Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 180


__ADS_3

Sarah merasa bosan menunggu Daniel Long. Sarah keluar dari dalam mobil dan suhu diluar semakin dingin.


Udara setelah hujan dan malam yang semakin larut semakin dingin. Daniel terlihat sedang berbicara dengan beberapa pria. Sarah berdiri ditempatnya takut menggangu kegiatan Daniel dengan rekan bisnisnya.


Daniel menoleh kearah Sarah dan segera memberikan kode tangan agar Sarah mendekati dirinya. Sarah berjalan mendekati Daniel dan ia pun segera berpamitan dengan rekan bicaranya dan segera menghampiri Sarah dan memeluknya


“kenapa kamu keluar dari mobil, udara diluar sangat dingin... nanti kamu terkena flu.” Daniel membuka coat nya


dan memakaikannya kepada Sarah Li.


“apa kalian pernah mendengar? Pak Hendry terkenal sebagai suami yang sangat sayang dengan istrinya. Penampilannya yang gagah dan jantan seperti itu akan langsung pulang ketika istrinya memintanya pulang.” kata seorang yang tadi berbicara dengan Hendry tadi.


“aku juga dengar mengenai hal itu, ia sangat peduli dengan istrinya.”


Daniel menjadi pembicaraan rekan bisnis yang baru pertama kali bertemu dengannya.


 “siapa mereka???” tanya Sarah


“mereka berbicara tentang bisnis tadi... Kedepannya sepertinya kita akan menjalin kerja sama dengan salah satu


dari mereka” jawab Daniel.


 “oh....” jawab Sarah dengan singkat.


“aku sangat lelah hari ini...” kata Sarah yang tubuhnya tiba – tiba merinding entah karena kedinginan atau  ketakukan.


Sarah merasa ada yang memperhatikan dirinya. Ia pun mengatakan hal itu kepada Daniel melalui telepati


ketika mereka sedang berjalan kearah mobil. Diseberang jalan, dalam gelapnya malam Sarah merasa ada sepasang mata yang sedang mengintai dirinya. Daniel menenangkannya dan mengatakan kepada Sarah agar ia fokus dengan kehidupan sekarang dan jangan memperhatikan sesuatu yang lain ketika ia sedang berada


diluar. Untuk sementara energi Sarah tidak bisa dilacak oleh orang tersebut. Sarah bisa sedikit santai dan jangan


terlalu mencolok.


 Sarah sudah belajar banyak bersama Daniel, ia sudah belajar merubah frekuensi energinya sehingga bisa


membuat musuhnya tidak mengenali dirinya. Kepala sarah tiba –tiba pusing.

__ADS_1


“sayang... kepala ku sakit...” kata Sarah yang merasakan ada sesuatu yang menusuk kepalanya.


“bagian mana yang sakit??” tanya Daniel


 “entah la... aku rasa lebih baik kita segera meninggalkan tempat ini.” jawab Sarah.


Sepanjang perjalanan menuju hotel tempat mereka menginap, Sarah berbaring dipangkuan Daniel. Sakit kepala Sarah  semakin menjadi – jadi. Rasanya ia tidak bisa menahan semua  rasa sakit dikepalanya. Ia merasakan semua


benda yang ada disekitarnya berputar – putar, dan semua kenangan yang tidak pernah ada dipikirannya muncul dalam pikirannya. Perutnya terasa mual. Tangan Sarah semakin dingin, wajahnya terlihat sangat pucat.


“bertahanlah sayang....” kata Daniel


 “segera menuju rumah sakit.”


“baik pak...” jawab pengawal Daniel yang sedang mengemudikan sedan hitam milik Hendry.


Tidak perlu waktu lama mereka sampai rumah sakit, didahi Sarah dipenuhi keringat. Ia sudah berbaring diranjang ruangan UGD.


“kamar mandi.... “ pinta Sarah dengan suara pelan.


“suster dimana kamar mandi??” tanya Daniel


 Daniel menggendong Sarah dari tempat tidur menuju kamar mandi dan Sarah memuntahkan semua makanan yang dimakannya pada acara tadi. Setelah muntah dan perutnya serasa kosong hanya rasa asam yang tersisa keluar dari perutnya. Sarah semakin lemah, Daniel menggendong Sarah kembali keruangan UGD dan dokter segera memeriksanya.


 Tubuh Sarah semakin lemah, nafasnya terasa sesak dan ruam merah muncul dikulitnya.


