Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 16


__ADS_3

Angin sejuk berhembus dari pantai. Sarah Li


sedang duduk di salah satu pohon Ginkgo Biloba yang tumbuh ditengah-tengah


pulau. Sejauh mata memandang hanya laut biru yang terlihat dimata Sarah.


Pikirannya sudah lebih tenang.


‘apa hebatnya seorang Daniel?’ pikir Sarah.


Pertemuan dengannya baru beberapa kali, ia mengingat kalau ia pertama kali


melihatnya di gedung milik Albert tidak ada kesan yang mendalam, kemudian pada


pernikahan kakak pertamanya. Semua biasa saja. Kenapa hatinya bisa merasakan


hal aneh seperti tadi. Benar - benar tidak masuk akal.


Kenapa ia harus menangis ketika melihatnya tadi??.


Sarah Li selama hampir satu jam duduk di dahan pohon sambil menggoyang –


goyangkan kakinya. Kedua tangannya berpegangan pada dahan yang didudukinya.


“cepat turun...” Sarah Li mendengar seseorang


sedang berbicara kepadanya, tapi ia mengabaikannya. Mungkin hanya perasaannya


saja.


“mau sampai kapan diatas sana....” Sarah Li mulai


menoleh kesamping kanan dan kirinya, ketinggian saat ini kira – kira 5 meter


dari permukaan tanah. Tidak ada satu orang pun disekitarnya. Hanya dahan pohon


yang bergoyang terkena hembusan angin. Sarah mulai berpikir kalau ini memang


imajinasinya saja.


“bukan... ini bukan khayalan mu.”


“heeeii.. berhenti menganggu ku. “ teriak Sarah


kesal, kali ini yakin kalau saat ini dia tidak sedang berkhayal. Tapi ada


seseorang yang sedang mengganggu ketenangan dirinya.


Daniel dengan cepat muncul didahan yang


bersebelahan dengan Sarah


‘maaf, membuatmu marah. Aku hanya takut kamu


terjatuh.’ Kata Daniel tanpa membuka mulutnya, sepertinya ia sedang menggunakan


telepati kepada Sarah.


Sarah menarik tubuhnya kearah belakang dengan


perlahan, ia mulai merasa pria ini akan membajak isi pikiranya. Apa dia bukan


manusia biasa? Ia berasal dari klan apa? Kenapa ia tidak bisa merasakan


kehadirannya?


“kamu yang seperti ini bisa membuat pria lain


memiliki pikiran yang tidak – tidak. Rok kamu terlalu pendek, duduk diatas


pohon. Coba kamu bayangkan jika pulau ini bukan milik pribadi? Aku rasa jika


pria lain akan berpikiran yang tidak – tidak. “


Sarah Li menaikkan salah satu ujung bibirnya


keatas, pria ini terlalu sombong pikirnya sambil melihat kearah bawah.


“tidak ada orang dibawah sana, aku ada


disampingmu.’’


Sarah yang terkejut dengan teleportasi tiba-tiba


Daniel membuatnya kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh kebawah. Dengan


cepat Daniel memegang punggungnya dan menariknya ke posisi awal.


“sudah aku bilang, cepat turun, terlalu bahaya


berlama – lama diatas sini.”


Jarak terlalu dekat, Sarah Li bisa melihat dengan


jelas pria ini memiliki garis wajah yang tegas. Angin yang bertiup dengan sejuk


dari pantai tidak membuat Sarah Li terlena menikmati ketampanan wajah Daniel

__ADS_1


selama sesaat. Sarah menyadari kesalahan dirinya , tubuhnya menjadi panas


secara tiba - tiba.


Sarah mengerutkan keningnya sambil mendorong


tubuh Daniel kebelakang.


“biarkan aku sendiri.” Kata Sarah sambil membuang


pandangannya kearah pantai.


“aku tidak akan membiarkan kamu sendiri, kedua


orang tua  kita sangat khawatir dengan mu. Jika aku kembali tanpamu, hanya


akan mempersulit ku.”


“terserah kamu saja.” Baru selesai Sarah Li


berbicara, Daniel tiba-tiba menghilang.


Sarah Li terkejut melihat Daniel menghilang


sambil melihat kesegala arah mencari keberadaan Daniel yang menghilang dari


pandangan matanya.


“aku akan segera kembali kamu tenang saja...”


Sarah Li mengerutkan keningnya, hatinya mulai bertanya


Daniel berasal dari klan apa? Kenapa ia tidak bisa mendeteksi energinya.


Gerakannya begitu cepat, kemampuan teleport dan telepatinya sangat akurat.


Orang yang bisa melakukan hal ini hanya papa, mama dan kedua saudaranya. Mereka


tidak pernah menggunakan kemampuan mereka didepan Sarah karena mereka menyadari


kemampuan Sarah sangat buruk dalam hal ini.


Belum sempat Sarah selelsai melamun dengan


pikirannya, Daniel sudah kembali dengan headphone Sarah yang berwarna ungu


bersama dengan ponselnya.


“ini...” Daniel menyerahkan headphone dan ponsel


Sarah kepada dirinya.


