Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 99


__ADS_3

Malam semakin larut dan cuaca semakin dingin. Karpet tebal sudah dialasi tempat tidur untuk mereka. Karena


klan ular paling tidak tahan dengan udara dingin.


Nana dan Sarah Li sudah tertidur dengan tangan yang saling bergandengan. Ketika Daniel akan tertidur, ia melihat Sarah sangat gelisah. Kepalanya bergerak kekiri dan kekanan. Nafasnya mulai memburu, keringat jagung keluar dari keningnya.


Daniel melihat dari tangan keduanya, masih ada energi klan elang yang tersisa dari tubuh Nana dan melakukan terror kepada Sarah Li. Daniel menjentikkan  jarinya. Serbuk emas keluar dari udara dan dalam hitungan detik api – api kecil keluar dari tangan keduanya.


Nana dan Sarah Li seolah tidak merasakan sama sekali. Jelas – jelas api keluar dan mengenai kulit mereka, tapi tanpa bekas bakar dan tanpa rasa sakit dari keduanya. Lagi – lagi tali yang waktu itu dilihat Daniel terhubung ditubuh Nana dengan klan elang muncul kembali.


Daniel memegang benang merah itu, bola mata Daniel berubah menjadi kilatan merah. Amarahnya memuncak. Dengan kuat ia menggenggam benang merah tersebut dan bola api keluar dari tangan Daniel, lebih besar dari pada waktu dipertambangan. Ia melepaskan energinya dan berjalan dengan cepat dibenang merah yang dipengangnya. Menuju keluar rumah, dan tidak lama suara ledakan yang sangat keras terdengar. Membuat James terbangun, tapi tidak dengan Nana dan Sarah yang masih tertidur seolah tidak mendengar apapun.


“apa yang terjadi???” tanya James dengan risau


“mereka mencoba memancing kerusuhan. Aku sudah memberi peringatan sebelumnya, kali ini aku menghancurkannya. Tidak ada ampun bagi mereka yang sudah berkali  - kali diberi peringatan,,, tapi tidak


melakukan perubahan sikap. Benar – benar seperti bicara dengan batu.” Daniel terlihat kesal. Tangannya mengepal dan matanya berkilat kemerahan.


James tidak berani menatap mata Daniel yang sedang marah. Aura seorang Daniel terlalu menekan, memaksa dan wajahnya terlalu mengerikan untuk dilihat.


“salah satu dari mereka sudah meninggal. “ Daniel mengangkat sudut bibirnya. Senyum dinginnya terlalu


mengintimidasi untuk dilihat.


James merinding walau hanya sekilas menatap Daniel. Wajahnya seperti seorang pembunuh berdarah dingin yang tidak merasa bersalah setelah menghilangkan nyawa orang lain.


Daniel menepuk lengan James, dengan cepat James menghindar dari Daniel.

__ADS_1


“Kamu kenapa???” tanya Daniel sambil mengerutkan keningnya


“tidak….. tidak apa – apa” jawab James dengan gugup.


“kamu tidak perlu takut kepada ku. Aku tidak mungkin membuhuh orang dekatku tanpa ada kesalahan yang


dilakukannya. Misalnya membuat istriku marah.” Daniel menaikkan alisnya sambil tersenyum terpaksa.


James yang masih merasa terintimidasi dengan Daniel, begitu mendengar perkataan Daniel ia langsung


takut, bagaimana pun tadi ia sudah berkata keras dan marah kepada Sarah Li. James merasa nyawanya sedikit terancam. Ia paham sekali bagaimana seorang Daniel Long. Orang yang jarang bicara tapi selalu menepati perkataannya kepada lawan bicaranya.


Daniel meninggalkan James yang masih ketakutan terhadap dirinya dan berbaring disamping Sarah Li.


*****


Daniel dengan setiap menemaninya dan menggendongkan kemana pun ia akan pergi. Sementara Nana untuk sementara diasingkan ditempat tidak tersentuh oleh siapapun. Tempat yang tersegel dari semua kekuatan. Bahkan Sarah Li sekalipun tidak bisa menghubungi sahabat karibnya itu.


Sarah Li berkali – kali meminta kepada kedua orang tuanya dan kedua mertuanya agar tidak melaksanakan resepsi pernikahan. Hanya saja mereka tidak menyetujui perkataan Sarah Li.


