Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 71


__ADS_3

Kening Sarah mengalir keringat


yang cukup banyak. Sarah masuk kedalam mimpi buruknya, Daniel berada


disampingnya dengan setia menunggu sambil menyeka keringat didahi Sarah.


Dokter datang memeriksa Sarah dan


tidak menemukan sesuatu yang salah dari kesehatan Sarah. Detak jantungnya lebih


cepat, sangat terlihat jelas kalau Sarah sedang mengalami mimpi buruk.


David Long dan Andy Li tidak


beranjak dari kamar Sarah Li dan Daniel Long walau dokter sudah pergi


meninggalkan kamar mereka.


“aku akan menjaga Sarah dengan


baik, kalian beristirahat lah.”


David Long terlihat berdiam diri


dan tidak lama ia menghentakkan kakinya kelantai, angin berhembus kencang dan


menyebar keseluruh bangunan. Perisai tidak kasat mata pun terbentuk menutupi


seluruh bangunan hotel.


“papa sudah menyegel tempat ini,


selain kita tidak ada yang bisa menggunakan energi mereka ditempat ini. Selain


itu, prisai ini  tidak akan bisa ditembus


oleh klan yang memiliki sifat buruk kepada Sarah.” David Long melipat kedua


tangannya didadanya.


“terima kasih atas bantuanmu


sahabat.” kata Andy Li yang terlihat cemas melihat Sarah.


“Sarah adalah putriku, dari dulu


dia sudah aku anggap seperti putri ku sendiri. Melihatnya seperti ini sudah


melukai hatiku. Aku tidak bisa membiarkan ada orang lain yang berniat


mencelakai diri nya.” David Long penuh kemaran ketika mengucapkan kalimat itu.


Ia merangkul pundak Andy Li


“kita serahkan saja Sarah Li


kepada Daniel, dia akan menjaga Sarah dengan baik. Percayalah padanya.”


Andy Li mengangguk sambil menatap


Daniel. “aku tidak pernah meragukan hal itu. Mari kita kembali kekamar.” kata


Andy Li sambil berlalu meninggalkan kamar Daniel bersama dengan David Long.


Daniel menyeka keringat didahi


Sarah


“bangunlah sayang… aku sangat


merindukanmu. Jangan membuatku khawatir.” bisik Daniel ditelinga Sarah.


“apa pun yang kamu alami


sekarang, ketahuinya itu semua hanya mimpi. Aku ada disini untuk menjagamu dan


menemani dirimu. Jangan takut.” kata Daniel sambil mengusap rambut Sarah yang


panjang dan lembut.


Sarah tidak ada reaksi, tapi


setelah mendengar bisikan Daniel. Sarah jauh lebih tenang, tidak terlihat


keringat yang membasahi keningnya lagi. Sepertinya Sarah sudah lewat dari mimpi


buruknya.


Dengan santai Sarah berbalik arah


dan memeluk Daniel disebelah kanannya. Daniel terdiam sesaat menatap Sarah,


wajah cantik ketika tidur sulit ditolak untuk didekati oleh pria normal seperti

__ADS_1


Daniel.


“sekarang aku baru tahu alasannya


kenapa kedua orang tuamu lebih suka mengurung mu dirumah. Dan tidak boleh


keluar rumah tanpa penjagaan dari keluarga.”  Sudut bibir Daniel terangkat keatas


“jika ada pria lain yang bersama


denganmu dan kau melakukan hal yang sama kepada mereka, aku yakin tidak ada


yang bisa menjamin keselamatanmu dari cengkraman pria itu.” Daniel melanjutkan


bicaranya dan menempelkan dahinya didahi Sarah yang terlihat sedang mengunyah


sesuatu.


Bibir Daniel tersenyum puas dan tidak


ada pilihan bagi Daniel selain menemani istrinya tidur.


Sarah terbangun ketika hari sudah


gelap. Tangan masih memeluk tubuh Daniel dengan erat seolah tidak ingin


melepaskannya begitu saja.


Daniel ikut membuka matanya dan


menatap Sarah yang kedapatan sedang memandangi dirinya.


“kenapa aku disini??” tanya Sarah


menatap sekeliling kamar. Kepalanya masih bertumpu pada lengan kekar Daniel.


“tadi kamu pingsan di tepi sungai


tengah hutan. Aku yang membawa kamu kedalam hotel.”


“benarkah?” Sarah terlihat


meragukan perkataan Daniel.


“ya… papa David dan Andy ikut


menemani kita disini tadi. “


terkejut sambil dan langsung duduk di tempat tidur.