“apa istri anda ada memakan makanan yang membuat dia alergi??” Daniel tidak terlalu memperhatikan apa yang  dimakan oleh Sarah.


 “tuan.... sepertinya tadi nona Shuwan makan udang.” jawab pengawal Sarah yang selalu menemaninya diruangan acara.


 “kenapa kamu tidak melarangnya??” ucap Daniel dengan kesal.


 “maaf tuan, saya tidak mengetahui kalau nona alergi dengan makanan seafood.” Pengawal Sarah menundukkan  padangannya. Mata Daniel terlalu mengerikan ketika marah.


Dokter yang memeriksa Sarah menenangkan Daniel. Pria ini dan 3 pengawal pria dengan tubuh tinggi besar


sudah sangat menakutkan. Jika ia marah sepertinya akan membuat kerusuhan dirumah  sakit.

__ADS_1


“tidak masalah pak... Nona ini sudah memuntahkan seluruh makanannya tadi bukan? Anda membawanyadengan cepat kerumah sakit dan kita bisa mengatasinya. Jangan khawatir, istri anda akan baik – baik saja.


“setelah infus ini habis, istri anda sudah bisa pulang....” sambung dokter tersebut yang sedang melihat perawat  memasang jarum infus ditangan kanan Sarah dan dokter tersebut terlihat akan menyuntikkan obat dalam cairan infus.  Hampir satu jam Sarah berada dirumah sakit dan Sarah sepertinya sudah lelap dalam tidurnya. Sudah tengah  malam, Daniel menggendong Sarah masuk kedalam mobil dan meninggalkan Randy mengurus administrasi rumah sakit. Sarah menggengam tangan Daniel dan sepertinya tidak ada niat untuk melepaskan genggaman tangannya.


“apa yang kamu mimpikan sayang... kenapa kamu tidur sangat lelap. Kenapa kamu masih makan – makanan yang tidak bisa kamu makan? Harusnya aku berada disampingmu agar kamu tidak salah makan tadi.” Daniel bicara dengan dirinya sendiri sambil mengusap rambut Sarah.


"jangan pergi... " suara Sarah sangat pelan tapi Daniel bisa mendengarkan nya.


 "aku akan selalu menemanimu. Kamu sangat hebat, bahkan dirumah sakit kamu masih berbicara dengan bahasa negara A. " Daniel menahan senyumnya.. Wanitanya memang memiliki totalitas yang tinggi.


"jangan.... " Sarah kembali berbicara.


 Sampai dihotel, Sarah sadar begitu Daniel meletakkannya ditempat tidur. Sarah menangis sambil memeluk Daniel.


"ada apa.... sayang.... kenapa kamu ketakutan seperti ini. "


 Sarah mulai menangis, kenapa selama bersama pria ini dia jadi sangat sering menangis. Nafas Sarah tidak beraturan.


"apa yang kamu lihat.....


"


"hubungi papa... minta semua berkumpul. "


 Daniel bingung melihat Sarah, tapi ia setidaknya harus mendengarkan saran dari istrinya. Daniel melakukan telepati kepada semuanya dan mereka berjanji berkumpul dirumah papanya David Long.


 Sarah dibawa Daniel kerumah papanya. Mereka berkumpul diruangan bawah tanah keluarga Long. Kedua saudara dan kedua iparnya sudah datang. Hanya kedua orang tuanya yang belum datang. Jantung Sarah berdetak semakin cepat. Kedua orang tuanya dalam masalah..


 "papa... tolong datang ke rumah. Pastikan mereka berkumpul disini. Jangan biarkan papa bersama dengan keluarga besarnya dahulu. Atau pun memberikan informasi apapun tentang kami sekarang. Kumohon... " wajah Sarah sangat pucat dan khawatir. Membuat David Long menganggukkan kepala menyetujui perkataan Sarah.


"bagaimana jika aku saja... " tanya Sisca Li


"tidak... hanya papa David yang bisa menangani nya sekarang. "


David langsung menghilang dari pandangan mata Sarah. Sekarang semua orang penuh dengan tanda tanya. Apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa Sarah sampai begitu takutnya.


"tenang lah... adik kedua..semua akan baik - baik saja. " bujuk Serena.

__ADS_1


 ''aku berharap juga semua akan baik - baik saja. Tapi sekarang semua tergantung dengan kecepatan papa David dalam membawa kedua orang tua kita. ''


Semua jadi ikut berwajah tegang. Apa yang sebenarnya terjadi...,


__ADS_2