Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 13


__ADS_3

Sarah Li langsung masuk kedalam minibus yang


terparkir didepan lobi hotel. Mayleen dan Huanran duduk bersama, Andy Li dan


David duduk diseberang bangku istri mreka. Serena bersama dengan Chandra


tunangannya, Alex bersama dengan istrinya yang paling mengejutkan adalah Sisca


dan Jackie ada didalam mini bus ini.


“kakak pertama, bukan kah kamu pergi berbulan


madu ke italia??” tanya Sarah bingung.


“aku membatalkannya, liburan dipulau pribadi


bersama keluarga aku rasa adalah pilihan terbaik.” jawab Sisca dengan senang.


Sarah mengangguk kemudian duduk disatu bangku


depan yang tersisa. Semua mereka memiliki pasangan, hanya Sarah yang duduk


sendiri tanpa pasangan. Akan seperti apa liburan kali ini.... Batin Sarah.


Seseorang pria masuk dengan memegang sepatu statement


heels miliknya yang tadi dilepaskannya diruangan acara. Pria itu memberikan


sepatu itu kepada Sarah tanpa berbicara apapun


Sarah tersenyum sambil berkata “terima kasih”


Pria itu mengangguk dan kemudian duduk disebelah


Sarah Li tanpa rasa canggung. Sarah Li merasa heran dengan pria yang mengenakan


celana jeans, kaos putih polos dengan jacket kulit panjang berwarna coklat tua.


Sarah Li merasa pernah melihat pria ini. Tapi ia tidak ingat bertemu dimana.


“Sarah, tante lupa mengenalkan kepada kamu, pria yang


duduk disebelah kamu itu anak tante bernama Daniel. Tante berharap kalian bisa


bersama sehingga bisa  kamu benar - benar menjadi putri tante.“ Huanran


benar - benar berterus terang dengan maksud dan tujuan meminta Sarah menjadi


putrinya.


“ooh begitu..” Sarah tiba-tiba merasa canggung,


suasana didalam bus tidak begitu terang. Hanya ada satu lampu redup, membuat


Sarah tidak terlalu memperhatikan pria disampingnya


“Sebaiknya kalian berkenalan. Mungkin saja


berjodoh” Serena menggoda Sarah Li yang terlihat canggung dengan pria asing


disebelahnya.


Sarah Li mengangkat kepalanya sambil tersenyum


terpaksa melihat kearah Serena Li yang sepertinya sangat senang mempermainkan


dirinya. Sarah tidak suka dengan yang namanya kalah, tentu saja ia berani.


Hanya berkenalan apa susahnya? batin Sarah memberikan perlawanan tanpa


mengeluarkan suara.


Sarah menarik nafas panjang kemudian mengulurkan


tangan kanannya


“Sarah Li”


“Daniel.” Jawabnya.


Sarah menggeser tubuhnya hingga keujung agar


tidak berdekatan dengan pria sebelahnya, kemudian melihat kearah luar jendela.


Kebiasaan yang selalu dilakukan Sarah Li ketika bosan atau ketika sedang kesal.


Daniel menyandarkan kepalanya disandaran kursi.


Suara Sarah dan Daniel memenuhi ruangan dalam


bus, semua tersenyum simpul mendengar perkenalan mereka yang sangat singkat.


“tidak kah kalian merasa dalam bus ini penuh

__ADS_1


dengan aroma cinta?” kata Serena sambil melirik kearah Sarah Li.


Sarah sedang tidak ingin melibatkan diri dengan


pembahasan percintaan yang dikatakan Serena. Ia segera memejamkan matanya dan


berpura-pura tidur.


“aku sangat senang, apabila keluarga kita bisa


menjadi kerabat.” kata Huanran kepada Mayleen.


“aku juga berpikiran seperti itu kakak. Semoga


mereka berjodoh ya…” jawab Mayleen


Serena dan Sisca Li saling memandang dan tersenyum.


Akhirnya setelah sekian lama rasanya sangat senang melihat Sarah Li akan


memiliki jodoh, walau masih terlalu dini mengatakan hubungan mereka akan


berhasil kedepannya.


“kakak pertama, aku rasa calon adik ipar kita


sangat tampan. Semoga mereka akan cocok” kata Serena yang duduk diseberang


bangku Sisca dan Jackie. Jackie duduk disebelah jendela begitu juga Chandra


yang merupakan tunangan dari Serena.


Sisca dan Serena saling berdekatan ketika


berbicara agar tidak terdengar yang lain. “aku juga berharap seperti itu, adik


kita ini sudah sendiri begitu lama. Tidak ada satu pria pun pernah dibawanya


kerumah. Terkadang aku merasa kalau adik kita terlalu pemilih. Tapi yang aku


khawatirkan ia lebih suka dengan sesama wanita” kata Serena


“tidak, bukan seperti itu. Adik kita ini terlalu


sibuk dengan pekerjaannya. Kamu lihat sendiri saja, kantor, rumah dan hotel.


