Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 32


__ADS_3

Mereka bertiga saling berpandangan. Sarah memulai


membuka suara “ini mama.... energi penyembuh.”


“jujur, aku sangat penasaran dengan apa yang


terjadi didalam sana.” Serena memijat dagunya sambil menadang kedua saudaranya.


“seperti yang aku katakan.. Mereka tidak mungkin


melakukan hal buruk kepada Daniel. Buktinya adalah ketika mama sedang marah


kepada adik kedua, tidak pernah sekalipun mama membuatmu terluka. Hal paling


esktream yang kalian lakukan adalah saling bertarung energi. Yang berakibat


hancur rumah kita. Dia tidak membuat kamu terluka.” jelas Sisca.


Serena dan Sisca menatap Sisca sambil berpikir.


Memang benar mama mereka memiliki watak yang keras, tapi memang tidak pernah


melukai mereka. Hati Sarah lebih tenang setelah merasakan energi mamanya dan


mendengarka perkataan kakak pertamanya.


“aku kasihan dengan Daniel.,,, “ kata Serena


dengan tatapan mata menerawang jauh kearah luar jendela


Sisca membesarkan matanya melihat Serena


membuatnya tersadar sudah berkali -k  alimembuat gelisah adik kecil mereka.


“bagaimana Chandra?” tanya Sisca mengalihkan pembicaraan


“ooh.... dia, aku sudah membuatnya tidur.


Sekarang aku sedang menghapus ingatannya dikapal dan menggantinya dengan


ingatan yang lain.”jelas Serena.


“apa yang terjadi dengan mereka?” tanya Sarah


“hal yang mengerikan.” jawab Serena.


Sisca menyikut Serena.


“Aku hanya bercanda, sebenarnya mereka tidak


sengaja masuk ke tempat pertarungan antara 2 klan yang sedang memperbutkan


wilayah mereka. Mereka menganggap rombongan kita sebagai pengganggu yang ingin


ikut menguasai wilayah itu. Jadi mereka berdua menyerang mereka habis –


habisan. “ jelas Sisca


Sarah mengepalkan tangannya “jahat sekali, kenapa


tidak berusaha mencari tahu terlebih dahulu sebelum menyerang?” ia sangat kesal


orang yang bertindak tanpa menggunakan akal pikiran mereka.


“menurutmu, jika sedang bertarung kemudian datang


orang tiba – tiba datang orang lain, apakah menurut mu tidak membuat mereka


tambah kesal? atau malah membuat mereka berpikir kalau yang datang hanya


memanfaatkan keadaan?” kata Sisca.


“bisa jadi itu yang ada dipikiran mereka.” kata


Serena sambil mengangguk.


“kemudian apa yang terjadi?” tanya Sarah lagi


“ya.... mereka dengan kompak menyerang mereka


semua. Padahal pada saat itu papa dan om David sedang berusaha berbicara kepada


mereka agar tidak berselisih. Karena kesal, mereka menyerah papa dan om David.


Papa kita terpental karena kuatnya energi mereka.”


“bagaimana dengan om David kakak pertama??”


“klan naga menerima energi sekuat apa pun pasti


tidak akan berpengaruh kepada mereka. Paling, mereka hanya terdorong 1 cm.


Melihat itu, calon suami kamu sangat marah. Bagaimana tidak marah, calon


mertuanya diperlakukan seperti itu. “ Serena dengan semangat menyambung


pembicaraan Sisca.


"maka dari itu segera terima lamaran


Daniel."


Sarah menaikkan ujung bibirnya sambil menatap


kesal ke Serena. “kakak kedua....”

__ADS_1


Serena tertawa lepas melihat wajah Sarah yang


lucu. Serena paham, kalau adik pertamanya tidak suka dengan sindiran halus


darinya.


“sudah....sudah... kamu masih sempat bercanda dalam


keadaan seperti ini.” kata Sisca melerai keduanya.


“lebih baik aku mendengar dari kakak pertama


saja. aku hanya tahu sampai bagian itu saja” Sarah mengalihkan pandangannya


kepada Sisca setelah mendengar kakak keduanya bicara.


“kakak pertama, ceritakan kepada ku...”


“Ya.. seperti itu, Daniel yang marah menjadi


tidak terkendali energinya. Dalam waktu singkat mengalahkan mereka semua. Saat


itu, mereka mengira kalau semua sudah tidak ada yang melakukan penyerangan


lagi. Ternyata mereka salah, ada seorang manusia diantara mereka. Karena ia


melindungi Chandra,,,,,,” Sisca menghentikan pembicaraannya sambil menatap


Seren yang sudah tertunduk lesu.


“lanjutkan...” kata Sarah sambil menggoyang –


goyangkan lengan Sisca.


“Ia terkena panah beracun dan itu yang menyebabkan


tubuhnya lebam seperti yang kamu lihat.”


“kenapa ia tidak menggunakan kekuatannya?” kata


Sarah kesal.


“wajah Daniel bagimu memang sangat dingin dan


menyebalkan. Tapi ia tidak mungkin menyerang seorang manusia biasa. Manusia


biasa yang menerima serangan darinya, tidak akan bisa bertahan hidup adik ku.


Orang yang melepaskan panah beracun itu adalah manusia asli.” jelas Serena


“jadi, sekarang disamping mendapatkan hukuman


atau apalah yang sedang dilakukan para orang tua..... ia juga sedang menahan


rasa sakit karena racun ditubuhnya” Sisca menarik nafas panjang.


sendiri dia tadi berjalan dengan gagah keluar dari kapal yacth seolah tidak ada


masalah sama sekali.”


