
Untuk sementara selama rumah Andy Li dalam keadaan hangus terbakar, mereka menginap diapartemen milik Daniel Long. Rencana pembagunan kompleks perumahan khusus keluarga mereka sedang dalam tahap pembangunan dan belum selesai. Diperlukan waktu 1 bulan lagi agar rumah tersebut bisa digunakan.
Setelah saling melepaskan rasa rindu mereka kembali ketempat tinggal mereka masing – masing. Sarah masih tidak bisa tidur. Sudah hampir pagi hari, tapi matanya sama sekali tidak menunjukkan rasa kantuk sama sekali. Daniel dengan setia menunggu dirinya yang masih terjaga.
“apa ada sesuatu yang kamu pikirkan??”
Sarah melihat kearah Daniel yang masih belum tertidur. “kenapa kamu tidak tidur??”
“bagaimana aku bisa tertidur jika kamu saja tidak tidur…”
“tidak ada apa – apa. Aku merasa sebentar lagi pertarungan akhir akan aku hadapi. Aku hanya merasa belum cukup kuat menghadapi semuanya.” jawab Sarah
“kamu sudah sangat kuat, percaya padaku. Ingat saja rahasia dirimu yang harus kamu tingkatkan. Jangan menyerah dan tetaplah percaya dengan kemampuanmu. Kamu masih bisa mengeluarkan semua energi dalam dirimu yang tersembunyi”
Sarah terdiam, sebenarnya ada hal yang tidak dikatakannya kepada Daniel. Ia sudah mengingat semuanya. Bagaimana kisah cinta mereka pertama kali bersemi dan semakin dalam perasaan itu hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Perasaannya saat ini sedang berbunga – bunga. Hatinya ingin sekali memeluk Daniel dan mengungkapkan semua perasaannya saat ini. Bagaimana ia ketakutan ketika ia melihat Daniel terluka pada saat itu. Bagimana cara Daniel melindungi dirinya hingga harus mengorbankan dirinya sendiri.
Bahkan Sarah masih tidak bisa melupakan wajah – wajah orang yang menyakitinya pada saat itu. Dirinya yang
lemah membuat kedua saudara dan orang yang dicintainya berkorban mati – matian melindungi dirinya. Mereka semua terluka parah, jatuh dan bangkit berkali – kali demi dirinya yang sangat lemah.
Sarah merasa bersalah kepada semuanya, dia adalah penyebab semuanya. Penyebab luka pada tubuh Daniel,
penyebab dirinya memendam semua perasaan cinta itu selama berahun – tahun. Setelah kembali bersama ternyata harus menelan pil pahit, sang wanita pujaan sama sekali tidak ingat kepadanya dan tidak memiliki hati untuknya.
Sungguh tidak ada wajah menghadapi mereka semua. Sekarang Sarah baru paham apa yang dikatakan Daniel
waktu mereka berlatih saat itu bukanlah hal buruk. Semua yang dikatakannya adalah benar, tidak salah sama sekali. Dirinya seseorang yang selalu menyusahkan orang lain.
“kenapa kamu melamun??” tanya Daniel. Membuat semua dalam lamunan Sarah hilang dalam seketika.
“tidak ada...”
“benarkah?? Daniel menatap dengan tidak percaya.
“hm mh. “ Sarah mengangguk.
__ADS_1
“berarti kamu tidak percaya kepadaku..” Daniel menarik selimutnya dan berbaring memunggungi Sarah yang masih duduk dan memperhatikan Daniel.
“aku sudah pernah mengatakan kepadamu. Sulit bagiku mempercayai siapapun saat ini.” Sarah berusahan acuh tak acuh terhadap Daniel.
“pernahkan sekali saja kamu berpikir kalau aku adalah suamimu??”
Daniel masih berbicara seolah ia tidak ingin melihat wajah Sarah dan ikut sedikit membuat Sarah kecewa. Sarah
berusaha menggunakan tenaganya agar Daniel tidak bisa membaca isi pikirannya.
“pernah. Tapi semakin aku merasa kamu adalah Daniel yang asli rasanya aku semakin tidak ingin bersama denganmu.”
‘maaf...’ hati kecil Sarah menyadari suatu hari ia akan menyesali apa yang akan dikatakannya hari ini.
