Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 66


__ADS_3

Chandra menunggu dengan sabar semua penjelasan


yang sulit dimengerti olehnya. Dia melihat satu persatu wajah orang yang ada


dirungan Sisca Li, sebertinya mereka bukan orang biasa. Tapi ia sendiri sulit


menjelaskan dengan kata – kata. Yang pasti ia mengetahui ada yang aneh. Tangan


Serena digenggamannya. Ada suatu hal yang sulit dijelaskan, rasa takut...


bagaimana jika ia harus mendengarkan sesuatu yang tidak bisa diterima akal


sehatnya. Bagaimana jika sudah mendengarkan semuanya ia justru semakin takut


berada diantra mereka.


Chandra menjadi saksi mata Sisca yang memberikan


banyak pertanyaan bertubi – tubi kepada Daniel. Sedangkan Daniel menjawab semua


pertanyaan Sisca dengan santai dan tidak ada keraguan dalam setiap jawabannya.


Jackie sesekali menengahi keduanya ketika suasana hati Sisca menjadi panas


karena merasa jawaban yang diberikan Daniel tidak sesuai dengan yang


diharapkannya.


Mereka akhirnya selesai berbicara tanpa disadari


Chandra yang sibuk dengan suasana hatinya. Tatapan mereka berlima menyadarkan


Chandra kalau mereka sudah selesai membahas semuanya.


“ada yang ingin kamu tanyakan Chandra ??” tanya


Sisca.


Chandra terdiam sesaat melihat mereka semua,


dengan terbata – bata ia mulai menyusun dari mana ia harus memulai bertanya.


“siapa kalian??” kalimat itu yang pertama kali


terlintas di pikirannya dan kalimat itu juga yang diucapkan dimulutnya.


“kami sama dengan dirimu, hanya kami terlahir


memiliki kekuatan istimewa berbeda dengan manusia lainnya.” jelas Sisca


“apa termasuk kekuatan seperti tadi??” tanya


Chandra gugup.


“tidak, kami tidak sehebat Daniel Long yang bisa


menghentikan waktu dengan mudah seperti tadi.”


Jawaban Sisca membuat Chandra melihat kearah


Daniel perlahan, ada rasa takut didalam hatinya ketika melihat kearah Daniel


yang memiliki tatapan mata tajam dan dingin.


“jangan takut kepadaku, aku bukan orang yang suka


menyakiti orang lain. Jika orang itu tidak coba bermain – main dengan diriku


dan orang – orang ku aku juga tidak akan segan – segan dengan orang itu.”


Tatapan mata Daniel semakin tajam ketiga ia mengucapkan kalimat terakhir.


Chandra membesarkan matanya melihat Daniel, pria


ini bisa mengetahui isi pikirannya.


“kamu,,,,,”


Daniel mengangguk seolah – olah mengetahui apa


yang dibicarakannya walau tidak terucap.


“itu juga salah satu kemampuan kami, maaf tidak

__ADS_1


semua kami bisa melakukan hal.” Sisca memperbaiki perkataanya sambil menatap


Sarah dan Serena.


Chandra mengikuti arah tatapan mata Sisca, ada


rasa senang ketika mengetahui Serena termasuk salah satu yang tidak memiliki


kemampuan itu.


“Serena dan Sarah tidak memiliki kemapuan seperti


kami bertiga. Mereka bisa merasakan perubahan energi atau terkadang memiliki


kemampuan cenayang yang tinggi. Tapi untuk hal yang lain mereka tidak bisa.”


Sisca tidak berkata dengan jujur untuk


menghindari masalah rumah tangga antara Chandra dan Serena, Sisca paham


mengenai hal ini, tidak semua manusia bisa menerima kelebihan mereka. Beberapa


orang ada yang kagum sedang beberapa orang lain merasa mereka seperti orang


aneh yang harus dijauhi. Bagaimana pun ia sebagai kakak tertua memiliki


tanggung jawab kepada kedua adiknya.


“kemudian yang terjadi dipulau itu kejadian nyata


bukan??” tanya Chandra lagi


Daniel mengangguk. “terima kasih untuk niat baik


kamu waktu itu. Tapi jujur saja manusia biasa seperti kamu jika menerima racun


seperti itu akan mati ditempat. Itulah alasannya setelah kamu mendorong


 tubuhku, aku langsung melakukan teleportasi dengan posisi kamu.”


