
Langit sudah gelap ketika Sarah dan Daniel keluar dari hotel. Sarah berbicara dengan bahasa negara A dengan sangat fasih kepada Daniel. Daniel berbisik kepada Sarah.
“kamu hafal semuanya, bagaimana dengan namamu??”
Pupil Sarah membesar mendengar perkataan Daniel. Itu adalah bagian tersulit baginya, ia lupa dengan nama barunya dan nama Daniel. Sarah menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. Sarah tersenyum terpaksa menatap Daniel.
Daniel menyentil kening Sarah dengan pelan “hal semudah itu kenapa selalu kamu lupakan?”
“kalau kamu sudah tahu kenapa mengganti namaku??” Sarah memajukan mulutnya. Ia berusaha mengingat semuanya. Tapi sayangnya, ini adalah kelemahan terbesarnya. Ia sangat sulit mengingat semuanya. ‘siapa ya...’
Sarah berusaha mengingat banyak nama tapi tidak ingat sama sekali nama sekarang dirinya.
“sudah ingat??” Kata Daniel ketika mereka sudah berada didalam mobil
Sarah menggeleng dengan wajah sedih, ia berharap belas kasih pria ini agar menyebutkan namanya sekarang. Tapi Daniel menggelengkan kepalanya dengan wajah dinginnya menatap Sarah tanpa belas kasihan. Sarah menjadi kesal melihat wajah Daniel.
“pria memang seperti itu, ketika ia sudah menemukan wanita baru. Maka ia akan melupakan wanita yang sudah bersama dengannya selama bertahun – tahun lamanya. Ingat itu,” Sarah bicara pada pengawal wanita yang duduk didepan disamping supir sambil menepuk pudaknya perlahan. Kemudian Sarah melirik tajam Daniel
Daniel dari tadi sudah mencoba menahan rasa penasarannya siapa pria yang dikatakan berselingkuh oleh Sarah.
“siapa orang yang kamu maksud??” tanya Daniel
__ADS_1
“setiap orang bisa melihat keburukan orang lain dengan sangat sempurna. Tapi ketika ia dipaksa untuk mengungkapkan keburukan dirinya sendiri, maka tidak akan yang teringat dan terlihat dimatanya.”
“kamu sedang menyindir ku??” tanya Daniel.
“menurutmu??” Sarah menaikkan pundaknya dan pura – pura tidak mengetahui apapun tentang maksud pembicaraan Daniel.
“Semua perkataanmu sepertinya mengarah kepadaku. Tapi kamu mengetahui sendiri aku tidak pernah sekalipun berselingkuh atau mengenal wanita lain selain dirimu dari dahulu atau pun sekarang”
“aku tidak ingin kamu mengganggu acara pertama dengan identitasku yang baru. Kamu bisa merusak mood ku jika membahasnya sekarang. “
Daniel yang akan bicara menghentikan niatnya bicara, bagaimana pun Sarah seorang yang mudah terbawa emosi ketika sedang marah. Lebih baik dia depan dari pada merusak acara penting malam ini.
Suasana malam itu sangat dingin karena hujan mulai turun tidak jauh beda dengan suasana didalam mobil yang dingin karena Sarah dan Daniel yang sama – sama mengeluarkan aura dingin mereka. Pengawal pria dan wanita yang duduk dikursi pengemudi dan disebelahnya melirik kearah belakang.
“maaf pak...” kedua pengawal itu menjawab secara bersamaan.
Lokasi acara tidak terlalu jauh dari hotel mereka menginap. Hotel milik Sarah Li. Mata Sarah berkaca – kaca melihat hotel miliknya masih berdiri kokoh.
“jaga emosi mu..” kata Daniel kemudian turun dari dalam mobil ketika pengawalnya sudah membukakan pintu untuknya. Daniel membuka pintu Sarah dan menyodorkan tangannya kepada Sarah. Sarah mengenakan kacamata bulatnya. Angin bertiup sangat kencang, sepertinya malam ini hujan badai melanda kota ini. Sarah merapatkan coatnya dan Daniel mengancingkan coat Sarah.
“jangan biarkan dirimu masuk angin.” Daniel mencium kening Sarah.