Hanya itu tempat dia sehari-hari. Dia tidak pernah pergi berlibur dengan


“memang adik kita punya teman?” tanya Serena


balik


“Nana, hanya dia yang bersedia menjadi


sahabatnya.” kata Sisca sambil tertawa dan menutup mulutnya.


“sungguh kasihan, pengangan tangan dengan lawan


jenis saja tidak pernah apalagi berciuman. “ sindir Serena


Sayangnya, walau sudah berbisik dengan suara


rendah tetap saja. Apa yang dibicarakan Serena dan Sisca Li bisa terdengar oleh


semua orang dalam mini bus tersebut.


Sarah Li yang sudah memejamkan matanya, semakin


memejamkan matanya dengan paksa. Dia sangat malu saat ini, berani sekali kedua


saudaranya membicarakan dirinya didepan banyak orang seperti ini. Semua orang


yang mendengar percakapan Serena dan Sisca menahan senyum dibibirnya.


“ya…. seperti itulah adik kesayangan kita.


Mungkin juga karena kita terlalu ketat dalam menjaga dirinya.”


“tidak mungkin, dia paling susah diatur. Tidak


mungkin kita terlalu menjaganya.” kata Serena sambil menggerakkan kedua telapak


tangannya tanda tidak setuju.


“apa kamu masih ingat, ketika kita diminta


menjaga adik kedua?? Waktu itu mama dan papa pergi keluar negeri. Dia tidak mau


makan selama 2 hari, ketika kita paksa makan…”


“dia langsung kabur dari rumah,  berlari


kearah sungai dan hanyut. “ sambung Serena sambil menutup mulutnya menahan

__ADS_1


tawa.


Sarah Li yang sudah tidak tahan mendengar


perkataan kedua saudara perempuannya langsung berdiri melihat kedua saudarannya


yang duduk dikursitengah.


“kakak pertama dan kedua….apa kalian mau


mengeluarkan semua isi dalam perutku dan ditunjukkan kepada semua orang??”


Sarah Li kesal menatap kedua saudarannya itu.


Sisca dan Serena Li sama-sama menutup mulutnya,


mereka tidak menyangka suara mereka sangat kuat ketika berbicara. Sisca melihat


kearah Jackie untuk memastikannya. Jackie menggeleng perlahan, ia adalah


anggota keluarga baru. Lebih baik jangan membuat masalah dengan adik iparnya


“maafkan kami, tadi kami sudah sangat pelan


berbicara bukan begitu adik pertama?” Kata Sisca menatap Serena.


“kira-kira begitu.” Serena tersenyum kaku sambil


memegang telinganya. Lebih baik tidak menganggu ketenangan suasana dalam mini


bus ini.


Tiba-tiba bus mengerem mendadak, membuat tubuh


Sarah Li terdorong kedepan. Satu gerakan cepat dari Daniel membuat sarah tidak


jatuh kedepan, tapi jatuh kedalam pangkuan Daniel.


Serena dan Sisca mengulum bibir mereka melihat


pemandangan manis dihadapan mereka.


Jackie mengacungkan jempolnya melihat kecepatan


gerakan Daniel. Jackie dan Daniel adalah sahabat lama. Ia pun turut senang


apabila sahabatnya memiliki kekasih, tidak jauh dengan Sarah. Daniel juga sudah


terlalu lama sendiri tanpa pasangan.


Sarah baru ingat setelah melihat wajah Daniel


dari dekat  ini bukan pertemuan pertama mereka berdua, sebelumnya mereka


juga sudah bertemu waktu Sarah dan Sisca melakukan fiting pakaian di tempat


Albert.


Sarah Li terdiam sesaat, wajah mereka sangat


dekat, Sarah bisa merasakan nafas Daniel diwajahnya.  Dengan cepat


melepaskan tangannya yang melingkar di leher Daniel. Dan pindah ke bangkunya


kembali. Sarah merapihkan poni dikeningnya. Kemudian satu tangannya menutup


matanya menahan malu. Ini adalah kejadian pertama Sarah melakukan kontak fisik


dengan seorang pria. Jantungnya berdetak dengan cepat, wajahnya memerah. Untung


saja ada bantuan dari suasana redup dari lampu bus, sehingga tidak ada orang


yang melihat wajahnya yang memerah karena malu.


“waahh… benar-benar romantis.” Serena Li meletakkan


kedua  tangannya di pipi kanan dan kirinya.


"semangat calon adik ipar..." sorak


Sisca dari arah belakang. Semua orang tertawa mendengar perkataan Sisca Li


sambil menatap mereka berdua.


Huanran mengedipkan mata kanannya kearah Mayleen


yang menatap kearahnya. Kedua orang tua juga menikmati romansa kedua  anak


mereka.


Banyak harapan dalam hati mereka mengenai


kelanjutan hubungan mereka.

__ADS_1


__ADS_2