Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 77


__ADS_3

Sarah Li masih dalam posisi duduk dan terlihat bingung kenapa dia berada diruangan kamar yang dikenalinya sebagai tempat dia menginap selama dinas di kompleks pertambangan keluarga.  Otaknya  belum bisa memberikan jawaban apa pun dari semua hal yang terjadi. Seingat Sarah ia tadi bersama Nana berada di bangunan yang terbakar. Kenapa bisa didalam kamar? Dan kenapa ada Daniel dihadapannya.


Sarah merapihkan rambutnya dengan jari tangannya. Selimut masih dilingkarkannya dilehernya. Matanya menatap Daniel tanpa ekspresi apapun, berharap pria dihadapannya memberikan penjelasan kepadanya. Daniel hanya diam mematung dengan setelan jas berwarna hitam yang dikenakannya, satu tangan kanannya berada didalam saku celana.


Daniel menarik ujung bibirnya memperlihatkan lesung pipi miliknya. Walau tanpa ekspresi sama sekali, pria ini


memiliki karisma yang sulit ditolak para kaum hawa. Fisik dan wajah sangat sempurna, secara pribadi Sarah sangat mengagumi seorang Daniel Long.


kenapa pria dihadapannya berdiam diri? Apa dia sedang marah karena lagi – lagi aku tidak sadarkan diri. Sarah


bingung mengartikan pandangan dan kekakuan suasana saat ini. Lidah Sarah rasa kaku dan akhirnya ia memutuskan membuka selimut dan masuk kedalam kamar mandi.


Sarah menghabiskan lebih dari 30 menit berada didalam kamar mandi. Tidak ada bathtub dikamar mandi ini, selesai mandi Sarah menggunakan jubah mandi dan duduk di korset kamar mandi.


Ia berusaha mengingat semua hal yang terjadi pada dirinya. Perlahan Sarah mengingat kamera, ia ada merekam hal aneh ketika didalam gedung. Dengan cepat Sarah keluar dari kamar mandi dan mencari kameranya. Sarah melihat Daniel duduk membelakangi kaca kamar tidur sambil memegang tabnya. Di meja sampingnya, terlihat kamera Sarah.


Ia berjalan dengan cepat mengambil kameranya yang terlihat rusak pada bagian lensa. Dan ketika ia


menghidupkannya tidak ada gambar yang tersimpan sama sekali. Sarah memeriksa memori penyimpanan, kartu memorinya masih ada. Lantas siapa yang menghapus seluruh gambar yang diambilnya?? Apa ia tidak sengaja menghapus ketika tidak sadarkan diri? Bantin Sarah terus menerus bertanya. Kemudian Sarah melihat Daniel. Sarah menggelengkan kepalanya dan kemudian ia duduk di tepi tempat tidur sambil memegang kameranya.


“ponsel....” kata Sarah


“kenapa??” jawab Daniel yang tidak begitu mendengar perkataan Sarah


“kamu lihat ponselku??”


Daniel melihat sekitar kamar. Pandangan matanya berhenti pada tas jinjing yang biasa dibawa Sarah. “coba


lihat didalam tasmu.” kata Daniel.

__ADS_1


Sarah bergerak cepat dan membuka tas nya. Sarah bernafas lega, ponselnya tidak hilang. Kamera rusak, bisa dibeli lagi. Memori kamera yang terhapus mungkin tidak sengaja tertekan olehnya. Tapi kalau ponsel Sarah hilang, ia bisa gila karena semua data penting ada didalam ponselnya.


“sebaiknya kamu pakaian dulu.” Daniel memperhatikan jubah mandi Sarah yang sudah tidak terikat sempurna.


Sarah menyadari kesalahannya langsung merekatkan jubah mandinya dan mengambil pakaian. Ia mengganti pakaian didalam kamar mandi. Pikirannya tetap tidak tenang, bagaimana cara nya ia harus menghadapi seorang Daniel Long yang terlihat kesal pada dirinya.


Sarah memakai kaos putih besar dengan panjang selutut, celana pendek yang dikenakannya sampai tidak terlihat sama sekali. Sekilas melihat Sarah akan terlihat ia tidak mengenakan celana. Dengan perlahan Sarah keluar dari kamar mandi dan duduk kembali di tepi tempat tidur menghadap kearah Daniel yang dari tadi menatap dirinya.


