Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 129


__ADS_3

Pagi hari mereka semua sudah kembali kerumah masing – masing. Hari ini adalah kremasi Nana dan James yang dilakukan bersamaan. Abu mereka akan ditanam bersama dan sebagai tempat peristirahatan terakhir Sarah Li menanan pohon Gingko Biloba kecil diatas abu mereka yang sudah dikubur dalam tanah.


‘Beristirahat lah dengan tenang, kamu adalah orang baik. Aku tidak akan membiarkan dirimu yang merupakan orang baik menjadi orang jahat seperti pertemuan kita terakhir. Aku percaya aku akan memberi pelajaran untuk orang itu. Kapan pun dan dimana pun itu, aku akan selalu mengingatmu dalam hatiku. Kamu sudah bertemu orang yang kamu sukai, begitu juga dengan dirinya. Semoga kalian berbahagia selalu.’ batin Sarah berbicara kepada Nana seolah ia ada dihadapannya sekarang. Tersenyum kepadanya dan melihat kearahnya dengan wajah ceriahnya seperti biasa.


Sarah meletakkan bunga mawar putih yang merupakan bunga kesukaan Nana. Jackie, Sisca Li dan Daniel juga


meletakkan bunga yang sama. Mereka kehilangan orang terdekat yang sangat mereka sayangi.


Ketika acara pemakaman sudah selesai dan semua orang sudah meninggalkan pemakaman. Sarah begitu berat


meninggalkan semuanya.


“sudahlah,,,, sayang… mereka sudah tenang biarkan mereka beristirahat.”


“berjanjilah kamu akan menemukan orang yang melakukan hal jahat ini kepada mereka berdua.” kata Sarah sambil menoleh lagi kebelakang.


“tentu saja… aku berjanji.” jawab Daniel dengan sungguh – sungguh.


*****


Hampir dua minggu berlalu dan Sarah sudah mulai bisa menerima semuanya dengan ikhlas. Ia butuh waktu untuk menerima semuanya. Semua pekerjaannya dilakukannya sendiri tanpa ada seketaris baru yang menggantikan posisi Nana.


Karena merasa sudah cukup lelah, ia akhirnya menyerah dan mencari seketaris baru. Kali ini Sarah berubah


pikiran, ia mencari seketaris pria. Daniel yang  sibuk dinas keluar negeri dengan salah satu seketarisnya yang lain merasa terkejut dengan semuanya.


Daniel memang tidak terlalu sibuk mengganti orang karena ia memili asisten pribadi sebanyak 5 orang yang masing – masing memiliki tugas yang berbeda. Sejak James fokus dengan Nana, ia sudah mengalihkan semua pekerjaan James kepada salah satu asistennya yang bernama Rey.


Begitu pesawat mendarat dinegaranya, Daniel segera mengunjungi kantor Sarah Li. Dan begitu tiba


dirungan Sarah Li, ia terkejut Sarah berbicara dengan seorang pria dengan begitu dekat sambil melihat laporan kerja dari salah satu departemen.


“maaf pak… Anda silahkan menunggu diluar, jika ada kepentingan dengan nona ketiga Li. Nanti akan saya bantu.” kata seketaris Sarah Li yang mengusir Daniel keluar dari ruangan isrinya sendiri.


Daniel menunjuk dirinya sendiri dan terlihat bingung bercampur marah dengan keadaan sekarang. Sarah Li menahan tawa melihat wajah Daniel yang merah padam dengan menerima perlakuan seperti ini.


“tolong anda jangan bersikap seperti itu kepada tuan muda Long.” jawab Rey yang menahan tangan seketaris

__ADS_1


Sarah menyentuh bos besar mereka.


“ini adalah perusahaan Li, bukan perusahaan Long.” seketaris Sarah adalah orang yang sangat tegas dan keras  kepala.


“Jun,,, sudah lah.. pria itu adalah suamiku. Namanya Daniel Long. Dan disampingnya adalah asisten pribadinya


bernama Rey.


“Suamiku dan Rey… kenalkan ia adalah staffku yang baru. Namanya Jun.” Sarah memperkenalkan mereka berdua dan berdiri diantara keduanya untuk melerai keadaan yang tiba – tiba memanas.


“anda tuan muda Long yang terkenal itu???” Wajah Jun berubah dari serius menjadi seorang yang lebih


ramah.


“saya adalah penggemar sejati anda, anda benar – benar sangat hebat dalam mengatur bisnis. Anda adalah idolasaya….” Jun mengambil paksa tangan Daniel dan menyalaminya dengan penuh kebahagiaan.