“aku selalu tahu kebiasaan dirimu. Mendengarkan


musik sambil duduk diatas pohon.”


“sudah pasti kamu tahu, tidak mungkin kamu


bersedia dijodohkan dengan wanita manapun sebelum kamu melakukan penelitian


kepada wanita yang akan menikah denganmu lebih dahulu.” sindir Sarah


Daniel tersenyum tipis, kemudian mengalihkan


pandangannya ke laut yang membentang luas dihadapannya. Sarah Li mengenakan


headphone dan kemudian memutar musik. Kakinya mulai bergoyang – goyang


menikmati suasana yang tenang.


Mereka berdiam diri selama satu jam lebih, ketika


matahari sudah tinggi, perut Sarah Li sudah terasa lapar. Daniel memegang


tangan Sarah Li, dalam waktu kurang dari 1 detik mereka sudah duduk di ruangan


makan. Sarah terkejut ia bisa berada diruangan makan secara tiba - tiba tanpa


disadarinya. Pria ini terlalu berani melakukan sesuatu tanpa memberitahukan


dirinya dahulu. Sarah melirik tajam kearah Daniel.


Semua orang juga terkejut dengan kehadiran Sarah dan


Daniel yang muncul secara tiba-tiba dihadapan mereka. Untung saja yang sudah


berkumpul diruangan makan adalah manusia klan. Chandra kebetulan tidak


menyadari kehadiran mereka berdua. Karena hanya dia manusia asli diantara


semuanya.  Jika tidak, pasti akan sangat sulit untuk memberikan penjelasan


kepadanya.


Mayleen langsung meletakkan pisau makan dan


garpunya.

__ADS_1


“kamu tidak apa – apa anak ku??” Mayleen dengan


cepat berjalan kearah Sarah. Sarah masih berdiri dan kemudian Mayleen memutar


tubuhnya untuk memeriksa kondisi tubuhnya.


“syukurlah kamu baik-baik saja... Kenapa wajah


kamu memerah??” tanya Mayleen.


“mungkin karena terkena sinar matahari “ jawab


Sisca dengan santai.


“aku rasa tidak begitu kakak pertama, ini pertama


kalinya seorang pria memegang tangannya” jawab Serena yang dari tadi


memperhatikan Daniel masih memegang tangan Sarah dengan erat.


Sarah dengan cepat melepaskan  tangan


Daniel.


“aku lapar...” Sarah meninggal mereka semua yang


sedang memperhatikan dirinya. Menuju ketempat makanan, dengan santai ia memilih


makanan yang ingin dimakannya dan meletakkannya kedalam piringnya. Siang ini


makanan prasmanan disajikan oleh pelayan dirumah David


Sementara itu Daniel, Serena dan Sisca duduk


bertiga. Membahas apa yang terjadi dengan mereka tadi. Sarah melihat mereka


bertiga sedang berbicara masih berdiri memilih meja untuk makan. Tidak ada


pilihan selain bergabung dengan para orang tua.


Jackie dan Chandra juga mengambil makanan


kemudian mengantarkan makanan untuk pasangan mereka masing - masing. Jika


dengan mereka semua hanya akan membuat dirinya malu dan canggung


Sarah duduk diantara Mayleen dan Huanran. Huanran


meminta pelayan  mengeluarkan pie coklat brownis yang dibuatnya tadi.


“kamu mau ini sayang??” tanya Huanran.


Pie coklat brownis adalah kesukaannya dari kecil


dengan mata berbinar Sarah Li mengangguk. Mayleen mengusap perlahan rambut


Sarah Li “ kamu makan dahulu, nanti kita makan pie buatan tante bersama.” Sarah


Li mengangguk cepat, ia tidak menjawab karena mulutnya penuh dengan makanan.


Andy Li dan David ikut bergabung dan duduk


dihadapan istri mereka, David membawa satu piring besar potongan buah mangga.


Buah kesukaan Sarah, mata Sarah kembali bersinar terang melihat piring yang


berisi mangga itu.


“kamu makan yang banyak, setelah itu makan buah.”


Kata David sambil tersenyum.


Sarah mengangguk sambil tersenyum melihat Andy


dan David. Dalam waktu singkat makanan di piring Sarah sudah habis, Huanran


memberikan potongan besar pie coklat brownis kepada Sarah dengan hiasan


strawberry diatasnya benar – benar cantik dan menggugah selera. Semua buah dan


pie itu berpindah dengan sempurna kedalam perut Sarah. Setelah semua makanan


habis, Sarah membungkukkan tubuhnya sambil duduk dan berkata “terima kasih


untuk makanan yang lezat ini.”


“benar – benar anak yang manis.” Kata Huanran


sambil mengusap kepala Sarah


Ternyata menjadi anak yang penurut mempunyai


nilai positif yang cukup besar. Perhatian dari keempat orang tu ini sunggu luar


biasa. Mereka benar – benar memanjakan Sarah seperti anak kecil. Mamanya juga


tidak marah – marah lagi kepadanya. Biasanya, setiap hari suara mamanya akan

__ADS_1


memenuhi rumah mereka yang berteriak memarahi Sarah.


__ADS_2