Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 21


__ADS_3

Lamunan Daniel  melayang ketika ia bertemu


dengan Sarah. Waktu itu Daniel melihat Sarah yang mengenakan gaun merah dengan


ruangan ganti yang terbuka tiba - tiba dihadapannya. Dia sangat terpukau dengan


kecantikan Sarah. Kecantikannya luar biasa, warna kulitnya terpantul dengan


sempurna karena pakaian berwarna merah yang dikenakannya.


Takut dirinya lepas kendali dengan cepat Daniel


meninggalkan gedung mamaya dan kembali kehotel. Ia baru menyadari kalau hotel


tempatnya menginap ternyata adalah milik Sarah Li. Ia baru mengetahui hal itu


dari Jackie dihari yang sama ketika mereka bertemu. Seringnya Daniel berada


diluar negeri membuat dirinya kurang mengikuti perkembangan usaha keluarga Li.


“Daniel,,,,” Jackie lagi – lagi menyadarikan


Daniel dari lamunannya. Daniel kembali sadar dan menaikkan alisnya menatap


Jackie yang ada dihadapannya.


“kamu tidak seperti biasanya. Siang ini kamu


lebih banyak melamun.” Protes Jackie.


“mungkin karena tidur diruang tamu,,” celetuk


Chandra


Serena tertawa lepas sambil berkata


“baiklah...malam ini aku akan pindah diruangan Sarah. Kamu dan Daniel silahkan


tidur bersama.”


“tidak boleh...” kata Mayleen.


Semua orang melihat Mayleen . “kenapa ma??” tanya


Sisca.


“kalian kira mama dan papa tidak tahu? Serena dan


Chandra sudah menikah tiga hari yang lalu. Bukan begitu Chandra dan Serena


Li??” Mayleen memutar posisinya menatap kearah Serena dan Charlie secara


bergantian.


“mama.... mamaa....bagaimana bisa tahu??” tanya


Serena dengan gugup.


“kamu lupa bagaimana keluarga Li didepan semua


orang, perusahaan dan lembaga?” kata Mayleen yang sudah beberapa hari menahan


diri untuk tidak bicara hal ini kepada mereka berdua.


“sayang..sudah lah, menikah adalah hal yang baik.


Jangan marah lagi....” bujuk Andy Li sambil memegang telapak tangan Mayleen


“mama senang anak kedua kita menikah dan memang


mereka akan segera menikah. Tapi tidak melibatkan kami, ketika mempercepat


pernikahan tentu saja membuat mama marah.” protes Mayleen.


“ini adalah salah saya tante...” Chandra


mengambil alih tanggung jawab. Padahal ia mengetahui dengan jelas saat itu


Serena yang menginginkan agar mereka menikah lebih awal.


Sisca dan Jackie terkejut bukan main, mereka juga


tidak mengira hal ini akan terjadi. Mereka saling bertatapan dan kemudian


melihat Serena dan Chandra bergantian.


“mama tahu bukan kamu yang meminta mempercepat


hari pernikahan kalian.” Tatapan tajam Mayleen yang sedang menghakimi kedua

__ADS_1


orang ini, membuat mereka berdua merasa takut dan merasa bersalah. Tidak ada


yang berani menatap Mayleen yang sedah marah. Mirip seperti seekor ular yang


sedang memangsa makanannya dan bersiap menelannya hidup – hidup .


“maaf ma...” kata Serena sambil menunduk


menyesali kesalahannya


“tidak masalah. Mama juga bukannya tidak merestui


kalian. Lagi pula cara pernikahan kalian juga sudah hampir selesai


persiapannya. Lebih baik mempercepat acara saja. Bagaimana pun kami berusaha memahami


keinginkan kalian ..lakukan saja jika menurut kalian baik. Mama akan mendukung


kalian.”


“terima kasih mama dan papa...” Serena berlari


kearah mama dan papanya , memeluknya dari belakang kemudian memberikan hadiah


ciuman di pipinya.


"terima kasih om dan tante." kata


Chadra dengan canggung sambil  berdiri membungkukkan tubuhnya kepada orang


tua Serena Li.


"mulai sekarang, kamu panggil mama dan


papa." kata Mayleen dengan ketusnya.


"maaf... ma... pa.." jawab Chadra


terbata - bata.


Serena kembali ketempat duduknya dengan senyum


gembira sambil menggenggam tangan Chandra. Senyum penuh cinta karena pernikahan


mereka mendapat restu kedua orang tuannya.


Sisca membesarkan pandangannya kepada Serena


Dengan senyum merasa bersalah Serena menggaruk


rambutnya yang tidak terasa gatal. Tidak ada rahasia diantara tiga saudara


perempuan ini. Mengetahui adik perempuannya menikah lebih awal dan merahasiakan


darinya membuat Sisca merasa terabaikan.


