
Dua minggu berjalan terasa cepat. Sarah sudah menjadilebih kuat. Tidur hanya 4 jam, selebihnya digunakannya untuk melatih fisik dankekuatannya. Bahkan tanpa sepengetahuan Daniel ia menyembuhkan sendiritangannya agar tidak menganggu kondisinya selama latihan.
Malam itu Sarah berlatih diruangan bawah tanah sendirian. Diruangan ini Sarah membuat ruangan benar – benar seperti tempat sampah. Semua benda berterbangan seperti debu yang dihembuskan oleh angin. Dan begitu Sarah menjentikkan jarinya semua buku, lampu meja, meja, kursi dan sofa semua jatuh kelantai. Begitu melihat kekacauan yang dibuatnya sendiri. Sarah menjadi takut.
Dua minggu ini Daniel Long menjadi orang berbeda dari biasanya. Ia jarang bicara dan mereka terkesan hidup masing – masing. Daniel juga tidur dikamarnya sendiri, makan dengan jarak yang jauh bahkan jarangberbicara. Jika mereka berdua berbicara hanya Daniel yang memberikan instruksilatihan Sarah. Selebihnya mereka akan menjauh.
Dua minggu yang terasa panjang dan melelahkan. Sarah merasa kesepian dengan hal ini karena ia tidak ada teman untuk berbicara. Satu – satunya penghibur adalah surat dari Sisca Li yang dikirimkan kepadanya setiap
hari. Itu lah satu – satunya cara ia untuk bertahan.
Sarah tidur diantara tumpukan barang tersebut. Daniel yang mendengar suara gaduh langsung berlari kearah ruang bawah tanah. Begitu melihat semua rak buku jatuh kelantai sofa dan yang lain tertumpuk menjadi satu
ditegah ruangan, membuat jantung Daniel berdetak lebih cepat.
“Sarah Li….. Sarah…. dimana kamu…” teriak Daniel.
Suasana diruangan bawah tanah sangat hening. Tidak ada jawab sama sekali. Daniel melihat Sarah Li berada dipaling atas tumbukan kursi dan sofa. Dengan cepat Daniel membawa Sarah Li turun dan menggoyangkan wajahnya perlahan
“sayang,,, kamu tidak apa – apa??”
Tidak ada jawaban dari Sarah. Daniel semakin takut, ia menempelkan telinganya di dada Sarah Li. Ia bisa mendengar detak jantung Sarah Li. Daniel menarik nafas dengan lega.. hatinya mulai tenang.
“kenapa kamu selalu membuatku khawatir. Aku sampai takut setiap hari melihat mu. Aku takut…”
__ADS_1
Daniel memeluk Sarah dengan kuat dan kemudian memindahkannya kedalam kamar. Daniel menyelimutinya dan duduk disampingnya sambil menatap Sarah tertidur.
Ini bukan pertama kali bagi Daniel melakukannya, hampir setiap hari ia melakukan hal ini. Setiap malam, Daniel
mendatangi kamar Sarah Li, hanya untuk memeriksa apakah ia tidur dengan baik. Apakah ada luka ditubuhnya. Apakah ia baik – baik saja. Mendiamkan Sarah bukan hal yang diinginkan Daniel.
Bagaimapun membuat Sarah menjadi lebih kuat adalah tanggung jawab dirinya. Semua beban itu ditanggung Daniel, karena ia sudah merasa ada sesuatu yang beres diluar sana. Ada sesuatu yang disimpan dan tidak diberitahukan kepada mereka.
Daniel sangat ingin mendatangi papanya, tapi tidak bisa karena bisa mengacaukan rencana yang sudah dibuat oleh mereka. Semua komunikasi terputus, mereka berdua sama – sama tidak bisa menghubungi keluarga yang mereka cintai.
Daniel duduk disisi tempat tidur Sarah sambil memegang tangannya ia berkata..
“maaf… sudah membuatmu menjadi susah. Maaf juga karena sudah membuat kamu harus bekerja keras dan terluka seperti sekarang. Pahamilah…. aku tahu kamu merasa kesal kepadaku. Aku sengaja melakukannya agar
Sarah tiba –tiba membuka matanya… Daniel terkejut dan melepaskan tangan Sarah Li. Sarah memalingkan tubuhnya kesamping. Selama ini dia sangat tertekan dengan keadaannya apa yang dilakukan Daniel hanya membuat perasaannya semakin terasa hampa. Lantas kenapa pria ini berani mengatakan hal tersebut…. Bagaimana mungkin ia berusaha memahami jika pria ini tidak menjelaskan kenapa ia berubah sikap dengan sangat cepat?? Ditanya kenapa, Daniel seolah membisu. Berulang kali Sarah mencoba berbicara tapi Daniel berusaha menghindar.
