
David Long menjadi tidak terkendali. Gedung mulai terasa bergetar, retakan mulai terlihat dibeberapa bagian gedung.
“David Long ketika sedang dalam pengaruh emosinya akan mengeluarkan kekuatan yang tidak terbatas. Kita harus menghentikannya sebelum hal buruk terjadi..” kata Andy Li
“aku akan meredahkan kemarahan papa David.” Sarah berbicara dengan penuh percaya diri. Ketika Sarah akan bergerak dengan tubuh yang terasa sakit. Sarah merasa terkejut, ia dan papanya dikelilingi cahaya keemasan. Ini adalah energi pelindung Daniel, Sisca Li dan Serena Li tiba – tiba ada dalam lingkaran energi. Kemudian Jackie dan Jiang menyusul muncul dihadapan mereka.
Tenaga yang
dikeluarkan Daniel untuk melindungi mereka semua. Sarah merasa harus melakukan
sesuatu. Hanya dirinya yang tidak menggunakan tenaga sama sekali. Daniel memegang
dinding basement dan getaran dari tenaga yang dikeluarkan David Long dapat
diredakannya dengan sangat sempurna. Serbuk emas terlihat bertaburan disekitar
gedung.
‘‘apa yang harus kita lakukan...” kata Serena.
“aku akan keluar menenangkan om David.” jawab Sisca Li
“tidak bisa,... biar aku saja.” Sarah Li berusaha bangkit dari posisinya sekarang. Ia memegang lengan kanannya yang terasa sakit karena terbentur ketika jatuh jadi.
Dengan susah payah Sarah Li bergerak. “tidak... kondisi kamu tidak menguntungkan adik ipar..” kata Jackie yang melihat Sarah kesulitan dalam bergerak.
“aku.... tidak.. apa – apa..” jawab Sarah Li dengan nafas naik turun.
“biar papa saja.” jawab Andy LI
“TIDAK.....” ketiga putrinya berbicara bersamaan dan menatap Andy Li dengan kesal.
Andy Li terkejut dengan reaksi ketiga putrinya yang begitu kompak.
__ADS_1
“dari semua kemungkinan yang ada, hanya aku yang bisa mendatangi papa David Long. Aku mohon percayalah padaku, aku akan berusaha membuatnya menghentikan semuanya.” Sarah Li bicara sambil menatap semua orang secara bergantian.
Daniel menundukkan padangannya,saat ini dia masih sibuk meredam kekuatan dari papanya agar tidak membuat kehancuran. Semua terdiam seolah tidak menyetujui keputusan Sarah Li. Daniel kemudian berbicara “aku akan menghentikan waku, tapi mengingat keadaan ku sekarang... paling lama aku hanya bisa mengehentikan waktu selama 15 detik. Selama waktu itu kamu harus segera menekati papa dan mendapatkan
perlindungan darinya. Karena makhluk itu masih ada kemungkinan lolos dari pusaran energi tersebut.”
Sarah mengangguk, ia kesulitan menelan ludah karena dia harus mengalahkan rasa takut terhadap makhluk mengerikan itu dan ditambah lagi rasa sakit ditubuhnya.
“aku percaya pada mu....” Daniel bicara lagi, membuat suasana yang hening menjadi rasa harus seolah ini adalah terakhirk kalinya mereka melihat Sarah Li.
“aku akan mengawasi mu dari sini...” sambung Daniel lagi.
“bagaimana mungkin kamu menyetujuinya?? Dari kami semua hanya dia yang terluka parah.. Apa kamu tidak punya hati sebagai seorang suami?? Serena terlihat kesal dengan keputusan Daniel yang terkesan tidak peduli dengan keselamatan adik kecilnya.
“aku lebih takut diantara kalian semua. Tapi aku juga harus bersikap rasional. Papaku lebih dekat dengan Sarah Li dari dahulu sampai sekarang.”
“benar katanya... aku akan berusaha.. waktu kita tidak banyak. Keselamatan banyak orang ada ditangan kita
sekarang.” Sarah memegang tangan Serena.
Serena memegang kuat tangan adik kecilnya yang dingin. Ia paham, adiknya sedang menutupi rasa takutnya sekarang. Kenapa ia tidak bisa membiarkan adiknya, agar lebih berani menghadapi semuanya dengan tenang. Ia pasti bisa melakukannya.
“bantulah Daniel mencegah kerusakan pada gedung ini.” pinta Sarah kepada kedua saudaranya.
Mereka mengangguk dan mereka pun berusaha saling menguatkan
‘berhati – hati lah. kakak yakin kamu bisa mengatasi semuanya.” Sisca memberi dukungan dengan memeluk adik perempuannya.