Daniel yang merasa tidak puas dengan jawaban Sarah langsung duduk ditempat tidur dan melihat kearah Sarah
dengan sangat dalam
“apakah sesulit itu hidup bersama denganku??” tanya Daniel
“kenapa diam?” tanya Daniel lagi
“aku hanya merasa tidak perlu menjawab semua pertanyaanmu.” Sarah berusaha menghindari perkelahian antar
mereka.
“kamu takut??? “
“tidak ada yang perlu aku takutkan moon...” jawab Sarah dengan santai.
Daniel menggengam lengan Sarah dan mendekatkan tubuhnya kepada Sarah
“kamu bilang apa????” tanya Daniel
Sarah memutar bola matanya keatas dan berusaha mengingat apa yang tadi dikatakannya.
__ADS_1
“yang mana???” tanya Sarah.
“yang terakhir...”
“ooh... tidak ada yang perlu aku takutkan...”
“yang terakhir,,,, kata terakhir...” Daniel memaksa Sarah mengingat apa yang sudah dikatakannya tadi.
“tidak ada, aku hanya mengatakan hal itu.” Sarah menatap lurus kepada Daniel. Ia tahu Daniel sangat ahli dalam
membaca gerak tubuh seseorang. Ia harus tetap tenang dan tidak bereksepresi sama sekali.
Daniel membuang nafas dengan kesal, ia merasa ingatan Sarah sudah kembali. Karena ‘moon’ adalah panggilan Sarah kepadanya dulu. Dan Daniel selalu memanggilnya dengan sebutan ‘sun’. Tidak ada orang yang mengetahui hal itu, karena sebutan itu hanya disebutkan ketika mereka sedang berdua.
Daniel melepaskan tangannya dari lengan Sarah “mungkin aku yang terlalu banyak berpikir. “ Daniel kembali berbaring dan memunggungi Sarah.
“sangat sulit. Hidup bersamamu sangat sulit. Kamu yang terbiasa dengan Sarah Li yang dahulu dan sepertinya
kamu tidak menyukai diriku yang sekarang. Mungkin aku yang dulu berdasarkan cerita semua orang adalah seorang wanita feminim dan penurut. Sedangkan aku yang sekarang adalah seorang pembangkang, keras kepala, intinya aku adalah orang yang selalu merepotkan banyak orang. Membuat kalian semua kesulitan karenaku.”
“sikapmu yang sering berubah – rubah membuat ku sulit memahami siapa orang yang sebenarnya sedang aku hadapi. Aku berusaha memahami kalau kamu terlalu berharap dengan diriku yang dulu bisa kembali ke diriku yang sekarang. Tapi sayangnya, aku tidak akan kembali ke diriku yang dulu. Ini diriku yang sekarang. Suka tidak suka, terima atau tidak. Semuanya terserah kepadamu. Jangan memaksaku menjadi orang lain.” sambung Sarah
“aku tidak pernah memaksamu menjadi orang lain.” jawab Daniel
“terserah apapun alasanmu. Aku tetap tidak suka bersama denganmu. Rasanya seperti beban besar ada dipundakku.”
“maaf jika aku membuatmu seperti itu..”
Daniel yang masih bicara sambil berbaring dan memunggungi Sarah semakin membuatnya sedih. Pria ini memang tidak mengharapkan kehadirannya didalam hidupnya.
“tidak perlu meminta maaf. Aku akan beradaptasi dengan kehidupan dinegara A. Setelah memperlajari hukum dinegara itu, aku akan mengajukan cerai kepadamu.”
Daniel tidak membalas perkataan Sarah, hatinya sudah terlalu sakit saat ini. Wanita yang selama ini ditunggunya dan dinanti dalam kehidupannya, sepertinya tidak ingin hidup dengannya. Tidak ada niat untuk memaksakan Sarah dalam hubungan pernikahan ini. Jika memang ia menginginkan hal ini untuk kebaikan dirinya, maka ia akan melepaskannya dengan penuh kerelaan. Walau sakit, asalkan ia menemukan kebahagiaannya, maka tidak masalah baginya.
Daniel memejamkan mata dan Sarah pergi kekamar mandi untuk berganti pakaian dan ia pn berolah raga pagi sendirian.
__ADS_1