Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 89


__ADS_3

David Long tiba dirumah ketika Huanran dan Sarah sedang makan di pantry dapur. Kedua suami istri ini terlibat


pembicaraan yang serius mengenai sikap putranya kepada istrinya. Sarah Li sebagi pendengar, penonton dan juga orang yang sedang menjadi pembicaraan keduanya hanya bisa diam sambil melihat kearah David dan Huanran saja secara bergantian.


Mie instan yang dimasak untuk porsi 2 orang habis dimakan Sarah semuanya tanpa menyisakan untuk Huanran yang masih sibuk bicara dengan suaminya. Sarah yang berkali – kali menyela pembicaraan keduanya untuk menawarkan makanan tidak berhasil.


Sarah melihat dokter menuruni anak tangga dan kemudian mendekati dirinya.


“bagaimana dengan Daniel dokter??”


“perhatikan pola makannya, lambungnya sudah bermasalah sekarang. Pastikan untuk 3 hari ini ia makan makanan lunak dahulu. Hindari makanan pedas dan berminyak.”


Sarah mengangguk mendengar semua instruksi dari dokter dan menerima resep yang diberikan. Melihat Sarah yang perhatian dengan keadaan Daniel kedua orang tua Daniel menjadi geram karenanya. Mereka naik kelantai 2 menuju kamar Daniel karena merasa tidak puas hanya bertukar cerita sesama suami istri. Orang  yang menjadi tersangka harus mendapatkan pelajaran atas kesalahan yang dilakukannya. Itu kalimat yang didengar Sarah Li.


Mendengar perkataan itu, Sarah Li merinding. Setelah mengantar dokter ke pintu keluar. Sarah segera meminta supir untuk membelikan resep obat dan Sarah naik kelantai 2. Kakinya masih ditangga tapi suara David Long dan Huanran sudah terdengar dari anak tangga ketiga.


Sarah merasa semakin tidak enak hati, karena dirinya Daniel Long mendapatkan lampiasan kemarahan dari kedua orang tuanya. Sarah masuk kedalam kamar, dan Daniel masih duduk ditepi tempat tidur sambil menundukkan kepalanya. Sarah berusaha menyela tapi sama dengan ketika mereka berbicara dilantai 1.


“tenang anakku. Kami akan memberikan dirinya pelajaran apa itu artinya menikah dan saling menghargai.”


jawab Huanran


“anak kami sudah membuat malu keluarga Long kepada keluarga Li. Bagaimana aku bisa mengangkat wajahku didepan keluarga Li.” suara David Long menggelegar diruangan itu.


Sarah melihat supir yang adi diminta membelikan obat sudah sampai dan masih berdiri didepan pintu tidak


berani menyela tuannya yang sedang marah.


Sarah menerima obat tersebut dan memberikan kode mata agar supir itu segera pergi dari ruangan ini. Sarah


melihat bubur di mangkuk masih belum ada berkurang sejak terakhir Sarah berikan kepada Daniel.


“aku sudah susah payah menghangatkan makanan ini kenapa tidak kamu habiskan.” Sarah bicara dengan

__ADS_1


suara lantang


“kamu ingin membuatku memarahimu sama seperti mama dan papa marah saat ini.” Sarah membesarkan bola matanya.


Daniel, David dan Huanran diam secara bersamaan dan menatap Sarah Li dengan takut. Baru kali ini mereka


melihat Sarah marah.


“buka mulut,,,” perintah Sarah sambil menyuapkan makanan kemulut Daniel. Kedua orang tua Daniel hanya mematung mendengar Sarah Li mengomel.


“menurut papa pria yang lebih mementingkan istri dari pekerjaan, bukankah itu salah??” Sarah menatap tajam


David sambil terus menyuapkan makanan kepada Daniel.


“tentu saja salah, dan harus diberikan hukuman.” David Long menjawab dengan pasti tanpa ada keraguan.


“kamu dengar,,,,” Sarah menaikkan alis matanya menatap Daniel.


“besok kembalikan buku nikah kita selesaikan semuanya.” Sarah bicara tanpa ragu.


“memberi dirinya pelajaran, sepertinya kehidupan pernikahan tidak cocok untuknya.” Sarah memiringkan


kepalanya sambil menatap Daniel.


“bagaimana jika kita bicarakan baik – baik??” David Long mencoba melakukan negosiasi.