Daniel juga ikut membujuk kedua orang tuanya, tapi tidak ada yang bisa dilakukannya. Kedua orang tuanya dan


orang tua Sarah Li berkata kalau undangan pernikahan mereka sudah disebarkan kepada semua orang. Tidak mungkin untuk membatalkan kepada semua orang.


Kondisi Sarah yang dijadikan alasan, tidak membuat para orang tua gentar dengan keinginan mereka. Mereka


selalu meyakinkan kalau kondisi Sarah akan lebih baik dalam beberapa hari kedepan. Selama beberapa hari Sarah harus berkorban meminum ramuan tradisional yang berbau menyengat dan rasa yang pahit.

__ADS_1


Menangis pun tidak ada gunanya, para orang tua ini terlalu kuat untuk dilewati. Susah payah Sarah mengikuti


semua keinginan mereka selama hampir satu minggu ini. Ia pun mengeluh kepada kedua saudaranya yang dengan rutin datang kerumah keluarga Long untuk menjenguk adik mereka.


Terkadang mereka menginap karena berbicara semalaman dan para suami  berada dikamar yang berbeda karena harus menunggu para istri selesai berbicara semalaman. Untungnya para suami sudah paham dengan sifat istri mereka. Rumah keluarga Long sudah seperti rumah kedua bagi ketiga putri Li. Mereka dilayani dan sudah dianggap seperti anak sendiri oleh keluarga Long.


Bahkan David Long dan Huanran menyediakan 2 kamar khusus untuk Sisca Li dan Serena Li.


Sarah Li merasa bersama kedua saudaranya yang menemani dirinya membuat kesehatan dirinya jauh lebih cepat pulih dibandingkan jika ia hanya bersama Daniel Long.


Bertolak belakang dengan hubungan dirinya dengan Daniel. Tidak ada perkembangan sama sekali. Sarah masih


membatasi berinteraksi dengan Daniel. Walau Daniel yang selalu menggendong dirinya kemana pun ia ingin pergi, tapi hal itu tidak membuat Sarah merubah pikirannya kepada Daniel. Ia masih tidak bisa membuka hatinya kepada Daniel. Walau pria ini terlihat tulus kepada dirinya.


Acara resepsi pernikahan Sarah dan Daniel hari ini akan digelar. Dari pagi hari Sarah sudah sibuk dengan para


penata rias dan penata busana pernikahannya. Ia yang akan menjadi pengantin wanita, tapi ini pertama kalinya ia melihat gaun pengantinnya.


Mamanya dan mertuanya yang mempersiapkan semuanya. Sarah perlu meragukan keahlian dan selera keduanya dalam urusan fashion. Mereka berdua lebih ahli dalam hal ini.


Ball gaun berwana putih dengan motif bunga tiga dimensi, lengan panjang yang dikenakan Sarah membuatnya


terlihat seperti anak polos dan sangat sopan. Tiara berlian dengan batu zamrut yang merupakan milik keluarga Long dikenakan Sarah dengan rambut panjang tergerai dengan separuh rambutnya diikat. Sarah tampil feminim, wajahnya sangat cantik dengan senyum mengembang di bibirnya menunjukkan barisan gigi yang putih dan rapi kepada semua orang.


Daniel Long berdiri diujung altar pernikahan dengan jas putih, dasi kupu – kupu dengan motif garis – garis


berwarna coklat. Gaya rambut yang tidak pernah berubah sama sekali, pria ini dalam kondisi apapun sebenarnya selalu memikat hati Sarah. Setiap wanita suka dengan pria berdada bidang dan memiliki fisik yang sempurna. Pria ini memang selalu sempurna dimata Sarah. Tapi tidak dengan sikapnya, Sarah selalu merasa ada yang salah dengan sikap Daniel kepada dirinya.

__ADS_1


Mata Sarah tidak berhenti menatap Daniel Long. Sarah berjalan didampingi oleh kedua orang tuanya dikanan dan kirinya. Kedua saudara perempuannya dan kakak iparnya mengikuti Sarah Li dibelakang. Sarah Li yang memikirkan acara pernikahan akan dilakukan dengan sangat sederhana tapi hasilnya sangat berbeda. Lampu cristal cukup banyak bergantung diball room hotel yang sangat luas. Karpet tebal berwarna hijau mendominasi lantai. Tidak ada panggung yang disiapkan, hanya lantar yang dipenuhi bunga berwarna merah dan putih. Serta dominasi warna hijau yang menjadi warna favorit keluarga Long.


__ADS_2