
Sarah sebenarnya ingin mengatakan kepada Daniel mengenai apa yang dirasakannya saat itu, tapi ia tidak ingin
menganggu rapat Daniel. Sarah hanya mengatakan kepada Daniel, tolong jangan matikan panggilan video ini. Ketika Daniel mau menanyakan alasannya Sarah terlihat sudah tertidur. Karena kesibukannya Daniel pun yang pada awalnya berniat menemani Sarah, tidak ia lakukan.
Rasa sesal dihati Daniel tidak bisa ditutupinya apalagi melihat luka lebam di tubuh istri yang disayanginya.
Dalam hati Daniel tidak berhenti mengutuk dirinya sendiri yang terlalu sibuk bekerja dan tidak peka dengan keadaan istrinya.
Kemudian Sarah bercerita mengenai dirinya ketika dibangunan kantor yang terbakar. Begitu masuk kedalam bangunan
Sarah sudah bisa merasakan kalau orang – orang yang mengikutinya ada didalam
bangunan itu. Nana yang berkali – kali merasa takut karena merasakan hal yang
sama, tidak membuat gentar Sarah untuk tetap mencari sebab kebakaran terjadi
dan juga siapa orang yang mengikuti dirinya.
Sarah melihat bayangan orang yang memakai penutup kepala dibeberapa sisi bangunan. Sarah terus mengambil gambar semua sudut sekaligus tempat orang tersebut ia yakini keberadaannya. Adrenalin Sarh terpacu dengan keadaan ini, bagaimana pun ia harus menemukan jawaban atas pertanyaan yang ada dikepalanya. Sempat terlintas untuk menghubungi kedua saudaranya, tapi ia tidak mau menjadi beban pikiran mereka yang saat ini sedang menggantikan pekerjaan dirinya diperusahaan.
“kenapa kamu tidak memberitahukan ku??”
“aku sudah melakukan telepati kepadamu, tapi sepertinya tidak sampai.” Sarah terlihat murung setelah
mengatakan hal itu.
Daniel merangkul Sarah, kini ia paham kenapa Sarah sangat marah ketika dirinya menggunakan kekuatannya kepada Sarah. Ia berbeda dengan kedua saudaranya, kemampuannya dalam mengendalikan dan menggunakan energi sangat buruk. Daniel mengusap punggung Sarah sambil berkata
“maafkan aku, mungkin kemampuanku tidak sehebat keluarga Li yang lain yang mampu mendengarkan telepatimu.”
Sarah menggeleng “tidak ada yang pernah mendengarkan aku ketika menggunakan telepati.” jawab Sarah jujur.
“aku tahu kemampuanku dibawah rata – rata. Kata papa itu adalah penyebab aku menjadi incaran beberapa klan, terutama klan elang.” lanjut Sarah
“mereka tidak akan ada yang berani menganggu istriku. Aku tidak akan membiarkan mereka.” kata Daniel sambil melepaskan pelukan Sarah dan bicara sambil menatap matanya.
“memory karema ku hilang, tidak ada yang tersisa. Padahal awalnya aku ingin menunjukkannya kepadamu. Sayang sekali...” Sarah kembali murung mengingatnya.
“tidak masalah, aku sudah meminta orang untuk menyelidikinya. Semalam aku sudah bertemu dengan orang berjubah yang kamu katakan.”
Sarah terkejut mendengar perkataan Daniel mulutnya langsung membentuk huruf O.
Daniel mengangguk membenarkan semua apa yang didengar Sarah.
“kenapa aku tidak bisa melakukan apapun ketika ia tiba – tiba mucul dihadapanku....”
“bukan hanya kamu, Jackie sekalipun tidak bisa mendeteksi orang tersebut. Kami baru menemukanmu setelah
aku tiba dibangunan itu.”
__ADS_1
“kemudian apa yang terjadi..” Tangan Sarah dan Daniel masih bertautan satu sama lain.
“dia melepaskanmu setelah aku berkata agar melepaskanmu. Untung saja petugas keamanan yang bersama dengan kita semalam adalah manusia klan juga. Jadi semua hal yang terjadi tidak akan tersebar kemana – mana.”
“syukurlah... jujur saja aku merasa pernah melihat wajah orang itu.”
Daniel menjadi lebih semangat “dimana... kamu melihatnya..”
Sarah memiringkan wajahnya saat ini dia juga tidak yakin dengan apa yang dipikirannya.
Sarah terlihat berpikir keras dan mengakhiri dengan hela nafas panjang sambil berkata “aku lupa.”
“tidak masalah jika lupa. Aku akan menemukan orang yang berani melukaimu.”
Sarah mengangguk, tapi detak jantungnya mnunjukkan kekhawatiran tinggi. Ia masih ingat bagaimana seseorang berdiri dihadapannya dengan jubah hitam dan mata merah yang berkilat sungguh sangat menyeramkan. Hanya dengan satu sentuhan dari jari telunjuknya, Sarah langsung tidak sadarkan diri. Apakah orang itu yang terlalu kuat atau malam dirinya yang lemah, satu serangan kecil bisa membuat dirinya kalah.
