Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 98


__ADS_3

“maaf….” Suara yang sangat pelan tapi bisa terdengar jelas ditelinga. Hati Sarah yang sedang marah perlahan


meredah.


“aku akan mengobatinya….” kata Sarah penuh keyakinan.


“aku akan membantumu…” kata Daniel.


James menyeka air matanya sambil berkata “aku akan mempersiapkan semuanya.” Ia berjalan dengan cepat keluar dari dalam kamar meninggalkan Sarah dan Daniel yang masih berdiri menatap Nana.


Tidak lama kemudian James masuk kembali kedalam keruangan kamar Nana. “Semua sudah disiapkan”


Sarah Li mengangguk. James menggengdong tubuh Nana dan berjalan dengan cepat keruangan sebelah yang


dibentangkan karpet tebal berwarna hijau tua.


“Kamu bantu bantu dia duduk.” Sarah bicara menatap James


“dan kamu bantu memberikan aku energi, aku akan memerlukan banyak tenaga untuk mengobati Nana.” Sarah beralih kearah Daniel yang ada disamping Sarah


Daniel memegang pundak Sarah dengan kedua telapak tangannya. Nana duduk berhadapan Sarah, dan Sarah,


sedangkan James memegang menyandarkan tubuh Nana didadanya.


“jika ada benda yang keluar dari mulut Nana letakkan di wadah ini.” Nana memberikan mangkuk besar yang sudah diisi dengan air kepada James


“baik…” jawab James sambil mengangguk.


Sarah mulai memejamkan matanya dan memusatkan energi penyembuhannya kepada Nana. Sarah memegang kedua telapak kakinya. Ketika baru menyentuh kedua kakinya, Nana sudah bereaksi seperti akan muntah. Sarah berhenti sejenak dan melihat kearah Nana.


“james… aku rasa dia tidak akan mampu menerima energiku kali ini. Energi ini terlalu besar bagi manusia biasa.


Kamu bantu alirkan energi ketubuhnya. Agar ia bisa bertahan.” Instruksi dari Sarah langsung mendapatkan anggukan kepala dari James.


Setelah Sarah memastikan ada aliran energi dari tubuh Nana. Sarah melanjutkan pengobatannya. Sarah memegang kaki Nana seperti akan mengeluarkan sesuatu dari dalam kakinya, perlahan menggiringnya kearah mulut. Pada saat itu Nana mengeluarkan bola bening berwarna hitam dari mulutnya. Begitu bola itu keluar dari mulut Nana dan menyentuh air, mereka mendengar seperti suara besi panas yang di siram air.


James terkesima melihat benda – benda itu yang keluar dari dalam tubuh Nana. Ada 5 bola bening seperti kaca

__ADS_1


yang berwarna hitam, abu – abu sampai warna merah kehitaman keluar dari tubuh Nana. Semua benda – benda itu keluar satu persatu dari tubuh Nana. Keringat jagung di kening Sarah dan nafas yang terengah – engah. Sarah sudah maksimal dalam pengobatan kali ini. Ketika Daniel Long terluka ia tidak terlalu lelah seperti sekarang ini. Energinya lebih banyak keluar karena waktu yang dbutuhkan untuk mengobati Nana lebih banyak.


Ketika mengobati Daniel, ia sedikit terbantu karena Daniel yang memang memiliki energi sangat besar membuat


Sarah tidak terlalu bekerja keras mengeluarkan energi yang besar dalam mengobati Daniel yang sepertinya memiliki kekuatan racun yang sama dengan yang ada ditubuh Nana.


“satu lagi…. “ kata Sarah dengan nafas yang sudah tidak teratur.


Sarah Li memegang dada Nana sambil memejamkan mata. Sangat lama Sarah memegang dada Nana. Kemudian perlahan – lahan tangan Sarah Naik menuju leher dan pada saat itu jula keluar bola yang lebih besar dengan diamenter 8 cm keluar dari mulut Nana dan berwarna merah darah ada terlihat seperti gambar jantung yang berwarna hitam ditengah – tengah bola bening seperti kaca itu.


Ketika bola itu keluar, Nana perlahan membuka matanya dan Sarah kehilangan kesadarannya. Ia sudah terlalu


lelah dalam mengobati Nana. Walau mendapatkan energi dari Daniel, Sarah Li tetap masih kelelahan, karena untuk mengobati Nana energi tubuhnya nyaris habis.


Sarah Li yang tidak sadarkan diri dibaringkan Daniel. Ia kemudian menyeka keringat Sarah pada dahi dan lehernya.


“apa yang terjadi….” tanya Nana begitu ia tersadar. Tubuhnya masih bersandar ditubuh James. Didepan matanya


terlihat ada 6 bola kaca didalam mangkuk besar.


