
Chandra menunggu dengan sabar semua penjelasan
yang sulit dimengerti olehnya. Dia melihat satu persatu wajah orang yang ada
dirungan Sisca Li, sebertinya mereka bukan orang biasa. Tapi ia sendiri sulit
menjelaskan dengan kata – kata. Yang pasti ia mengetahui ada yang aneh. Tangan
Serena digenggamannya. Ada suatu hal yang sulit dijelaskan, rasa takut...
bagaimana jika ia harus mendengarkan sesuatu yang tidak bisa diterima akal
sehatnya. Bagaimana jika sudah mendengarkan semuanya ia justru semakin takut
berada diantra mereka.
Chandra menjadi saksi mata Sisca yang memberikan
banyak pertanyaan bertubi – tubi kepada Daniel. Sedangkan Daniel menjawab semua
pertanyaan Sisca dengan santai dan tidak ada keraguan dalam setiap jawabannya.
Jackie sesekali menengahi keduanya ketika suasana hati Sisca menjadi panas
karena merasa jawaban yang diberikan Daniel tidak sesuai dengan yang
diharapkannya.
Mereka akhirnya selesai berbicara tanpa disadari
Chandra yang sibuk dengan suasana hatinya. Tatapan mereka berlima menyadarkan
Chandra kalau mereka sudah selesai membahas semuanya.
“ada yang ingin kamu tanyakan Chandra ??” tanya
Sisca.
Chandra terdiam sesaat melihat mereka semua,
dengan terbata – bata ia mulai menyusun dari mana ia harus memulai bertanya.
“siapa kalian??” kalimat itu yang pertama kali
terlintas di pikirannya dan kalimat itu juga yang diucapkan dimulutnya.
“kami sama dengan dirimu, hanya kami terlahir
memiliki kekuatan istimewa berbeda dengan manusia lainnya.” jelas Sisca
“apa termasuk kekuatan seperti tadi??” tanya
Chandra gugup.
“tidak, kami tidak sehebat Daniel Long yang bisa
menghentikan waktu dengan mudah seperti tadi.”
Jawaban Sisca membuat Chandra melihat kearah
Daniel perlahan, ada rasa takut didalam hatinya ketika melihat kearah Daniel
yang memiliki tatapan mata tajam dan dingin.
“jangan takut kepadaku, aku bukan orang yang suka
menyakiti orang lain. Jika orang itu tidak coba bermain – main dengan diriku
dan orang – orang ku aku juga tidak akan segan – segan dengan orang itu.”
Tatapan mata Daniel semakin tajam ketiga ia mengucapkan kalimat terakhir.
Chandra membesarkan matanya melihat Daniel, pria
ini bisa mengetahui isi pikirannya.
“kamu,,,,,”
Daniel mengangguk seolah – olah mengetahui apa
yang dibicarakannya walau tidak terucap.
“itu juga salah satu kemampuan kami, maaf tidak
__ADS_1
semua kami bisa melakukan hal.” Sisca memperbaiki perkataanya sambil menatap
Sarah dan Serena.
Chandra mengikuti arah tatapan mata Sisca, ada
rasa senang ketika mengetahui Serena termasuk salah satu yang tidak memiliki
kemampuan itu.
“Serena dan Sarah tidak memiliki kemapuan seperti
kami bertiga. Mereka bisa merasakan perubahan energi atau terkadang memiliki
kemampuan cenayang yang tinggi. Tapi untuk hal yang lain mereka tidak bisa.”
Sisca tidak berkata dengan jujur untuk
menghindari masalah rumah tangga antara Chandra dan Serena, Sisca paham
mengenai hal ini, tidak semua manusia bisa menerima kelebihan mereka. Beberapa
orang ada yang kagum sedang beberapa orang lain merasa mereka seperti orang
aneh yang harus dijauhi. Bagaimana pun ia sebagai kakak tertua memiliki
tanggung jawab kepada kedua adiknya.
“kemudian yang terjadi dipulau itu kejadian nyata
bukan??” tanya Chandra lagi
Daniel mengangguk. “terima kasih untuk niat baik
kamu waktu itu. Tapi jujur saja manusia biasa seperti kamu jika menerima racun
seperti itu akan mati ditempat. Itulah alasannya setelah kamu mendorong
tubuhku, aku langsung melakukan teleportasi dengan posisi kamu.”