“kamera pengawas bangunan yang terbakar sudah tidak ada ya?” tanya Sarah
“seharusnya sudah tidak ada.. “ jawab Daniel sambil duduk kembali ditempat tidur.
“aku ada ide, bagaimana jika kita melihat salinan rekaman sebelum terjadinya kebakaran?? Aku rasa kita akan
menemukan jawaban nya.”
“petugas keamanan sudah meminta salinan itu dan setahuku mereka sedang memeriksa rekaman kamera pengawas dan itu akan dijadikan barang bukti.”
“apakah tidak ada pertinggal untuk perusahaan,,,, aku akan menghubungi kakak pertama.”
rekamana tersebut.”
“sepertinya hanya aku yang tertinggal banyak informasi mengenai perkembangan kantor belakangan ini.” Sarah
mengalihkan pandangannya kearah luar jendela. Hal sepenting ini bisa lewat dari pengawasannya benar – benar luar biasa.
“informasi ini memang hanya untuk kalangan terbatas, karena masih ditangan inteljen perusahaan jadi belum
diinformasikan secara resmi. Aku juga belum mendapatkan perkembangan penyelidikannya. Setahu aku baru papaku dan papamu yang selalu mendapatkan update perkembangan penyelidikan.”
Sarah tidak tahu apakah ini hanya sekedar kata – kata penghibur untuk dirinya atau memang kejadian yang
sebenarnya. Sarh menatap mata Daniel yang terlihat serius menatap dirinya. Sangat sulit mengetahui kebenaran dari pria ini.
“kamu tidak sedang menghiburku kan??’ tanya Sarah ragu.
Daniel mengeluarkan ponselnya dan menghubungi David Long.
“ya nak...” jawab David Long diujung telepon sana.
“aku bersama dengan Sarah Li, sekarang dia sedang bertanya kepadaku mengenai rekaman dari kamera pengawas bangunan yang terbakar. Bisa papa memberikan penjelasan kepada kami??”
__ADS_1
Mata Daniel menatap lurus kearah Sarah tidak ada celah sama sekali yang membuktikan dirinya sedang berbohong.Daniel menghidupkan speaker ponselnya dan masih terus menatap Sarah.
“rekaman itu memang masih dalam penyelidikan internal, untuk sementara kalian belum diberikan informasi apapun. Karena kami mau penyelidikan tidak dalam inverteni pihak mana pun. Harap kalian bersabar, jika memang kami sudah mendapatkan hasil pasti akan segera memberikan informasinya.”
Jawaban Daniel dan David memang terdengar sama ditelinga Sarah. Sarah menaikkan alisnya sambil mengangguk puas mendengarkan jawabnnya.
“papa mau berjanji memberikan informasinya kepadaku....” tanya Sarah “kamu akan jadi orang kedua setelah Daniel Long yang aku beri tahu hasilnya nak.”
Senyum diwajah Sarah terlihat sempurna. ” terima kasih pa” kata Sarah
“tidak perlu berterima kasih kalian adalah penerus keluarga kita, sudah sewajarnya kalian juga mengetahui
hasil penyelidikannya. Papa mendengar terjadi sesuatu dengan kamu tadi, bagaimana keadaanmu putriku??”
Sarah mengerutkan alisnya menatap
Daniel, pria ini sudah menghubungi pihak keluarga. Benar – benar sulit
dipercaya, sudah pasti sebentar lagi Mayleen akan menghubungi dirinya. Dan
memarahinya habis – habisan.
“apakah Daniel yang memberitahukan pa??” Sarah harus melepaskan rasa penasarannya.
“bukan, papa mendengar kabar dari Sisca Li di grup chatting keluarga. Kalau tidak salah, sekertarismu yang
menghubungi Sisca Li ketika kejadian.”
Sarah yang dari tadi membalas tatapan tajam kepada Daniel segera mengalihkan pandangannya, ia sudah salah
paham dengan pria ini.
“begitu ya... Baiklah pa. Aku tunggu kabar baiknya.”
“ya... berhati – hatilah anak ku. Segera hubungi siapapun anggota keluarga apabila merasa ada yang tidak beres.
“hmmm... “
Daniel memutus panggilan dan matanya dari tadi tidak berkedip sama sekali ketika menatap Sarah.
“maaf...” kata Sarah sambil menunduk merasa bersalah.
“tidak masalah, bagaimana pun kita baru saja menikah dan perlu waktu bagi kita untuk saling mempercayai. Aku
harap kedepannya kamu lebih mempercayaiku, karena bagaimana pun kita adalah suami istri dan harus saling menjaga satu sama lain.”
Sarah mengangguk dan memeluk Daniel.
“bisakah kita pergi melihat Nana sekarang? Aku sangat mengkhawatirkan dirinya.”
__ADS_1
“Baiklah... mari kita pergi” Kata Daniel sambil mengusap rambut Sarah Li dengan lembut.
Sarah menatap mata Daniel yang kali ini sudah berubah menjadi sangat teduh dan menenangkan hati.