
Matahari bersinar sangat panas disiang hari ini. Sarah merangkul kedua saudaranya dengan perasaan senang. Didepan mereka menunggu David Long dan Andy Li.
“bagaimana kondisi kedua manager kita pa?? “ tanya Sisca kepada Andy Li
“ambulance sudah membawa mereka kerumah sakit. Sepertinya papa terlalu memaksa mereka untuk lembur dihari libur sehingga membuat mereka tertekan.” Kata Andy Li sambil melihat pengawal yang berdiri di belakang ketiga putrinya.
Mereka tunduk dan tersenyum tipis. Andy Li berkata kepada mereka “apakah kalian lelah karena harus bekerja
dihari libur???”
“tidak pak. Kami tidak masalah bekerja di hari libur. Karena jadwal kami libur dihari biasa. “
“apakah keluarga kalian tidak marah karena hal ini??” tanya Andy Li lagi
“tidak pak, mereka bisa mengerti dengan keadaan kami. Karena bagaimana pun kami bekerja demi menghidupi keluarga kami.” jawab petugas keamanan yang lain.
“baiklah.... besok saya akan berikan kenaikan bonus untuk kalian khusus untuk petugas yang bekerja pada hari libur. Direktur Sarah Li, besok bantu untuk info ke HRD mengenai hal ini.”
“baik pak.... akan saya laksanakan.” jawab Sarah Li.
Selesai mereka bicara terdengar suara ledakan besar tepat diatas kepala mereka. Andy Li dan David Long dengan gerakan refleks merangkul dan menutupi kepala Sarah Li, Serena Li dan Sisca Li dengan tubuh mereka berdua yang saling merangkul satu sama lain. Ledakannya membuat tanah bergetar.
Beberapa petugas keamanan segera memeriksa dilantai atas gedung.
“suara apa itu??” bisik Serena.
“sepertinya mereka berdua berhasil membunuh Andew.” jawab Sisca
“dia bukan Andrew, aku baru mengingat dirinya ketika kita turun dari lift tadi. Andrew yang aku kenal adalah anak yang rajin dan pintar. Dia juga sangat baik kepada setiap orang. Aku rasa ada yang berusaha memanfaatkan tubuhnya.” jelas Sarah Li
“bagaimana kamu bisa begitu yakin?” tanya Serena.
“bukan kah dia mengatakan dia ingin melamarmu, berarti itu memang dirinya.,,,” kata Serena.
Mereka bertiga masih menunduk, karena suara dentuman masih terdengar terus – menerus.
“apakah mereka baik – baik saja pa??” tanya Sarah
“jangan khawatir... mereka baik – baik saja. Sebentar lagi akan ada ledakan lebih kuat lagi.” jawab David Long
yang semakin kuat memeluk Andy Li.
Hati Sarah tidak tenang mendengar perkataan papa mertuanya. Bagaimana pun ia tidak mau terjadi sesuatu kepada Daniel. Bagaimana jika mereka berdua terluka???
“Papa aku sangat takut...” kata Sarah Li yang sudah berjongkok dibawah tubuh Andy Li dan David Long.
__ADS_1
“tenanglah putriku, semua akan baik – baik saja.” Andy Li menguatkan Sarah Li dan putri lainnya. Begitu selesai
Andy Li bicara suara ledakan yang lebih kuat dari sebelumnya terdengar dan menjadi pusat perhatian para orang yang ada disekitar bangunan dan orang yang kebetulan melintas didekat perusahaan Li.
Tidak lama, terdengar suara sirine mobil polisi mendatagi perusahaan Li. Mereka mengevakuasi Sarah, Serena,
Sisca, Andy Li dan David Long.
“apakah mereka tidak apa – apa ?? tanya Sarah Li.
“Tenang saja, papa sudah meminta seseorang untuk menghapus semua rekaman dari sejak kita naik mulai rapat
diatas. Anggota kita sudah menyelesaikannya dengan sangat baik tanpa jejak yang tersisa. “ Andy Li melihat kearah salah satu petugas keamanan yang terlihat sudah berumur sambil menaikkan alis matanya.
Kaca perusahaan Li dilantai paling atas terlihat pecah karena kuatnya ledakan yang terjadi siang ini.
“Sepertinya kita perlu melakukan renovasi,,,” kata Andy Li
“direktur keuangan Serena Li. Tolong bantuannya untuk masalah perbaikan kantor utama kita.”
