Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 155


__ADS_3

Apa yang dikatakan papanya masuk akal, tapi ia tidak ingat dia adalah anak yang penurut, sepengetahuan Sarah ia adalah anak yang suka melawan dan berubah setelah dari desa penyulam. Bisa jadi kalau desa penyulam adalah salah satu tempat titik balik Sarah kembali kepada dirinya yang dahulu. Walau tidak secara langsung tapi setidaknya ia berubah secara perlahan – lahan.


Sarah menaikkan lagi kakinya dan kembali berbaring keposisi awalnya mengikuti Andy Li yang sudah mulai beristirahat kembali karena bulan akan segera terbenam ini dan digantikan oleh matahari.


“apa yang harus aku lakukan pa??” tanya Sarah yang sudah memunggungi Andy Li dan mendekatkan kepalanya denga kepala Daniel


“papa tidak berani mengatakan kembalilah seperti dahulu. Atau mengatakan cobalah ingat masa lalu kalian. Papa takut, kamu akan melupakannya lagi, dia akan sangat teriksa jika itu terjadi. Papa hanya bisa berkata ‘belajarlah mencintanya dengan cara mu yang sekarang nak.. karena dia sudah terlalu banyak berkorban demi hubungan kalian. Ia banyak mengalami hal berat dalam hidupnya demi dirimu.’


Sarah hanya diam, saran yang terdengar sederhana... belajar mencintainya. Apakah sekarang ia sudah mencintainya?? Sarah juga masih belum bisa memastikan. Yang ia tahu, ia hanya merasa tenang dan nyaman ketika berada disampingnya. Terlalu cepat mengatakan cinta untuk saat sekarang ini terlepas setelah ia mengetahui masa lalu mereka berdua.


Sarah mendengar papanya sudah bernafas dengan tenang, papanya sudah tertidur dengan pulas. Sarah mengusap rambut Daniel yang ada dihadapannya, kemudian ia mulai berbicara kepada Daniel.


“Kenapa kamu bertahan denganku??”


“kenapa harus aku??”


“jika mencintaiku sangat sulit dan berat bagimu kenapa tidak melepaskannya saja??”


“pasti sangat melelahkan bagimu menjalani semua ini. Apa ini alasannya kamu tidak membiarkan ku melihat foto kita yang dulu?? kamu takut aku melupakanmu lagi???”


“jika memang kamu sudah selama itu mencintaiku,,, kenapa masih menyebalkan seperti itu sikapmu?”


Sarah lagi – lagi menghela nafas dan kemudian ia terkejut ketika Daniel tiba – tiba berbalik melihat kearahnya. Sarah bisa merasakan nafas Daniel diwajahnya. Tubuhnya kaku untuk bergerak sekarang ini. “Aku akan menjawab semuanya,,,,”  kata Daniel sambil menatap lembut kearah Sarah

__ADS_1


“aku bertahan karena kamu adalah wanita yang bersinar.”


“kenapa harus kamu aku juga tidak taku, yang pasti aku hanya mau meliki kamu saja dalam hidupku.”


“tidak terasa berat. Ketika melihatmu tersenyum walau itu bukan tersenyum melihat ku, selama itu kearah yang bisa aku lihat.... aku merasa itu adalah senyumanmu untuk ku. Aku sudah sangat bahagia dengan melihatmu dari jauh.”


“aku memang sangat takut ketika kamu melihat foto kenangan kita. Rasanya saat itu darah dari kepalaku semuanya turun kekaki. Aku rasanya nyaris hilang kesadaran. Jika harus mengulang lagi dari awal.. Aku tidak takut memulai dari awal lagi hubungan kita. Karena aku yakin, ujung duniamu adalah aku. Dan aku adalah rumah bagimu... tempat kamu akan kembali..”


“sejak kamu berubah sikap menjadi seperti yang sekarang,,,, aku sudah tahu jika aku tetap seperti yang dulu, kamu akan langsung menolak diriku dan tidak menginginkan lagi diriku.”


Sarah tersenyum “kamu terlalu percaya diri tuan muda long....”


“aku tidak ingin memaksa kamu menjadi dirimu yang dahulu. Aku sudah buktikan aku bisa mencintaimu ketika kamu berubah sikap. Dan selamanya itu tidak akan berubah. Aku akan belajar mencintaimu setiap hari.. dan akan membuatmu mencintaiku lagi.."