“benarkah??” Chandra mengingat semuanya, walau
Serena sudah mengahpus ingatannya, tapi mimpi mengenai kejadian itu tidak bisa
dilupakannya, ia hampir tiap malam memimpikan hal yang sama. Dalam hatinya
Bukti kuat adalah memar pada punggungnya karena
terjatuh setelah Daniel melakukan perubahan posisi dengannya. Tapi ia tidak
mengungkapkannya kepada siapa pun bahkan kepada Serena.
“setelah kejadian itu aku lihat kamu tidak apa –
apa.”
“kakak ipar kedua salah, setelah itu dia
mengalami luka parah dan aku yang megobatinya sampai dia sembuh seperti
sekarang.” jawab Sisca.
“benarkah.....” Suara Chandra terdengar tidak
percaya dengan apa yang didengarkannya.
“Adik kedua memiliki kekuatan penyembuh, dan kami
baru mengetahuinya ketika kita berlibur dipulau waktu itu. Hanya Serena yang
belum menunjukkan tanda – tanda kekuatan apa yang dimiliki dirinya.” Jelas
Sisca.
Serena menunduk dan Chandra melihat wajah muram
Sarah.
“tidak apa – apa sayang, tidak memiliki
keistimewaan bukan berarti tidak istimewa. Bagiku kamu sangat istimewa.”
Chandra menggenggam tangan Serena berusaha menguatkan istrinya.
__ADS_1
Serena mengangkat wajahnya menatap kearah
suaminya yang berusaha menguatkan dirinya.
Semua bisa berjalan dengan lancar, Chandra
terlihat percaya semua yang dikatakan Sisca.
Bukan tanpa persiapan, ketika mereka semua sudah
berada didalam kamar Sisca. Sebagai kakak pertama yang sudah pernah beberapa
kali menikah dengan manusia asli ia sudah mempersiapkan semua penjelasan yang
masuk akal dan tidak menjelaskan yang sebenarnya.
Sisca sudah melakukan telepati kepada kedua adik,
suami dan Daniel tentang apa yang akan dikatakan untuk menyamakan jawaban
apabila Chandra menanyakan hal berhubungan Serena. Sisca sudah menegaskan mereka
agar tidak berbicara sembarangan jika Chandra menanyakan hal mengenai Serena.
Mereka harus membiarkan Sisca yang menjawab agar tidak salah bicara.
“sekarang kamu sudah mengetahui kami seperti apa,
apakah setelah ini kamu mau menjauhi kami karena memiliki kemampuan yang
berbeda itu terserah kamu.” Sisca melipat kakinya menatap kearah Chandra.
“aku rasa ada banyak hal yang tidak bisa
dijelaskan dengan akal sehat didunia ini. Jika aku menjauhi kalian hanya kalian
istimewa tentu saja hal itu tidak akan aku lakukan. Aku akan mendukung istriku
menemukan kekuatan istimewanya agar berguna bagi orang lain.”
Sisca merasa puas dengan jawaban Chandra
yang dengan tulus mau menerima mereka apa adanya.
“kamu yakin tidak menyesal??” Sisca berusaha
meyakinkan jawaban Chandra, walau ia sudah bisa mendengar jawab tulus dari
mulut dan dalam hatinya.
“aku yakin, tidak masalah bagiku.”
Tatapan mata penuh ketulusan dan kejujuran dari
Chandra sudah cukup meyakinkan Sisca dan semua orang didalam ruangan itu.
“aku sangat senang kita semua berkumpul disini,
terima kasih kepada adik ipar pertama yang sudah mau menerima kekurangan dan
kelebihan kami. Semoga kedepannya kita bisa lebih dekat.”
Chandra tersenyum melihat semua orang, hatinya
jauh lebih tenang dan damai dari pada beberapa menit yang lalu.
“maaf aku tidak berkata jujur kepada kamu.” kata
Serena yang tertuduk menghadap kearah Chandra.
“tidak masalah istriku, semua orang punya
pemikiran masing – masing dan mereka benar dengan isi pikirannya karena itulah
namanya jujur kepada diri sendiri. Tapi ketika kamu menjelaskan dengan baik
kepada orang yang kamu tuju itu namanya bijaksana. Marilah kita belajar menjadi
orang yang jujur dan bijaksana mulai sekarang.”
Perkataan Chandra menguatkan Serena, ini pertama
kali ia menikah. Menjaga suasana hati pasangan memang tidak mudah. Saling
__ADS_1
menerima kelebihan dan kekurangan bukan hal yang bisa langsung diterima hanya
dalam satu jam. Tapi diperlukan belajar seumur hidup.