“baik pak.” jawab Sarena Li
“dan kamu wakil direktur, tolong awasi semua berita yang beredar dimedia mengenai peristiwa hari ini. Jangan
“baik pak direktur utama.” jawab Sisca.
“Direktur Li, sekarang waktunya libur, kamu masih menyuruh ketiga putrimu untuk bekerja...” sindir David Long
sambil tersenyum
“bagaimana pun kita harus bersiap dengan segala kemungkinan yang ada.” jawab Andy Li membela diri.
Ketiga putrinya sudah mulai sibuk dengan ponselnya menghubungi departemen terkait untuk mengatasi masalah hari
ini. Mereka semua harus memberikan keterangan kepada pihak polisi dan ketiga putri Andy Li tetap bekerja mengatasi permasalahan yang ada saat ini.
Setelah pemeriksaan selama 3 jam mereka akhirnya bisa kembali kerumah. Sarah Li berencana menginap dihotel miliknya malam ini. Karena dari informasi Alex, rumah mereka sudah didatangi banyak wartawan yang ingin mewawancari mereka semua.
Sebuah mobil mpv premium berwarna coklat tua terparkir didepan kantor polisi. Supir Daniel Long sudah menunggu didepan pintu sambil membungkuk dan membukakan pintu untuk mereka. Sarah mengenali mobil ini adalah milik Daniel Long. Mereka semua naik kedalam mobil dan tidak mengetahui kemana tujuan mereka.
“pak kita kemana??” tanya Sarah Li
“tuan muda Long menyarankan kita menginap diapartemen miliknya. Karena keamanan disana lebih ketat saat ini.” jawab supir Daniel.
“kamu tahu dimana letak apartemennya??” tanya Serena
__ADS_1
“tidak...” jawab Sarah santai.’
“sepertinya kamu kehilangan rasa takut terhadap apa pun setelah kamu disandra oleh makhluk aneh tadi.” jawab
Serena.
Sarah tersenyum mendengar perkataan kakak keduanya.
“aku sangat lapar... “ keluh Sarah Li
“wajar saja sekarang sudah jam 7 malam. Sudah waktunya makan malam .” Serena pun melakukan hal yang sama sambil mengusap perutnya yang sedang berteriak minta diisi makanan.
Tidak lama berjalan, mereka juga tidak ingat sudah berapa lama dan sudah sejauh apa berjalan. Mereka sampai di basement apartement Daniel.
“kita sudah sampai, silahkan langsung masuk kedalam tuan dan nona. Diluar sudah menunggu pengawal pak
Daniel.”
Mendengar kata pengawal rasanya tubuh Sarah Li keringat dingin. Ia sangat gugup sambil mencengkram kuat
pegangan kursi mobil dan tidak ingin turun. Bagaimana jika mahluk yang mengerikan itu tidak mati?? bagaimana jika sekarang ia kembali kealam bawa sadar??
Sarah melihat kedua saudara berserta papanya dan papa mertuanya sudah turun dari dalam mobil. Sarah masih
tidak bergerak sama sekali.
“adik kedua?? “ tanya Sisca sambil mengulurkan tangannya.
Sarah memperhatikan kondisi sekitarnya lagi, apakah ada hal aneh yang terjadi.
Serena memasukkan separuh badannya kedalam mobi dan mencubit lengan Sarah sehingga membuatnya meringis kesakitan.
“kakak kedua... kenapa kamu dari tadi selalu menyiksaku??” keluh Sarah dengan wajah cemberut.
“selama kita dewasa aku memang tidak pernah jahil kepadamu. Tapi sepertinya aku harus melakukannya lagi
sekarang. “ jawabnya santai sambil mengedipkan mata kanannya kearah Sarah.
“Serena Li..... aku akan mengadukan kamu kepada mama....” Sarah berbicara dengan lantang dan langsung
keluar dari dalam mobil.
Barisan pengawal berjas hitam dan berbadan tegap berdiri menyambut mereka dan satu orang memastikan mereka masuk kedalam lift dan naik kelantai 8 dengan selamat.
Mata Sarah tidak bisa berhenti untuk tetap waspada melihat keadaan sekitar. Dari pintu lift, ia memperhatikan satu persatu gerak gerik orang disekitarnya apakah ada yang mencurigakan atau tidak.
__ADS_1