawab "dia juga pantas untuk bahagia. Jika kami tidak berjodoh dikehidupan ini. Masih ada kehidupan lain yang bisa menunggu untuk kebahagian kami. "
"katakan apa yang harus aku lakukan...." tanya Sarah
"aku akan membuat Daniel Long menusuk dirimu dan setelah itu jiwa mu akan melebur dengan alam. Kami akan menyatukannya kembali dan menitipkan dirimu kepada langit."
Sarah menganggukkan kepalanya, semua rencana yang disampaikan para leluhur terdengar sangat ringas dan mudah. Ia pasti bisa melaluinya dengan mudah tanpa ada halangan yang berarti.
"kamu takut??"
"tidak..."
"tidak masalah kalau itu yang terbaik."
"kamu tidak akan bisa menemui mereka lagi."
"tidak masalah, setidaknya aku bersama kalian."
Sarah tersenyum melihat kakek buyut Daniel yang bertanya bertubi - tubi kepadanya.
"berhenti mempermainkannya.." nenek buyut Daniel akhirnya buka suara setelah mendengar kakaknya menakut - nakuti Sarah.
"cucuku... kamu mungkin akan berubah menjadi ular kembali jika langit menghendakinya. Kamu akan kembali ke wujud awalmu, dan semua akan kembali bergantung kepada kemampuanmu untuk kembali merubah dirimu dari ular menjadi klan manusia."
__ADS_1
Sarah mengerucutkan bibirnya dan sambil memegang dagunya. Ia harus mencerna semuanya dengan cepat. Tapi ia tidak ada pilihan lain, selain mengikuti semuanya sesuai dengan arahan tanpa harus banyak bertanya.
"kita tidak punya banyak waktu.. Sudah hampir tiba."
Kakek buyut Daniel telihat membacakan matra. Mata Daniel terlihat berkilat biru dan kemudian dengan satu tebasan ia melukai Sarah tepat dibagian tubuh vitalnya. Sarah merasa tubuhnya bersinar sama dengan apa yang dilihatnya dalam layar kaca besar itu.
'ini adalah apa yang sedang dilihatnya. Mulutnya menjadi kaku dan tidak bisa berkata apapun. Ia bahkan belum bertanya bagaimana caranya ia bisa menjadi manusia kembali. Tubuhnya berubah menjadi cahaya dan seperti kunang - kunang perlahan - lahan dirinya mulai tidak terlihat lagi.
"apakah ini yang namanya kematian??"
"apakah ini yang namanya tidur abadi??"
Sarah hanya bisa mengajukan pertanyaan pada dirinya sendiri yang perlahan - lahan kehilangan wujud fisiknya. Sendirian dan tidak ada orang yang menemaninya. Tiba - tiba ia merasakan kerinduan kepada keluarganya, kedua mertuanya dan yang tidak bisa ditahannya adalah kerinduannya kepada Daniel. Dirinya yang tadi merasa begitu yakin dengan pilihan yang dikatakanya kini perlahan - lahan merasakan kehampaan dalam hati.
Sarah memejamkan matanya dan mendapati dirinya dalam ruangan tak berbatas. Cahaya putih mengelilingi dirinya. Sarah memperhatikan sekitarnya sama sekali tidak ada orang.
"dimana ini...." batinnya mulai takut karena dia hanya sendirian dalam ruangan tak terbatas ini.
Sarah duduk sambil memeluk kedua kakinya. Ia mulai merasakan ketakutan dan kesepian, padahal ia baru berada ditempat ini selama beberapa detik saja.
"tadi kamu begitu angkuh siap mngorbankan dirimu demi memusnahkan Nuan Nuan. Sekarang kamu duduk disini dan mulai menyesali semuanya." Kata kakek buyut Daniel sambil menaikkan ujung bibirnya.
Sarah hanya diamĀ sambil mengangkat kepalanya mendengarkan kakek buyut Daniel berbicara.
"kami menitipkan ragamu pada meteor yang sedang melintas. Kamu akan disini sampai kami memastikan kalau Nuan Nuan memang sudah tidak ada lagi dibumi ini. Setelah itu kamu akan kembali menjadi sekor ular. Selama waktu itu kamu harus bersabar." sambung nenek buyut Daniel
"apa dia belum mati???" Sarah berdiri untuk memastikannya. Ia tidak ingin pengorbanannya menjadi sia - sia.
"sebenarnya sudah hancur. Tapi kami harus memastikannya dialam lain. Dengan berat hati kami akan meninggalkan dirimu sendiri disini dan kami akan kembali lagi nanti." Nenek Li berbicara dengan lembut kepada Sarah, walau masih bingung dengan penjelasan mereka semua. Tapi tidak ada pilihan bagi Sarah selain mempercayakan kepada mereka semua.
__ADS_1
Sarah mengangguk dengan ragu. Hatinya dipenuhi dengan tanda tanya besar dan belum bisa dijawab dengan sempurna oleh mereka. Ia pun hanya bisa terdiam dan mencoba menerima semuanya. Bagaimana pun mereka adalah leluhur keluarga, pasti mereka akan melakuan yang terbaik bagi dirinya.