Sarah tidak mengingat Daniel berjalan tadi, memang


hanya terlihat luka pada ujung bibirnya dan lebam pada lengannya.


"aku tida melihat dia keluar kapal


tadi..." protes Sarah.


"tadi dia berjalan keluar kapal kemudian


melakukan teleportasi menuju kamarnya. mungkin ia sudah terlalu lelah."


jawab Serena


“apakah racunnya mematikan??” tanya Sarah


“sepertinya begitu... kalau tidak... mana mungkin


mama mengeluarkan energi sekuat ini.”jawab Sisca sambil melihat dinding


pembatas kamar Sarah dan Daniel.


“ini energi papa....” sahut Serena.


“kalau papa sudah turun tangan, sepertinya mama


kehabisan banyak energi.” sambung Serena.


“kakak harap Daniel akan baik – baik saja. Dia


sangat baik kepadamu dan kepada keluarga kita.”


Serena mengangguk sambil memajukan bibirnya “baru


bertemu setelah bertahun – tahun lamanya, ia dengan sabar menggendongmu sudah 2


kali ketempat tidur.”


Sarah menunjukkan wajah tidak percaya dengan apa


yang didengarnya dari Serena “benarkah??”


“tentu saja. Kamu tidak tahu, didalam mini bus


kamu tertidur dengan sangat pulas. Tidak ada satu orang pun yang berhasil

__ADS_1


membangunkan mu. Dengan suka rela Daniel menggendongmu. Padahal kita harus naik


pesawat selama 2 jam. Kemudian melalui 1 jam lebih sampai kedermaga dan sampai


kepulau ini selama kurang dari 1 jam. Kemudian semalam, ia juga mnggendong kamu


dari sofa pinggir kolam renang ke tempat tidur” Serena menjelaskan sambil


menggeleng – gelengkan kepalanya.


“benarkah itu kakak kedua??” kuping Sarah memerah


karena malu.


Sisca tersenyum mengingat semuanya. Ia masih


ingat ketika didalam mobil menuju dermaga dan sampai didalam yacth Daniel tidak


melepas Sarah sama sekali dari pangkuannya. Ia sampai tertidur sambil memangku


Sarah seperti seorang papa yang menjaga putrinya.


Bahkan semalam, ketika mereka sedang mengadakan


acara karoke di pinggir kolam renang. Lagi – lagi Sarah tertidur, musik yang


begitu kuat sudah tidak terdengar lagi ditelinganya. Hanya Daniel satu –


satunya orang yang menggendongnya ke dalam kamar.


Sarah tidak mengingat kejadian itu. Medengarkan


kejadian itu, Sarah sangat malu. Bagaimana mungkin ia bisa berbicara dengan


begitu kejam kepadanya jika memang dia sudah begitu baik kepadanya.


Jackie teriak dari luar kamar “pintu


terbuka,,,,,”


Mereka bertiga langsung lompat dari tempat tidur


dan berlari keluar kamar. Pintu kamar Daniel memang sudah terbuka. Mereka


saling meleparkan pandangan, tidak ada yang berani memasuki kamar itu. Pada


orang tua belum ada keluar dari dalam kamar.


“Sarah Li masuk...” akhirnya ada suara dari Andy


Li dari dalam kamar.


Serena dan Sisca memandang Sarah dan memberikan


kode dengan menggerakan kepalanya kearah kamar Daniel.


“cepatlah masuk. Jangan buat mereka menunggu


lama.” Sisca mendorong Sarah ke dalam kamar.


Serena memberikan kode dengan menggerakkan jari


tangannya agar Sarah terus masuk kedalam kamar. “kami akan menunggu kamu


disini. Tenanglah, masuklah..” bisik Sisca.


Dengan ragu Sarah masuk kedalam kamar dan membuka


lebar pintu kamar Daniel, susana gelap karena dilangit yang masih mendung,


tirai jendela Daniel yang masih tertutup ditambah lagi lampu kamar tidak


dihidupkan. Sarah berjalan tanpa alas kaki. Mendekati tempat tidur, Sarah


merasa kakinya menginjak sesuatu yang lengket. Pantulan dari cahaya yang masuk


dari pintu yang terbuka lebar membuat Sarah terkejut.


“aahh...” Sarah teriak dan mundur satu langkah


dari posisinya sekarang. Tubuhnya bergetar, ada aroma darah tercium dengan


kuat. Posisi ke empat orang tua masih berdiri di posisi yang sama. Tatapan mata


mereka lebih tajam dan mengerikan dari sebelumnya. Jatung Sarah bertedak lebih


kencang, darahnya berdesir tidak karuan. Pikirannya kosong. Tepatnya ia tidak


berani memikirkan apapun. Kilat mata merah dari keempat orang tua menandakan


mereka dalam kondisi marah atau baru mengeluarkan tenaga yang kuat.


“mendekatlah..” suara David Long yang berat


membuat hati Sarah gelisah dan jantungnya berdetak semakin kencang.


Sarah ingin bergerak kearah mereka, hanya saja


ketakutan nya melihat kilatan mata merah dari ke empat orang tua membuat


nyalinya hilang begitu saja. Kaki Sarah kaku benar – benar tidak bisa mengikuti


perintah otaknya.


Kepala Sarah menggeleng dengan cepat dan kakinya

__ADS_1


bukan berjalan maju, tapi malah mundur kebelakang.


__ADS_2