“bukan kah sikapnya membuat papa malu. Aku akan melindungi papa. Menyingkirkan rasa malu dari diri papa. Tenang saja, aku akan membatunya.”


Ketenangan yang diucapkan Sarah Li seperti sebuah mata pisau yang menyayat hati kedua orang tua yang berdiri dihadapannya. Ia menatap Daniel tanpa ada rasa keraguan dalam setiap kata – kata yang diucapkannya.


Sarah Li membuka obat dan memberikannya kepada Daniel sambil memberikannya air minum. “anggaplah ini


bakti terakhir ku kepada suamiku.”

__ADS_1


“tidak mau…. lebih baik aku tidak minum obat.”


“jika kamu tidak mau minum obat jangan harap kamu masih melihat wajah ku satu menit kedepan.” ancam Sarah.


“aku akan minum….” Dengan cepat Daniel meraih obat dari tangan Sarah dan meminumnya.


Huanran menggengam lengan David Long dengan erat, ada rasa khawatir dalam hatinya kalau Sarah tidak main – main dengan ucapannya. Mereka yang terbiasa membaca pikiran orang lain, kali ini tidak bisa membaca isi pikiran Sarah Li.


Sarah Li meletakkan gelas di meja kayu sebelah tempat tidur dan kemudian melihat kearah semua orang yang sedang melihat dirinya dengan serius. Mereka seperti menanti hal apa yang akan dilakukan dan dikatakan Sarah Li kepada Daniel.


“boleh aku menanyakan sesuatu padamu??” Sarah Li masih berdiri dihadapan Daniel. Huanran dan David Long


berada dibelakang Sarah Li. Tangan Huanran masih melingkar dengan erat di lengan David Long dan tangannya berkeringat. Pikirannya kacau membahas segala kemungkinan yang akan terjadi dalam hidup pernikahan putranya yang masih seumur jagung.


Persiapan resepsi pernikahan keduanya sudah dipersiapkan dengan lancar. 80 persen sudah selesai dikerjakan oleh Huanran dan Mayleen. Undangan juga sudah dibagikan kesemua orang. Akan sangat memalukan jika acara dibatalkan. Terlebih lagi acara kerja sama perusaahan Li dan Long sudah diadakan bertepatan dengan hari janji pernikahan Sarah Li dan Daniel Long. Semua rekan bisnis dan karyawan kedua perusahaan sudah mengetahui mengenai pernikahan mereka. Jika secara tiba – tiba memberikan info pernikahan dibatalkan…. nama baik kedua keluarga dipertaruhkan. Bukan hanya itu, nama perusahaan akan terkena imbas.


Jantung Huanran berdetak kencang, ia sangat takut Daniel akan menjawab dengan sembarangan lagi dan membuat Sarah Li marah dan membuat keputusan pisah?? Sudah bisa dipastikan ia akan menelan putranya ini hidup – hidup.


Anggukan dari Daniel membuat Huanran dan David Long kesulitan menelan ludahnya.


Sarah Li memutar cincin pernikahan yang diberikan Daniel ketika acara marger perusahaan Li dan Long.


Memutar dan menaikkannya hingga diujung jarinya. Sarah Li berhenti sejenak dan menatap Daniel.


“apa arti aku dihidupmu??”


Daniel diam, matanya masih melihat kearah cincin yang ada ditangan Sarah Li. Mata Huanran dan David Long sudah membesar menatap kesal kearah Daniel yang sangat lama memberikan jawaban dari pertanyaan Sarah yang sangat mudah untuk dijawab.


Sarah Li melihat jam dinding dikamar, Daniel sudah membisu selama hampir satu menit lamanya. Kesabaran Sarah Li sudah habis dan ia segera membalikkan badannya.


“aku…..” Satu kata yang keluar dari mulut Daniel membuat langkah Sarah terhenti. Tubuhnya masih mengarah ke pintu kamar. Tatapan mata Sarah masih tertuju kepada pintu kamar yang berwarna coklat tua.


Tidak ada lagi kata – kata yang keluar dari mulut Daniel, membuat Sarah lelah menunggunya. Kaki Sarah Li melangkah lagi. Dan bahkan sampai tangannya meraih pegangan pintu.

__ADS_1


“apa yang kamu tunggu, aku tidak akan memaafkanmu kalau menantuku keluar dari rumah ini. Semua ini adalah karena kesalahanmu.” David berkata dengan suara lantang karena sudah tidak bisa menahan rasa kesal kepada putranya.


__ADS_2