
Para orang tua sibuk dengan menjadi penangung jawab kehidupan putri dan putra mereka. Sang anak juga dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan. Sisca Li masih ingat ia dan Daniel Long setelah pulang sekolah harus mengikuti les bahasa asing. Mereka setidaknya harus menguasai 5 bahasa interasional. Pada akhir pekan mereka harus mempelajari tentang bisnis.
Sisca masih ingat dengan jelas. Ia dan Daniel berhasil berubah terlebih dahulu menjadi manusia. Sisca merasa harus melindungi kedua saudaranya sehingga ia sering memaksa dirinya melampaui limit dirinya dalam hal belajar.
Tidak jarang Sisca Li merasa lelah dan ingin menyerah, tapi melihat Daniel yang tidak menyerah dengan semua hal ini membuat dirinya kembali bersemangat dalam menjalani semuanya. Sisca Li bahkan tidak pernah mendengar seorang Daniel Long mengeluh dengan kehidupan mereka yang monoton sebagai seorang anak.
Walau mereka harus kehilangan waktu untuk bermain, tapi apa yang rasa lelah pada masa lalu terbayar dengan sempurna di sekarang. Bisnis keluarga berjalan dengan lancar, kehidupan mereka sangat sempuran. Mereka bisa mendapatkan apa pun yang ingin dimiliki mereka.
Sisca Li pernah menanyakan kepada Daniel Long kenapa ia sangat bersemangat menjalanis kehidupan seperti ini?? Saat itu ia dan Daniel sedang melihat Sarah Li yang masih berwujud ular sedangkan Serena Li sudah separuh manusia.
“aku bertahan demi ular kecil itu.. Dia memang sangat lambat dalam bermutasi menjadi manusia. Tapi ia sama sekali tidak menyerah dengan kehidupannya. Ia tetap berusaha dengan segala kemapuannya, itu yang membuatku bersemangat menjalani hidup. Jika suatu hari nanti dia menjadi manusia, aku sudah mempunyai kemampuan untuk melindunginya sebagai seorang manusia.”
“kamu menyukai adikku??”
Daniel Long tersenyum tersipu sambil melihat Sarah tanpa menjawab pertanyaan Sisca Li.
Sisca Li tersenyum mengingat masa kecilnya dahulu. Ia memang tidak menikmati masa anak – anaknya sebagai seorang manusia. Ia lebih membiarkan kedua adiknya yang mendapatkan masa anak – anak yang harus dinikmatinya sebagai seorang anak kecil.
Tidak ada penyesalan dalam hati Sisca Li, apa yang dikatakan Daniel pada saat itu memang benar. Semuanya terbayar, dengan ilmu yang didapatkan Sisca Li ia bisa dengan mudah mengajarkan banyak hal kepada adiknya.
*****
“aku sangat ingin mempercayai apa yang sudah aku dengar sekarang. Tapi kenyataannya tidak seperti yang terjadi dalam kehidupan nyata. Aku harus apa??” Wajah Sarah Li tertunduk lemas.
“percayalah kepada Daniel, dia manusia langkah yang susah berubah menjadi pribadi yang lain. Dia mencintai kamu dari mulai ular hingga menjadi manusia. “
Sarah hanya menunduk sambil memutar – mutar jus jeruk di dalam gelasnya. Hatinya senang mendengar perkataan kakak pertamanya, tapi ada ragu didalam hatinya.
“apa yang dikatakan kakak pertama benar, dari dahulu sampai sekarang aku hanya menyukaimu.”
Suara Daniel dari belakang Sarah membuat Sarah membesarkan bola matanya menatap Sisca Li yang ada dihadapannya. Sarah Li memberikan kode mata yang menunjuk kearah belakang dirinya.
Sisca Li mengangguk dengan santai sambil menggigit kue pie apel, dan mengunyahnya secara perlahan.
“Sejak kapan kamu ada dibelakangku??”
“sejak tadi...” jawab Daniel.
“kamu menguping...” tanya Sarah Li
“aku sedang bersama istriku dan kakak iparku bagaimana mungkin bisa dikatakan sedang menguping..”
__ADS_1
Sarah Li menatap tidak percaya kearah Daniel.
*****
Daniel menatap Sisca Li dan mereka berdua saling bertatapan. Bukan tatapan biasa, tapi mereka sedang
melakukan telepati.
“berhenti mendekati adik sepupu kami, adik kedua ku tidak suka kau dekat dengannya.”
