
Sementara dikompleks perumahan keluarga Li dan Long. Kedua anak Sisca Li yang sibuk akan bercerita memutuskan makan dahulu baru mereka akan bercerita. Jeremy dan Shania makan dengan lahap seolah mereka tidak makan selama beberapa hari.
Semua mata memandang kearah dua orang anak yang berusia 7 tahun dan 3 tahun itu. Dari penampilan luar tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tapi sebagai keluarga mereka juga khawatir, siapa kakak cantik yang diceritakan mereka tadi.
Daniel tiba ketika mereka sudah selesai makan makanan utama dan saat ini pelayan sedang menyediakan makanan penutup.
"dari mana saja kamu??" tanya David Long yang melihat putranya dengan tatapan kesal.
"mencari seseorang." jawabnya singkat
"siapa..." tanya David
"tidak tahu.." jawabnya dengan santai.
Wajah David memerah. David benar - benar tidak terbiasa dengan sikap putranya selama 8 tahun ini. Kehilangan wanita yang dicintainya membuat dirinya menjadi seseorang yang sangat dingin dan terkesan tidak memperdulikan orang lain diseitarnya. Bahkan kepada kedua orang tua yang biasanya selalu hangat, sejak waktu itu ia menjadi seorang yang dingin. Secara fisik memang mereka kehilangan Sarah Li.
Tapi secara mental, mereka kehilangan Daniel Long juga. Mereka kehilangan anak penurut dan selalu mendengarkan semua perkataan kedua orang tuanya. Dahulu, walau sibuk dengan pekerjaan, Daniel akan selalu menyempatkan diri berkumpul bersama kedua orang tuanya walau hanya satu jam. Kali ini... ia benar - benar sibuk dan seolah sudah tidak memiliki orang tua.
"kenapa kalian tadi bersembunyi dibagasi mobil??" tanya Serena membuka kesunyian diantara mereka.
Shania dan Jeremy tersenyum lebar "tadi kami hanya berniat untuk bermain. Ternyata mobilnya jalan dan ketika berhenti, kami keluar dari dalam bagasi dan ketika akan menemui paman itu, kami ditangkap oleh pria asing dan mulut kami ditutup," Jeremy memperagakan bagaimana ada orang yang datang berjalan mengendap - ngendap dan kemudian menutup mulutnya.
"kemudian kami dipaksa masuk kedalam mobil sama orang jahat itu. Mereka mendorong kami dengan sangat kuat. Lengan mei mei sampai sakit." Shania mengerucutkan bibirnya sambil mengusap lengannya.
Serena yang ada disampingnya mengusap lengan Shania dan berkata. "kalau mereka ada disini nanti mami kedua akan pukul mereka, Berani sekali mereka berbuat jahat sama anak mami." Serena membersarkan matanya dan mengepalkan tangannya sambil bicara.
__ADS_1
Shania menepuk pundak Serena Li dan berkata " mami tenang saja. Kakak tadi sudah memberikan balasan kepada mereka. Jadi mami kedua jangan marah lagi. "
Semua orang terkejut mendengar Shania bicara seperti orang dewasa. Biasanya ia tidak pernah berbicara seperti itu.
"ia.... itu kata kakak tadi." sambung Jeremy.
Mereka semua mengangguk sambil terus mendengarkan cerita mereka berdua.
"teruskan mi,,, yang paling keren adalah ketika kakak itu tiba - tiba muncul didepan kami, ketika mobil sedang melaju dengan kencang. Dia hanya memegang depan mobil dan mobil bisa berhenti.. Benar - benar seperti batman. Keren sekali....." puji Jeremy yang masih memperagakan bagaimana cara wanita itu memegang bagian depan mobil dan menunjukkan wajahnya yang serius sambil tersenyum.
"kemudian tiba - tiba semua seperti terhenti. Tapi anehnya, kami tidak berhenti..." jelas Jeremy
"maksudnya bagaimana??" tanya Sisca Li
"kakak tadi seperti punya kekuatan menghentikan waktu. seperti dalam komik yang Jeremy baca."
