
“Ketika ia mengatakan aku cantik??”
“sebenarnya ia sedang melihat wajah rata sayang…” jawab Daniel dengan jujur kepada Sarah.
Sarah menarik nafas panjang dan ia terlihat kecewa karenanya…
“kenapa wajah kamu seperti itu??” tanya Daniel yang curiga melihat Sarah
“bagaimana mungkin ia mengatakan kalau dia mencintai ku dengan wajah rata?? benar – benar keterlalulan.” kata Sarah dengan kesal.
Daniel menahan senyum melihat Sarah yang kesal sambil mengerucutkan bibirnya dan menyipitkan matanya.
“lantas bagaimana bisa dia ikut teleportasi kedalam mobil??”
“bukan kah kamu mendengar perkataan makhluk itu ketika berbicara dengan Jackie bukan??”
Sarah mengangguk mengingat semua kejadian waktu itu.
“Sebenarnya pada saat itu kita sedang berjalan berpapasan.” Daniel mengingat Sarah Li yang tersenyum setelah mendengar Jackie dan dirinya yang palsu berbicara. Saat itu Daniel menjadi sangat kesal karena bisa – bisanya istrinya tersenyum setelah mendengar dirinya yang palsu berbicara tentang kebohongan dari mulut kotornya.
“kamu mengikuti ku???”
“tentu saja aku mengikutimu… sangat berbahaya membiarkan dirimu sendirinya diantara makhluk seperti ini.”
“itukah alasannya kamu berdiri didepan mobil dengan tatapan membunuh??” sindir Sarah
Daniel mengangkat ujung bibir kanannya.. “tidak ada seorang suami pun yang suka istrinya digoda oleh pria lain didepan matanya sendiri.”
“aku tidak merasa digoda. Aku merasa sedang berbicara dengan seseorang yang mirip dengan suamiku sendiri.” Sarah Li berusaha membela dirinya dari tuduhan Daniel
“bukan salahmu... mereka yang berusaha bermain kotor dengan kita.”
“bagaimana jika aku salah mengenali orang lagi??”
“tidak akan terjadi,,,, aku akan selamanya bersama denganmu. Walau kita terpisah jauh.. ada hatiku yang akan selalu menjagamu.”
“bagaimana jika hatiku terpaut pada dirimu yang palsu??”
“maka aku akan membuatmu jatuh cinta lagi…”
“jika aku tidak bisa mencintaimu lagi bagaimana??”
__ADS_1
“aku akan membuat dirimu mencintaiku lagi. Tidak peduli bagaimana pun caranya.”
Daniel menjawab dengan penuh pemaksaan. Ini baru Daniel Long, tidak mau kalah dan selalu tidak mau dikalahkan. Walau hanya berdebat sesuatu yang tidak penting. Sarah terdiam karena ia merasa ada mata yang memperhatikan dirinya dengan Daniel.
Sarah melihat kearah kiri perlahan, kedua saudaranya sedang memandang mereka sambil tersenyum dan menaikkan alis matanya…
“sungguh sangat manis kedua pasangan ini. Cemburu dengan cara mereka sendiri…” sindir Serena.
“ya…. serasa dunia ini hanya punya mereka.” Sisca ikut menyindir sambil menganggukkan kepalanya.
“papa rasa juga mereka terlalu kejam untuk papa yang sedang sendirian tanpa istri…” tidak disangka Andy Li ikut meramaikan suasana membuat mereka semua tertawa mendengar Andy Li
“mereka membuat kita seperti dinding yang tidak bergerak sama sekali. Benar – benar raja tega. “ keluh Serena sambil mencibir adik iparnya dan adik kandungnya.
Sarah tersenyum malu melihat kearah kedua saudara perempuannya.
Sisca membuka tempat sup dan seketika aroma wangi dari sup membuat perut Sarah Li meronta ingin mendapat makanan. Sup yang masih terlihat panas menggoda untuk segera dimakan.
“kakak….” mata Sarah berkilauan melihat kearah Sisca.
Sisca tersenyum melihat adik kecilnya yang dari dulu tidak pernah berubah. Jika melihat makanan kesukaannya, ia akan merayu dirinya sampai mendapatkan apa yang diinginkannya.