“benarkah??” Chandra mengingat semuanya, walau


Serena sudah mengahpus ingatannya, tapi mimpi mengenai kejadian itu tidak bisa


dilupakannya, ia hampir tiap malam memimpikan hal yang sama. Dalam hatinya


Bukti kuat adalah memar pada punggungnya karena


terjatuh setelah Daniel melakukan perubahan posisi dengannya. Tapi ia tidak


mengungkapkannya kepada siapa pun bahkan kepada Serena.


“setelah kejadian itu aku lihat kamu tidak apa –


apa.”


“kakak ipar kedua salah, setelah itu dia


mengalami luka parah dan aku yang megobatinya sampai dia sembuh seperti


sekarang.” jawab Sisca.


“benarkah.....” Suara Chandra terdengar tidak


percaya dengan apa yang didengarkannya.


“Adik kedua memiliki kekuatan penyembuh, dan kami


baru mengetahuinya ketika kita berlibur dipulau waktu itu. Hanya Serena yang


belum menunjukkan tanda – tanda kekuatan apa yang dimiliki dirinya.” Jelas


Sisca.


Serena menunduk dan Chandra melihat wajah muram


Sarah.


“tidak apa – apa sayang, tidak memiliki


keistimewaan bukan berarti tidak istimewa. Bagiku kamu sangat istimewa.”


Chandra menggenggam tangan Serena berusaha menguatkan istrinya.

__ADS_1


Serena mengangkat wajahnya menatap kearah


suaminya yang berusaha menguatkan dirinya.


Semua bisa berjalan dengan lancar, Chandra


terlihat percaya semua yang dikatakan Sisca.


Bukan tanpa persiapan, ketika mereka semua sudah


berada didalam kamar Sisca. Sebagai kakak pertama yang sudah pernah beberapa


kali menikah dengan manusia asli ia sudah mempersiapkan semua penjelasan yang


masuk akal dan tidak menjelaskan yang sebenarnya.


Sisca sudah melakukan telepati kepada kedua adik,


suami dan Daniel tentang apa yang akan dikatakan untuk menyamakan jawaban


apabila Chandra menanyakan hal berhubungan Serena. Sisca sudah menegaskan mereka


agar tidak berbicara sembarangan jika Chandra menanyakan hal mengenai Serena.


Mereka harus membiarkan Sisca yang menjawab agar tidak salah bicara.


“sekarang kamu sudah mengetahui kami seperti apa,


apakah setelah ini kamu mau menjauhi kami karena memiliki kemampuan yang


berbeda itu terserah kamu.” Sisca melipat kakinya menatap kearah Chandra.


“aku rasa ada banyak hal yang tidak bisa


dijelaskan dengan akal sehat didunia ini. Jika aku menjauhi kalian hanya kalian


istimewa tentu saja hal itu tidak akan aku lakukan. Aku akan mendukung istriku


menemukan kekuatan istimewanya agar berguna bagi orang lain.”


Sisca merasa puas dengan jawaban Chandra


 yang dengan tulus mau menerima mereka apa adanya.


“kamu yakin tidak menyesal??” Sisca berusaha


meyakinkan jawaban Chandra, walau ia sudah bisa mendengar jawab tulus dari


mulut dan dalam hatinya.


“aku yakin, tidak masalah bagiku.”


Tatapan mata penuh ketulusan dan kejujuran dari


Chandra sudah cukup meyakinkan Sisca dan semua orang didalam ruangan itu.


“aku sangat senang kita semua berkumpul disini,


terima kasih kepada adik ipar pertama yang sudah mau menerima kekurangan dan


kelebihan kami. Semoga kedepannya kita bisa lebih dekat.”


Chandra tersenyum melihat semua orang, hatinya


jauh lebih tenang dan damai dari pada beberapa menit yang lalu.


“maaf aku tidak berkata jujur kepada kamu.” kata


Serena yang tertuduk menghadap kearah Chandra.


“tidak masalah istriku, semua orang punya


pemikiran masing – masing dan mereka benar dengan isi pikirannya karena itulah


namanya jujur kepada diri sendiri. Tapi ketika kamu menjelaskan dengan baik


kepada orang yang kamu tuju itu namanya bijaksana. Marilah kita belajar menjadi


orang yang jujur dan bijaksana mulai sekarang.”


Perkataan Chandra menguatkan Serena, ini pertama


kali ia menikah. Menjaga suasana hati pasangan memang tidak mudah. Saling

__ADS_1


menerima kelebihan dan kekurangan bukan hal yang bisa langsung diterima hanya


dalam satu jam. Tapi diperlukan belajar seumur hidup.


__ADS_2