Sarah mengetahui setiap malam Daniel berdiri diruangan kamarnya dan menatap dirinya dengan tatapan mata kosong. Terkadang matanya berkaca – kaca dan penuh keriduan. Sarah melihat semua itu. Tapi tidak bisa mengatakan apapun. Kemampuannya dalam merasa energi lebih meningkat sekarang. Jadi ketika Daniel masuk kedalam kamarnya, ia langsung merasakannya. Dan jujur, ketika pria ini sudah ada didalam kamarnya, Sarah baru bisa tertidur dengan lelap.
Terlepas sikapnya yang dingin kepada Sarah setiap harinya, tapi pria ini menunjukkan sikap yang berbeda ketika ia sudah masuk kedalam kamarnya. Perlahan ia akan memperbaiki selimutnya dan mencium keningnya. Tidur sebentar disampingnya sambil memegang tangannya. Rasanya Sarah ingin sekali menghempaskan tangan Daniel, tapi justru ketenangan yang didapatkannya ketika pria ini mulai menyentuh tangannya.
Sarah mengungkapkan semuanya kepada Daniel tentang apa yang dirasakannya selama beberapa waktu belakangan ini. Daniel menatap punggung Sarah yang semakin hari terlihat semakin kokoh saja. Wanita ini
belajar banyak hal selama 2 minggu ini. Kemajuan yang luar biasa dari seorang Sarah Li.
__ADS_1
Setiap selesai latihan ia menangis dikamar sendiri sambil mengobati lukanya. Apakah Daniel ada membantu... Tidak. Pria ini hanya melihat sekilas dan kemudian meninggalkan Sarah sendiri.
"tidak perlu kasian kepada ku. " Sarah tahu, Daniel tidak sekejam itu kepadanya selama ini. Pria ini perlu mendapat pelajaran karena berani menyembunyikan perasaannya kepada Sarah.
"aku... tidak kasihan kepadamu.. " awalnya Daniel bicara penuh keraguan, tiba-tiba menjadi suatu keyakinan dengan menatap kesarah Li sangat dalam.
"lantas.... kamu berusaha menunjukkan rasa simPATI.... "
"tidak....” jawab Daniel
“terserah apa maumu… tinggalkan saja aku sendirian. Aku tidak peduli apa kamu kasian kepadaku, atau iba karena aku adalah mangsa paling lemah dalam klan. Aku bisa bertahan dengan diriku sendiri. Tidak perlu melindungiku lagi”
Daniel diam dan dengan ragu berdiri sambil menatap Sarah.
Hati Sarah sangat sakit, selama 2 minggu ini pria ini berubah menjadi orang yang tidak dikenal olehnya. Hari pertama semuanya tampak baik, begitu dirinya menerima surat dari Sisca Li dan melihat berita di televisi tentang mereka berdua. Semuanya berubah setelah saat itu. Pandangan matanya memang selalu dingin tapi tidak seperti belakangan ini. Sarah seperti bersama orang lain. Ia ketakutan berada dalam dunia alam bawah sadar lagi.
Dilain sisi, ia juga merasa orang dihadapannya adalah Daniel Long yang asli, kenapa dia bisa berubah seperti ini. Bukankah dia yang menginginkan pernikahan ini?? Lalu kenapa dia seperti orang yang kehilangan minat dalam hubungan pernikahan yang sudah mereka jalani. Apa karena ia seperti benalu yang selalu menyusahkan dirinya?? Atau karena Sarah yang terlalu lemah sehingga Daniel merendahkan dirinya..
Semua kata – kata Daniel yang diingatnya sejak latihan dimulai berputar dalam ingatan Sarah. Bagaimana cara
Daniel berbicara kepadanya dengan suara latang ‘hanya seperti ini kemapuanmu?’ ‘jika hanya ini yang bisa kamu lakukan sebaiknya tidur saja.’ ‘orang lain sudah berusaha keras sedangkan kamu hanya bermalas – malasan?’ ‘coba keluarkan tenagamu, sampai kapan menjadi beban hidup orang lain?’
Semua kata – kata itu berputar dikepala Sarah, dan hatinya terluka parah saat ini.
__ADS_1