“bukan seperti itu kakak... kakak sangat sibuk


dengan persiapan pernikahan. Adik kecil  juga sibuk dengan pekerjaannya.


Aku tidak sengaja mengambil keputusan untuk menikah.”


Sisca tidak percaya dengan perkataan Serena,


tanganya masih bersilang didadanya. Tatapan matanya semakin tajam. Ia bukan


seperi Sarah yang suka membuat keputusan secara cepat. Serena seorang pemikir,


tidak mungkin mengambil keputusan tergesa – gesa.


“baiklah..aku jujur. Waktu itu secara tidak


sengaja aku melihat Chandra sedang berbicara dengan mantan pacarnya. Aku sangat


marah saat itu, walau ia sudah menjelaskannya tetap saja aku tidak percaya.


Tiba-tiba saja mulutku bicara ‘buktikan keseriusan kamu dan mari menikah


sekarang.’ dan ya..... kami langsung mengambil data – data yang dibutuhkan.


Dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah mendapatkan akta resmi pernikahan


kami.” Jelas Serena dengan lugas.


“kekuatan cinta memang luar biasa.” kata Jackie


sambil menganggukkan kepalanya.


Sisca meliirik Jakcie yang terkesan tidak membela

__ADS_1


dirinya yang diabaikan dalam peristiwa penting dalam  hidup adiknya.


“ehem... “ Jackie berdeham kemudian berkata “kamu


sebagai adik ipar harusnya menghargai kakak tertua. Dan kamu sesama saudara


ipar... harus menjaga adik ipar ku dengan baik. Paham ya...” Jackie berusaha


bersikap tegas demi menyenangkan perasaan istri nya.


Sarah mengangguk puas dan menyetujui semua


perkataan Jackie sambil menunjuk Serena dan Charlie secara bergantian.


“tapi ma.... jelas adik kecil kita tidak boleh


satu kamar dengan Daniel karena mereka belum menikah.” kata Serena


“tentu saja ia tidak akan satu kamar dengan


Sarah.” jawab Mayleen


“semalam karena buru – buru dan kita sudah


terlalu larut sampai disini jadi satu kamar belum dibereskan oleh pelayan kami.


Sekarang sudah siap, kamar Daniel ada disebelah kamar Sarah.”


Prediksi berubah, awalnya Huanran dan Mayleen


yang pergi hanya dirinya dengan kedua putrinya saja. Sisca yang berubah pikiran


dan Alex yang ikut bergabung dengan mereka membuat kebutuhan kamar yang hanya 5


berubah menjadi 6. Maka, dengan lapang dada Daniel tidur diruang tamu. Saat


itu, Charlie melihat Daniel yang sedang berbaring disofa dengan satu tangan


mengangga kepalanya dibawah bantal. Ia langsung berpikir, pernikahan


mereka  belum diketahui keluarga. Dia tidak boleh satu kamar dengan Serena


untuk menghidari masalah, Charlie pun tidur disofa ruang tamu bersama Daniel.


Angin dari pantai yang sangat dingin sangat menusuk kulit. Selimut tidak cukup


menghangatkan tubuh Charlie. Berbeda dengan Daniel yang tidur tanpa terusik sedikit


pun dengan dinginnya malam.


“sayang, barang-barang kamu sudah dipindahkan


dari kamar Sarah.” kata Huanran


“baik, terima kasih ma...” jawab Daniel sambil


mengangguk.


Kamar yang digunakan Sarah saat ini adalah kamar


Daniel. Setiap kali mereka menginap di pulau ini. Daniel akan menggunakan kamar


itu, tidak hanya karena pemandangannya yang cukup bagus bisa terlihat dari


dalam kamar. Tapi juga kenyamanan tempat tidur dan fasilitas yang lain sudah


disesuaikan dengan standart keinginan Daniel.


“aku kembali dahulu ke kamar..” kata Daniel


sambil bangkit dari kursi makannya dan berjalan meninggalkan semua orang.


Pulau pribadi ini memiliki luas tanah hanya 1


hektar. dengan posisi kamar yang melingkar menghadap kearah pantai. Kamar


Daniel menghadap kearah barat, ia bisa melihat keindahan matahari terbit dari


dalam kamarnya. Ini alasannya ia sangat menyukai kamarnya dan tidak ada niat


mengganti dengan kamar yang lain.


Ditengah – tengah rumah ada kolam renang pribadi


yang cukup luas. Taman bunga didepan masing – masing kamar, membuat


 suasana asri. Dua pemandangan berbeda disajikan pada masing-masing bagian


ruangan. Disisi sebelah bisa melihat keindahan pantai dan disisi yang lain bisa

__ADS_1


melihat taman indoor yang cukup menarik.


__ADS_2