“kami hanya membicarakan bisnis,
karena dia adalah ambasador salah satu perusahaan perhiasan milik mama kita.”
“menurutmu seperti itu, tapi istrimu berpandangan lain...”
“bujuk dia, kalau kali ini kamu gagal lagi. Jangan terkejut jika surat permintaan perceraian ada dimeja kerjamu
besok.” kata Sisca lagi
“baik kakak ipar pertama aku mengerti.”
berhati – hatilah. Wanita yang sedang cemburu lebih mirip dengan hewan buas”
“benarkah... dia cemburu..... Dia sudah menyukaiku??”
“entah la.... kamu harus pastikan dahulu dan jangan membuatnya marah lagi.”
“aku sangat senang jika itu memang terjadi.” Sudut bibir Daniel sedikit naik sambil menatap Sisca yang
menatap lurus dirinyaa.
*****
Sarah melihat Daniel dan Sisca Li saling berpandangan. ‘kalian membicarakan sesuatu..” Tidak ada yang menjawab pertanyaan Sarah.
Hati kecil Sarah merasa curiga dengan kedua orang dihadapannya. Sarah melihat mereka bergantian. Pasti mereka sedang menggunakan telepati lagi pikir Sarah.
“kalian sedang membicarakan aku??” tanya Sarah lagi dengan penuh penasaran.
Dengan cepat Sisca Li menggelengkan kepala. “Aku hanya memberikan peringatan kepada Daniel melalui tatapan mata agar dia tidak main – main dengan adik ku.” Sisca Li memutar bola matanya melihat Daniel kemudian menatap Sarah sambil tersenyum.
__ADS_1
“apa alasan mu membuat adik kecil kami marah,,,,,” tanya Sisca menatap tahan Daniel
“aku tidak ada niat seperti itu, dari awal aku sudah berjanji akan membahagaiakannya. Aku akan memenuhi janjiku.” Daniel bicara sambil merangkul pinggang Sarah dan menariknya kearah dirinya. Suara Daniel sedikit kuat sehingga orang yang ada disekitarnya memperhatikan dirinya.
Sarah merasa malu karena semua mata tertuju kepada dirinya, Sarah berbisik “apa yang kamu lakukan. Semua orang memperhatikan kita.”
Sarah berusaha melepaskan diri dari pelukan Daniel. “tidak peduli, bagaimana pun kamu ada istriku. Tidak
peduli dengan pikiran mereka.”
“haah.. pria lain dimulut, lain dihati. Tidak bisa dipercaya.” Sarah Li menyangkal perkataan Daniel.
“aku mencintaimu.”Daniel mencium pipi Sarah Li membuat pipi dan telinganya memerah.
“berhentilah bersikap kekanak – kanakan.” protes Sarah sambil mendorong tubuh Daniel. Ia sadar mata yang
memandang kearah mereka sangat banyak. Tidak mungkin mempermalukan dirinya dan keluarganya diacara pernikahan saudara kandungnya sendiri.
Daniel tidak menyerah, ia mendekati Sarah lagi. “aku akan membuktikan semua apa yang aku katakan.”
“caranya,,,,,” tanya Sarah dengan gaya memprovikasi Daniel dengan dekat.
Bersamaa dengan pertanyaan Sarah, beberapa wanita terlihat mendatangi mereka.
“kakak Daniel, boleh meminta waktu sebentar??” beberapa wanita terlihat mendekati Daniel
“kenapa... “ tanya Daniel
“ada yang mau kami tanyakan...” kata Salah satu dari mereka.
Dalam waktu singkat Daniel dikelilingi oleh para wanita dan Sarah Li terdesak keluar dari kereumunan yang mengelilingi Daniel.
Hati Sarah merasa sedih karena terabaikan oleh orang yang katanya adalah ‘suami sahnya’.
Sarah menarik nafas panjang “kakak pertama, aku rasa kita perlu mengambil gambar bersama kakak kedua” Sarah melepaskan rangkulan tangan Daniel yang melingkar di pinggangnya.
“kamu yakin??” tanya Sisca Li
“aku tidak mau berada diantara orang – orang aneh ini.”
Sarah berjalan dari kerumunan kemudian menjauh dari Daniel sudah sibuk meladeni semua pertanyaan dari wanita – wanita itu. Hati Sarah sangat kesal, bagaimana mungkin dia bisa menyingkir dari suaminya sendiri. Sungguh memalukan....gejolak batin Sarah.
__ADS_1