__ADS_1
Sarah terdiam sejenak, ia tidak terbiasa bersikap mesra didepan banyak orang bersama Daniel. Sarah hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Setelah selesai dengan Sarah, Daniel disambut oleh Chandra dan Serena. Jantung Sarah berdetak dengan cepat melihat kakak keduanya. Rasanya ia ingin memeluknya.
Daniel terlihat berbicara dengan Serena dan Chandra sementara Sarah hanya berdiri disamping Daniel sambil menggengam erat ujung coat Daniel. Sarah hanya berusaha tersenyum dan kemudian masuk kedalam lokasi acara. Didalamnya ada kedua orang tua yang selama ini dirindukannya, kedua orang tua Daniel dan juga Sisca Li dan Jackie. Mereka berusaha keras bersikap seolah mereka baru pertama kali bertemu.
Sarah menggunakan pengawal wanitanya yang berusaha mengartikan semua perkataan setiap orang yang mengajaknya berbicara. Sarah sangat merindukan mereka semua. Rasanya ia ingin berlari memeluk mereka semua. Bisakah ia melakukannya??? Kenapa bertemu keluarga sendiri sangat sulit baginya.
Sarah tidak bisa menahan air matanya ketika Daniel memperkenalkan Andy Li sebagai donatur Sarah Li dan ia baru bisa menemuinya. Sarah tidak bisa menutupi rasa harunya dan ia menangis dipelukan Andy Li dan juga Mayleen. Sarah sampai berlutut menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada mereka berdua. Ketika Andy Li dan Mayleen akan mengangkat Sarah akan berdiri. Sarah menolaknya dan berkata..
“tanpa kalian aku mungkin tidak ada didunia ini. Karena bantuan kalian, aku bisa menjadi seperti ini. Ketika semua orang mengatakan aku miskin dan hanya bisa makan dari makanan sisa rumah makan atau dari sumbangan orang. Kami bahkan sangat kedinginan ketika musim dingin tiba. Jika hari itu aku tidak mendapatkana bantuan dari anda. Mungkin aku dan nenek akan meninggal lebih awal. Terima kasih atas kebaikan anda berdua. Semoga kalian berdua sehat selalu dan Tuhan memberkati kalian.” Daniel ikut berlutut memegang Sarah Li yang terlihat sangat sedih.
“kami sangat miskin dan ketika semua orang memandang kami dengan sebelah mata, anda membuat kami perisai pada kami. Walau kita berbeda negara, kebaikan anda tidak akan saya lupakan selamanya.”
Mayleen pun tidak bisa menahan rasa sedihnya. Ia ikut berjongkok dan memeluk Sarah dan menangis bersama dirinya. Sisca dan Serena ikut mendekat dan mengusap pundak mereka berdua.
“sudahlah sayang.... nanti kita akan meminta ijin kepada keluarga Andy Li, jika mereka berkenan apakah mereka mau menerima kita untuk bekunjung kerumah mereka....”
“benarkah??” Sarah melihat Daniel. Kesedihan mereka bukan sandiwara, tapi perkataan Sarah sebagian adalah berasal dari dalam hatinya.
Pengawal Sarah mengartikan kepada keluarga Andy Li dan mereka merespon dengan sangat baik keinginan Daniel. Sarah merasa puas dan mereka kemudian berdiri dan saling berpelukan. Sisca Li memeluk Daniel dan Sarah menggigit bibirnya melihat mereka berdua. Ia yang seharusnya memeluk Sisca Li bukan Daniel Long.
Pertemuan berjalan dengan lancar dengan penyelenggara acara adalah perusahaan Li dan Long. Kerja sama kali ini berharap agar perusahaan teknologi Hendry bisa bekerja sama dengan perusahaan mereka sehingga keamanan data dan juga mekanisme program laporan bisa berjalan dengan lebih efisien. Perusahaan Hendry terkenal dalam dunia internasional sebagai programer terkuat dan terhebat. Semua data dijamin kerahasiaannya dan tingkat pembajakan data hampir 0 persen. Semua orang yang sudah menggunakan jasa dari perusahaan Hendry sudah mengakui kehebatan dari perusahaannya. Apalagi semua rancangan keamanan data based itu dipegang oleh sang istri yaitu Shuwan.
__ADS_1
Dalam data identitas baru mereka tidak menggunakan marga mereka.