Sarah tersenyum dan mengangguk..
Daniel berkata “apa kamu sudah siap??”
“sudah...” jawab Sarah sambil mengangguk penuh percaya diri.
__ADS_1
“waktu mu tidak banyak, usahakan bergerak secepatnya.” kata Daniel.
“baiklah... percayakan padaku...” Sarah melihat kearah pusaran angin. David Long sudah tidak terlihat sama sekali karena kencangnya angin tersebut.
Setelah menghitung sampai 3, Sarah keluar dari lingkaran energi Daniel. Ia berusaha bergerak dengan cepat. Ia bergerak cepat dengan sisa kekuatannya yang tidak seberapa. Perlahan ia melihat David Long sudah tinggal beberapa langkah lagi dari hadapannya. Sarah berpacu dengan sisa kekuatan dan waktu 1-15 detik yang dimilikinya.
Sarah hanya tinggal satu langkah menuju David, tapi sayangnya waktu sudah kembali bergerak. Sarah hampir tersapu dalam pusaran angin milik David. Sarah berusaha meraih jas David dan berhasil. David yang merasa tubuhnya tertarik kedepan merasa terkejut Sarah ada didalam pusaran energi miliknya.
“anakku....” Daniel dengan cepat meraih Sarah li dengan tangan kirinya dan memeluknya dengan kuat. Tangan Sarah berhasil memeluk leher David tapi sayangnya pergelangan kaki kanannya dipegang oleh makhluk mengerikan itu. Sarah menoleh kebelakang dan tangan busuk dengan tulang yang terlihat sedang memegang pergelangan kakinya.
“pa....a....” Sarah yang memang sudah ketakutan merasa
semakin ketakutan dengan tangan yang mencengkram kakinya itu. David
menggerakkan tubuhnya kekanan dan melihat tangan makhluk itu menyentuh tubuh
menantunya membuat David kembali hilang kendali.
Pusaran semakin kuat, sehingga tubuh Sarah yang sudah tidak menginjak lantai semakin merasa tertarik dalam pusaran angin milik David. Mata David berkilat merah.
“PAPA....... TENANGLAH... KAMU BISA MEMBUNUH KITA SEMUA...” Sarah berteriak dengan kuat karena suara angin terdengar sangat kuat memenuhi ruangan base ment. Mobil yang ada didalam sudah bertabrakan satu sama lain. Tempat ini sudah bukan lagi ruangan parkir mobil. Tapi lebih mirip dengan ruangan rongsokan mobil.
David yang memancarkan pandangan penuh kebencian begitu mendengar perkataan Sarah langsung terdiam sesaat. Matanya menelusuri seluruh ruangan disekitarnya. Disalah satu sudut bangunan terlihat putranya dan kedua putri keluarga Li sedang mengatasi kekacauan yang buatnya.
“maaf nak.... kita akan pindah tempat.” David baru bicara Sarah langsung berpindah keruangan terbuka. Sarah tidak menyangka ia sedang berdiri diudara. Dibawahnya lautan biru yang membentang. Sarah yang panik langsung memeluk David dengan kuat.
Salah satu tangan David memeluk dirinya dan ditangan yang satu terlihat sedang menggengam sesuatu dengan kuat. Ia terlihat seolah meremas sesuatu. Suara teriakan minta tolong dan meringis kesakitan terdengar memilukan dihati Sarah. Mereka berusaha menggapai Sarah Li seolah meminta tolong kepadanya.
David terlihat menyentil sesuatu dan tangan yang memegang pergelangan kaki Sarah Li terlepas begitu saja.
David tertawa terbahak – bahak.. “mana kekuatan yang kalian banggakan.... bicara kalian besar dan pikiran kalian sangat busuk. Sudah seperti ini mana kekuatan yang kalian bangga – banggakan akan menolong kalian.... Kalian hanya alat, kenapa begitu bodoh.” David bicara dengan penuh kebencian dan matanya berkilat merah.
Putaran angin semakin kuat, langit semakin gelap suara petir bersahutan seolah badai akan segera datang. Mirip dengan cuaca ketika keluarga mereka sedang berlibur dipulau dan saat itu katanya para pria sedang menemui masalah ketika sedang memancing dilaut.
__ADS_1
Ternyata suasananya seperti ini ketika berada didepan energi tersebut. Tubuh Sarah merinding ketakutan. Ia menutup kepalanya dengan kedua tangannya, karena ia merasa petir tersebut akan menghancurkan kepalanya.