Sejenak tidak ada yang dibicarakan mereka berdua. Sarah hanya menunduk dan Daniel nyaris tidak berkedip menatap Sarah. Daniel berdiri kearah meja sebelah tempat tidur dan membukanya, ia mengeluarkan kota obat dan duduk disebelah Sarah.


Daniel tidak bicara sama sekali, ia melihat luka memar ditangan Sarah cukup besar, sepertinya karena benturan


ketika tadi terjatuh dari hempasan pria berjubah tadi. Ia mengoles obat perlahan di kulit Sarah.


Dengan sisa keberanian dalam hatinya, Sarah mulai bertanya dengan ragu.


“apa kamu... marah kepadaku....” Sarah tidak berani menatap Daniel, rumor tentang pria ini terlalu banyak diluar sana sangat banyak. Ia tidak mau mati mendadak karena kesalahan bodoh.


Daniel bisa membaca pikiran Sarah, senyumnya mengembang melihat wanita kesayangannya ini. Daniel mencium bibir Sarah dan itu mengejutkan dirinya.


“kamu...” Sarah mundur kebelakang sambil menutup bibirnya. Wajah Sarah kemerahan karena merasa malu dengan perbuatan Daniel yang tiba – tiba.


“aku hari ini sangat takut. Jantungku nyaris berhenti berdetak karena dirimu.”


Sarah mengangkat alisnya... “aku?? kenapa?”


“aku tidak mau melihat kamu terluka, aku yang salah karena lebih mementingkan pekerjaanku dari pada


dirimu.”

__ADS_1


“tidak, ini adalah salahku. Nana berulang kali.....” Sarah baru ingat Nana dalam bahaya, tubuh Sarah langsung


berdiri ia menutup mulutnya yang membentuk huruf O.


“dia tidak apa – apa. Sekarang ia sedang tidak sadarkan diri di klinik kompleks perumahan ini. James menemaninya sekarang.”


“benarkah???”


Daniel mengangguk menatap Sarah dengan senyuman tipis.


“bisa kita kesana??”


“nanti setelah aku selesai mengobati lukamu.” Daniel menarik tangan Sarah agar kembali duduk di tempat


tidur.


“luka ku tidak parah, mereka memukul leher belakang Nana..” lidah Sarah berbicara dengan lancar kepada Daniel dan dengan cepat wajah Daniel menjadi tegang.


“apa yang mereka lakukan...” Wajah kesal Daniel lagi – lagi membuat Sarah takut.


Sarah tersenyum getir, seharusnya ia tidak mengatakan apapun kepada pria ini.


“tidak ada... tidak ada....” Sarah menjadi seraba salah, sedangkan Daniel tidak putus asa. Matanya tetap mengikuti wajah Sarah yang menghindari tatapan darinya.


“katakan...” suara tegas Daniel benar – benar menakutkan bagi Sarah.


“sebenarnya selama diperjalanan aku sudah merasa ada yang mengikutiku, tapi dalam mini bus yang kami naiki


hanya ada Jackie, Nana, Andrew, 2 manager perusahaan kami dan supir. Tidak ada yang mencurigakan orang – orang didalam bus. Tapi entah mengapa perasaan ku saat ini seperti sedang diteror.”

__ADS_1


Sarah mengingat semua kejadian dalam mini bus yang mereka naiki semalam. Perjalanan menuju tempat ini menghabiskan waktu 12 jam perjalanan. Mereka pergi pagi hari dan sampai ke kompleks perumahan perusahaan pada malam hari.


Karena sepanjang jalan sudah merasa tidak nyaman, Sarah meminta kakak ipar pertamanya untuk membelikan makan malam untuknya dan Nana. Nana memang dari awal perjalanan sudah merasa ada yang mengikuti mereka, ia pun mengungkapkan ketakutannya pada Sarah, tapi Sarah menutupinya dengan mengatakan kalau semua itu hanya lah perasaan Nana saja. Sepanjang malam Sarah tidak bisa tidur dengan tenang, untungnya pada malam itu Daniel melakukan panggilan video denganya, walau hanya mendengar semua persentase data dan argumen, setidaknya Sarah merasa tidak sendirian didalam kamar.


__ADS_2