Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 173


__ADS_3

Dua minggu berjalan terasa cepat. Sarah sudah menjadilebih kuat. Tidur hanya 4 jam, selebihnya digunakannya untuk melatih fisik dankekuatannya. Bahkan tanpa sepengetahuan Daniel ia menyembuhkan sendiritangannya agar tidak menganggu kondisinya selama latihan.


Malam itu Sarah berlatih diruangan bawah tanah sendirian. Diruangan ini Sarah membuat ruangan benar – benar seperti tempat sampah. Semua benda berterbangan seperti debu yang dihembuskan oleh angin. Dan begitu Sarah menjentikkan jarinya semua buku, lampu meja, meja, kursi dan sofa semua jatuh kelantai. Begitu melihat kekacauan yang dibuatnya sendiri. Sarah menjadi takut.


Dua minggu ini Daniel Long menjadi orang berbeda dari biasanya. Ia jarang bicara dan mereka terkesan hidup masing – masing. Daniel juga tidur dikamarnya sendiri, makan dengan jarak yang jauh bahkan jarangberbicara. Jika mereka berdua berbicara hanya Daniel yang memberikan instruksilatihan Sarah. Selebihnya mereka akan menjauh.


Dua minggu yang terasa panjang dan melelahkan. Sarah merasa kesepian dengan hal ini karena ia tidak ada teman untuk berbicara. Satu – satunya penghibur adalah surat dari Sisca Li yang dikirimkan kepadanya setiap


hari. Itu lah satu – satunya cara ia untuk bertahan.


Sarah tidur diantara tumpukan barang tersebut. Daniel yang mendengar suara gaduh langsung berlari kearah ruang bawah tanah. Begitu melihat semua rak buku jatuh kelantai sofa dan yang lain tertumpuk menjadi satu


ditegah ruangan, membuat jantung Daniel berdetak lebih cepat.


“Sarah Li….. Sarah…. dimana kamu…” teriak Daniel.


 Suasana diruangan bawah tanah sangat hening. Tidak ada jawab sama sekali. Daniel melihat Sarah Li berada dipaling atas tumbukan  kursi dan sofa. Dengan cepat Daniel membawa Sarah Li turun dan menggoyangkan


wajahnya perlahan

__ADS_1


“sayang,,, kamu tidak apa – apa??”


Tidak ada jawaban dari Sarah. Daniel semakin takut, ia menempelkan telinganya di dada Sarah Li. Ia bisa mendengar detak jantung Sarah Li. Daniel menarik nafas dengan lega.. hatinya mulai tenang.


 “kenapa kamu selalu membuatku khawatir. Aku sampai takut setiap hari melihat mu. Aku takut…”


Daniel memeluk Sarah dengan kuat dan kemudian memindahkannya kedalam kamar. Daniel menyelimutinya dan duduk disampingnya sambil menatap Sarah tertidur.


 Ini bukan pertama kali bagi Daniel melakukannya, hampir setiap hari ia melakukan hal ini. Setiap malam, Daniel mendatangi kamar Sarah Li, hanya untuk memeriksa apakah ia tidur dengan baik. Apakah ada luka ditubuhnya. Apakah ia baik – baik saja. Mendiamkan Sarah bukan hal yang diinginkan Daniel.


Bagaimapun membuat Sarah menjadi lebih kuat adalah tanggung jawab dirinya. Semua beban itu ditanggung Daniel, karena ia sudah merasa ada sesuatu yang beres diluar sana. Ada sesuatu yang disimpan dan tidak


 Daniel sangat ingin mendatangi papanya, tapi tidak bisa karena bisa mengacaukan rencana yang sudah dibuat oleh mereka. Semua komunikasi terputus, mereka berdua sama – sama tidak bisa menghubungi keluarga


yang mereka cintai.


Daniel duduk disisi tempat tidur Sarah sambil memegang tangannya ia berkata..


“maaf… sudah membuatmu menjadi susah. Maaf juga karena sudah membuat kamu harus bekerja keras dan terluka seperti sekarang. Pahamilah…. aku tahu kamu merasa kesal kepadaku. Aku sengaja melakukannya agar

__ADS_1


kehidupan kita kedepannya lebih baik. Kita bisa membangun keluarga yang kita inginkan.”


Sarah tiba –tiba membuka matanya… Daniel terkejut dan melepaskan tangan Sarah Li. Sarah memalingkan tubuhnya kesamping. Selama ini dia sangat tertekan dengan keadaannya apa yang dilakukan Daniel hanya membuat perasaannya semakin terasa hampa. Lantas kenapa pria ini berani mengatakan hal tersebut…. Bagaimana mungkin ia berusaha memahami jika pria ini tidak menjelaskan kenapa ia berubah sikap dengan sangat cepat?? Ditanya kenapa, Daniel seolah membisu. Berulang kali Sarah mencoba berbicara tapi Daniel berusaha menghindar.


 Sarah mengetahui setiap malam Daniel berdiri diruangan kamarnya dan menatap dirinya dengan tatapan mata kosong. Terkadang matanya berkaca – kaca dan penuh keriduan. Sarah melihat semua itu. Tapi tidak bisa mengatakan apapun. Kemampuannya dalam merasa energi lebih meningkat sekarang. Jadi ketika Daniel masuk kedalam kamarnya, ia langsung merasakannya. Dan jujur, ketika pria ini sudah ada didalam kamarnya, Sarah baru bisa tertidur dengan lelap.


Terlepas sikapnya yang dingin kepada Sarah setiap harinya, tapi pria ini menunjukkan sikap yang berbeda ketika ia sudah masuk kedalam kamarnya. Perlahan ia akan memperbaiki selimutnya dan mencium keningnya. Tidur sebentar disampingnya sambil memegang tangannya. Rasanya Sarah ingin sekali menghempaskan tangan Daniel, tapi justru ketenangan yang didapatkannya ketika pria ini mulai menyentuh tangannya.


Sarah mengungkapkan semuanya kepada Daniel tentang apa yang dirasakannya selama beberapa waktu belakangan ini. Daniel menatap punggung Sarah yang semakin hari terlihat semakin kokoh saja. Wanita ini


belajar banyak hal selama 2 minggu ini. Kemajuan yang luar biasa dari seorang Sarah Li.


Setiap selesai latihan ia menangis dikamar sendiri sambil mengobati lukanya. Apakah Daniel ada membantu... Tidak. Pria ini hanya melihat sekilas dan kemudian meninggalkan Sarah sendiri.


"tidak perlu kasian kepada ku. " Sarah tahu, Daniel tidak sekejam itu kepadanya selama ini. Pria ini perlu mendapat pelajaran karena berani menyembunyikan perasaannya kepada Sarah.


"aku... tidak kasihan kepadamu.. " awalnya Daniel bicara penuh keraguan, tiba-tiba menjadi suatu keyakinan.


"lantas.... kamu berusaha menunjukkan rasa simPATI.... "

__ADS_1


"tidak....


__ADS_2