James menyingkirkan dari pandangan Nana dan meletakkannya disamping.


“Sarah Li sudah membantu menyembuhkan dirimu.” jelas James tidak terperinci.


“kenapa denganku….” Nana memegang kepalanya yang masih pusing dan kemudian ia mengingat peristiwa yang dialami beberapa hari yang lalu. Pria yang sama ia temui ketika mereka berdua masuk kedalam ruangan kantor yang terbakar. Pria yang sama yang membuat dirinya dan Sarah jatuh pingsan. Ya, ia sangat yakin ini adalah pria yang sama.


Nana yang baru saja sembuh segera bangkit “Sarah Li dalam bahaya. “ begitu bergerak kepala Nana langsung pusing. Karena kondisinya yang belum stabil.


Dihadapannya terlihat Sarah terbaring dengan keringat yang masih keluar dari keningnya.


“apa yang terjadi pada Sarah???” Nana berusaha duduk dengan tegak, tapi kondisinya membuat tubuhnya limbung hingga terjatuh dan ia berbaring disebelah tubuh Sarah Li.


“tidak apa – apa. Saat ini ia sedang tertidur. Ia kelelahan setelah mengobati dirimu.” Daniel bicara sambil


melihat kearah mangkuk yang berisi bola yang seperti terbuat dari kaca.


“itu, dari tubuhku?” Nana bicara sambil menelan ludah. Hatinya sulit mempercayai apa yang dilihatnya.

__ADS_1


James mengangguk. Anggukan James seperti pisau yang menyayat hati Nana. Jika saja ia mau mendengar perkataan Daniel untuk tetap berada dalam penjagaan pengawalnya tentu hal ini tidak perlu terjadi. Keegoisan sesaat dirinya membuat orang yang disayanginya harus menderita seperti ini. Tidak hanya membuat mereka khawatir tapi juga membuat mereka harus ikut berkorban demi menyelamatkan dirinya.


Air mata Nana jatuh disudut matanya, tangannya memegang tangan Sarah Li.


“maafkan aku sahabatku. Semua ini adalah salahku. Aku harusnya mendengarkan perkataan kalian.”


“Menyesal sudah tidak berguna, yang penting adalah berusaha memperbaiki kesalahan. Kedepannya harap nona Nana mau mendegarkan perkataanku. Bukan karena aku merasa hebat, tapi karena aku tidak mau melihat istriku sedih dan terluka.”


Air mata Nana mengalir semakin deras. Rasa bersalahnya tidak akan bisa ditebusnya.


James mengusap lengan Nana yang terbaring disamping Sarah Li. Tidak lama pelayan datang membawa bantal dan selimut untuk mereka berempat.


James memberikan bantal kepada Nana dan menyelimuti dirinya. Daniel pun melakukan hal yang sama kepada Sarah Li. Seletah selesai Daniel memberikan kode kepada James agar ia mau mengikutinya berbicara secara pribadi didekat jendela.


“ untuk malam ini lebih baik kita bersama dahulu. “  kata Daniel dengan suara pelan.


James mengangguk “apakah keadaan belum aman??” tanya James sambil mengintip dari celah tirai   kearah


luar jendela.


“sampai saat ini keadaan aman terkendali. Tapi aku masih merasa ada mata yang mengawasi kita dari dekat.”


Daniel bicara sambil menutup tirai jendela.


“bukan kah rumah ini sudah dalam perlindungan perisai energi keluarga Long??”


Daniel mengangguk “benar, tapi begitu kalian keluar dari rumah ini aku tidak bisa menjamin apa yang akan


terjadi dengan kalian. Saat ini Nana adalah mangsa yang paling lemah dan bisa dikendalikan mereka.”


James melihat kearah Nana yang masih terlihat berbicara sambil memegang tangan Sarah Li. Air mata di pipinya berkali - kali diusapnya. Hati James pun tidak tenang, ia sangat takut ada hal buruk lagi yang akan terjadi kepada Nana.


“kamu jangan khawatir, team keamanan Nana dan Sarah adalah dari klan naga. Mereka memang memperkerjakan pengawal dari klan lain. Tapi untuk kepala penjaga mereka adalah dari klan naga. Mereka tidak akan bisa  dengan mudah menerobos keamanan kita begitu saja.”


“lebih cepat kamu menikahi Nana maka akan semakin baik. Klan elang tidak akan berani menganggu klan manusia yang sudah menikah dengan manusia biasa maka, tidak akan ada satu klan pun yang mengganggu mereka.”


James hanya mendengar perkataan Daniel tanpa menyela sama sekali. Ia hanya menanggguk dalam hatinya menyetujui perkataan bosnya.

__ADS_1


__ADS_2