Sarah memberikan mangkuk berisi sup kepada Serena untuk diberikan kepada papanya dan kemudian menyiapkan satu mangkuk lagi untuk Sarah. Sisca memberikannya kepada Daniel. Mata Sarah mengikuti kemana arah mangkuk berisi sup itu berada sekarang.
Daniel menaikkan posisi tidur Sarah, sehingga ia dalam posisi duduk sekarang. Sarah sudah tersenyum senang sambil menatap Daniel yang mulai memasukkan sendok kedalam mangkuk supnya.
Sarah yang
biasanya makan dengan cepat, kali ini harus bersabar karena Daniel menyuapkan
makanan dengan sangat perlahan. Ia meniupnya sampai benar – benar terasa hangat
baru memberikan kepada Sarah.
“kenapa lama sekali….” protes Sarah yang tidak sabar kepada Daniel.
“supnya panas, jika terlalu cepat menyuapkannya aku khawatir lidahmu akan terbakar.”
“perutku juga bisa terbakar karena meronta ingin diisi dengan cepat.”
“kenapa kamu begitu keras kepala??”
__ADS_1
“tanya kan saja kepada kepala suku kami..” Sarah menjawab santai sambil melirik kearah Andy Li yang masih makan.
“papamu tidak keras kepala seperti kamu…”
“ya kalau begitu dari mamaku.. jangan suka mempersulit masalah tuan muda Long.” Sarah meninggikan suaranya karena kesal dengan Daniel.
Daniel menggelengkan kepalanya dan menyuapkan lagi makanan kepada Sarah.
“aku terkadang heran, kedua saudaramu sangat lembut dan perhatian kepada suaminya… kenapa kamu
sering sekali marah – marah kepadaku….”
“masih bersyukur aku marah kepadamu. Dari pada aku diam saja??”
Daniel terdiam sejenak. Ia pernah merasakan Sarah Li yang marah kepadanya dan tidak mau berbicara kepadanya selama beberapa hari. Bukan hanya itu, ia juga tidak mau tidur satu kamar dengannya. Untuk melihat wajahnya saja sangat sulit dilakukan Daniel. Ia berusaha mencuri waktu, tapi Sarah jauh lebih pintar jika berhubungan dengan cara untuk kabur dan menghindar. Ilmunya benar – benar tidak terjangkau oleh Daniel.
“kenapa diam??” tanya Sarah dengan angkuh.
“lebih baik kamu pukul aku dari pada kamu harus diamkan aku.”
Jawaban Daniel membuat kedua saudaranya tidak bisa menahan tawa lagi.
“bukankah akan sangat bagus kalau dia diam. Jika dia banyak bicara, kepala mu akan meledak adik ipar,,,” kata Serena sambil tertawa.
“dia sangat kejam ketika diam.. bahkan dia tidak mau melihat kearahku.” protes Daniel.
“bukankah bagus… kamu bisa melihat wanita lain yang lebih baik diluar sana.” jawab Sisca dengan santai
Daniel menundukkan kepalanya. Kemudian dia mengangkat kepalanya dan berkata “apakah ada wanita yang lebih baik darinya??”
“banyak… sangat banyak..” Sisca tersenyum sambil mengangguk
“aku akan mengenalkan satu untuk mu..”
“kakak pertama….” Sarah Li berbicara dengan kesal dan menatap dirinya dengan sangat tajam.
“ups… apa kamu marah??” tanya Sisca Li
“aku …. marah…” Sarah menarik tubuhnya kebelakang sambil mengerutkan dahinya menatap Sisca Li.
“itu tidak mungkin…. “ jawab Sarah menggelengkan kepala dan tangannya dengan cepat. Ia lupa kalau tangannya masih terluka, rasa sakit langsung menusuk sampai ketulang.
__ADS_1
Sarah meringis kesakitan.... Mata dengan cepat berkaca – kaca.
“kamu ini.... sudah tahu masih sakit.. Tidak bisa diam juga... “ Sisca memarahi Sarah Li yang terlalu aktif baik itu ketika sedang sakit maupun tidak. Sarah hanya diam sambil meringis kesakitan