“sejak awal. Aku tahu kamu tidak bisa tidur. Mungkin saja jika kamu melihat ku tertidur kamu akan mengantuk dan ikut tertidur. Ternyata kamu berbicara dengan papa..”


“ooh..” Sarah hanya mengerucutkan bibirnya tanpa  ingin mengatakan apapun kepada Daniel Long. Ia sendiri kehabisan kata – kata untuk menjelaskan atau pun saling menghibur. Ia bahkan tidak ingat sama sekali tentang Daniel dan hubungan mereka dahulu. Jika pun ada bukti foto dan saksi yang melihat hubungan mereka seperti apa, bagi Sarah tidak ada artinya karena itu adalah masa lalu. Masa lalu yang tidak pernah ada dalam pikirannya. Jika pun suatu hari ia mengingat semuanya itu adalah hadiah untuk hubungan mereka berdua. Tapi jika selamanya Sarah tidak mengingatnya, maka anggaplah itu hanya sebuah mimpi yang numpang lewat dalam ingatan mereka saja.


“aku lelah berbaring, bisa kah kita berjalan – jalan keluar sambil menikmati matahari terbit??”


“baiklah…” Daniel mengambil kursi roda dan memakaikan jacket dan kaus kaki kepada Sarah agar ia tetap hangat. Wanita ini sangat tidak menyukai udara dingin. Daniel sudah paham betul bagaimana Sarah Li yang sebenarnya.


Daniel mendorong Sarah Li menuju lift dari lantai 8 menuju taman rumah sakit. Udara pagi yang dingin membuat tubuh Sarah merinding walau ia sudah menggunakan jacket yang tebal. Daniel berjongkok dihadapan Sarah dan menaikkan kacing jacket dan memakaikan topi jacketnya.

__ADS_1


“sudah lebih hangat…”


Sarah mengangguk dan melihat awan yang gelap perlahan seperti dilukis oleh alam…. warna perlahan berubah menjadi jingga.


“indah sekali….”


“jika kamu mau… kita bisa menikmati matahari terbit setiap hari..” Daniel duduk dikursi taman disebelah Sarah Li yang duduk dikursi roda.


Sarah mengangguk. “banyak hal yang terjadi pada kita belakangan ini. Terakhir bahkan aku berpikir aku tidak akan melihat matahari terbit lagi selama – lamanya.”


Daniel melihat kearah Sarah dan memegang tangan kirinya. “jangan berpikiran yang tidak – tidak. Selama ada aku, makan aku akan selalu menjagamu.”


Sarah menarik nafas panjang dan kemudian melihat kearah Daniel sekilas dan kembali lagi melihat kearah matahari yang akan terbit.


“aku saja kadang bingung setiap bersama dengan mu… hati ku selalu curiga. Bagaimana jika kamu bukan Daniel yang asli. Bagaimana jika makhluk itu kembali menyamar menjadi dirimu. Tidak ada yang bisa menjamin semuanya.”


Daniel terdiam dan kemudian melihat kearah yang sama dengan pandangan Sarah Li.


“setiap ada aku, kamu bisa pindai aku dengan kornea mata atau sidik jari. Karena walau pun ada aku yang palsu datang, ia tidak mungkin memilii kornea mata dan sidik jariku. Nanti aku akan membuat keamanan lebih untuk kita. Semua orang yang akan menemuimu wajib melakukan scan sidik jari dan juga pupil mata. Apa bila ada salah satu yang tidak lolos, maka orang itu tidak bisa menemui dirimu. Termasuk aku.”


Sarah tersenyum sinis. “Orang itu saja berani menyamar menjadi supir pribadimu…. bagaimana bisa aku mempercayai orang lain lagi,,,”


“tidak masalah kamu tidak percaya pada siapapun… Aku yakin ketika melihat ku sekali saja… hati kecilmu sudah bisa mengetahui mana aku yang asli dan yang palsu.”

__ADS_1


“ya.. tapi terkadang hatiku sendiri ragu ketika semua hal itu tiba – tiba muncul dihadapanku. Seperti masalah Nana, sampai sekarang batinku terus bertarung dengan semuanya. Aku berusaha keras menolak hasil penyelidikan, tapi hanya kekecewaan yang aku dapat. Hasilnya sangat meyakinkan, sangat jauh berbeda. Entah siapa yang harus aku percayai sekarang.” mata Sarah menerawan jauh kelangit sana.. seperti hatinya yang kosong karena kekecewaan.


__ADS_2