Daniel masih belum bisa menerima keadaan sekarang, ditambah lagi seorang pria mengatakan ia adalah idola


baginya. Apa mungkin karena masih belum terbiasa dengan perbedaan waktu membuatnya berhalusinasi?? atau jangan – jangan ia sedang mengantuk…. batin Daniel berbicara sendiri dengan dirinya.


Daniel dengan cepat mendorong asisten pribadinya dan Jun bersamaan dan kemudian menutup pintu.


“jelaskan kepadaku….” kata Daniel dengan kesal


“ya…. seperti yang kamu ketahui. Aku juga sudah mengatakan kepadamu, aku sudah memiliki seketaris baru bernama Jun..” Sarah merapihkan dasi Daniel yang terlihat miring dan membersihkan debu


dari jas yang dikenakannya.


“kamu sudah….. mengatakannya??” Daniel berbicara dengan ragu. Ia memaksa memori otaknya menginangat semua yang pernah dikatakan Sarah kepada dirinya selama ia berada diluar negeri.


“aku tidak ingat kamu mengatakan orangnya laki – laki…” jawab Daniel lagi


“sudah… pada saat itu kamu terlalu sibuk dan mengatakan dengan buru – buru akan menutup panggilan karena


ada rapat. Saat itu kamu bilang, ambil saja. Tidak masalah dengan orangnya. Bukan kah begitu yang kamu katakan??” Sarah Li mencoba membangkitkan ingatan Daniel dan kemudian matanya membesar.


Daniel mengusap wajahnya dengan kasar dengan tangan kanannya dan satu tangannya bertolak pinggang. Ia baru ingat sudah mengatakan hal itu kepada istrinya.

__ADS_1


“sudah ingat tuan muda Long??” Sarah Li mengambil air mineral dari kulkas mini yang ada dibelakang mejanya,


kemudia memberikan kepada Daniel


“memang salahku tidak mendengarkan secara menyeluruh. Tapi dia laki – laki sayang….” Daniel


menekankan kata Laki – laki kepada Sarah.


“kenapa kalau dia laki – laki??? Apa ada yang salah??” tanya Sarah yang sebenarnya sudah paham arah pembicaraan suaminya, tapi ia pura – pura tidak mengerti apa yang dikatakan Daniel kepadanya.


“kepalaku pusing….” Daniel memijat keningnya.


“sudahlah… mari kita pulang. Aku akan memasak makanan kesukaanmu.” Sarah mengambil tasnya dan kemudian menggandeng Daniel keluar dari ruangannya.


Sarah melihat Jun masih berdiri didepan meja kerjanya yang berseberangan dengan ruangan kerja Sarah Li.


“jun, aku pulang lebih awal. Bantu kirimkan email kepadaku jadwalku untuk 3 hari kedepan ya….” Sarah melambaikan tangan kearah Jun dan kemudian berbalik arah melihat Daniel yang terlihat kesal dengan Jun.


“bisakah kamu jangan terlalu ramah kepada orang lain??”


“dia seketaris baru  ku tuan muda long.”


Satu tangannya memijat keningnya dan satu lagi menggandeng Sarah Li.


“Jun,,, maaf aku lupa… “ Sarah berbalik arah mendatangi Jun lagi.


“bantu serahkan laporan kerja yang tadi dan berikan kepada tuan Rey. Kedepannya laporan kerja kita harus


diserahkan kepada perusahaan Li setelah aku periksa. Karena mereka adalah investor besar kita.”


“baik nona ketiga Li, saya akan laksanakan. Hati – hati dijalan, jangan lupa makan malam dan berbahagialah


selalu.” Jun berbicara sambil tersenyum. Pria ini memang biasa saja, tapi ketika ia tersenyum mirip dengan Daniel ada lesung pipi di kanan dan kiri pipinya yang membuat senyuman mereka terlihat sangat menggoda bagi Sarah.


“apa kamu mengajarkan kata – kata itu kepadanya??” Daniel melihat Jun dan Sarah. Ia ingin memastikan tidak ada hubungan pribadi diantara keduanya.


“tidak…. aku menerimanya sebagai seketarisku karena orangnya sangat bersemangat dan selalu ceriah.” jawab Sarah sambil tersenyum dan menarik Daniel yang masih terlihat tidak terima dengan keadaan sekarang.

__ADS_1


__ADS_2