Daniel mengangguk. Anggukan


Daniel membuat hati Sarah risau, selama ini seingat Sarah ia sudah pernah mengalami


hal seperti ini. Setelah papanya mengetahui hal itu, Sarah akan dikurung dalam


kamar selama sebulan oleh kedua orang tuanya dan tidak boleh keluar rumah.


Penjagaan didepan kamar sampai diluar rumah ekstra ketat. Sarah merinding


mengingat semuanya.


Susah payah Sarah menelan


ludahnya sambil melihat Daniel dengan tatapan penuh harap.


“jangan khawatir, ada aku yang


akan menjaga mu. Papa tidak akan melakukan hal yang sama kepadamu. Karena kita


sudah menikah sekarang.”


Ucapan Daniel Long memberikan angin


sejuk dalam hati Sarah. Wajahnya menjadi ceria kembali.


“baguslah jika begitu.” kata


Sarah sambil mengusap dadanya.


“kamu tidak lapar??” kata Sarah


lagi yang melihat Daniel menopang kepalanya dengan satu tangan.


“kamu mau makan?? di restoran


atau dikamar?” Daniel bicara tanpa merubah posisinya sama sekali hanya matanya


yang menatap Sarah tanpa ekspresi sama sekali.


“restoran, aku rasa sangat lapar.


Aku akan memilih makanan yang banyak malam ini.” Mata Sarah bersinar cerah

__ADS_1


ketika membahas mengenai makanan.


Daniel segera duduk dan berdiri


“ayo kita makan malam.” Daniel tersenyum sambil mengulurkan tangannya.


Sarah melihat wajah Daniel yang


tersenyum, hatinya sangat senang melihat senyum diwajah pria ini. Aura


ketampanannya semakin keluar ketika pria ini tersenyum. Secara tidak sadar


Sarah terbius oleh ketampanan pria ini, matanya tidak ada niat untuk melihat


kearah lain.


Daniel memanggil nama Sarah


berkali – kali tapi wanita ini tidak ada bereaksi sama sekali. Wanita


didepannya menatap dirinya dengan perhatian penuh dan terlihat tidak


tergoyahkan sama sekali. Senyum tipis diwajah Sarah membuat Daniel bingung


dengan istrinya.


“sayang… “ Daniel mengusap lengan


Sarah dan dengan segera kesadaran Sarah kembali lagi.


Seperti tidak ada kejadian apa


pun Sarah menggelengkan kepalanya sambil berkata “kenapa??”


Daniel dengan ragu berkata “tidak


ada apa – apa, aku hanya terpukau oleh kecantikan wajahmu.”


“oh…. “ jawab Sarah dengan santai


sambil berdiri dari tempat tidur. Melihat sekilas wajahnya dikaca yang terlihat


pucat. Ia lantas mengeluarkan lipstip dari tasnya dan memoleskan ke bibirnya.


Dalam waktu singkat bibirnya berwarna pink cerah.


Daniel memperhatikan tingkah


Sarah tanpa melewatkan satu detik pun ekspresi diwajahnya. Pikirannya sedikit


melayang, sepertinya memang sesuatu yang buruk pernah menimpah istrinya dan


semua kejadian itu masih membekas di hati dan pikirannya.


“sudah siap.. ayo kita makan.”


Sarah bicara sambil memiringkan kepalanya kearah kanan seolah memberi isyarat


kepada Daniel untuk bergerak sekarang.


“baiklah.. “ Daniel membiarkan


Sarah jalan lebih dahulu dan mengikutinya dari belakang.


Selama perjalanan kelantai dasar


tempat restoran berada tidak ada yang mereka berdua bicarakan. Keduanya hanya


diam tenggelam dalam dunia mereka masing – masing. Begitu keluar lift dan


berjalan kearah restoran mereka, kedua saudaranya terlihat sedang menikmati


makan malam bersama suami mereka.


“sebelah sini….” Serena Li dengan


semangat melambaikan tangan kearah Sarah yang berjalan kearahnya.


Daniel mengarahkan pelayannya


untuk menggeser meja agar mereka bisa bergabung dan makan malam bersama.


Setelah pelayan selesai Sarah dengan santai duduk disebelah Serena Li dan


membuka menu yang diberikan pelayan restoran.


“kakak…. aku akan sangat sibuk


dengan memilih menu makan malamku. Jangan ganggu aku sejenak ya..” Sarah


menunjukkan barisan depan gigi depannya yang rapi kepada kedua saudaranya yang


mengangguk melihat kearahnya.

__ADS_1


__ADS_2