Sisca Li menerutkan keningnya, otaknya terus berputar dengan cepat siapa wanita yang dimasud anak - anaknya. Apakah ia orang baik ?? Bagaimana jika ia melakukan suatu hal yang jahat seperti yang pernah terjadi pada adik kandungnya??
'om... bantu aku periksa, apakah ada orang yang menggunakan benang merah kepada kedua anakku???'
'hanya Daniel yang mampu melihat hal seperti itu,' jawab David sambil melihat kearah Daniel.
Daniel mendengar semua telepati dari papanya dan Sisca Li, Daniel melihat dengan teliti. Benang merah seperti ini tidak mudah dilacak, perlu pengamatan yang cukup teliti dan lama untuk bisa memastikannya. Ia yang sudah pernah melihatnya saja pernah tertipu karena benang merah itu ternyata hanya terlihat disaat tertentu. Hanya orang yang tersambung dengan benang merah itu yang bisa melihat dengan jelas.
"apa kalian, melihat ada benang merah ditubuh kalian??" tanya Daniel
__ADS_1
Mereka melihat Daniel dengan takut, pria ini jarang berinteraksi dengan mereka. Jika dia ada disekitar kedua anak Sisca Li ia hanya diam dan sibuk dengan dirinya sendiri, Tidak ada berkomunikasi dengan mereka sama sekali.
"maksud om disana adalah, apakah kalian melihat ada yang aneh ditubuh kalian sekarang?? Seperti ada benang berwarna merah atau warna lain??" Sisca Li menyambung perkataan Daniel. Ia paham kalau kedua anaknya takut dengan Daniel Long yang berwajah dingin dan datar.
Jeremy melihat kedua tangannya dan seluruh tubuhnya demikian juga Shania. Mereka terlihat sangat serius memeriksa kondisi tubuhnya, Tapi bagi anggota keluarga yang lain, pertanyaan Sisca Li seolah membuka ketakutan mereka dengan kejadian bertahun - tahun yang lalu.
"aku tidak melihat apapun ditubuhku sekarang." jawab Jeremy
"bagaimana dengan kamu sayang??" Sisca melihat kearah Shania yang terlihat serius melihat kedua telapak tangannya. Jantung Sisca Li berdetak kencang, ia takut putrinya mengatakan hal yang tidak ingin dia dengar.
Shania menghabiskan beberapa detik sebelum dia menjawab dengan penuh keyakinan. "sepertinya tidak ada yang aneh dengan Mei Mei...." Shania menerucutkan bibir mugilnya dan mengerutkan keningnya menatap mamanya.
"kamu yakin sayang??" tanya balik Sisca Li sambil berjongkok dihadapan kedua anaknya dan memegang kedua tangannya.
Daniel mengusap kepala anak Sisca Li dari belakang. "tidak ada yang aneh dengan mereka. " sambung Daniel dengan singkat dan berjalan kembali kekursinya. Sambil bertopang dagu memandangi keduanya bergantian.
"mami.... apakah om yang disana tidak bisa mami perintahkan untuk tidak melihat kami?? Wajahnya sangat menyeramkan.." bisik James.
Daniel mengerutkan keningnya dan mempertajam pandangannya, dia bisa mendengar semua perkataan putra Sisca Li itu. Dimana letak seram dan menakutkannya wajahnya yang tampan ini... Sepertinya Jackie tidak mendidik mereka denga benar. Daniel melirik kearah Jackie.
Jackie bisa memahami pikiran Daniel yang sudah lama berteman dengannya.
"kalian jangan bicara seperti itu kepada papa Daniel. Dia sangat baik, papa Daniel membangunkan rumah besar bahkan ketika kalian meminta kolam renang, dengan segera papa Daniel membuatkan untuk kalian. Kalian ingin taman bermain?? besoknya,, papa Daniel langsung buatkan. Harusnya kalian berterima kasih kepada dirinya." Jackie berusaha menasehati kedua anaknya agar tidak menyinggung si naga hijau.
Daniel menaikkan ujung bibirnya. Sedikit banyak ia sudah cukup puas dengan penjelasan Jackie kepada kedua anak mereka.
__ADS_1
Malam semakin larut dan udara semakin dingin, mereka memutuskan untuk mengakhiri acara makan malam besar pada tahun baru itu setelah melihat kembang api bersama.